The first 200 lines.
Ini dia! Ayolah, Nak.
PANGKALAN FORT RILEY
Kau bisa.
Hei, berikan uangku, Kawan. Ayolah!
Aku menang.
Sial!
Petugas mengejar di pangkalan, tersangka pria naik motor.
Meminta izin militer.
Gelap sekali.
Petugas terluka. Kirim ambulans.
Tiarap!
Tetap tiarap!
- Hei! Turun! - Jangan lari! Turun!
Turun!
Jangan melawan! Berhenti melawan! Tangan di belakang!
Kau ditahan, Prajurit.
Berhenti melawan!
Afirmatif. Meminta bantuan medis.
Petugas terluka. Prajurit ditangkap.
ENAM BULAN KEMUDIAN
Ayo, Wes.
Di sini tertulis alamat sipil terakhirmu Topeka, Kansas?
Mungkin. Ya, rumah ibuku.
Apa ibumu masih hidup?
Tidak.
Kalau ayahmu?
Apa itu perlu?
Evaluasi ini untuk membantu transisimu ke kehidupan sipil.
Kau tahu semua tunjangan veteran dibatalkan
akibat pemecatan?
Mencari pekerjaan dengan PTDH akan sangat sulit.
Kami bisa membantumu mendapat sertifikat pertukangan.
Kapan motorku dikembalikan?
MEMASUKI MISSOURI NEGARA BAGIAN UNIK
...trek, panggilan kedua.
Payah.
Bajingan itu menghalangiku di tikungan, aku malah dihukum?
Tenang, Kawan.
Dean Miller?
Apa maumu?
Aku ingin bicara.
Siapa kau?
Aku...
Kau kenal ibuku.
Laura Neal?
Jadi, kau...
Wes.
Kau Wes. Ya.
Hei. Apa kita bisa bicara di tempat lain?
Dengar, Nak. Sekarang bukan saat yang tepat untuk ini.
"Ini" apa?
Ini.
Baiklah.
Hei, dengar. Jangan begitu.
Ada bar di ujung jalan, Maggie's.
Kau mau minum bir?
Baiklah.
Semua baik-baik saja?
Tentu saja tidak.
Lihat bekas luka yang besar ini. Tabrak lari saat belok.
Semua orang ingin membunuh legenda.
Dean Miller, penakluk kecepatan.
- Itu sangat seksi, Sayang. - Tentu saja.
Hei, Nak, mau tambah lagi?
Bagus. Pesanlah dua botol lagi. Juga beberapa botol untuk mereka.
Hei, jangan bilang kau kutelantarkan.
- Mau lihat yang lain? - Ya.
Lihatlah bekas luka yang besar ini. Ulah pacar terakhirku.
Tidak, aku bercanda. Ayolah...
Biar kutunjukkan bekas lukaku.
Coba lihat.
Kau menang. Biar kulihat lebih dekat.
Hei, kau mau pergi? Kupikir kita bicara setelah minum bir.
Tidak apa. Aku harus pergi.
Wes, ayolah. Aku berusaha.
Ya, benar. Ini usahamu?
Tunggulah.
Sial.
Dengar. Suka mariyuana?
Kuisap ini untuk nyeri kronis. Punggungku sakit sekali.
Untuk pengobatan.
Aku prihatin mendengar tentang ibumu.
Dia bicara tentangku?
Dengar, aku bukan menemuimu agar kau mengakui apa pun.
Aku bukan mencari ayah.
Kenapa kau ke sini?
Aku ingin balapan.
Balapan?
Secara profesional?
Kau baru putuskan ini?
Aku sudah lama memikirkan ini.
Berapa usiamu?
Kau sungguh tanyakan itu? Kau tahu.
Dengar, masamu sudah lewat.
Pembalap zaman sekarang direkrut pada usia 13.
- Bagaimana denganmu? - Aku?
Aku sudah balapan 25 tahun.
Itu demi fan dan karena menyenangkan.
Sepertinya tidak begitu.
Ya. Aku selalu ingin balapan. Ada dalam darahku.
Mungkin juga ada dalam darahku.
Dengar, Nak, itu tak akan terjadi.
