The Price of Family

The Price of Family (Natale a tutti i costi)

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Price of Family 2022 ITALIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-01-25
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

THE PRICE OF FAMILY

Ini dia.

Semua sudah siap.

Kamarku sudah kosong.

- Akan kalian apakan kamarnya? - Ayah mau menaruh treadmill.

- Ide bagus. - Ibumu tak ingin mengubahnya.

Selagi ibumu menunggu hidupmu berantakan

agar kau kembali dan dia bisa mengurusmu selamanya.

- Itu tidak benar. - Itu menakutkan.

Sudah jelas.

Baiklah. Aku akan menaruh ini di mobil.

Lihat, aku tersenyum.

Anna.

Loredana, hai.

Dalam dua minggu, kau akan senang tak terbebani lagi.

Aku tahu perasaanmu.

Saat Maya dan Pietro pergi, itu menjadi momen yang emosional.

Momen intim.

Benar, momen intim.

Momen khusus keluarga.

- Oke, sudah selesai. - Ya.

Pulanglah, setidaknya untuk menonton pertandingan sepak bola dengan Ayah.

Jangan membuat Ibu menontonnya.

- Tentu, Bu. - Oke.

Bukan ingin ikut campur,

tapi kenapa pindah ke kota, padahal di sini sangat indah?

Dia benar.

- Dah. - Dah.

Dah.

Dah, Ibu.

Pergilah.

Ibu akan membuat lasagna besok. Datanglah makan siang.

Bercanda.

- Aku bercanda. - Sudahlah.

PENYEWAAN MOBIL DAN VAN DI SELURUH ITALIA

15 BULAN KEMUDIAN

Emilio dan Alessandra hanya menelepon saat membutuhkan sesuatu.

Mereka bahkan tak datang ke pemakaman.

Dia cuma wanita tua yang mereka temui tak lebih dari tiga kali.

Dia tetap kerabat, Ibu.

- Tetap tegar. - Carlo.

- Dah. - Turut berduka.

Itu sungguh tak terduga.

Dia minum banyak miras selama 90 tahun. Tak mengherankan dia meninggal!

- Bagaimana Alessandra? Lama tak terlihat. - Baik.

Sayangnya, dia tak bisa datang. Dia menghadiri wawancara kerja.

- Wawancara kerja? Bagus, apa posisinya? - Ya.

Begini.

- Dia tak bilang. Dia percaya takhayul. - Pengedar heroin.

Lalu Emilio?

Dia harus menghadiri pemakaman yang lebih penting.

Dia tak bisa datang. Mau pergi?

Sebentar, Bu.

Mereka terus mengganti dosis obatnya.

Suasana hatinya berubah-ubah.

- Baiklah. Dah, Anna. - Dah.

- Dah, Sayang. - Kau cantik sekali.

- Kau benar. - Pertahankan dia.

Dah.

Tunggu sebentar, ya.

- Kau masih mendengarkan? - Ya, Bu.

Bagus.

Dengar, Ayah dan Ibu tak sabar bertemu dan berkumpul denganmu lagi.

Aku juga.

Tebak Ibu akan membuat apa?

Ayam mutiara isi.

Ibu tak ingat kalau aku ini vegan?

Ayolah, Sayang, ini ulang tahunmu.

Sampai jumpa besok.

Ale, satu hal lagi.

Ibu melihat foto profilmu di WhatsApp.

Itu tampak seperti iklan bordil di Kolombia.

Apa?

Maksud Ibu, kau memang cantik.

Tapi apa tujuannya?

"Tujuan" apa?

Berpose setengah telanjang di depan cermin dengan mulut...

Bibirmu tampak seolah-olah diisap oleh pengisap debu.

Sampai besok.

Kau mau datang pukul berapa?

Pukul 13,30?

Kenapa tidak tengah hari?

Kita bisa menghabiskan waktu bersama. Kau bisa bantu Ibu.

- Baik. Sampai jumpa besok. - Dah, Sayang.

- Dah, Bu. - Hei, Sayang. Tunggu.

Emi, Sayang, ada perubahan rencana.

Adikmu mau datang tengah hari.

Sebaiknya kau juga datang tengah hari.

Kita habiskan waktu bersama. Ultah ini akan menyenangkan.

Ibu tak sabar, Sayang. Ibu mengandalkanmu.

Dah, Sayang.

PERLAWANAN

Ini akan menyenangkan...

Selamat ulang tahun!

- Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.

SELAMAT ULANG TAHUN

ESPRESO ITALIA SEJATI

Baiklah. Akan kurapikan mejanya.

