Specials

Release info

02 Dua Pasukan Militer
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2016-01-19
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebuah gerbang yang terhubung dengan dunia lain tiba-tiba muncul di Jepang.

Setelah berhasil halau serbuan pasukan dari balik gerbang itu,

Jepang kirimkan pasukan JSDF untuk jelajahi gerbang tersebut.

Di antaranya, Youji Itami, orang yang sudah berperan penuh dalam penyelamatan di Ginza.

Tapi, setelah masuki gerbang itu,

pasukan dengan jumlah ratusan ribu sudah siap menghadang.

AAAAAAAA

Ibu Kota Kekaisaran

Ini sungguh memalukan, Yang Mulia.

AAAAAAA

Marquess Casel

Kita sudah kehilangan 60% kekuatan militer kita.

Bagaimana caranya kita selesaikan masalah ini?

Apa yang akan Anda lakukan untuk bimbing negara ini?

Marquess Casel, pikirkan juga nasib para korban.

AAAAAA

Kaisar Molt

Memang benar, kekalahan kita baru-baru ini sangat merugikan kekuatan militer kita.

Mereka khawatir akan adanya para pengikut dari kerajaan kita

lakukan pemberontakan dan serang ibu kota.

Sungguh masalah yang pelik.

Di saat kerajaan kita dalam keadaan kritis begini,

kita dan seluruh penduduk harus bersatu cari jalan keluarnya

demi capai kemajuan negara ini.

Tak ada perang yang bisa dimenangkan tanpa adanya korban.

Aku tak bisa salahkan siapa pun atas kerugian ini.

Tak kusangka ada bangsa lain yang berani menyerang ibu kota.

Aku yakin kalian pasti tak ingin buang-buang waktu dalam rapat ini.

Melemparkan tanggung jawab ke orang lain.

Tapi, bagaimana cara mengatasinya?

Pasukan yang kita kirim sudah dikalahkan hanya dalam dua hari.

Dan sekarang gerbangnya sudah dikuasai,

pihak musuh juga sudah buat markas di dekat gerbang.

Tentu saja kita harus rebut kembali wilayah itu.

Tapi, pasukan musuh terlalu kuat.

Saya belum pernah lihat ada sihir seperti itu.

Kita harus lawan mereka!

Kalau kita kekurangan pasukan, kita bisa merekrutnya dari wilayah jajahan kita.

Ayo kita serang sekali lagi pasukan musuh dari balik gerbang itu!

Apa gunanya kita bertempur kalau hanya andalkan kekuatan saja?

Itu akan berakhir kekalahan seperti yang Godasen bilang tadi!

Ya, benar!

Lawan mereka!

Aku juga tak bermaksud untuk berdiam diri saja.

Maka dari itu, kita harus melawannya.

Kirimkan utusan ke wilayah jajahan dan negara-negara tetangga.

Mintalah bantuan untuk lindungi daratan ini dari orang-orang dunia lain.

Kita akan pimpin pasukan aliansi Godu Rino Gwaban dalam penyerangan di Bukit Arnus.

Hidup Kaisar Molt!

Kejayaan untuk kekaisaran!

Yang Mulia, itu hanya akan timbulkan lebih banyak korban.

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

ku tak berharap begitu banyak

tokku ni nanimo nozomu koto nante nai

ku sadar akan tempat di mana ku seharusnya

mi no hodo ha shitteiru sa

bahkan, bila kupikirkan itu

sonna boku desae mo

ku tetap takkan melepaskannya

oku no hou ni yuzuritakunai

layaknya ku tak lebih sebagai "gadis yang baik"

ii kou tte ito ha aru rashii

lindungi sesuatu ternyata tak mudah seperti yang kubayangkan

mamoru tte angai to muzukashii ne

tapi bukan berarti ku kan menyerah

akirameru wake janai kedo

gapai langit biru hingga terhubungnya jalan yang baru

aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue

tak apa, bila masih sulit 'tuk pahami satu sama lain

hito to hito wakariaenai dakedo iinjanai

pintu yang hendak kubuka ini kan ubah segalanya

hiraita tobira ha subete wo kaete yuku

layaknya fajar yang kan menghilang

sore ha akatsuki no you ni

AAAAA

Duran

Yang Mulia!

Kami lihat pasukan musuh di antara dua bukit di depan sana.

Abaikan saja.

Kita harus bergegas bertemu dengan para raja.

Dua Pasukan Militer

Komandan Pasukan Kekaisaran belum datang?

Selagi kita berunding, Pasukan Kekaisaran sudah lebih dulu menyerang di Bukit Arnus.

Dan komandan tak bisa pergi begitu saja.

Ini tak masuk akal.

Aku tak lihat banyak musuh di bukit.

Raja Duran, Pasukan Kekaisaran sedang gantikan kita menahan musuh.

Raja Ligu.

Kami ingin pasukan kalian lakukan penyerangan saat fajar besok.

Baiklah.

Pasukanku akan ambil garis depan.

Tidak, pasukankulah yang berada di garis depan.

Tunggu!

Kamilah yang akan berada di garis depan kali ini!

