The first 200 lines.
- Pengendali fasa AC. - AC.
- Trim gaya. - Menyala.
Tombol baterai.
Menyala.
Lampu pendeteksi kebakaran.
Tes.
Lampu peringatan.
Tes dan atur ulang.
Omong-omong, selamat.
Sudah pikirkan nama anakmu?
Kami masih berdebat.
Aku bertahan dengan Joe DiMaggio Mazilli.
Pemain Yankee terhebat!
- Tombol kendali hidraulis. - Menyala.
Pencahayaan.
Masuk.
Kolonel Braddock datang.
Jadi, kenapa Kolonel ingin pergi ke Kamboja?
Ya, dia bisa terluka saat seberangi perbatasan.
Dia pimpin unit pengintai, periksa kekuatan musuh.
Aman?
Kiri aman, Pak.
Nyalakan.
Tombol generator utama.
Menyala.
- Nyalakan. - Lancar.
700 rpm.
Menurun.
Selamat pagi, Pak.
Selamat pagi, Sersan.
Maaf aku terlambat.
Mau ambil alih kendali, Pak?
Tak usah, Kapten. Aku hanya menumpang.
Di mana koordinat LZ Sally?
Koordinatnya 3-7-4-0-3-0-1-9.
Kita tepat di atas mereka. Mari beri tahu mereka.
Aligator empat, ini Celah Merah enam.
Aligator Empat, kami ditembaki dari semua kuadran.
Pak, mereka di tengah baku tembak di bawah sana.
VC memojokkan mereka 3,2 km di selatan zona pendaratan.
Seberapa parah?
Mereka ditembaki dari semua kuadran, Pak.
Kau mau masuk?
Bertahanlah. Kami akan turun menjemputmu.
Bersiap untuk bergerak. Turunkan, Kapten.
Kapten, ayo bergerak sekarang!
Tenanglah, Nak.
Bagus! Ayo!
Ayo!
Ayo, kita harus pergi.
Sial! Berengsek!
- Kau tak apa-apa? - Aku baik. Ayo ke helikopter!
Ayo!
Pak, mereka melihat kita!
Kolonel!
Ada tamu tak diundang lagi, Pak!
Ayo! Masuklah!
Ayo. Masuk. Cepat!
Pak!
Ayo pergi dari sini!
Apa itu?
Kita tertembak! Kita akan jatuh!
Aku akan ke arah danau.
Siap melompat!
Lompat!
KAPTEN
SERSAN KEPALA
KOPRAL
Lompat, Letnan!
Kubilang, lompat, Letnan!
LETNAN
KOLONEL
Pada hari Amerika mengenang para korban perang,
penghormatan khusus hari ini bagi para korban perang di Vietnam.
Seorang prajurit Amerika yang gugur di sana, hari ini menempati
tempat terhormat di Makam Prajurit Tak Dikenal.
Hampir 10 tahun setelah orang Amerika terakhir meninggalkan Saigon,
mereka yang bertempur di Vietnam mendapatkan pawai mereka.
Suara drum teredam dan lagu duka,
peti mati dan bendera yang dibungkus plastik
untuk melindunginya dari hujan.
Di amfiteater Pemakaman Arlington,
keluarga orang-orang yang masih hilang dari Vietnam
menantikan peti mati dan teringat.
Mereka bertanya-tanya apakah putra mereka masih hidup
dan kenapa dunia diam saja
serta biarkan pemerintah Vietnam
melanggar Konvensi Jenewa.
Rumor penyiksaan fisik dan mental
membuat penantian itu lebih menyakitkan.
Keluarga diyakinkan oleh presiden yang sangat terharu.
Kita tak menulis bab terakhir,
kita tak menutup buku,
kita tak menyingkirkan kenangan terakhir.
Akhir keterlibatan Amerika di Vietnam
tak bisa terjadi sebelum kita mencapai
perhitungan penuh atas orang-orang yang hilang dalam perang.
Kolonel Yin,
kau mungkin tak peduli tentang Konvensi Jenewa,
tapi suatu hari kau akan diminta bertanggung jawab.
Konvensi Jenewa berlaku untuk tahanan perang.
Kalian bukan tahanan perang.
