Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ง๐—ข๐—”๐—ฆ๐—ง๐—˜๐—ฅ (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ) ๐—›๐—œ๐—ก๐——๐—œ ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐ŸŽ๐Ÿ“:๐Ÿ‘๐Ÿ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’•๐’ ๐˜™๐˜ช๐˜ฐ ๐˜ž๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ธ๐˜ฐ (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’‹๐’†๐’Ž๐’‚๐’‰) || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2026-04-15
Downloads: 144
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Saat dikubur, kita ditelentangkan atau tengkurap?

Kita dikremasi, 'kan? Jadi, aku tak tahu.

Pak Amol Amre, bisa beri komentar?

BEBERAPA PEKAN SEBELUMNYA

Aku akan beri peringatan terakhir untuk mereka.

Mereka menjalankan bisnis yang kotor berkedok panti pijat

dan berusaha menodai budaya dan nilai-nilai luhur India.

Aku bersumpah demi ribuan pekerja yang bersamaku,

jika aku menang pemilihan berikutnya

aku akan menutup usaha ilegal ini.

Para wanita di panti pijat ini, saudari dan putri negeri ini,

aku akan berusaha beri pekerjaan layak dan membantu mereka agar mandiri.

Itu saja dariku.

- Kita mau pemimpin macam apa? - Satu lagi!

Hei!

Jangan di sini.

Hanya di dalam.

- Baik! - Pergilah!

Ke atas!

Sebut namaku, Amre.

Amru.

Bapak terhormat, semua kegiatanmu di kamar hari ini

sudah kurekam. Kukirimkan cuplikannya.

Dicatat juga, Pak,

jika terjadi sesuatu padaku, bahkan jika karena demam viral, videomu viral juga.

Tidak, Bu. Kau tak mendengarkan.

Aku sudah meneleponmu enam kali dalam dua hari ini.

Aku paham, Pak.

Bisakah menunggu sebentar?

Tidak. Tolong jangan minta aku menunggu.

Musik tunggu apa ini?

APARTEMEN SHREE SHARADASHRAM

Kau tak paham.

- Enam rupe. - Selamat pagi, Pak.

Istriku membayar ekstra enam rupe pada tagihan telepon bulan lalu.

Ya, Pak, itu akan ditagihkan ke akunmu bulan depan.

- Tapi kenapa kau terengah-engah? - Terengah-engah?

- Siapa namamu? - Payal, Pak.

Apakah panggilan ini direkam untuk penjaminan kualitas?

Ya, Pak.

Bagus.

Jadi, Payal, anakku,

aku pria berusia 73 tahun. Paham?

Stres yang kau timbulkan padakuโ€ฆ

Jika begini, pelangganmu saat ini akan menjadi calon jandaku.

Pak, mohon jangan stres.

Biayanya akan dikembalikan pada tagihan bulan depan.

Bulan depan? Bulan depan istriku akan menggugatmu ke pengadilan.

Karena serangan jantungku.

Payal, Anakku, lakukan satu hal.

Kembalikan kepadaku dalam bentuk tunai. Aku akan ke kantor pusat. Ya?

Maaf, Pak. Aku cuma bisa mengkreditkannya.

Tapi, terima kasih sudah menelepon Telecorex. Eksekutifโ€ฆ

Selamat pagi, Paman.

Hei!

Ada apa?

- Berapa? - Tiga ratus tujuh.

Beri aku lima ratus.

Aku bukan habis belanja. Aku berolahraga.

Begitu, ya?

- Lalu, apa kau curi ini dari kuil? - Hei!

Hei!

Hei, pisangku!

Pisangku.

- Dia yang bayar. - Hei!

Kukurangi dari sewa.

Mandilah sesekali.

- Berapa? - 307.

Tiga ratus tuโ€ฆ

Apa dia dari Manali?

Jalur negeri kita mungkin sempit,

tapi kisah ini amatlah aneh.

Peristiwa hari ini tidaklah berbeda.

Membuatmu berpikir apa penyebab kematian ini sebenarnya?

Apakah karena kari okra,

yang resepnya dikritik ibunya Pappu di obrolan grup umum?

- Cahaya di langit bersinar. - Atau Ny. Srivastavโ€ฆ

Kenapa kau menyalakan lampu? Matikan lampunya.

Mumbai hanya dingin selama beberapa hari. Nikmatilah. Untuk apa menyalakan kipas?

Katanya kali ini akan bersalju.

Pemanasan global! Untungnya kita sudah berhemat.

Shilpa, kenapa pagi-pagi kau sudah menonton pembunuhan?

Suatu hari, kita juga akan celaka.

Kenapa begitu?

Jika ada yang datang,

akan seperti ini.

Akan kubanting dia.

Sabuk hitam judo-ku bukan cuma untuk kencangkan celana.

Kau akan kuselamatkan.

Lalu siapa yang menolongmu dariku?

