The first 200 lines.
Rata-rata pasangan memiliki 2.3 anak seumur hidup mereka.
Tapi rekor yang dimiliki satu pasangan diperkirakan lebih dari 40.
Tapi bagaimana jika kubilang ada pria yang hidup hari ini
yang mungkin menjadi ayah lebih dari seribu anak.
Itu masih berlanjut.
Pria macam apa yang begitu?
Aku mengenalnya di Internet.
Saat kau lihat videonya,
dia punya rambut pirang yang indah dengan senyum lebar,
dan aku siap punya bayi cantik.
Katanya, "Aku bersedia bantu lima keluarga." Dia bohong.
Bukan empat, lima keluarga.
Sudah ada ratusan.
Seorang pria Belanda hadapi tuntutan
karena diduga menjadi ayah sedikitnya 550 anak.
Astaga.
Kenapa kau menempatkan begitu banyak anak di bumi ini? Kenapa?
Dia kecanduan. Dia tak bisa menahan diri.
Dia ingin punya anak terbanyak dalam sejarah.
Aku tahu dia bepergian ke banyak negara.
Dan pertanyaannya adalah, seberapa besar ini? Ada berapa anak?
Apa yang terjadi, secara psikologis, pada anak-anak ini
yang punya tujuh, delapan, sembilan ratus saudara?
Kami bertekad untuk menghentikannya.
Pria ini cari masalah dengan wanita yang salah.
BELANDA
Aku selalu tahu aku ingin menjadi seorang ibu.
Aku mau punya bayi yang tumbuh di perutku.
Mau punya pengalaman yang sama dengan ibu dan nenekku.
Saat itu usiaku 28 tahun, tinggal di Rotterdam dengan mantan pacar.
- Kami tak bahas mantan. - Tidak.
Jangan mulai.
Tidak.
Dan kami ingin punya anak.
Kau merasa siap.
Ya, ada ungkapan dalam bahasa Belanda je eierstokken rammelen.
Artinya ovariummu mulai goyang.
Ke mana pun aku melihat, aku melihat bayi. Wanita hamil. Bayi.
Jika mau punya bayi, kita sering lihat orang dengan bayi.
Sejak usia sangat muda, aku selalu ingin menjadi ibu.
Sulit dijelaskan.
Itu hanya sesuatu yang ada begitu saja.
Aku tak menemukan pria yang akan punya anak denganku,
dan semakin tua aku, keinginan memiliki anak menjadi sangat kuat.
Apa yang ada di pikiranku, itu gila.
Pernikahanku terdahulu hasilkan tiga anak,
dan aku jalani vasektomi usai anak ketiga.
Lalu, tentu saja, aku menikahi istri yang lebih muda dariku.
Lalu kami kembali ke dokter untuk coba batalkan vasektomiku
dan ternyata itu mustahil.
Saat kau lesbian, kau tak bisa... Ya.
Kami tak bisa berhubungan seks,
lalu kami bisa hamil.
Dan aku tak akan berhubungan seks dengan pria.
Kita bisa kunjungi bank sperma,
tapi kau tak bisa bertemu donor sperma secara langsung.
Aku ingin menatap mata si pendonor sperma
dan lihat apakah kepribadiannya juga cocok dengan kepribadianku
karena pendonor sperma adalah 50% anakmu.
Ada situs daring dengan donor
yang bersedia memberikan secara pribadi,
tak melalui bank sperma,
tapi pergi ke rumah secara pribadi dan menyumbang di sana.
Dan aku menemukan situs web disebut Verlangen naar een Kind .
Mendambakan Anak.
Saat kubuka, aku melihat sperma. Di mana-mana ada sperma.
Ada banyak sekali profil.
Tak ada foto, tapi kita bisa lihat
deskripsi singkat.
PENDONOR SPERMA MAU MEMBANTU
Aku seperti, "Ada banyak pria di sini yang bersedia mendonorkan sperma."
Aku tekan masuk lalu...
Tiba-tiba, dalam pikiranmu kau mulai membuat profil,
gambaran nyata.
Seperti saat kau pergi ke penjual es krim,
dan kau mau beli es krim,
dan kau lihat beragam rasa berbeda,
dan kau bisa memilih.
Di bawah alamat surel dan kau bisa langsung kirim surel,
dan menurutku itu sempurna.
Lalu aku ceritakan kisah kami melalui surel pada beberapa pendonor.
KIRIM
Ada orang aneh di luar sana
yang ingin membuat bayi secara alami.
Jadi bukan dengan cangkir, tapi alami.
- Berhubungan seks. - Benar.
Maka, "Tidak, terima kasih. Aku ada suami dan aku...
Sudah cukup, jadi..."
Pendonor pertama yang kami temukan adalah Leon.
Dia berusia 35 tahun dan cerdas,
dan dia punya pekerjaan sebagai penasihat keuangan di bank besar,
dan bahwa dia simpatik dan baik hati.
Dia menyarankan agar kami bertemu.
Pertama, dia mengirimiku fotonya saat dia masih kecil.
Jadi, aku langsung bertanya padanya,
"Boleh minta foto terbarumu?"
Karena jika kau pergi "berkencan" dengan seseorang,
kau mau foto teman kencanmu.
Dia mengirimiku fotonya yang memperlihatkan setengah wajahnya,
dan menurutku itu mencurigakan.
