The first 200 lines.
Hong Kong tempat yang indah.
Sejak kota itu diserahkan ke negara induknya, Cina, pada tahun 1997.
Semua orang sudah hidup dan bekerja dalam kepuasan...
...menikmati stabilitas dan kemakmuran.
Namun di tahun 1970an, ketika Hong Kong dijajah Inggris...
...masa itu sangat kelam.
Saat itu triad mendominasi kota.
Di dunia kriminal yang didominasi pria...
...satu wanita legendaris berkuasa.
Namanya Jolene.
Masih mengobrak-abrik apa?
Kau sudah ambil semuanya!
Mana uangnya?
Mana hati nuranimu?
Hanya selimut ini milik putri kita dan masih mau kau gadaikan.
Kau manusia?
Kelak akan kubawa kembali.
Kenapa kau berteriak?
Kita beruntung punya putri...
...yang mau bekerja seharian demi membayar utangmu.
Dia bahkan membantuku membuat bunga plastik sepulang kerja.
- Bukan urusanmu. - Bu.
Aku masih punya sisa uang dari bulan ini.
Ambillah.
Lihatlah putri baik kita, penuh perhatian.
- Dim sum, bakpao babi panggang. - Minta satu.
- Minta satu. - Hati-hati, panas.
- Bakpao babi panggang. - Kau mau pesan sesuatu?
- Kau mau apa? - Sebentar.
Kau punya apa?
Bakpao babi panggang dan bakpao kuning telur asin.
- Baru jadi. - Yang ini enak.
Kau merokok lagi?
Jangan banyak merokok.
Itu baru yang pertama hari ini.
- Kau sudah selesai? - Ya, makanlah.
Lihat.
Ini untukmu.
Ini menunjukkan keseriusanku padamu.
Dari mana kau mendapatnya? Mahal?
Cepat kembalikan.
Jolene, dengarkan aku.
Aku sudah menabung cukup lama untuk cincin ini.
Ini bukti kesungguhanku.
Percayalah.
Kelak akan kuberikan yang lebih bagus untukmu.
Saat ini, aku hanya melewatkan satu kesempatan bagus.
Aku harus tunjukkan kemampuan pada bosku.
Saat itu aku akan dipromosikan menjadi Manajer Cabang.
Saat itu kau akan menikah denganku.
Ayo, pakai ini.
Sangat cantik.
Kau kalah.
Ambillah.
Aku selesai.
Jangan pergi!
- Jangan pergi. - Aku mau pulang makan.
Kau baru saja menang.
Kenapa dia selalu begini...
Ambil ini dan beli kopi.
- Apa taruhannya? - Mereka pasang satu dan dua dolar.
Hanya satu dan dua dolar?
Ayo main 10 sampai 20 dolar.
- Ini baru bagus. - Ayo.
- Ayo. - 10 sampai 20 dolar? Sebanyak ini?
Cepatlah. Takut kalah?
Ini domino terakhir. Aku tak percaya kebetulan.
Jika aku kalah, aku kalah.
Bagus, ini persis yang kucari.
- Astaga, aku tamat. - Kau bayar.
Aku ke WC dulu. Nanti kubayar.
WC?
- Kau mau apa? - Kembali.
Bayar dulu, baru ke WC.
- Kawan. - Duduk.
Uang!
Aku tidak bawa dompet.
Tidak ada dompet?
Tidak ada uangnya.
Semua surat gadai.
Tidak ada uang?
Baik, aku punya banyak.
Kalau domino 70 ribu ini?
Jejalkan ke mulutnya.
- Baik. - Jangan!
Kau kuberi 80 ribu.
Aku tinggal di dekat sini.
Kau bisa ikut ke rumah untuk uangmu.
Bangun.
Bangun.
Cheetah, rumahnya tak ada apa-apa kecuali barang rusak ini.
Kau bohong soal ada uang di rumah?
Jangan pukul dia! Kami pasti membayarmu.
Kau berutang padaku 1280 dolar. Berikan!
Berikan uangnya. Punya atau tidak?
- Jangan. - Mana uangnya?
- Berikan uangnya. - Jangan pukul dia.
Apa-apaan kalian?
Anak baik, selamatkan ayahmu.
Jadi ini putrimu?
Ayahmu berutang 1280 dolar padaku. Berikan uangku.
- Beri mereka. - Hei.
Cheetah, hanya ada 100 dolar.
Pukul dia.
Kupikir dulu!
- Tidak bisa! - Berikan.
Jangan sentuh putriku.
Gadis yang cantik.
Aku mengerti.
Utang ayah bisa dibayar putrinya.
- Tidak. - Tidak, Tuan.
Dia masih kecil.
Kumohon padamu.
Lepaskan!
Kita bisa apa, Sayang?
Bawa dia ke sana.
Hentikan!
Lepaskan dia!
Ayah!
Ayah!
Jika kejadian ini tersiar seluruh keluargamu kubunuh.
Tolong, Ayah!
- Ayo. - Tolong, Ibu dan Ayah.
Tolong!
Ayah!
Jika kejadian ini tersiar seluruh keluargamu kubunuh!
Kejadian ini tak boleh terulang pada siapa pun.
Itulah takdir kejam wanita.
Kau tak bisa mengatur nasibmu sendiri.
"Perusahaan Lou"
- Ayo makan. - Baiklah.
Ayo.
- Ayo makan. - Mau bergabung?
Kabarnya ada restoran bagus...
Ada apa?
Ada yang mengganggumu?
Apa manajer itu? Kuhajar dia!
Bukan dia.
Jolene, beri tahu aku.
Apa yang terjadi?
Di mana cincinnya?
Ayahku kalah berjudi.
Jolene.
Berjanjilah padaku.
Mulai sekarang katakan semuanya padaku.
Aku berjanji.
Aku akan memberimu masa depan yang lebih baik.
Mabel?
Mabel?
Pak Luo.
Kau melihat Mabel?
Mereka keluar makan siang.
Kenapa kau tidak ikut?
Masih ada pekerjaan.
Dia?
Pacarku Jolene.
Jolene, ini bosku Tn. Luo.
Hai, Tn. Luo.
Nona Jolene.
Hai.
"Wallace Lam"
Wallace...
...kau harus membawa pacarmu ke pesta natal perusahaan.
Aku tidak diundang.
Aku mengundangmu sekarang.
Saat Mabel kembali...
...aku akan memintanya mengirim dua undangan untukmu.
Jangan khawatir.
Terima kasih, Tn. Luo.
Ada proyek yang butuh bantuan.
Kita bahas di kantorku setelah makan siang.
Ya, Pak.
Jolene, lihat, ini kesempatanku.
Bagus.
Teruskan pekerjaanmu.
- Aku pergi. - Baiklah.
"Ruang Direktu"
Masuk.
Tn. Luo.
Tutup pintunya.
Bersulang.
Ada apa?
Aku belum pernah ke acara begini.
Jangan gugup.
Kau istri Manajer Cabang.
Yang benar?
Tentu saja.
Tn. Luo.
Wallace.
Tn. Luo.
Nona Jolene, kau cantik hari ini.
Terima kasih.
Wallace, mari kuperkenalkan dengan Tn. Robison di sana.
Pergilah.
Santai saja.
Permisi, Nona Jolene.
- Bersulang. - Ya.
Nyonya, boleh kubantu?
Kami punya sampanye, wiski dan koktail.
Kurasa...
No comments yet. Be the first to leave one.