Terima kasih. Membantu.
Hei.
Aku membantumu.
Ya, kau membantuku seumur hidupku.
Akan kucari orang lain.
Hei.
Motormu lumayan parah.
Aku punya bengkel di kota. Bengkel Legacy Speed.
Mampirlah. Kuberi servis gratis.
Tentu.
Bagus.
Ini, Camila.
Silakan.
Sudah semua?
Ya. Terima kasih banyak.
- Isi ulang, Pak? - Ya.
Ada yang bisa kubantu?
Aku mencari Dean. Katanya dia pengelola bengkel ini.
Ini bengkelku. Aku pengelolanya.
Kau anak muda yang kemarin, 'kan?
Ya, Pak.
Hei. Kau sudah sampai.
Ya, Gixxer-ku tak bisa membawaku pulang ke Kansas tanpa ganti oli.
Tak apa kau merindukanku.
Tak ada yang merindukanmu.
Wes, ini Abel. Abel, Wes.
Kau mengelola bengkel ini?
Memang. Kau pemiliknya, aku pengelolanya.
Yang benar saja.
Dia kesal, seks terakhirnya saat Reagan presiden.
Kau terakhir menang saat Bush presiden.
Bush yang pertama.
Ayo. Mau lihat tempat motor hebat dibuat?
Selamat tidur siang, Pak Tua.
Pak Tua ini yang menggajimu. Jangan lupa.
Senang bertemu, Nak.
Sama-sama.
Ini dia.
Hampir semua kami lakukan. Servis, perawatan, peningkatan.
Perbaikan total.
Astaga. Yang ini kenapa?
Motor ini?
Ditabrak mobil di Dragon's Tail.
Dragon's Tail?
Ya, tak jauh dari sini.
Salah satu jalur motor terbaik di negara ini.
Juga salah satu yang paling berbahaya.
Astaga. Aku mau coba.
Aku bisa keluar sore.
Ikuti aku, imbangi kecepatanku.
Mengerti?
Menepi.
Hei!
Apa yang kau lakukan?
Tindakan ceroboh itu bisa membunuh kita.
Kau punya keinginan mati?
Kau hanya kesal karena kalah.
"Kalah"?
Ini jalanan, bukan sirkuit. Itu baru 10 persen kemampuanku.
Kau cukup bernyali, kuakui.
Ajaklah aku balapan.
Sirkuit itu tak mudah. Butuh disiplin.
Aku bisa disiplin.
Aku sulit memercayai itu.
Kuajak kau balapan, tetapi aku tak akan menjagamu.
Jika kau ulang ini, kita selesai.
Astaga.
Katamu pukul 06.00.
Kubilang pukul 07.00.
Pukul 08.00 lewat.
Kau akan duduk di sini mengeluh
atau menaikkan motormu agar kita bisa ke sirkuit? Ayo.
Beri aku lima menit untuk mencuci penisku. Naikkan dia.
Sampanye, Nak. Aroma juara.
Kita lihat kemampuanmu.
Baiklah, satu putaran pelan-pelan untuk membaca sirkuitnya.
Hei, pelan-pelan.
Sial.
Bagus.
- Aku senang kau anggap ini lucu. - Sial.
Itu kecelakaan tercepat yang kulihat di sini, Anak Baru.
Jatuhmu bahkan salah.
Hei, kau boleh sok-sokan di Dragon's Tail,
tetapi di sini kau tak punya peluang. Tetap di jalan, Nak.
Hei, kumpulkan sisa-sisa motormu dan masukkan ke truk.
Kau mau ke mana?
Aku tak mau sia-siakan waktu latihan karenamu.
Berengsek.
PENGINAPAN CHESHIRE
Harus kuapakan motornya?
Pereteli, jual yang masih bagus. Bisa beberapa ratus dolar.
Dengar.
Aku sangat butuh ini.
Gombal. Tak akan ada yang percaya itu.
- Dengar, kau tak mengerti. - Aku tak mengerti?
Punggungku dipasangi batang titanium agar tetap utuh.
- Ini tak mudah, Nak. - Aku tahu itu.
Aku baru dipenjara enam bulan.
No comments yet. Be the first to leave one.