The first 197 lines.
Pada tahun 1986, usiaku 13 tahun, dan dunia sedang berubah.
Oprah Winfrey mengadakan gelar wicara pertamanya.
Hands Across America memberi Jordan Peele ide untuk Us,
Uni Soviet meluncurkan stasiun luar angkasa,
dan Halle Berry di urutan kedua di Miss USA.
Dia kalah dari Christy Fichtner.
Tapi Christy tidak dapat Oscar.
Tahun 1986 juga tahun yang besar bagi keluargaku.
-Pagi. -Terima kasih.
"Alicia Johnson." Rekan.
Ibuku menikmati promosi barunya.
Saat ayahku menjadi guru, dia menemukan panggilannya.
Halo, Anak-anak.
Aku Pak Jackson.
Tapi kuharap kalian memanggilku teman.
Saudariku, Santamonica, menyadari dia gadis yang nakal, karena Bu Jackson.
Johan? Rainbow? Aku butuh penari latar!
Dahulu, keluarga juga berkumpul untuk menonton televisi bersama,
dan acara keluarga kami adalah Dukes of Hazzard.
Aku sangat bersemangat untuk Dukes of Hazzard malam ini.
Hei!
Benar, kami suka acara tentang dua orang yang lari dari polisi
dalam mobil yang berbendera Konfederasi.
Dalam beberapa hal, tahun 1986 sudah lama sekali.
Apa janggal kalian punya acara TV favorit yang sama?
Sepekan sekali, Ayah dan Ibu melawan polisi.
Ibu tak akan mempertanyakannya.
-Ayah suka penampilan barumu, Nak. -Terima kasih, Ayah.
Membuatmu tidak berpakaian seperti orang yang menebeng
adalah penggunaan uang pajak terbaik sejak pendaratan di bulan.
Sejak kapan Ayah bayar pajak?
Pada tahun 1986, aku sukses sebagai wanita muda,
berbakat, dan blasteran.
Aku ingin membantu saudaraku, Johan,
tumbuh memiliki kepercayaan diri yang kumiliki.
Ibu, Ayah.
Perundung di sekolah memberi Johan nama yang buruk.
-Nama yang buruk? Dia memanggilmu apa? -Aku tidak ingat.
Ini gegar otak ketiganya. Dia mungkin berkata jujur.
Rainbow, perundung itu memanggil saudaramu apa?
Itu sangat buruk, aku tidak bisa ucapkan.
Aku bisa mengatakannya. Boleh aku mengatakannya?
Kumohon! Tolong biarkan aku mengatakannya!
-Tunggu. Itu bukan... -Ya.
-Kurasa kata itu. -Astaga.
Orang tuaku tak percaya putra mereka dilempari hinaan yang sangat kurang ajar.
-Untuk kali pertama, Johan dipanggil... -Baiklah.
Kita semua orang dewasa di sini. Jadi, aku akan mengatakannya.
Tunggu. Aku takkan dapat masalah jika mengatakannya, 'kan?
Aku sungguh berharap hari ini tidak akan datang.
Rasisme selalu tepat waktu.
Seperti kereta Jepang.
Ayah, itu agak rasis.
Apa kau pernah ke Tokyo? Mereka selalu tepat waktu.
Ya, dengan kostum ninja lucu dan pedang samurai.
Kau tahu? Kita sudah siap untuk ini.
Kau benar.
Akan kuambil mapnya.
-Map? -Ya.
Meski aku terlibat dalam gerakannya, aku melihat dampak hinaan pada anak-anak.
Jadi, aku membuat map ini.
"Jadi, Kau Dipanggil Dengan Kata N"?
Aku mencoba menjadikannya buku anak-anak, tapi Amerika belum siap.
Kau dipanggil sesuatu, yang kasar dan kotor, itu bukan dirimu,
tapi tetap saja, aku tersakiti."
-Tunggu, Ayah, berhenti. -Tidak. Ayah tahu.
Itu kurang cocok, tapi masih bisa.
Baiklah.
Dengar. Ibu tahu yang kau lalui menyakitkan.
Tapi sayangnya, semua orang kulit hitam di negara ini pernah melaluinya.
Ibu pernah mengalami ini, Bibi Dee-Dee mengalami ini,
Martin Luther King Junior melalui ini.
Tunggu. Martin Luther King Junior dipanggil tukang kacang?
-Apa? -Tunggu, apa?
-Itu panggilanmu? -Tapi kau bukan orang Meksiko.
Dengan asumsi bahwa pria itu sungguh ayahmu.
Untuk terakhir kalinya, kami bukan grup seks,
kami adalah grup yang ingin menggulingkan kapitalisme.
Baiklah.
-Jadi, bukan kata itu. Ibu sangat lega. -Ya, itu maksudku.
Itu bukan masalah besar.
Tidak, itu sesuatu, tetap kata yang jahat, tapi...
Aku tidak pernah menduga ini.
Kita semua seharusnya menduga.
Rambut itu jelas merayakan Cinco de Mayo.
Kakek senang tidak perlu mendengarkan apa pun lagi yang ada di map itu.
Bibi tak perlu berpakaian seperti anak sepuluh tahun
untuk melawan anak kecil.
Bibi pernah melakukannya.
Kenapa kalian semua lega? Mengejek seseorang tetap buruk.
-Ya, itu buruk sekali. -Itu sangat buruk.
