The first 200 lines.
Lompatan Kuantum...
Adalah program perjalanan waktu eksperimental...
Yang masih membutuhkan waktu lama untuk bisa diuji.
- Kenapa kau melompat? - Aku tak ingat apa pun.
Namamu Doktor Ben Song.
Kau penjelajah waktu dari tahun 2022.
Aku Addison Augustine.
Addison. Kau wanita yang kucintai.
Ben bekerja sama dengan seseorang.
Putri Al Calavicci, Janis.
- Apa itu? - Itu destinasi.
Kurasa Ben berusaha melompat ke masa depan.
Untuk sampai ke tempat tertentu, titik tertentu dalam waktu.
Itu mustahil.
Aku ingat. Alasan aku melompat sejak awal.
Untuk menyelamatkanmu.
Janis adalah kesempatan terbaik kita untuk memahami apa yang terjadi.
Saatnya kita bertaruh.
Kau mau membantu Ben?
Beri tahu dia untuk tak memercayai siapa pun.
Termasuk kau.
Agak terlambat dari jadwal.
Ya, semuanya terlihat bagus. Akan cepat memulainya.
Pernah lihat benda seperti itu, Kolonel?
Lihat apa?
Itu sangat canggih.
Seperti sesuatu dari buku fiksi ilmiah.
Apa yang kau lakukan di sini?
Maaf.
Omong-omong...
Tunggu saja sampai kau melihat kemampuan reaktor nuklir ini.
Kini kau berada di ruang kendali canggih kami.
Doktor Woolsey, pekerjaanmu dalam energi nuklir berkelanjutan...
Memenangkan Penghargaan Nobel.
Apa arti demonstrasi hari ini bagimu?
Hari ini bukan tentangku, Melanie...
- Mallory. - Ini tentang...
Reaktor nuklir eksperimental.
Dan manfaatnya bagimu.
Bagi umat manusia dan masa depan.
Reaktor kami akan menenagai seluruh kota dengan...
Bahan bakar nuklir daur ulang.
Kedengarannya rumit.
Jangan terintimidasi oleh semua tombol dan pernak-pernik.
Menyalakan reaktor kami semudah menyalakan televisi.
Manusia, dalam pencariannya akan pengetahuan dan kemajuan...
Bertekad kuat dan tak bisa digoyahkan...
Sepertinya kau akhirnya melompat ke situasi yang kau sukai.
Benar sekali.
Sekelompok kutu buku berkumpul demi kebaikan bersama?
- Mengingatkanku... - Pada kita?
Ya.
Seperti kali pertama kita bergabung dengan Lompatan Kuantum.
Menjadi pemimpin negara lain.
Perjalanan waktu baru akan ditemukan 30 tahun lagi.
Ini tanggal 12 September 1962.
Hari saat JFK memberikan pidato terkenal...
Tentang pergi ke bulan dan masa depan teknologi.
Pada tahun '60-an, mereka sangat optimis...
Tentang masa depan.
Dan energi nuklir adalah berita terpanas.
Dan memang panas.
Sains nuklir dan semua teknologi...
Tak punya hati nurani sendiri.
Entah itu menjadi kekuatan yang baik atau buruk...
Tergantung pada manusia.
Apa reaktor ini melakukan hal besar untuk energi berkelanjutan?
Menduduki...
Tidak. Mereka mematikannya.
- Kapan? - Hari ini.
Sepertinya Doktor Woolsey yang demonstrasikan reaktor nuklir...
Tapi itu tak berhasil...
Dan pemerintah menarik dana untuk proyeknya.
- Itu menyebalkan. - Ya.
Aku tak menemukan banyak info di Internet.
Aku butuh Jenn untuk ini.
Bagaimana cara atom uranium mengucapkan perpisahan?
- Apa? - "Selamat berpisah."
Selamat berpisah?
Karena atom uranium berpisah di dalam reaktor nuklir.
Maaf, itu bodoh, aku hanya...
Aku sedikit gugup tentang demonstrasinya.
Tidak, itu...
"Selamat berpisah" alih-alih "selamat tinggal".
- Benar. - Ya. Itu bagus.
Aku akan memberi tahu tunanganku saat bertemu dengannya di rumah.
Baiklah.
"Selamat berpisah." Itu bagus.
Maaf, tak ada info apa pun soal reaktor nuklir eksperimental...
Di dekat Fort Worth.
Doktor Edwin Woolsey...
Fisikawan nuklir pemenang Penghargaan Nobel.
Ya, dia ada di ruangan bersama Ben.
Sepertinya dia mati hari ini. Serangan jantung.
Mungkin dia yang perlu Ben selamatkan.
