The first 200 lines.
Tanpa ragu.
Tanpa rasa takut.
Tanpa diseleksi.
Tak terlupakan.
Cinemax Reellife. Subjek berarti.
Inilah dokumenter kehidupan nyata Cinemax.
Dia akan mulai bernyanyi karena aku lupa lagunya.
- Aku juga lupa. - Tidak, kau bernyanyi...
Hai, Ayah. Apa kabarmu? Ingat kau bernyanyi seperti ini?
Hai, Ayah. Apa kabarmu? Apa kau baik-baik saja?
Kau mulai bergerak seperti itu lalu mulai menyanyi.
Cobalah menyanyikannya.
Kau mulai melakukan itu. Lalu kita berbalik.
- Hai, Ayah - Apa kabarmu?
Apa kau baik-baik saja?
Senangnya melihat Ayah di sini
- Senangnya mendengar kabar Ayah - Mendengar kabar Ayah
Rasanya hebat Ingat?
Dia akan menangis karena ayahnya juga masuk penjara.
Sebuah film oleh Liz Garbus.
Jangan cari masalah denganku. Berkawanlah denganku.
Jangan cari masalah denganku. Berkawanlah denganku.
- Berengsek kau! - Jangan berisik!
Aku terpengaruh oleh lirik rap Don Oz.
Dan nama asliku Harold Linares.
Aku dipenjara karena memiliki senjata mantan napi.
Yang menyebabkan hukuman berat di DC karena segala di DC adalah federal.
Aku bukanlah preman. Tidak hidup di jalanan.
Aku membuat musik, aku tampil di acara-acara, aku bersenang-senang.
Tapi aku ditangkap karena terlalu banyak minum alkohol.
Berpesta di kelab Go-Go dan aku berakhir di sini.
Sejak 14 tahun, Harold keluar-masuk penjara...
Karena perampokan dan kejahatan bersenjata.
Saat mencari nafkah di jalanan...
Dia mengejar impiannya menjadi bintang hip-hop.
Aku memimpikan hip-hop.
Aku bermimpi menghantam dunia...
Dengan liris.
Dan menunjukkan kepada dunia...
Kemampuan dan bakat yang kumiliki.
Aku mengetahui hubungan seisi dunia.
Kau tahu maksudku?
Begitulah dunia. Terus berputar.
Pada 1996, Harold punya bayi dari kekasihnya, Aracelli.
Ayah mencintaimu.
Ayah mencintaimu.
Hai, Sayang.
Hai, Ayah.
Putriku 6 tahun sekarang.
Namanya Xiara.
Dia anak yang didambakan orang tua mana pun.
Kuharap saat bebas, aku akan menjadi orang tua dambaannya.
- Yang dia butuhkan. - Hati-hati dengan batunya.
Ini tempat favoritku.
Mungkin karena saat aku sedih, tempat ini membuatku senang.
Kenapa tempat ini membuatmu senang?
Karena ayahku pernah berada di sini bersamaku.
Dulu kami berada di seberang.
Tapi di sinilah tempat favoritku.
Empat tahun lalu, Xiara dan ibunya pindah dari Bronx ke Maryland...
Untuk hidup bersama kakek dan nenek Xiara.
Xiara punya kisahnya sendiri.
Tahun lalu, dia memberi tahu pengasuh kami...
Bahwa ayahnya telah membunuh beberapa orang.
Ya, dia selalu mengarang cerita.
Mungkin suatu hari dia akan menulis buku.
Aku akan menjadi bintang besar.
- Dia terus berkata seperti itu. - Kenapa tidak? Itu mimpiku!
Guru sekolahnya memintanya menulis sesuatu tentang...
- Entahlah. Benar. - Mau jadi apa setelah besar nanti.
Kata gurunya, Xiara terus bilang, dia ingin jadi bintang besar.
Aku terus mengatakannya karena aku sungguh ingin.
Kau ingin jadi bintang macam apa?
Ibu, berhentilah!
Suatu hari saat aku tumbuh besar...
Dan Ibu sudah tua, aku akan mengejeknya.
Aku akan berkata padanya, "Duduklah di kursi itu".
Itu jahat. Kau tak boleh berkata begitu ke orang lanjut usia.
Semua hal yang kau lakukan padaku, kau akan dapat balasannya.
- Itu jahat. - Aku tahu itu jahat.
Ya, dia mewarisi sifat ayahnya.
Ayahnya suka menari. Xiara suka menari.
Xiara suka membuat lagunya sendiri.
Apa lagi yang dia lakukan?
Beberapa hal yang aku tak ingin dia lakukan.
- Contohnya? - Mencuri.
Bukan, maksudku...
Benar. Dia suka mengambil barang yang bukan miliknya. Kadang...
Aku ingin masuk ke rumah jika dia terus membicarakanku.
- Tidak, tapi itu... - Boleh aku masuk? Terima kasih.
- Kau akan duduk di sini. - Tidak mau.
- Duduklah. Itu tadi sifat ayahnya. - Ibu harus membicarakan aku, ya?
- Duduk di bawah sini. - Tidak, Ibu mempermalukanku.
- Duduk tegak, Xiara. - Tidak, punggungku sakit.
- Duduklah. - Tidak, punggungku sakit.
Aku serius.
Kecuali Ibu mengelitikiku.
- Ibu tak akan mengelitikimu. - Ayahku mau.
Tapi itu ayahmu. Ibu bukan Ayah. Ibu itu Ibumu.
Itu sebabnya aku lebih mencintai ayahku.