Kalau begitu, sampai bertemu di Bukit Arnus.

Aku tak sabar untuk hari besok.

Cukup dengan pasukan saja akan kukalahkan mereka semua!

Sayang sekali, pasukanku tak bisa ambil garis depan.

Pasukan musuh hanya sekitar kurang lebih 10.000.

Sedangkan pasukan kita ada 300.000.

Apa menurutmu satu-satunya dapatkan kejayaan harus berada di garis depan?

Lalu, kenapa kau tak ingin berada di garis depan?

Aku hanya tak menyukai pertempuran ini.

Sepertinya Raja Duran, yang dijuluki Singa dari Klan Erbe, mulai kehilangan taringnya.

Maju!

Sudah waktunya untuk berperang, ya?

Lapor!

Pasukan Alguna dan Mudwan dengan jumlah 10.000 sedang dalam perjalanan ke bukit.

Disusul dengan pasukan kerajaan Ligu dari belakang.

Bagaimana dengan Pasukan Kekaisaran?

Kalau itu...

Tak ada satu pun prajurit kekaisaran di dekat bukit.

Apa?

Kenapa Pasukan Kekaisaran tak terlihat?

Saya tak tahu.

Jangan-jangan...

Pasukanku!

Apa itu?

Jangan-jangan...

Bukit Arnus mengalami erupsi?

Bagaimana dengan Raja Alguna?

Bagaimana dengan Raja Mudwan?

Di mana Bangsawan Lugi?

Padahal kita sudah kerahkan 100.000 pasukan kita!

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Di mana Pasukan Kekaisaran?

Apa yang sebenarnya mereka lakukan?

Tidak, bahkan dengan Pasukan Kekaisaran pun takkan mampu lawan mereka!

Haruskah kita mundur?

Kita tak boleh mundur sekarang.

Setidaknya, sampai kubalaskan kekalahan mereka.

Tapi, Tn. Duran, kekuatan kita tak sanggup melawannya!

Mungkin kita bisa gunakan serangan malam.

Malam ini akan ada bulan baru.

Dalam kegelapan ini, kita seharusnya bisa sampai ke sisi lain bukit dan menyergap musuh.

Pelankan suaranya.

Bergeraklah perlahan.

Cahaya apa itu?

Gawat!

Semua pasukan, serang!

Pemanah, berpencarlah!

Prajurit, majulah!

Maju!

Maju!

Jangan gentar!

Maju!

Ikuti aku!

Duran!

Kami akan segera datang!

Buat barisan pertahanan!

Larilah!

Semuanya, larilah!

Keparat!

Kenapa?

Kenapa malah jadi begini?

Dan Begitulah, Cara JSDF Bertempur

Aku dengar kita bunuh sekitar 60.000 orang.

Mereka juga kirim 60.000 orang di Ginza.

Jadi, totalnya sudah 120.000 orang.

Apa kau khawatirkan musuh?

Habisnya, 120.000 orang, lo!

Sebenarnya, bangsa apa yang sedang kita lawan?

Yang Mulia, kami perkirakan ada sekitar 100.000 korban dari pasukan aliansi kita.

Pasukan yang selamat sudah mundur dan kembali ke wilayah mereka.

Semuanya berjalan sesuai rencana.

Dengan ini mereka sudah bukan lagi ancaman bagi kekaisaran kita.

Bakar semua desa dan kota dari Arnus sampai ibu kota.

Beri racun pada setiap sumur, rampas makanan dan ternak mereka.

Dengan begitu, kita bisa kalahkan pasukan dengan mudah dan membuatnya tak berdaya.

Taktik membumihanguskan, ya.

Tapi, saya khawatir dengan pembelot dan hilangnya pendapatan dari pajak.

Pembelot, ya?

Ada gerak-gerik pertanda

kalau para dewan, terutama Bangsawan Casel akan lakukan pemberontakan.

Ini adalah kesempatan bagus untuk lenyapkan para dewan sekaligus.

Tolong awasi pergerakan mereka.

Yang Mulia.

Putriku.

Ada perlu apa?

Tentu saja, ini menyangkut Arnus.

Saya sudah dengar kalau pasukan aliansi mengalami kekalahan telak,

dan tanah suci kekaisaran, Bukit Arnus,

sudah dikuasai oleh pihak musuh.

Di saat seperti ini, apa yang Anda lakukan?

Kita pasti akan rebut kembali bukit itu.

Itu namanya gegabah!

Kalau begitu, kita takkan bisa hentikan invasi musuh!

Pinya, perkataanmu ada benarnya juga.

Tapi, kita memang terlalu remehkan kekuatan musuh dan telantarkan penjagaan di Bukit Arnus.

Kebetulan sekali.

Bisakah aku minta pasukanmu untuk memata-matai mereka?

Saya?

Dengan pasukan saya?

Ya.

Tentunya, kalau memang pasukanmu itu bukan hanya sekadar alat mainan.

Saya terima dengan sepenuh hati, Yang Mulia.

Apa yang sedang Jepang lakukan?

Padahal mereka sudah berhasil masuki gerbang itu,

More Indonesian subtitles for Gate

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left