The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Pada momen inilah, tepat pada momen ini,
kusadari semuanya
adalah kesalahan yang sangat naif dan sangat bodoh.
Lazim saja berkata
kau merasa terbatas oleh aturan dan tradisi,
bahwa kau merasa monoton.
Bahwa kau ingin belajar bebas lagi, bertualang,
lebih santai.
Melakukan hal yang tak lazim, tak bisa dilakukan di rumah.
Hal yang bahkan tak legal dilakukan di rumah.
Tentu saja kau berkata ingin minum seharian,
di luar rumah semalaman,
pakai obat-obatan, menari, berenang, berlari, terbang, mengapung,
pokoknya bebas.
Namun, kemudian kau berada dalam gudang
di jalan belakang Bogotá
dan ada orang asing di hadapanmu,
menodongkan pistol berisi ke wajahmu.
Lalu kau berpikir, "Ini ide bodoh."
Sue, jelaskan situasimu.
Aku di pertengahan saat ini, paruh baya,
kelas menengah, setengah gemuk, separuh pensiun.
Aku berusia 50 tahun,
dan aku sangat takut menjadi tenang dan membosankan.
Itu ketakutan terbesarku. Terperangkap.
BOGOTÁ KOLOMBIA
Kini kita ke mana?
Chris, aku mengatur janji temu dengan pelawak setempat di tiap negara
yang akan ajak keliling.
Saat ini, aku akan temui wanita bernama Liss,
komedian brilian yang sangat tenar di Bogotá, Kolombia ini.
Dia akan mengajariku dan menantangku,
mungkin akan menelantarkanku
sambil terikat ke pohon di pegunungan.
- Hei, Liss. - Apa kabar?
LISS PEREIRA - KOMEDIAN KOLOMBIA DIA TOKOH BESAR
- Salam kenal. - Apa kabar?
- Baik. - Apa ini?
Ini lapangan tejo tradisional.
Tejo adalah "olahraga nasional" kami.
Baik, ini olahraganya?
Kau baik saja?
Astaga!
Kalau tak mabuk, mungkin kau tak akan nikmati.
Permainan ini untuk orang mabuk.
Bersulang.
Terima ini.
Astaga.
- Itu keberapa? - Empat.
Sudah mabuk.
Sudah waktunya main. Benar?
- Lingkaran itu bernama bocín. - Baik.
Kalau bisa masuk ke tengah, poinnya lebih banyak.
- Lalu ada bunyi dor? - Ya.
Intinya seperti bola, tetapi ada ledakan.
Tentu, ini Kolombia.
Aku mulai tak bisa melihat lingkarannya.
Ini tak pernah terjadi!
- Aku tak percaya ini! - Ya!
- Ini tak pernah terjadi! - Aku tak percaya!
Aku tak pernah terpilih untuk tim olahraga.
Tak pernah ada prestasi apa pun.
Aku pintar meledakkan saat mabuk.
Aku tak pernah melihat itu.
Tak pernah terjadi!
Tak hanya bagiku, tetapi juga generasi Perkins terdahulu.
Mereka semua gagal.
Selalu gagal dalam segalanya.
Aku suka kota ini.
Kau suka tejo, Sue?
- Sangat. - Kini kau ratu tejo.
Hanya itu olahraga yang kukuasai.
- Kau tahu kenapa begitu? - Entahlah.
Karena kau minum bersamaku.
Apa bahasa Spanyol "tambah alkohol"?
Raut wajahmu bahkan tak aneh lagi.
Tidak, karena wajahku lumpuh, berkat alkohol pemberianmu.
Sudah coba ini?
Apa itu? Babi?
Bukan, kulit babi.
- Lebih buruk dari babi. - Tidak, lezat.
Banyak bulu masih menempel.
Tidak, tak ada bulu.
Kami cabut.
Cabut bulunya sebelum dibunuh?
Tentu, kami berikan miras kepada babi sebelum dibunuh.
Babi apa yang dicabuti bulunya sebelum mati?
Cukur dahulu, buat dia relaks.
Aku tak mau buat relaks lalu cukur.
Lalu kenapa kemari?
Aku tak tahu prasyarat datang ke Kolombia
adalah harus beri miras dan cukur babi.
- Tidak, bukan begitu. - Karena kalian...
Di Eropa, yang dianggap kesenangan adalah Amerika Latin
dan Amerika Selatan.
Apa tempat ini begitu?
Kurang lebih. Negara ini banyak berubah
sejak aku kecil.
Kini aku melakukan komedi tunggal, kami mentertawakan buruknya sejarah kami.