Tak masalah. Ibu tak keberatan dengan itu.
Saat dia pulang, aku tinggal bersamanya, ya?
- Tidak boleh. - Boleh.
- Kau tak bisa pindah begitu saja. - Bisa. Aku mau tinggal bersamanya.
- Aku serius, Ibu. - Kau tak bisa...
Kau seharusnya tak membuat rencana karena dia tak di sini.
Harold ditahan di penjara DC, 9,6 km dari rumah Xiara.
Xiara diizinkan mengunjunginya satu kali dalam sebulan.
Ayah datang!
Katamu kau mencintaiku
- Hai, Sayang! - Hai, Ayah!
Apa kabar, Sayang?
Katamu kau mencintaiku
Apa yang kalian bicarakan?
- Bagaimana kabarmu, Sayang? Baik? - Aku baik.
Jadi, aku membuatmu bolos kerja?
- Tidak juga. - Tidak juga?
- Aku terburu-buru, tapi... - Apa kabar?
Lihat dirimu sekarang.
Johnny, Paman Xiara
- Kau baik-baik saja, Sayang? - Aku merasa gugup.
Kenapa?
Ayah merindukanmu.
- Rasanya aku mau menangis. - Jangan menangis.
Jangan menangis.
- Kuatlah, Sayang. - Aku akan menangis.
Kemarilah.
Ya. Ya Tuhan.
Ini kunjungan pertama Xiara dan Harold tanpa kaca pemisah.
Kau harus kuat, Sayang.
Kau harus kuat demi Ayah, ya?
Bersihkan wajahmu.
Kau tak punya tisu?
Kadang saat kami pergi, tiba-tiba saja dia menangis.
Kutanya alasannya. Dia memikirkanmu, Kawan.
- Ya? - Aku rindu...
Jangan mulai menangis lagi, ya?
Ayah punya lagu yang ditulis untukmu.
- Kataku, kau... - Baiklah.
Kau segalanya bagiku
Tapi kini kusendiri, mencari tempat aku berada
Kataku, kau...
Kau segalanya bagiku
Tapi kini kusendiri, mencari tempat aku berada
Kau buat aku terjebak dalam situasi yang tak bisa kuhindari
Jika mencintaimu itu salah kenapa aku sangat berbangga
Kutunjukkan padamu beda yang benar dan salah
Bagaimana hubungan kita akan tetap kuat dalam waktu yang lama
Yang salah sudah hilang, dan yang kita pikir nyata...
Hanyalah bait lagu ini Cinta itu manis
Tapi cinta akan meninggalkan rasa pahit di mulutmu
Aku pilih hidup tanpa cinta daripada hidup dengan ujian cinta
Aku dulunya menyukai kesabaranmu
Saat kau melewatiku tanpa pakaian...
Bayangan tubuhmu saat bersamaku...
Membuatku jadi berpikir tentangmu
- Apa itu sudah cukup? - Baiklah.
Baiklah. Karena Ayah salah menyanyikan lagu.
Lagu itu untuk orang lain.
- Ya, untuk Ibuku. - Bagaimana kau bisa tahu?
Aku punya sedikit dugaan di sini.
Baiklah.
Ayah merindukanmu, Sayang.
- Bersoraklah, ini ulang tahunmu - Bersoraklah, ini ulang tahunmu
- Kau mau buat iramanya? - Tapi itu lagu 50 Cent.
Aku tak pernah bisa dengar keseluruhan lagunya.
Sayang, Ayah mau kau senandungkan iramanya sebebas yang kau mau.
- Lakukan itu untuk Ayah. - Biggie, bisakah kau lihat?
Kadang ucapanmu menghipnotisku
Dan menurutku caramu itu, membuatmu sangat hebat
- Aku selalu lupa. - Kenapa tak karang iramanya?
Ingat lagu yang kau nyanyikan untuk Ayah? Yang isinya, "Ayah...
Berhentilah minum." Ingat lagu itu?
Aku lupa lagu itu.
- Kau harus karang iramanya. - Ayah, Ayah...
Kau tak mau? Bagaimana jika Ayah yang membuatkan irama untukmu?
Dia juga berbakat musik. Dia genius.
Meski masih kecil, dia bisa melakukannya.
Dia membuatku kagum karena hidupku amat kacau.
Liriknya mengalir. Dia masuk dan, "Ayah, berhentilah minum. Ayah..."
Aku langsung kaget.
Apa yang kau lakukan? Kau membuat Ayah kagum!
- Kau suka Nn. Demeanor? - Yang itu?
- Ya. - Setidaknya dia gunakan senjata.
Hentikan itu.
- Itu perlindungan dirinya, Ayah. - Biar Ayah jelaskan padamu.
Baiklah, aku tak mau ada sesuatu yang terjadi pada keluargaku.
Kau tak butuh senjata untuk melindungi dirimu.
Baiklah, aku bisa berkelahi dengan tanganku.
Kenapa kau harus berkelahi?
Kau tak perlu berkelahi untuk melindungi diri.
Yang harus kau lakukan adalah menjadi cerdas.
Saat kau sedang di dalam suatu situasi...
Saat kau tahu akan terjadi sesuatu pada dirimu secara fisik...
Pergilah dari sana.
Ayah tak demikian.
Karena Ayah berbeda.
Ayah tak mau kau terlibat dalam situasi seperti yang Ayah alami.
- Mengerti? - Baiklah.
Memang benar, Ayah suka berkelahi. Memang benar itu masalah Ayah.
No comments yet. Be the first to leave one.