Hadirin...
Sungguh waktu yang luar biasa untuk hidup.
Hari ini, kita melangkah menuju masa depan.
Dekade ini, kita akan pergi ke bulan.
Pada tahun 2000, kita akan punya mobil terbang.
- Yah... - Mulai aliran hidrogen.
Baik, memulai aliran hidrogen.
Laju aliran pada tujuh, delapan...
Sembilan koma lima kilogram per detik.
Waktu kita tak banyak.
Aku...
Silakan.
Terima kasih, Pak.
- Keluarkan batang kendalinya. - Baik, mengeluarkan batang kendali.
Kolonel? Kau pasti tak mau melewatkan ini.
Maaf.
Baiklah. Fisikawan cerdas meninggal.
Itu pasti alasan dia melompat. Terima kasih, Jenn.
Tunggu.
Mallory Yang, jurnalis, juga meninggal minggu ini.
Saudarinya memberi eulogi di pemakamannya.
Kecelakaan mobil.
Itu kebetulan yang aneh.
Bagaimana dengan lainnya yang ada di ruangan bersama Ben?
Kolonel Parker juga meninggal beberapa hari kemudian.
Tertulis penyebab kematiannya itu...
"Penembakan senjata yang tak disengaja"?
- Eugene H. Wagner. - Biar kutebak, dia juga meninggal.
Karena overdosis, menurut sertifikat kematiannya.
Baik, dan petugas kebersihannya?
Moe Murphy.
"Kecelakaan listrik".
Lima kematian yang tak berkaitan.
Baik, itu tak mungkin kebetulan. Kedengarannya seperti...
Pemerintah menyembunyikan sesuatu.
Mulai dalam sepuluh...
Sembilan, delapan...
- Tujuh, enam... - Tujuh, enam...
Sambungkan aku kembali.
Sambungkan aku kembali!
- Empat, tiga, dua, satu. - Empat, tiga, dua, satu.
Hei, apa itu seharusnya terjadi?
Kenapa bahan pendinginnya terkuras?
Ya, itu jelas tak seharusnya terjadi.
Ben, lari!
Kenapa tanda vital Ben tak bergerak?
Jelaskan apa yang terjadi.
Dia...
Sudah mati.
Tidak! Aku sudah berjanji akan membawanya pulang.
Aliran Data Hilang Data elektrokardiogram tak tersedia.
Dia masih hidup.
Itu mustahil.
Agak terlambat dari jadwal.
Eugene.
Kau baik-baik saja?
Ya. Tentu.
Pernah lihat benda seperti itu, Kolonel?
Hanya dalam foto.
Berapa lama ini akan berlangsung?
Aku berjanji pada anakku akan datang ke resital baletnya.
Percayalah, Kolonel. Ini akan sepadan dengan penantiannya.
Ini seperti Groundhog Day.
- Bagaimana ini bisa terjadi? - Kapan aku bisa masuk kembali?
Tunggu sebentar.
Aku masih harus melakukan kalibrasi ulang...
Kukira jika dia mati saat berada dalam tubuh orang lain...
Ben juga mati.
Dia memang mati.
- Maksudku, benar-benar mati. - Baiklah.
Semuanya, diam.
Kita jelas berurusan dengan putaran waktu.
"Jelas"?
Dalam perjalanan waktu...
Putaran waktu itu sangat tak mungkin terjadi.
Seperti tersambar petir.
Namun, lucunya, begitu tersambar petir...
Kau mungkin akan tersambar petir lagi.
Kurasa pada dasarnya, inilah yang terjadi pada Ben.
Dalam putaran waktu saat dia mati berulang kali...
Ian.
Aku harus menemuinya.
Terima kasih.
Keren.
Seperti sesuatu dari buku fiksi ilmiah.
Apa yang kau lakukan di sini?
Maaf.
Tunggu saja...
Sampai kau melihat kemampuan reaktor nuklir ini.
Ben!
Aku...
Kukira...
- Kami kira kau... - Aku mati.
- Ya. - Apa aku sudah mati?
Kami pikir kau berada dalam putaran waktu.
Itu sangat mustahil. Seperti...
Ya, aku tahu. Seperti tersambar petir.
- Ian sedang mengusahakannya. - Baiklah.
Tunggu, jika aku dalam putaran waktu...
- Kejadiannya akan terulang sendiri. - Ya.
Artinya reaktor nuklir itu...
Akan meledak sebentar lagi dan kau harus menghentikannya...
Atau kau akan mati lagi.
Baiklah.
Jadi, dia terjebak dalam lompatan ini...
No comments yet. Be the first to leave one.