The first 200 lines.
SOLD OUT ON YOU
Pak Mechoori.
Kenapa lama sekali?
Sudah kubilang aku pulang larut.
Kenapa kau tidur di sini?
Apa kau minum obat?
Kau cuma minum satu, kan?
Sudah makanโฆ
Aku merindukanmu.
HATI-HATI DAPAT MENYEBABKAN PUSING.
Pak Mechoori.
Ya?
Tidurmu nyenyak?
Ya, aku tidur nyenyak.
Kau tampak tak nyaman saat tidur di sofa semalam,
jadi kupindahkan ke kamar.
Rupanya begitu.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Kau tampak lelah hari ini.
Apa aku lari sendiri saja?
Aku tak apa. Pemanasan saja dulu.
Aku segera keluar.
Baiklah.
Pak Mechoori, bisa pelan-pelanโฆ
Tunggu.
Hei, kubilang pelan-pelan.
Ada apa denganmu?
Kenapa?
DESA DEOKPUNG
Hei, Changsik!
Hei, kenapa kau lari meninggalkan Changsik?
Ia terus mencarimu.
Benar, Changsik?
Kau merindukannya, ya?
Aku merindukanmu.
Kau tak lakukan peregangan?
Akuโฆ
Ayo, Changsik.
Aku baru mau.
Tunggu di sini.
Ada apa dengannya?
Pak Mechoori, bagaimana kalau kau pasang TV di rumah?
Akan kubelikan.
Aku bosan karena tak ada aktivitas.
Aku ingin menonton acara TV dan film yang belum sempat kutonton.
Aku juga rindu acara ragam.
Aku merindukanmu.
Kau tak apa-apa?
Astaga, panas sekali.
Padahal masih pagi, tapi tetap panas.
Kudengar ada kota yang cuacanya selalu seperti musim semi.
Apa namanya? Itu kota di Kolombiaโฆ
Bogota!
- Bogota! - Aku merindukanmu.
Kau sedang apa?
Ayo kita lanjutkan.
Aku selalu ingin melihat matahari terbenam dari gardu pandang di Bogota.
Kenapa banyak sekali yang ingin kau lihat?
Selesaikan pereganganmu, lalu pulang.
Ayo, Changsik!
Ayo!
Mau masak sup taoge?
Kenapa?
- Apanya? - Ada apa?
Taoge.
- Apa? - Apa?
Na Som-yi! Kau memalak Mechoori lagi?
Hai, Jin-yi.
Ada apa?
Som-yi tak ke sini?
Tidak, dia tak ke sini.
Hei, kau di mana?
Di sekolah? Gurumu meneleponku!
Apa kau merangkak ke sana? Cepat lari!
Katanya dia baru sampai.
Omong-omong, kalian sedang apa?
Kami mau sarapan.
Aku juga belum makan.
Boleh aku bergabung?
Sudah kuduga sup taoge memang harus pakai cabai.
Tidak pedas? Kau tak kuat pedas, kan?
- Kau tak bisa makan pedas? - Dia tak suka pedas.
Terima kasih.
Ada apa dengan Som-yi?
Dia terlambat sekolah lagi.
Wali kelasnya pasti mengira aku membiarkannya.
Apa aku perlu bicara pada Som-yi?
Kau pikir dia akan mendengarkanmu?
Tapi dia mulai berminat pada pelajaran.
Dia memikirkan proyek untuk kegiatan kreatif.
Karena mereka tak belajar di jam itu.
Entah mau jadi apa dia nanti.
Menurutku, tangannya terampil.
Dia pernah menang lomba kreasi pulpen tiga dimensi.
Apa kau lupa dia terus memintamu membelikannya,
lalu tak memakainya lagi setelah dua hari?
Makanlah pelan-pelan.
Kau pikir bisa kabur dan sembunyi di sini?
Keluarlah dan lihat sendiri akibat perbuatanmu!
Akan kuperlihatkan padamu setiap saat setiap hari.
Keluar.
Cepat keluar!
Keluar sekarang juga!
Kau sedang apa?
Hanya mencoba mencerna. Kenapa?
Ya, tentu. Ya, Bu Michelle.
Aku dalam perjalanan menjemputnya.
Penerbangannya pukul 16.00.