-Jahat. -Jahat.
-Sangat buruk. -Buruk sekali.
Alicia, kau mau beri tahu anak-anak sejarah kata itu?
Ya.
Jadi, itu...
ejekan berdasarkan kacang-kacangan.
Itu...
Sayang, boleh aku bicara sebentar denganmu?
Tentu saja. Anak-anak, bermainlah sebelum Dukes of Hazzard
sementara Ayah dan Ibu menyusun presentasi penuh.
-Biar aku saja, Ibu dan Ayah. -Baiklah.
Aku akan urus anak-anak.
Aku tahu presentasi kalian dibuat-buat, tapi itu ide bagus.
-Baiklah. -Terima kasih.
Astaga.
Aku tahu saudaraku menghadapi banyak hal
dan tidak ingin membicarakannya dengan orang tuaku,
tapi aku tahu dia akan terbuka kepadaku.
Johan.
-Kau mau membuka diri kepadaku? -Tidak.
Johan, ayolah.
Ini aku.
-Bagaimana perasaanmu? -Aku baik-baik saja.
Aku pernah berada di posisimu.
Kita bisa membicarakannya.
Ingat saat Daniel memberi tahu Pak Miyagi bahwa dia dirundung?
-Kau akan mengajariku karate? -Tidak.
Tapi kau bisa bersandar padaku.
Aku tak butuh pelukan.
Sudah kubilang aku baik-baik saja.
Kau dicintai!
Astaga.
"Berdasarkan kacang-kacangan"? Apa itu?
Tidak.
Setelah aku gagal, Sayang, itu heroik.
Kedengarannya kau sudah menjelaskan hinaan kepada anak-anak selama bertahun-tahun.
Kalian sudah tahu masalah julukan Johan?
Hei, Ayah, ini percakapan orang tua pribadi.
Sejak kapan ada privasi di rumah ini?
Pintumu tidak dikunci seolah-olah kau tinggal di toilet taman.
Kami berusaha mencari tahu harus bilang apa kepada Johan.
Apa ini situasi Level Lima,
seperti saat kita harus menjelaskan kenapa Denise
dan pria dari toko kelontong mengadakan acara menginap?
Atau apakah Level Sepuluh seperti saat kita melihat Shaman Dave Junior
mengubur Shaman Dave Senior?
Kenapa kita ada di lokasi kedua,
masih membicarakan masalah Johan yang berkulit terang?
Pada akhirnya, itu tak seburuk kata N, karena Johan berkulit hitam.
Setidaknya dia masih agak polos.
Dia tidak mengalami badai rasisme, dia mengalami badai tropis.
Ibu benar.
Aku tahu keburukan kata itu akan datang padanya.
Suatu hari itu akan terjadi, tapi hari ini,
dia masih anak kecil yang tak sengaja masuk ke kamar mandi saat aku mandi.
Kau tahu, Paul? Itu jelas Level Tujuh.
Baiklah.
Baik, kita masuk, bicara dengannya, lakukan penyembuhan Level Tujuh,
dan kita bisa berpura-pura berhasil sejak awal.
Rencana bagus.
-Ya. Ayo. -Tepat di belakangmu.
Seberapa sering dia masuk saat kau sedang mandi?
Sering.
Hei, kacang kecil.
Tidak, aku tak bisa mengatakannya lagi.
Hei, Kawan.
Kami tahu harimu berat.
Kami hanya memeriksa keadaanmu.
Sakit.
Ya. Di sini?
Tidak, di sini.
Kecelakaan papan luncur biasa.
Aku melalukan Ollie pertamaku dan jatuh saat menari merayakannya.
Sepertinya dia baik-baik saja.
Ya, tapi bagaimana kita tahu dia tak memakai papan luncur sebagai tameng
-untuk menyembunyikan trauma emosionalnya? -Benar juga.
Apa kau memakai papan luncur sebagai tameng
untuk menyembunyikan trauma emosionalmu?
Kau bisa memberi tahu kami. Kami datang untuk mendukungmu.
Ya, besok kami akan ke sekolah untuk memastikan ini tak terjadi lagi.
Kalian tidak perlu melakukan itu.
Kenapa kau tak mau kami ke sekolah?
Karena orang-orang di sekolah menganggapku orang Meksiko.
Benar. Tapi katakan saja pada mereka bahwa kau bukan.
Mungkin seharusnya aku melakukan itu.
-Kau tak melakukan itu? -Tidak. Selama ini aku membiarkannya.
Aku belum mengoreksi mereka.
Mungkin itulah awal mulanya.
Tunggu. Apa?
Jadi, kau biarkan dirimu dianggap...
orang Meksiko?
Ya.
Tapi aku tak lulus kelas bahasa Spanyol.
Itu percakapan lain.
Baiklah, ini Level Sepuluh.
Saat orang tuaku tahu saudaraku membiarkan dirinya dianggap orang Meksiko,
perasaan mereka campur aduk.
Tapi sebagian besar kebingungan.
Johan, kenapa kau mau orang mengira kau orang Meksiko?
Bukannya menjadi orang Meksiko itu salah.
-Bukan. -Ayah akan tetap menyayangimu
meski kau orang Meksiko.
Atau orang Hispanik.
Atau orang Latin.
-Apa itu sama? -Tahan dirimu.
Apa maksudmu? Ini berjalan lancar. Aku bisa.
No comments yet. Be the first to leave one.