The Return of the Texas Chainsaw Massacre

The Return of the Texas Chainsaw Massacre

Download Indonesian Subtitle

Release info

Texas Chainsaw Massacre The Next Generation 1994 WEB-DL AMZN
A Commentary by tedi
Murni Retail AMZN Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2022-12-09
Downloads: 64
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

18 Agustus 1973.

Berita tentang keluarga aneh pengguna gergaji mesin,

laporan yang memicu imajinasi dunia,

mulai menyebar dari Texas tengah.

Sayangnya, tidak ada anggota keluarga yang pernah ditangkap,

dan selama lebih dari 10 tahun, tidak ada kabar lagi.

Lalu selama beberapa tahun ke depan, setidaknya dua insiden kecil,

tapi ternyata terkait, dilaporkan.

Lalu tidak ada apa-apa. Selama lima tahun, diam.

22 MEI 1996

Mungkin hanya permulaan. Pembicaraan ini...

Sayang, kau pulang.

Dalam cerita yang tampaknya terkait, seorang warga Lebanon...

Mulai khawatir. Aku bertanya di mana kau berada.

Jangan ganggu aku.

Aku hanya ingin tahu apa harimu menyenangkan.

Jangan ganggu aku!

Bisa diam?

Juri Miami memutuskan bersalah

dalam pembunuhan dokter aborsi, Erwin Guffer.

Tujuh pria dan lima wanita anggota juri butuh beberapa jam...

Ibu?

Hei.

Charles, kurasa kau mengejar orang yang salah.

Dari mana saja kau? Kami menunggu.

Pernikahannya berlangsung.

Kami harus menempatkanmu di atas.

Jangan pedulikan jejak kaki di krim. Aku gembira.

Bagus. Ini seperti rompi. Aku benci anak-anak.

- Bu Albert, apa Barry lewat sini? - Barry?

Barry. Bukankah kalian putus?

Tidak.

Lupakan saja. Aku hanya berpikir...

- Lupakan saja. - Dia melakukannya lagi.

Dia lakukan untuk membuat masalah. Sudah jelas.

- Apa maksudmu? - Itu sangat jelas.

Jangan dengarkan. Dia mencoba membuat masalah.

Semua itu...

Hanya saja, dia menyebalkan.

- Hai, Sean. Kau melihat Barry? - Hei.

- Tidak. - Lama tak melihatnya.

- Dia benar-benar telanjang. - Tidak, dia berantakan.

- Dia seperti kapal perang. - Kapal perang?

Baik, perahu karet.

Ada yang melihat Barry?

Kau melihat Barry?

- Barry! - Sial. Heather. Sial.

Jangan cemas. Dia akan kembali.

Itu yang kau mau.

Heather, hentikan!

Heather, hentikan mobilnya!

Heather!

Sial, Heather!

Heather, hentikan mobil ini sekarang.

Kecelakaan, aku yang tanggung jawab.

- Aku tak peduli. - Pelan-pelan.

Aku tak lakukan apa-apa. Entah kenapa kau marah.

Barry, aku melihatmu. Kau menciumnya.

Aku menciumnya sekali. Apa salah?

Aku bahkan tak bisa bicara dengan temanku lagi.

Posesif sekali.

Benar juga. Kurasa itu sebabnya kau merabanya.

Dengar, pria butuh seks.

Tidak baik jika kau marah.

Kau bisa terkena kanker prostat. Itu maumu?

Itu bohong.

Heather, awas.

Heather!

Sial!

Apa-apaan kau?

Aku mati. Habislah aku sekarang.

Astaga.

Kau takkan sakit kanker karena tak bercinta.

Benar. Seolah-olah kau tahu.

Kau tak pernah berkencan, kau jelek sekali.

- Tidak. - Diam, Sean.

Dia coba membuatmu berpikir itu salahmu.

Ayahku dokter, aku tahu yang kubicarakan.

Persetan.

Benar. Ini salahku.

Aku tak mau seks dengannya.

Bukan berarti itu salahmu.

Bagaimana jika dia sakit kanker

dan rambutnya rontok karena obat?

- Itu bisa terjadi. - Ya, jadi, diamlah.

Itu hanya rayuan agar kau bercinta dengannya. Tanya Sean.

Dia benar.

- Dia tak pernah ereksi dalam hidupnya. - Aku tahu semua rayuannya.

Dia tinggal di seberang jalan dariku sampai kelas delapan.

Kami bahkan berteman sebelum dia jadi terlalu keren, sangat menyebalkan.

Bukan salahku kau jadi kutu buku.

Dia sering ke rumahku

dan menertawakan semua gadis yang dia raba.

Rayuan utamanya adalah bilang kalau ayahnya dokter

dan mereka sakit kanker payudara jika tak disentuh.

Aku berbohong. Bukan masalah besar.

Bukan salahku jika mereka bodoh karena percaya.

- Berengsek. - Apa masalahmu, Jenny?

Karena kau benci pria.

