Season 1

Release info

[๐‚๐จ๐Ÿ๐Ÿ๐ž๐ž๐๐ซ๐ข๐ฌ๐จ๐ง] ๐’๐Ž๐”๐๐ƒ๐’ ๐Ž๐… ๐–๐ˆ๐๐“๐„๐‘ ๐’๐ŸŽ๐Ÿ๐„๐ŸŽ๐Ÿ— ๐๐… ๐–๐„๐
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐Ÿ’๐Ÿ—:๐Ÿ‘๐Ÿ— || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’•๐’ ๐˜๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ข ๐˜•๐˜ถ๐˜จ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜—๐˜ถ๐˜ต๐˜ณ๐˜ข (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’‹๐’†๐’Ž๐’‚๐’‰) || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2026-03-27
Downloads: 9
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hei.

Ayana.

Wah.

Maaf. Aku pergi saja.

Tidak, aku yang minta maaf.

Kudengar dia tak enak badan. Jadi, aku datang untuk menjenguknya.

Jadi, tolong jangan pergi.

Tidak, aku pergi saja.

Begini,

kurasa aku tak seharusnya berduaan dengannya di sini.

Jadi, jangan pergi.

Apa? Kau serius, 'kan?

Kau datang untuk menjenguknya, 'kan?

Ya,

tapi kumohon

jangan pergi.

Maaf tiba-tiba datang begini.

Tidak apa-apa.

Senang bertemu denganmu. Aku Yamada.

Senang bertemu denganmu.

Aku Kotaro Hayase.

Hayase.

Ya, benar.

Kau penata rambut, 'kan?

Ya.

Dari mana kau tahu?

Tsuchida pernah bercerita.

Wah.

Ayana bercerita?

Ayana bercerita padamu tentangku?

Ya.

Baiklah.

Sebenarnya,

aku tak pernah dengar dia bercerita tentangmu.

Maaf.

Wajar saja.

Aku koleganya,

aku juga seorang penulis.

Aku menulis novel.

Begitu, ya?

Masalahnya, dia tak pernah bercerita apa pun padaku.

Kurasa dia pasti merasa berat untuk bercerita.

Mungkin dia tak mau aku cemburu.

Cemburu?

Ya. Tidak ada gunanya juga bagiku untuk cemburu.

Maksudku, aku memang tak berhak untuk cemburu,

meski aku sebenarnya mudah cemburu.

Boleh aku bertanya hal yang sedikit aneh?

Apa itu?

Apa yang kau suka dari Tsuchida?

Apa yang kau suka darinya?

Apa? Kenapa?

Maaf.

Aku penasaran saja, tak ada maksud apa-apa.

Apa?

Maafโ€ฆ

Ayana pernah bercerita apa tentangku?

Maaf, aku menanyakan ini.

Mungkin menurutmu aku tak berhak bertanya begini.

Tidak masalah.

Tsuchida bilangโ€ฆ

Bagaimana aku menyebutnya?

Dia bilang

waktu berjalan dengan begitu tenang saat dia bersamamu,

dan dia merasa nyaman.

Dia bilang kau berharga baginya.

Apa?

Ayana benar-benar bilang begitu?

Ya, dia baru saja bilang itu, sebenarnya.

Baru saja?

Ada apa?

Kau baik-baik saja?

Ya.

Maaf.

Dia bilang begitu, ya?

Aku sebenarnya tak percaya dengan diriku sendiri.

Kurasa aku hanya menjadi beban bagi Ayana.

Kau salah.

Kau tahu?

Aku merasa lega mendengar kata-katanya itu.

- Akuโ€ฆ - Ya?

Kurasa aku pergi saja sekarang.

Apa?

Tetaplah bersamanya.

Aku yakin ada yang mau dia bicarakan denganmu.

- Apa? Tapiโ€ฆ - Aku serius.

Yamada.

Kau pasti sangat percaya pada Ayana.

Percaya?

Aku tak mengerti apa maksudmuโ€ฆ

Baiklah, aku pergi.

Ayana.

Akhirnya, kau bangun juga.

Ada apa ini?

Kenapa kau di sini?

Kenapa kau ada di rumahku? Membuat takut saja.

Saat aku ke tokomu, En bilang kau tak masuk

karena terkena pilek.