Ibu tak mau melewatkan makan karena kau kesal.

Aku tenang.

Ayolah, mungkin mereka lupa.

- Atau mereka telat. - Hentikan omong kosongmu.

Mereka anak-anak. Sudah seharusnya menjauh dari orang tua mereka.

Dalam kasus khusus ini,

mereka mungkin tak tahan menghadapi kalian.

Terima kasih, Ibu.

Berhentilah meneleponnya. Itu memalukan.

Jangan kekanak-kanakan!

Kuenya buatanku. Aku akan berbuat sesukanya.

- Jika mereka datang? - Tidak akan.

Mereka bisa makan dari tong sampah seperti babi hutan.

- Hai. - Hai.

- Aku menunggu Maya. - Bagus.

- Anak-anakmu tak datang makan siang? - Apa?

Kukira hari ini ulang tahun Alessandra.

Benar! Ingatanmu tajam.

Dia tak datang merayakannya?

Tidak. Dia tak mau aku bekerja terlalu keras di dapur.

Dia akan membawa kami pergi sebagai kejutan.

Bagus.

Selalu pulang untuk makan tentu menyusahkan. Itu menyebalkan!

Kami menyukainya.

Apa kaummu belajar mengklakson sebelum belajar berjalan?

Hai, Sayang.

Maya hamil lagi.

Tidak.

Dia tak hamil?

Dia tampak hamil.

Dah.

Di mana kita akan bertemu Emilio?

Di bar dekat kantornya.

Kita akan minum sebentar karena dia akan makan malam setelahnya.

Karena sudah dekat rumah Alessandra, kita bisa mengajaknya bergabung.

- Tidak akan bisa! - Kita bisa coba.

Baiklah.

Lihat, itu dia.

Dia merokok! Dasar pembohong. Dia bilang dia berhenti.

- Kau lihat raut wajahnya? - Apa?

Seakan-akan berkata, "Apa yang diinginkan bedebah ini?"

- Apa maksudmu? - Tidak?

Ayolah.

Lihat.

Lihat wajahnya?

Halo, Bu. Cepatlah, aku kerja.

Kau merokok?

Tidak. Aku tak merokok.

Ada apa, Bu?

Kami datang untuk minum bersama kakakmu.

Ya, tapi aku kerja... Dengar, Ibu, aku...

Aku tak bisa ikut makan siang Natal. Aku lupa memberi tahu Ibu.

- Apa? - Apa maksudmu?

Aku akan ke Paris bersama Rocco. Maaf, aku lupa memberi tahu Ibu.

Halo? Ibu?

Ibu?

Bisa pergi?

- Tapi kita di sini. Mari menyapanya. - Ayo!

Ayo pergi.

Tahu apa yang membuatku bahagia Natal ini?

- Tidak. - Harapan.

Kuharap Rocco mencampakkan putri kita

dan dia akan kembali untuk dihibur.

"Kembali"? Seperti itulah semangat Natal.

Saat dia mencoba masuk,

sambil tersenyum, kau akan bilang, "Maafkan Ayah, Sayang.

Ibu dan Ayah bukan handuk untuk menyeka bokongmu."

Atau kau bisa mengatakannya.

Hei!

- Hai, Sayang. - Hai.

Aku sudah datang.

- Ini yang sudah disetrika. - Terima kasih.

Awas, jangan sampai kusut.

Ambillah baju kotorku. Bagus jika sudah bersih hari Rabu.

Tentu.

Kau tahu ada penatu kimia, bukan?

Tak bisa dengan gajiku.

Mengeluh ke Ibu dan Ayah?

Tidak. Dia Azeglio, bosku.

- Orang tuaku. - Halo.

- Halo, aku Anna. - Benar.

Senang bertemu dengan kalian. Putra kalian hebat.

Terima kasih.

Kalian juga pasti sangat baik karena tak membiarkannya diadopsi.

Benar, 'kan?

Bercanda.

Jangan minum, ada panggilan konferensi sejam lagi.

Malam ini?

Tidak. Dengan "sejam lagi", maksudku "sejam lagi" besok.

Oke.

Oke, apanya? Tentu malam ini. Fokuslah!

- Semoga malam kalian indah. - Dah.

- Besok... - Dah.

Jangan khawatir, Bu. Aku sudah terbiasa.

Dia? Bukan.

- Ibu tak mengkhawatirkan dia. - Lalu siapa?

Adikmu.

Apa yang terjadi?

Dia akan pergi ke Paris saat Natal.

Dasar jalang!

Ibu tak mau memakai kata itu, tapi kau benar.

Lalu bagaimana?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left