The first 200 lines.
Hebat sekali ada ikan besar di sini.
Di tengah lautanβ¦
Banyak sekali ikan.
Suara apa itu?
PENJAGA PANTAI SINTAN
Ini Penjaga Pantai Sintan,
melakukan patroli sesuai hukum.
Apa katanya?
Kapal asing tidak boleh memasuki Terumbu Karang Sintan
dan perairan di sekitarnya.
Pergilah sekarang, atau bertanggung jawab
atas konsekuensinya.
Tembakan peringatan akan dimulai dalam tigaβ¦
Duaβ¦
Hei, ada yang datang.
Apa itu?
Mereka datang!
Itu dia penyelamat kita!
Penjaga Pantai Sintan,
ini Kapal Maritim Sanduguan.
Kalian melanggar hukum maritim internasional.
Kalian memasuki wilayah Kerajaan Kalayaan tanpa izin.
Pergi dari laut kami.
Mundur!
Yang Mulia,
tersangka dinyatakan bersalah karena membunuh tetangganya dan putranya.
Hukuman penjara untuk kejahatan pembunuhan
tak cukup bagi keluarga korban.
Makanya mereka menuntut Hukum Pembalasan.
Tersangka tak mengajukan banding.
Jadi, dia menerima Hukum Pembalasan itu.
Hukum Pembalasan adalah hukum yang suci,
dianugerahkan oleh Bathala,
diwariskan dari nenek moyang kita yang menyatakan bahwa,
"Mata diganti mata, gigi diganti gigi.
Semua utang harus dibayar.
Hukuman harus setimpal dengan kejahatannya."
Hidup Raja!
Dia yang mewarisi darah Bathala,
diberkati para dewi, roh leluhur dan roh alam,
diproklamasikan oleh rakyatnya,
Raja Malaya,
raja kita, Makisig Nandula!
- Hidup Raja! - Hidup Raja!
Hidup Silayan Hil-um!
- Hidup Kepala Pendeta! - Hidup Kepala Pendeta!
Kita berkumpul hari ini
untuk memastikan keadilan ditegakkan.
Kau, Balong Dipasupil,
telah merenggut dua nyawa tak bersalah.
Maka dua nyawa harus direnggut darimu.
Nyawamu dan nyawa putramu.
Tak ada anak Bathala yang terlahir jahat.
Mereka jadi jahat karena kelemahan.
Semoga cahaya Bulan membimbing kalian berdua ke alam baka.
Siap.
Memuat.
Bidik.
Tembak.
Tegakkan senjata.
Sebuah kepulauan yang terdiri dari tiga kelompok pulau,
tiga kelompok masyarakat,
Lusong, Mindanaoan, dan Bisaya,
bersatu di bawah satu kerajaan.
Mereka adalah Malaya, atau para penguasa laut
yang bebas dan pelopor perdagangan.
Mereka tidak pernah ditaklukkan, tidak pernah dijajah.
Kerajaan ini lahir dari persekutuan Rajah Matanda,
Rajah Sulayman, dan Raja Dula.
Keturunan Raja Dula, Raja Makisig,
yang diyakini memiliki darah Bathala,
kini memimpin negeri.
Ini adalah Harper Shepherd untuk BRC News.
Kerajaan menghadapi era baru dengan pernikahan kerajaan
antara Kalayaan dan Thailand.
Bersama kami, sudah ada Yang Mulia,
Raja Makisig Nandula.
Selamat siang, Yang Mulia.
Selamat siang, Harper.
Juga untuk semua yang menonton dan mendengarkan siaran ini,
Mabuhay.
Raja Makisig, Anda telah menyatakan
bahwa Anda akan turun takhta pada tahun depan.
Di masa-masa terakhir kepemimpinan Anda,
apa lagi yang ingin Anda capai, Yang Mulia?
Hanya agar kerajaan
terus makmur di tangan penerus pilihan saya.
Menurut pengunjuk rasa, pernikahan itu
bisa memperburuk kemiskinan yang meluas di seluruh negeri.
Itu, dan dugaan korupsi di angkatan bersenjata, militer.
Maaf, tapi kenapa Anda tertawa, Yang Mulia?
Perihal milier,
kami sama sekali tidak menoleransi korupsi.
Militer tetap terhormat.
Karena masalah itu,
gerakan separatis dilaporkan semakin banyak mendapat dukungan.
Berikut ini pernyataan dari pemimpin mereka, Wigan.
Di negaraku ini,
yang kaya makin kaya.