Tapi aku seperti, "Baiklah, ayo. Mari kita temui dia."
Saat aku bertemu dengannya, aku terkejut.
Dia tak terlihat seperti bankir.
Dia tak terlihat seperti seseorang yang memiliki otak yang cerdas.
Dia tak punya rambut di sekujur tubuhnya.
Lalu ada bekas luka di telinga kirinya ke telinga kanannya di belakang kepalanya.
Jadi aku melihat bekas lukanya, dan aku seperti,
"Ada apa dengan pria ini?"
Dan kupikir, "Tidak denganmu, bukan dengan genmu."
"Kau tak akan punya anak dari genku. Tidak akan."
"Tapi mungkin ada pria lain."
Jika kau gay, kau tak bisa punya anak dengan wanita lain,
jadi aku menggunakan situs web Verlangen naar een Kind ,
Mendambakan Anak.
Aneh sekali. Itu seperti toko.
Jadi aku masuk, dan aku menemukan pria lain.
Dua puluh sembilan, tampan, rambut bagus, cerdas.
Seorang guru.
Dan kupikir, "Oke, kirim pesan pada orang ini layak dicoba."
Yang berikutnya menyebut dirinya Maarten.
KOTAK MASUK
NATALIE, TERIMA KASIH SUDAH JAWAB IKLANKU
Di surel pertama, dia mengirim foto dirinya.
Bukan foto bayi, tapi foto asli dari penampilannya saat ini.
Dengan rambut ikal menarik
yang rapi dan terlihat di kamera.
Perbedaannya bagaikan siang dan malam
antara yang pertama dan yang itu.
Dia menjalin hubungan denganmu.
Maarten menarik karena dia seorang seniman.
Dia suka musik, bermain musik, membuat musik.
Dia berambut ikal. Itu sangat bagus.
Ya, itu poin yang sangat kusukai.
Lalu aku membalas di profilnya.
Dia memberi tahu bahwa namanya adalah samaran.
Setelah dua surel, dia berkata, "Maarten adalah samaran,
dan nama asliku adalah Jonathan."
Orang yang bicara padaku adalah Walter,
lalu dia membalasku dengan Jacob.
Aku meneleponnya, dan tiba-tiba aku mendengar nama lain.
Itu Jonathan, dan itu aneh.
Karena di awal dia bilang Walter, lalu Jacob,
lalu Jonathan.
Katanya Jonathan adalah nama depannya
dan Jacob nama panjangnya, dan Walter hanyalah nama fiktif.
Karena kehidupan donor spermanya dan kehidupan pribadinya,
dia ingin memisahkannya.
Itu masuk akal.
Kami mengirim pesan. Dia sangat mudah diajak bicara.
Hanya pria biasa dan dia bisa jadi teman.
Aku tak mencari penampilan.
Aku ingin punya pendonor yang terbaik untuk sang anak.
Jadi rasanya cocok.
Tentu saja, aku mencarinya di Google. Kucari dan aku lihat kanal YouTube-nya.
Jonathan punya kanal YouTube,
dan dia mengunggah video, mungkin dua kali seminggu,
tentang gaya hidupnya, cara hidup dan musiknya.
Dia hanya mengunggah dari tempat dan hotel yang indah.
Dan dia sangat percaya diri dan bahagia di video itu.
Sapa blog videoku.
Untuk yang belum pernah lihat videoku,
kebanyakan tentang makanan, olahraga, mendidik diri sendiri, belajar hal baru.
Kami pikir itu agak aneh.
Dia punya beberapa video tentang makan daging mentah.
Hari ini aku makan daging sapi mentah.
Kami bercanda setelahnya, bahwa dia punya kebiasaan aneh,
tapi kurasa kau harus sedikit unik untuk melakukan ini.
Kami tiba lebih dulu, kami duduk dan menunggu di sana,
dan ada pianis konser yang sedang bermain piano.
Aku melihat orang datang dan pergi,
dan setiap orang yang datang,
aku bertanya pada diri sendiri, "Apa itu dia?"
Dan, "Ya, itu dia."
"Oke, itu pria tampan. Astaga."
"Ya, dia bisa saja ayah dari anakku."
Jonathan datang, dan kami memperkenalkan diri.
Dia tampak persis seperti di fotonya.
Menurutku dia pria yang menarik.
Dia berambut ikal. Dia memiliki mata biru cerah.
Gigi yang bagus.
Dia tampak baik.
Kami tiba lebih awal, jadi kami duduk dan memesan minuman,
lalu dia masuk.
Saat makan malam atau makan siang, kau bicarakan semuanya
untuk melihat apakah ada hubungan.
Apa yang kau perhatikan soal dia?
Rambutnya.
Segera.
Kami mau anak kami punya rambutnya.
Karena rambut ikalnya indah.
Dia bilang dia takkan potong rambut
dan berencana memanjangkannya.
Dan dia melakukannya. Ya, rambutnya luar biasa.
Hai. Terima kasih sudah menonton video baru.
Jika kau mau rambut sehat dan kuat,
jika tak mau rambutmu rontok,
jika kau mau hentikan kebotakan, memperbaiki kebotakan,
kau harus keluar terpapar matahari.
Orang seperti ini, pasti punya
gaya hidup dan cara berpikir berbeda.
No comments yet. Be the first to leave one.