Kau sempat bertemu orang di sini?

Apa ada orang di sini saat kau datang?

Ya, kurasa ada.

Apa? Kau sempat bicara dengannya?

Kau bilang apa?

Tidak, aku tak bilang apa-apa.

Sungguh?

- Ini gawat. - Tenanglah.

Diam dan dengarkan aku sebentar.

Apa?

Aku akan berhenti bilang padamu

tentang betapa aku menyukaimu.

Aku juga tak akan menghubungimu lagi.

Tapi aku tak akan menolak panggilanmu jika kau yang duluan menghubungiku.

Aku suka padamu,

kau juga begitu berharga bagiku.

Aku juga sadar

pacarmu adalah orang yang sangat ramah.

Rasanya keliru jika aku cemburu

dengan kebahagiaan orang yang kusukai.

Menyebalkan.

Jadi, kalian berdua sempat mengobrol, ya?

Baiklah, aku pergi dulu.

- Hei, Kotaro. - Ada apa?

Beginiโ€ฆ

Akuโ€ฆ

Selama kau tahu kita hanya bisa berteman,

kau bebas menghubungiku kapan saja.

Pergi makan dan sebagainya.

Kurasa kita tak harus memutus hubungan.

Tapi jika kau menjengkelkan,

atau aku tak tahan menghadapimu, aku mungkin mengabaikanmu seperti biasa.

Baiklah, tapi aku tak akan menghubungimu duluan

karena aku masih punya perasaan padamu.

Perasaanku itu tak akan berubah.

Aku tak mau pacarmu salah paham.

Apa saja yang kau dengar dari Yamada?

Jangan khawatir.

Kau tahu?

Aku cukup senang sekarang.

Dah.

Tunjukkan padaku.

Katamu kau punya fotonya.

Tunjukkan pada kami. Simpel, 'kan?

Dasar bodoh.

Aku bukan penasaran mau melihatnya.

Siapa juga yang peduli dengan pacarmu.

Ya.

Kita sedang mengobrol, 'kan? Berkomunikasi.

Berhentilah menutup diri. Bodoh.

Kalau begitu,

kita mengobrol hal lain saja selain foto pacarku.

Apa?

Apa katamu?

Menurutmu, dia manis, 'kan? Kau seharusnya bangga memamerkannya.

Hei.

Hei!

Kau tak sadar tingkahmu ini kurang ajar?

Pak Kawamura bilang mau lihat fotonya. Jadi, cepat tunjukkan padanya.

Dasar culun.

Kau tak pernah serius.

Lalu, apa maksud dokumen yang kau kerjakan kemarin?

Kau tak menganggap serius tradisi dan sejarah kita?

- Terima kasih. - Kau tak bisa mengubahnya

semudah itu.

Kau mau memaksakan pandanganmu?

Ya, apa maksudmu?

- Terima kasih. - Yang benar saja.

Aku serius, apa maksudmu?

Terima kasih.

Hei.

Hei.

Permisi.

Ya? Ada apa?

Akuโ€ฆ

Aku tahu ini bukan urusanku,

tapi kurasa kau tak boleh memukul kepala orang seperti itu.

Apa?

Kurasa kau tak boleh memukul kepala orang seperti itu.

Kalian bicara kasar padanya

dan aku tak nyaman mendengarnya.

Jadiโ€ฆ

Kurasa kukatakan saja karena kulihat dia juga tak nyaman.

Wah, ada orang alim!

Ini semacam latihan mental saja, Nona.

Ini bercanda saja. Kami semua berteman baik, oke?

Tapi terima kasih atas kepedulianmu, Nona.

Baiklah.

TORA

Apa? Jadi, kau tak tinggal diam?

Ya, tapi aku sudah siap-siap untuk segera kabur.

Kau keren.

Tapi mulai sekarang, jangan begitu lagi.

Naluri pembela kebenaran sesaatmu justru bisa menyulitkanmu.

Aku tak mau kau terkena masalah.

Kau benar.

Pilekku baru sembuh.

Jadi, aku agak linglung, mungkin itu yang membuatku marah.

Tapi kurasa tindakanmu hebat.

Aku yakin orang itu senang dibela olehmu.

Ya.

- Kau khawatir? - Apa?

Sounds of Winter subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Sounds of Winter

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left