Ya, Bu. Baik.
Kau telah mengeksekusi agenda yang padat dengan baik.
Ini baru permulaan.
Aku akan lebih sibuk jika ingin meluncurkan produk lain L'รtoile.
Di Korea?
Ya.
Penerbanganmu dua jam lagi, Pak Seo.
Aku tak akan ke Prancis.
Tiketnya sudah lama kubuang.
Lalu ini koper apa?
Isinya piringan hitam yang kakakku kirim.
Aku tak akan punya waktu untuk mendengarnya di Korea,
jadi kembalikanlah.
Kau mau ke mana?
HIT.
Pak Seo, Bu Michelle tak akan tinggal diam.
Jika kau lanjutkan dengan gegabah, posisimu akan terancam.
Aku tahu.
Itu sebabnya aku pergi sendiri.
Kami sedang menyusun jadwal siaran lanjutan La Fin Essence.
Kami juga minta tes jaminan mutu dari lab domestik serta internasional,
dan sedang menunggu hasilnya.
Dengan ini, apa kita bisa langsung lanjut?
PENGENALAN PRODUK KRIM MATA LUMIรRE L'รTOILE
Aku yakin kau punya syarat tambahan untuk proposal ini.
Apa itu?
Kembalikan posisi Bu Dam Ye-jin.
Cuma itu syaratnya.
Bukankah kau tahu situasi Dam Ye-jin saat ini?
Karena itulah kukatakan ini.
L'รtoile tak akan bekerja sama dengan HIT tanpa Bu Dam.
Tempat jiwa muda bernapas terakhir kali.
Jeon Jung-muk, aku tak mendengarmu!
Pohon pinus tua yang terlukaโฆ
- Mechoori! - Mechoori!
- Mechoori! - Ayo keluar!
- Mechoori! - Mechoori!
- Mechoori! - Mechoori, keluar!
- Mechoori! - Ayo keluar!
- Keluarlah! - Ayo lari bersama!
- Ayo keluar! - Ikutlah! Ya ampun.
- Ayo ikut! - Ayo!
Dua, tiga!
Baris depan yang penuh saljuโฆ
Sebaiknya kau ikut, kan?
Kita akan libur olahraga pagi ini. Aku ada urusan.
Urusan apa?
FESTIVAL KOMUNITAS DESA DEOKPUNG
Hei, Mechoori.
Apa kali ini kau tak akan berpartisipasi lagi?
Tidak.
Padahal kau sudah membantu menyiapkan festivalnya,
apa kau tak merasa sayang
- jika tak ikut? - Benar.
Tidak.
Ayolah.
Bisakah kau bantu kami besok?
Ayo kalahkan Desa Deokpung 2 sekali saja!
Hasilnya tak akan berubah meski aku ikut.
Tak ada yang tahu.
Mechoori, jika kau muncul sebagai maskot desa kami
dan mengguncang mereka dari awal, kita mungkin akan menang.
Aku tak bisa meninggalkan kebunku.
Kau pikir dia akan bilang apa?
Mechoori, aku akan lompat dari sini.
- Aku akan jatuh. - Baiklah.
Ini menakutkan.
MARI HIDUP HARMONIS BERSAMA.
Pasti cepat longgar jika diikat seperti itu.
Kau benar.
Kau akan ke festival besok?
Ya, aku tak punya kegiatan lain.
Aku menganggur sekarang.
Sampai kapan kau akan menganggur?
Ya?
Entah apa yang terjadi di antara kalian hingga Mechoori bersikap begini,
tapi semua yang dia lakukan untukmu hanya karena rasa tanggung jawab.
Apa maksudโฆ
Dia mengelola kebun dan perusahaan bahan mentah.
Dia memang punya rasa tanggung jawab yang kuat.
Jadi, jangan andalkan dia terus.
Rasa tanggung jawab?
Baiklah, cukup.
Hei, apa itu?
- Lihat mobil itu. - Siapa itu?
Kelihatannya mewah sekali.
Hei, Pak Lee.
Pak Park.
Halo!
Apa persiapannya lancar?
Ya! Berkat bantuanmu, persiapannya lancar.
Kubawakan mesin karaoke baru untuk kalian.
No comments yet. Be the first to leave one.