Sementara yang miskin,
kami terikat oleh utang-utang sebagaimana yang ditentukan oleh raja
dan Rajah-Rajahnya.
Tapi yang kami perjuangkan hanyalah apa yang pantas kami dapatkan,
yaitu tanah kami sendiri.
WIGAN, PEMIMPIN KELOMPOK SESSIONIS TIWALAG
Kebebasan untuk menentukan nasib kami sendiri.
Itu sebabnya kami akan menuntut kebebasan kami.
Memperjuangkannya jika perlu.
Jika tidak sekarang, maka dalam waktu dekat.
Bagaimana pendapat Anda, Yang Mulia?
Aku adalah Bapak negeriku,
dan memenuhi kebutuhan rakyatku adalah panggilan suciku.
Yang telah Bathala persatukan, tidak bisa dipisahkan oleh manusia.
Kata-kata yang mengesankan dari sang Raja.
Sesuatu yang harus direnungkan oleh penguasa berikutnya.
Siapa di antara anak-anak Raja yang akan menggantikannya?
Raja belum menentukan siapa di antara mereka
yang akan memimpin kerajaan selanjutnya.
Pangeran Bagwis harus jadi penerus Raja.
Dia kandidat kuat!
Menurutku Putri Matimyas.
Dia yang terpintar di antara semuanya.
Dia juga baik.
Aku pilih yang termuda!
Kenapa kau dukung dia?
Dia hanya akan dikirim ke negara lain.
Kasihan Putri Lualhati,
hanya digunakan untuk bayar utang ayahnya.
Apa saja utang Raja?
Banyak sekali.
Akan kau warisi dan bayar semuanya.
Mau beli apa?
Sebotol bensin.
Jangan jual apa pun kepadanya.
Tak ada tanda di kulitnya.
Dia Orang Buangan. Dia bawa sial!
Cari toko lain.
Di toko kami sudah habis. Maaf.
Kakekβ¦
Bagaimana?
Mereka tak mau menjual kepadamu lagi?
- Mando! - Pak Kip!
Sulo, aku mau menagih uang sewamu.
Mando, tolong beri kami waktu lagi.
Topan kemarin membuat kami rugi.
Setengah dari hasil panen kami membusuk.
Sulo, belum lama ini, kau jadikan hama alasan.
Hanya aku yang mengizinkan tanahnya digarap orang sepertimu.
Kalau begituβ¦
Biar orang lain saja menggarap tanahku.
Tunggu!
Ini kurang.
Beras impor lebih murah, tahu?
Aku hanya membantumu.
Tunggu sebentar.
Berapa harganya ini?
Ini.
Sampai nanti.
Hanya dapat segini untuk semua itu?
Bagaimana bisa hidup lebih baik jika terus dieksploitasi orang lain?
Sudahlah, Sulo. Apa kau belum terbiasa?
Orang-orang seperti kita tidak usah bermimpi hidupnya membaik.
Itu masalahnya, Kakek.
Mungkin karena kita sudah terbiasa.
Kita tak boleh terus memaklumi hal yang salah.
- Kita harus⦠- Mengeluh?
Memberontak?
Lakukanlah. Datangi Raja.
Sampaikan keluhanmu.
Suloβ¦
Kau hanya butiran debu.
Mereka adalah dewa.
Kau tak bisa apa-apa.
Jadi, tunduklahβ¦
Dan patuh.
Yang ini terkait perluasan pajak,
lalu perihal libur panjang,
dan perihal perubahan nama Jalan Alakdanβ¦
Kau mau aku mengurus hal terkecil juga?
Di mana Perdana Menteri sialan itu?
Yang Mulia.
Perdana Menteri.
Yang Mulia, maafkan aku.
Aku sangat malu.
Lain kali, latih peliharaanmu agar kau tak dapat masalah.
Selingkuhan harusnya hanya di ranjang, jangan diberi jabatan pemerintahan.
Yang Mulia.
Jelaskan besok saja, Tuan,
saat kita berdua sudah tenang.
Baik.
Yang Mulia?
ATURAN PENERUS KERAJAAN
Ayah!
Selamat pagi, Putri Lualhati.
- Satu lagi, Yang Mulia⦠- Permisi.
Tak boleh bekerja saat jam makan dan istirahat, ingat?
Berapa skor kita, Ayah?
- Apa Ayah unggul tiga poin? - Empat.
Kau mirip sekali ibumu.
Maaf, Ayah.
No comments yet. Be the first to leave one.