Season 1

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] 𝐍𝐎 π“π€πˆπ‹ π“πŽ 𝐓𝐄𝐋𝐋 π’πŸŽπŸπ„πŸŽπŸ’ πŸπŸŽπŸπŸ” 𝐍𝐅 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸŽπŸ‘:πŸ‘πŸ• || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑡𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *π‘ͺπ’“π’†π’…π’Šπ’• 𝒕𝒐 π˜™π˜’π˜΅π˜―π˜’ 𝘞𝘒𝘳π˜₯𝘒𝘯π˜ͺ(π‘·π’†π’π’†π’“π’‹π’†π’Žπ’‚π’‰) || ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-01-25
Downloads: 45
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

KANTOR POLISI SEOUL SANGSEO

Sial.

Pak Kang, silakan keluar.

Ada-ada saja tingkahmu.

Selalu bikin ulah.

Hei, Si-yeol.

Apa?

Kau memberontak karena kusuruh berhenti sepak bola?

Tidak, bukan begitu.

Astaga, memang sudah gila.

Sesulit itukah minta maaf kepadaku?

Sifatmu benar-benar buruk, ya.

Dasar.

Baiklah.

Kau menang.

Besok kembali latihan.

Namun, dengan satu syarat.

Kau harus benar-benar fokus.

Dengar.

Mari menangkan kejuaraan musim ini dan naik ke divisi tiga.

Kau gila?

Kau berharap aku main di divisi empat?

Apa kau sudah tak waras?

Aku tak bisa hidup seperti itu.

Tidak.

Aku tak mau! Sial!

Menyebalkan…

Astaga, sebenarnya apa masalahnya?

- Hei, Woo-seok. - Si-yeol.

Kau di mana?

Di London juga?

Begini, Woo-seok…

- Sebenarnya… - Tidak.

Mari bertemu sekarang.

Kita bicara empat mata.

Sepertinya

aku menjadi pemain Liga Premier.

Masalahnya, Woo-seok…

Ini semua berkatmu, Si-yeol.

Dengar, Woo-seok.

Sebenarnya,

nasib kita tertukar.

Apa? Maksudmu, tertukar?

Kau menjadi pemain Liga Premier menggantikanku.

Sementara aku bermain di divisi empat menggantikanmu.

Woo-seok?

Lantas?

Kita harus bagaimana?

Aku sudah bertanya.

Katanya kau harus membuat permintaan

untuk menukar balik nasib kita.

Permintaan?

Aku harus buat permintaan?

Ya, karena aku tak punya apa-apa lagi untuk membayar permintaan.

Begitu.

Coba periksa saku atau tasmu.

Kartu namanya pasti ada di sana.

Woo-seok, kemarilah sebentar.

Ya, sebentar.

Si-yeol, sebentar. Nanti kutelepon kembali.

Woo-seok? Halo?

Woo-seok, tunggu…

Woo-seok, apa kau tahu betapa gempar situasi sekarang?

Klub-klub berebut ingin merekrutmu.

Wartawan terus menelepon.

Punya anak sempurna sepertimu memang melelahkan.

Baik, inilah harinya. Mari pilih timmu.

Saat uang perpindahannya cair,

bolehkah Ayah…

Minta mobil baru?

- Ayah… - Ayah tahu.

Ayah tahu kita punya banyak mobil, tetapi…

Ayah.

Apa Ayah bahagia?

Apa?

Tentu saja.

Berkatmu, hidup Ayah sungguh makmur.

Tentu Ayah bahagia.

Aku sudah mengharapkan mobil itu.

Halo? Hei, Woo-seok. Kartunya ada?

Begini…

Apa? Tidak ada?

Bukan begitu.

Ada apa?

Apa kita harus bertukar sekarang?

Apa maksudmu?

Satu bulan saja. Kita bertukar lagi setelah satu bulan.

Aku janji kita bertukar kembali saat itu.

- Hei! - Akhirnya akan bertukar juga,

apa bedanya sekarang atau nanti?

Jelas berbeda.

Tolong beri aku sedikit waktu lagi.

Hei, Woo-seok.

