Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian

Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian

時々ボソッとロシア語でデレる隣のアーリャさん

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian S01E12 JAPANESE WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 25:12 (FINALE)

Tags

webdl
Published on: 2024-09-19
Downloads: 69
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jika aku punya kekurangan sebagai calon ketua,

tolong jangan ragu mengkritikku.

Terima kasih sudah mendengarkan.

Baiklah.

Jika bisa begini di acara nanti,

pasti tidak apa-apa.

Ya, harus bisa di acara nanti.

Kau khawatir?

Di rapat umum,

bukankah kau bisa?

Itu karena

aku fokus menghadapi perasaanku sendiri

hingga mengalir dengan lancar.

Penonton besok

pasti lebih ramai daripada sebelumnya, bukan?

Ya.

Besok, seluruh sekolah

akan memenuhi auditorium ini.

Tapi kita melakukan hal yang sama.

Fokus saja mengutarakan pikiranmu.

Kurasa itu tidak akan berhasil.

Saat melihat caramu bicara di rapat umum,

aku langsung mengerti.

Apa yang harus kulakukan

agar aku bisa bicara seperti kau?

Jika kau bertanya bagaimana caranya,

maka pengalaman adalah satu-satunya jawaban.

Biar kuajari rahasia untuk menenangkan sarafmu

sekaligus menarik perhatian penonton.

Rahasia?

Benar.

Metode ini...

Bagaimana? Sederhana, bukan?

Tapi efektif.

Ya.

Akan kucoba.

Kalian berlatih untuk besok?

Tugasmu sudah selesai?

Ya, itu berjalan lancar.

Ada apa, Masachika?

Ekspresimu tampak menakutkan.

Kau berani mengatakan itu?

Apa topeng femininmu lepas?

Astaga.

Lihat?

Inilah sifat aslinya. Jangan tertipu.

Baiklah.

Astaga, Alya.

Kau kecewa denganku?

Tidak.

Aku tidak kecewa.

Saat situasi berubah,

sisi sesungguhnya diri kita akan terungkap.

Lagi pula,

kau sungguh ingin berteman denganku, bukan?

Ya, itu benar.

Berarti tak masalah.

Lagi pula, berkat Yuki,

aku bisa mengevaluasi ulang diriku.

Apa maksudmu?

Saat itu, kau bertanya

kenapa aku ingin menjadi ketua OSIS.

Besok,

akan kutunjukkan jawabannya.

Alya, kau sungguh orang

yang jujur dan baik.

Astaga, syukurlah.

Persahabatanmu dengan Alya masih utuh.

Astaga, saat kau mengatakannya seperti itu,

kenapa kedengarannya persahabatan kita

telah berkembang menjadi keretakan?

Tidak, itu tidak benar.

Aku hanya bertanya-tanya kenapa kau berani melakukan itu.

Kau marah?

Sama sekali tidak.

Bertindak saat lawan lemah

itu taktik biasa.

Astaga.

Perasaan apa ini?

Meski aku tidak mengerti,

tapi jika harus kukatakan,

rasanya seperti digigit anjing.

Aku ingin membelai dan mencintainya,

tapi aku juga ingin mendisiplinkannya agar dia tidak menggigit lagi.

Jika berani menggigit,

sebaiknya berani menggertakkan gigi.

Di sana kalian rupanya.

Halo.

Aku ingin konfirmasi terakhir untuk besok.

Pertama,

bagaimana urutan

untuk pidatonya?

Tahun lalu, ditentukan dengan suit.

Aku tidak keberatan.

Tidak bisa.

Suit hanya soal penglihatan.

Apa?

Kau benar.

Kalau begitu, bagaimana dengan lemparan koin?

Itu akan lebih adil.

Aku mengerti.

Ayano akan melempar koin,

dan Alya akan menyebut kepala atau ekor.

Tidak, orang lain akan melempar koin.

Kau sangat paranoid.