Tahun 1980-an, era masa kecilku, adalah era yang sungguh keras.
Ke depannya akan makin baik.
Aku melihat banyak perubahan dan menyukainya.
Ini tempat tepat bagiku jika mau mengakali aturan?
Ya, tentu. Fleksibel.
- Aku suka aturan fleksibel. - Ya!
Tequila untuk nona ini.
Tak mau sebotol tequila, bisa mati malam ini.
Ayo kita pergi menari.
Kemari.
Perkenalkan teman-temanku.
Carolina.
Martin.
Coqueta!
Entah siapa dia.
Sudah delapan jam kuhabiskan di Kolombia,
dan selama 7,5 jam aku minum berat.
Aku berada di kelab gay terbesar di Amerika Latin,
dikelilingi ribuan warga Kolombia yang rupawan.
Aku mabuk berat dan habis-habisan.
Tentunya, semua ini bisa kulakukan di London.
Aku tak belajar apa pun soal diriku lewat kemabukan ini.
Namun, aku jelas bersenang-senang lagi.
- Pagi. - Astaga.
Bagaimana perasaanmu?
Menurutmu bagaimana? Pukul berapa ini?
Sekitar pukul 09,30.
Apa? Pukul 09,30?
Aku baru saja tidur, apa maumu?
- Jalan-jalan. - Tidak.
Ini yang dilakukan untuk anak rusak sepertiku
yang keluar dan mabuk-mabukan di negara asing.
Kabar baiknya, aku masih bisa mengeja Bogotá.
Mari gambar bintang karena ini ibu kota.
Ingatanku akan semalam agak kabur, jujur saja,
tetapi aku ingat satu hal penting, yaitu ini, tejo.
Seumur hidup, aku tak dipilih untuk tim bola jaring,
diabaikan pada tiap acara olahraga,
kini aku melangkah ke papan penuh bubuk mesiu,
tepat sasaran, dan penonton bersorak.
Tejo.
KOLOMBIA - BOGOTA
Aku juga pergi ke...
Theatron.
Kugambar wanita di sini.
Tulangnya bermasalah. Perlu menemui ahli osteopati.
Aku berkenalan dengan Martin, Carolina, dan Coqueta.
Bukan croqueta, itu ham dan keju.
Soal semalam agak buram.
Aku ingat ada penis keledai di lemari kaca.
Apa kumakan?
Kurasa tidak.
Maksudmu "kurasa tidak"? Itu kurang pasti.
Kau tak makan.
Tak percaya. Kau mencurigakan. Mengalihkan tatapan.
Bagaimana perasaanmu hari ini?
Tak enak.
- Pengar? - Pengar berat.
- Istilah Eropa-nya "guaro". - Ya, aku sangat guaro.
Kau ratu tejo. Tak kenal takut, bukan?
Ya, aku suka ledakan dan kegilaan.
- Mau bersenang-senang lagi? - Ya!
Kita mau apa?
- Kau akan ditembak hari ini. Ya. - Apa?
Seperti...
Ini masalahnya. Aku tak suka senjata.
Bahkan, aku sepenuhnya anti-senjata.
Pasti aman. Jangan cemas.
Asal tahu saja, menembak jelas tak aman.
Kata Liss, tujuannya adalah mengalami bahaya untuk menguji limitku,
mencari batasanku, kurang lebih.
- Kau mau lakukan ini di London? - Tidak!
Kenapa kau kemari?
Masalahnya, aku tak suka bahaya.
Spesialisasiku adalah membuat lelucon rumit dan tak sepenuhnya efektif,
kebanyakan di acara memasak.
Bukannya ditembak.
PABRIK PAKAIAN PELINDUNG ENGATIVÁ, BOGOTA
- Pasti lucu. - Ya, bagimu.
- Ya. - Karena tak ada yang...
Tidak! Kau akan baik saja. Kau tangguh, bukan?
PENEMBAK
Ya, sangat tangguh.
Entah kenapa aku diperkenalkan kepadamu.
Itu senjata sungguhan?
- Ya, ini sungguhan. - Baik.
Namun, kosong.
- Kini kosong. - Kini kosong.
Namun, ini asli.
Ini ilegal di negaraku.
Di negaraku juga ilegal.
Butuh lisensi, tetapi di pabrik,
tak masalah.
Tak kusangka ada gudang.
Entah apa yang tadi kuduga. Apa ini?
Kami memproduksi sejuta rompi antipeluru,
dan ini semua pakaian antipeluru yang kami bisa produksi.
Beberapa sangat modis. Yang mana untukku malam ini?
Yang ini.
Bagus, Nazca.
No comments yet. Be the first to leave one.