Kau tak boleh begini. Ini tak benar.

- Maaf. - Woo-seok!

Hyeon Woo-seok! Ayolah!

Matilah aku!

Habislah aku!

Sial!

Sial.

PASPOR KANG SI-YEOL

- Semoga lancar. - Terima kasih.

Satu tiket ke London. Yang paling cepat.

- Ingin tiket pulang-pergi? - Tidak, sekali jalan.

Maaf, Pak.

Masa berlaku paspormu sudah habis.

Apa?

Lalu bagaimana?

Aku harus ke London sekarang.

Kupikir persahabatan kalian istimewa.

Ternyata tidak.

Kau!

Kau sudah belajar?

Aku tidak begitu suka manusia bodoh.

Belajar apa maksudmu?

Kau pikir aku yang perlu belajar?

Masih belum rupanya.

Tunggu!

Aku tak sanggup hidup seperti ini.

Kembalikan aku!

Kumohon.

Mestinya dari awal kau jangan pongah.

Kurasa aku sudah cukup menjinakkanmu.

Kita akhiri di sini?

Saat kau bangun besok, semuanya akan kembali normal.

- Sungguh? - Ya.

Kelak kau buat permintaan lagi,

camkan selalu apa yang terjadi hari ini.

Jangan ulangi kesalahan yang sama.

Selain itu, mulai sekarang, jangan mudah percaya orang lain.

Anggap ini pelajaran gratis dariku.

Astaga…

Sungguh…

Aku tak akan buat permintaan lagi.

Meski kakiku patah sekalipun.

Tidak akan pernah, sialan.

TAKSI

Maaf.

Apa?

Apa itu tadi?

Ke mana?

Maafkan aku. Kukira ini taksi.

Memang taksi.

Namun…

KOSONG

Pak.

Aku akan mengantarmu ke tempat seharusnya.

EPISODE 4 HARGA DARI PERBUATAN BAIK

Siapa kalian?

Ada apa dengan cuacanya tiba-tiba?

Ada yang tidak beres.

Diam.

Siapa kalian sebenarnya?

Apa yang kau lakukan?

Tidak ada.

Mustahil. Cari lagi.

Coba cari sendiri. Sungguh tidak ada.

Kalian salah orang.

Aku tidak punya apa-apa sekarang.

Aku tak akan lapor polisi, jadi, lepaskan aku.

Tutup mulutmu.

Tidak ada kartu nama atau apa pun yang serupa.

Kau yakin ini orangnya?

Aku akan langsung ke intinya.

Kami mencari sesuatu.

Serahkan, dan aku jamin kau akan aman.

Kau punya kartu pengabul permintaan, kan?

Kartu?

Benar.

Aku punya urusan dengan rubah itu.

Astaga.

Kau melakukan semua ini hanya demi itu?

Menculik orang tak bersalah dan mengikatnya?

Baik, aku mengerti.

Jadi, lepaskan ikatanku dulu.

Aku akan memanggilnya untukmu.

Kau pikir ini lelucon?

Tunggu!

Kau bilang apa?

Kau tidak punya kartunya. Bagaimana caramu memanggilnya?

Ayah, bagaimana kalau kita lihat jam tangan?

Tidak usah. Cari sesuatu untukmu saja.

Kau sudah belikan Ayah banyak hari ini.

Kapan lagi punya waktu seperti ini?

Aku ingin membelikannya.

Kita masih punya banyak waktu.

Namun, Ayah penasaran apakah edisi terbatasnya masih ada.

- Ayo kita lihat. - Boleh?

Sebentar.

SI-YEOL

Dari siapa? Tidak kau angkat?

Tak apa-apa. Aku tak perlu mengangkatnya.

Ayo kita pergi. Nanti kita lihat mobil juga.

Sungguh?

Itu bisa menunggu sampai urusan perpindahan…

Ayah menginginkannya.

Kenapa menunggu? Mari kita beli sekarang.

Baiklah, ayo.

Kenapa dia tidak mengangkat teleponnya?

Tunggu sebentar. Aku pasti akan memanggilnya kemari.

No Tail to Tell subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for No Tail to Tell

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left