Baiklah.

Biar aku saja!

Masha, jika kau tak keberatan,

terima kasih.

Jika Alya benar,

dia bisa memilih giliran.

Jika dia salah,

Yuki bisa memilih.

Masha, kau sungguh bisa membaliknya?

Kau menganggap kakakmu apa?

Tentu saja bisa.

Lihat aku.

Jika aku giliran pertama dan berlagak menang,

kemenangan telak mungkin terjadi.

Tapi jika giliran kedua,

orang pertama yang membuat standar minimal akan mendapat tepuk tangan.

Jika Alya giliran pertama, akan sulit menang telak.

Pilih giliran pertama, 'kan?

Tidak. Kupilih giliran kedua dan melihat apa yang dilakukan kakakku dahulu.

Tapi tetap saja...

Kenapa dia terang-terangan menakutiku?

Tidak biasanya kakakku yang licik melakukan itu.

Ah.

Tertangkap.

Lihat, aku berhasil, Alya.

Baik, aku mengerti.

Aku pilih kepala.

Hei, pikirkan lagi.

Tidak perlu.

Kalau begitu, kubuka.

Astaga, kau salah.

Kalau begitu, Yuki.

Kau mau giliran pertama atau kedua?

Coba kupikir.

Apa sikap kakakku hanya pura-pura?

Jika begitu, apa tujuannya?

Apa dia ingin berhadapan langsung denganku

untuk mengalihkan perhatianku?

Alya.

Benar.

Meski tanpa sadar aku teralihkan oleh kakakku,

target awalku adalah Alya.

Selain itu, mental Alya lebih rapuh daripada dugaanku.

Dia juga trauma dengan siaran sekolah kemarin.

Sudah kuantisipasi

dan berencana memberi Alya giliran kedua agar lebih banyak tekanan.

Mungkin kakakku mengincar

giliran pertama dengan sedikit tepuk tangan

agar aku dan Alya seri.

Kalau begitu,

aku akan tetap pada rencana awalku dan mengincar kemenangan telak.

Kalau begitu, aku pilih giliran pertama.

Baiklah.

Suou dan Kimishima giliran pertama.

Kujou dan Kuze giliran kedua.

- Ya. - Baiklah.

UPACARA PENUTUPAN

Mengingat kembali semester ini,

aku yakin kalian belajar banyak dari sana.

Di semester kedua,

kita akan meningkatkan kesadaran moral publik.

Berikutnya,

kita akan mendengar pesan dari eksekutif OSIS tahun ini.

Pertama, ada ketua OSIS, Touya Kenzaki.

Teman-teman.

Kerja bagus untuk semester ini.

Sudah dua bulan sejak OSIS baru mengambil alih.

Meski anggotanya lebih sedikit tahun ini,

semua eksekutifnya luar biasa.

Teman-teman.

Meski ini liburan musim panas, jangan malas.

Kerjakan PR dengan giat

dan bentuk otot tiap hari.

Penting untuk berlatih keras tiap hari.

Mungkin aku juga akan berjalan-jalan ke taman tiap hari.

Bicara soal jalan-jalan, tempo hari...

Sekarang, Yuki Suou akan memberikan pidato.

Kalau begitu, ayo pergi, Ayano.

Ya, Nona Yuki.

Aku petugas humas OSIS,

Yuki Suou diperkenalkan sebelumnya oleh pembawa acara.

Aku akan mencalonkan diri

sebagai ketua OSIS tahun depan.

Aku menantikan dukungan kalian.

Kau pasti bisa!

Aku akan mendukungmu!

Terima kasih.

Kalau begitu, mengenai masalah ini,

aku ingin berbagi visiku dahulu.

Tujuanku setelah menjadi ketua OSIS

adalah menjadikan tempat ini

sekolah yang mencerminkan pendapat para murid.

Astaga.

Menurut kalian itu biasa?

Khususnya, kotak saran ini.

Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left