Dia mencoba mengubah topik.

Apa yang kau takutkan? Mereka coba menidurimu.

- Tidak. - Itu bukan rahasia besar.

- Apa? - Tanya siapa saja.

Kau tak pernah pergi ke ke mana pun kecuali bersama Sean.

Semua orang tahu dia pecandu ganja dan kalian hanya berteman.

Aku tahu yang kau lakukan di mobilku. Kau teler.

Jika ayahku mencium ini besok, aku akan menghajarmu.

Tunggu. Aku baru terpikir sesuatu yang sangat keren.

Bagaimana jika kita tabrakan mobil lalu mati.

Orang bisa tulis lagu soal itu.

Diam.

- Di mana kita? - Bagus, kita tersesat.

Tidak. Kita hanya perlu kembali.

Cari tempat untuk berbalik.

- Gaunmu keren, Jenny. Apa ini? - Hentikan.

Takut ada yang tahu kau punya payudara?

- Barry. - Wanita punya payudara.

Jangan ganggu dia.

Tak ada tempat untuk berbalik.

Tak pernah ada. Menyebalkan.

Mereka tak tahu cara membuat jalan.

Apa itu tadi? Kalian lihat itu?

Awas!

Astaga. Matilah aku.

- Dia baik saja? - Entahlah.

Astaga. Ini akan meninggalkan bekas luka.

Aku tak terluka.

- Sial. - Kepalanya.

Astaga. Apa dia mati? Dia mati?

Dia pingsan. Kau bisa tahu dari matanya.

Tapi dia mungkin syok. Kita harus membawanya ke dokter.

Ya. Jaga dia tetap hangat.

Bagaimana kau tahu?

Hal buruk akan terjadi. Aku bisa rasakan.

Dia akan mati.

Menurutmu itu akan menyala?

Aku mati. Tolong bunuh aku.

Ini salahku. Jika dia mati, aku akan jadi pembunuh.

Kita harus ncari tempat untuk memanggil ambulans.

- Aku akan pergi. - Ayo.

Aku tak mau di sini. Bagaimana jika dia mati?

- Aku akan ikut denganmu. - Menjauhlah dariku.

Ini bodoh. Aku akan pergi. Siapa pun yang mau ikut, ikutlah.

Tapi harus ada yang tinggal.

Tak tahu harus bagaimana. Tunggu.

Kau punya senter?

Ada yang mau ikut?

Berhenti. Aku mendengar sesuatu. Heather?

Aku bermimpi orang aneh mengikutiku.

- Itu jadi kenyataan. - Ya?

Kita semua akan mati.

Seorang pembunuh, seperti pria di Chicago itu.

Dia bunuh orang dan taruh jantung mereka di kulkas. Dia akan bunuh kita.

Foto bugil kita akan ditayangkan

dengan jantung di luar di Peristiwa Terkini.

Astaga. Apa itu tadi?

- Sial, tak bisa lihat. - Maaf, tapi ada yang ikuti aku.

Bisa kurasakan mata mereka di punggungku.

- Tidak. - Itu yang mereka inginkan.

Kita berkeliaran dalam gelap. Kita harus tinggal dan menyalakan api.

Panggil ambulans.

Kita akan diam sampai bisa melihat.

Syukurlah, kita selamat. Seseorang, berdoalah.

Senter rongsokan.

Kau selamat, tapi ayahku tetap akan bunuh aku.

Hubungi polisi. Kami mengalami kecelakaan dan seorang pria sekarat.

Malam pesta dansa.

Tolong ambilkan aku segelas air.

Cepat, aku akan pingsan.

Mesin penjawab sialan. Jangan khawatir. Dia akan menjawabnya.

Vilmer, jika kau di sana, angkat teleponnya.

Vilmer...

Sangat palsu. Tapi mengubah hidupku.

Sial, Vilmer, tutup mulutmu, Sayang.

- Ambilkan minum. - Hentikan.

Kau tahu? Begitu aku muncul dengan ini, semua petani kacang

berpikir dia anugerah Tuhan bagi wanita. Masa bodoh.

-Gandakan komisiku -Baik.

enam bulan pertama.

Akhirnya. Vilmer, dengar,

ada anak kecelakaan. Salah satu terluka.

Tunggu sebentar. Ke arah mana?

- Di sana. - Seberapa jauh?

Sekitar 1,6 km.

Sekitar 1,6 km ke arah 709.

Baiklah. Dah.

Kenapa wanita pirang keluarkan kepala dari mobil?

- Kenapa? - Isi ulang.

- Aku tak mengerti. - Bodoh.

Kita harus mengecek kabar Sean.

Apa itu tadi?

Jangan khawatir. Hanya istri petani.

Seolah-olah aku tertarik.

Lihat dan menangislah.

Atau anak SMA.

Mereka selalu melakukan sesuatu agar aku menunjukkannya.

Apa?

Hei.

Ambulans datang? Pria ini terluka.

RONGSOK

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left