Kau melihat apa? Dua helai ubanku ini?

Bukan! Kau cantik sekali.

Puji saja bibimu yang sudah tua.

Tinggal di kompleks apartemen membuatku tua.

Aku akan hapus dengan cat air.

Ini tak bisa pakai cat air.

Nama apartemen ini harusnya bukan "Damai",

tapi "Damai di Sisi-Nya",

Kenapa kita tidak pindah saja?

Shilpa! Topik ini lagi!

Lihatlah uang sewanya. Masih harga zaman dulu.

Iniโ€ฆ

Ini burkak Bibi Fateha. Ini selalu jatuh setiap hari.

Tak ada rumah yang lebih murah, cantik, awet.

Aku serius.

Aku tak tahan dengan para orang tua ini.

Mari punya anak.

Hei! Tunggu dulu! Apa ini?

Jika bosan, kau mau punya anak? Begitu?

Jika bosan, mainkan ludo. Tonton video.

Shilpa, anak investasi seumur hidup tanpa keuntungan.

Enyahlah kau!

Baik, dengarkan! Berita bagus.

Apa?

Aku sudah bicara dengan Telecorex.

Enam rupe itu, ingat?

Akan dikembalikan di tagihan bulan depan.

Nikmatilah!

Enam rupe!

Sampai serepot itu demi enam rupe?

Penyakitmu makin parah.

Tetap saja itu enam rupe. Uang dari hasil jerih payah.

Enam rupe bisa dapat dua pisang jika pandai menawar.

Lupakan saja.

- Kau mau roti atau paratha jerih payah? - Tidak usah.

Roti bakar gratis. Di tempat Bibi D'Souza.

Makan malam juga gratis.

Gratis? Bagaimana?

Kau lupa?

Ada pernikahan putri Guruji.

Lagi?

Guruji punya berapa putri?

Pulanglah cepat nanti. Harus beli hadiah.

Hadiah?

Bibi!

Bibiโ€ฆ

Selamat pagi!

Selamat pagi, Ramakant.

- Selamat pagi. - Apa kabar?

Aku baik. Terima kasih.

Ini obat Unani untuk sembelitmu.

Kau bagai malaikat. Terima kasih sudah ingat.

Tidak, Bibi. Jika bukan aku yang mengurusmu, siapa lagi?

Karena masalah obat ini, aku tak sempat sarapan tadi.

Sarapan?

Ya, tentu.

Roti panggang?

Ini.

Jangan! Ini gosong. Tungguโ€ฆ

- Tidak. Tak apa, Bibi. - Ya.

Pemanggang roti ini juga sudah jelek.

Ada apa? Bukankah tadi pagi lancar?

Yaโ€ฆ sedikit.

Jadi, Bibiโ€ฆ

Sudah kuberi tahu Shilpa sedang program IVF?

Kami sedang berusaha untuk punya anak.

Susah payah kubujuk dia.

Tapi aku suka anak-anak.

Itu sangat mahal. Biayanya tinggi sekali.

Bibi.

Jika sewanya bisa dikurangi sedikit, itu akan amat membantu.

Aku akan olesi rotimu.

Jangan oles kebanyakan. Sewanya tak akan dikurangi.

Dasar tukang tipu.

Dasar perokok!

Ini rumahku! Aku yang putuskan semua yang terjadi di sini!

Pulang saja ke Manori-mu. Pergi!

Kukurangi lima ratus.

Pergi.

Bibi, bisakah lebih dari lima ratus?

D'Souza.

Selai jeruk kesukaanmuโ€ฆ

- Kubawakan selai jeruk. - Terima kasih banyak!

- Halo, Bibi Pherwani. - Ini. Halo.

Silakan duduk. Aku baru mau pergi.

Terima kasih.

Parfum Noir Mirage?

- Ya. - Cocok dengan kepribadianmu.

Terima kasih.

Di tokoku juga sedang diskon.

Bagus sekali.

- Baiklah, Bibi. - Ya.

Kita bicara nanti. Kabari aku. Dah, Bibi.

- Dah. - Dah.

MAL KEHIDUPAN

Apa, Bang Guddu? Sebanyak ini?

Kau sekalian bawa unta dari Dubai dengan parfum untukku?

Kau jual barang palsu dengan harga asli.

Kau keberatan bayar harga asli bahkan untuk barang palsu?

- Tidakโ€ฆ - Bawa kembali.

Tidak. Bang Guddu, ayolah.

Kemarikan.

Ayolah, Bang Guddu!

Kau seperti saudara.

Ini bagus. Kau jalankan bisnis ini sambil menodongkan pistol ke kepalaku.

Ayahku seorang penembak.

Ituโ€ฆ

Aku masuk bisnis ini karena ibuku.

Bang Guddu, tetap saja, tolong berikan sedikit diskon.

Bang Ramakant!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left