Kalian penjahat biasa.
Sudah berulang kali kuberitahu
bahwa tak ada jalan keluar dari kampku
kecuali kalian menganggap kematian sebagai jalan keluar.
Kalian dikelilingi tebing,
gunung, hutan penuh perangkap manusia,
dan jembatan yang tak bisa dilewati.
Tak satu pun dari kalian pernah lolos, dan tak satu pun dari kalian akan lolos.
Satu-satunya cara kalian bisa meninggalkan kampku
adalah jika Braddock mengaku.
Dia membela negara yang telah melupakan kalian,
negara pelanggar hukum yang dicerca seluruh dunia!
Mereka membunuh duta-duta kejahatanmu
di setiap bagian dunia.
Aku punya sesuatu untukmu.
Hei, ini cantik.
Panjangnya lima cm.
Angelo bilang terima kasih.
Apa yang dia berikan kepadamu?
B-52.
Itu hanya cacing untuk ayamnya.
Aku harus belajar menutup mulutku.
Kau bagaimana? Kau tak pernah buka mulut.
Kucoba memutuskan apa ucapanku sepadan dengan dipukul.
Andai aku bisa begitu.
- Franklin. - Hei, panas. Aku berkeringat.
Sepertinya malaria lagi.
Hei.
Apa yang Harry lakukan?
Aku akan menggigit kepalanya demi sebungkus rokok.
Tidak!
Kolonel, aku perlu bicara.
Kolonel.
Dengar, aku turut berduka mereka berdua tewas,
tapi kita semua tak perlu menyesal.
Mungkin bisa kubuat Yin tak terlalu keras. Kau mau itu, kan?
Bagaimana, Sersan?
Kau tahu kau butuh istirahat.
Maaf, Kapten...
tapi persetan denganmu.
Itu lucu.
Kalian prajurit pemberani dan kalian kira aku pengecut.
Tidak, kau bukan pengecut. Kau pengkhianat.
Aku bukan pengkhianat.
Negara kita telah melupakan kita
dan kita harus lakukan apa pun untuk bertahan hidup.
Aku bukan orang jahat di sini.
Tapi Braddock dan harga dirinya yang bodoh.
Pertama tiba di sini,
jumlah kita lima kali lebih banyak, 33 orang Amerika.
Kini lihat kita.
Braddock hanya perlu mengakui
kejahatan perang sampah, dan Yin akan memulangkan kita.
Siapa akan peduli?
Perang sudah berakhir selama...
entah sudah berapa lama.
Kita belum tahu pasti.
Tidak ada perang.
Dan tidak ada yang peduli dengan kita.
Masa?
Kudengar mereka datang selamatkan kita.
Jika menjadi kau, aku lebih baik mati di sini,
daripada harus jelaskan ke anakku bahwa aku pengkhianat pengecut.
Setidaknya aku melihat anakku.
Lepaskan dia.
Mundur, Nester.
Matilah jika mau, kalian semua.
Siapa bilang ada yang datang?
Tidak ada.
Kukarang untuk membuatnya kesal.
Kenapa mereka harus kabur?
Astaga, aku harus tidur!
Tapi setiap menutup mata, aku lihat istriku, Gina.
Ya. Diane-ku akan marah kepadaku.
Aku inginkan empat anak melebihi dia.
Kami buat kesepakatan.
Dia akan bekerja, aku pensiun dan mengasuh mereka.
Aku menipunya habis-habisan.
Aku bahkan belum melihat anakku!
Maafkan aku.
Kucoba melupakannya, tapi tak bisa.
Tidak ada yang bisa.
Tak ada yang mengganggumu.
Aku hanya...
Aku hanya tak tangguh sepertimu.
Lao.
Sersan Lawrence Opelka,
kau diadili dan dinyatakan bersalah
atas kejahatan perang terhadap rakyat Vietnam,
dan dijatuhi hukuman mati.
Kumohon!
Nester.
Dia mau apa darinya?
Chou, kemarilah!
Chou! Bajingan!
Turunlah, Chou!
Mazilli!
Kemarilah, Chou! Kau bukan apa-apa! Chou!
No comments yet. Be the first to leave one.