The first 168 lines.
Dae? Halo?
Kau bisa dengar aku?
Di suatu tempat di Portland, semua orang punya pacar.
Sementara aku berusaha menghubungi pacarku.
Tak mudah karena dia 16 zona waktu dan 8,046 km jauhnya.
- Kitty, apa kau di sana? Kitty? - Hai.
Hai.
- Aku dengar kau. - Akhirnya.
- Sinyalku buruk. - Ini berat sekali.
Andai aku ada di sana.
Jika aku tak menikmati pelampung ini, aku pasti ada di rumah.
Merindukanmu.
Aku benci kita begitu jauh dari satu sama lain.
Aku juga tak suka. Apa kita akan bisa bertemu lagi?
- Kitty? - Dae?
Kubilang, apa kita akan bisa bertemu lagi? Halo?
Ya, pasti. Akan kulakukan apa pun agar bisa bersamamu.
K.I.S.S. KOREA SELATAN
Aku harus pergi. Kutelepon lagi nanti. Dah.
Halo. Itu saya.
Astaga.
Ya.
Dua puluh empat jam. Saya mengerti.
Ya. Saya resmi terima.
Terima kasih banyak.
Ya!
Kitty dan Dae, cinta mengalahkan segalanya.
CINTA MENGALAHKAN SEGALANYA
Apa maksudnya ini, Kitty?
Ada sesi pertanyaan di akhir presentasi.
Aku tahu ketika dua orang ditakdirkan untuk bersama.
- Aku bisa merasakannya. - Hai.
Aku rasakan itu pada Lara Jean dan Peter. Aku merasakannya pada kalian.
Hai.
Juga untuk diriku dan Dae.
TAKDIR MENUNTUNMU
Takdir.
Ingat saat aku ke rumah nenek dan kakek untuk bersihkan loteng?
Aku temukan barang-barang Ibu dan mengetahui dia pergi ke Korea
untuk sekolah asrama saat kelas dua SMA.
Nenek bilang dia dapat beasiswa keren
untuk orang Korea di luar negeri untuk belajar budaya.
- Itu bagus. - Sangat bagus. Dia memberitahuku.
Tak ada yang memberitahuku.
Aku selalu andalkan orang lain untuk memberitahuku soal Ibu.
- Kitty, Ayah… - Sayang, kau memotong presentasinya.
Lanjutkan.
Jadi, aku mencoba untuk memahami semua bagian kecil dari kehidupan Ibu.
Siapa orang ini?
Lagu-lagu cinta?
Kukira Ayah adalah cinta pertama Ibu.
Lalu semuanya menjadi jelas.
Tempat Ibu bersekolah, Korean Independent School of Seoul,
salah satu sekolah internasional terbaik di dunia, juga merupakan sekolah Dae!
Wah! Sungguh suatu kebetulan.
Lebih dari itu, Ayah. Ini takdir.
KOREA AKU DATANG!
Aku mendaftar di KISS dan diterima dan dapat beasiswa seperti Ibu!
Jadi, kau akan ke sana untuk…
tahun ketiga kuliahmu.
SMA. Sama seperti Ibu.
SMA? Sayang, sekolah dimulai pekan depan.
Ini mendadak, tapi ada satu lowongan baru hari ini.
- Yang, sekali lagi, takdir. - Apa…
Ayah, aku tak punya kesempatan mengenal Ibu.
Aku juga selalu merindukan Dae.
Aku rindu LJ dan Margot tapi mereka sibuk dengan urusan mereka.
Itu berbeda. Mereka kuliah.
Tidak, itu tak begitu berbeda bagiku.
Karena hanya aku yang tinggal di rumah.
Bersama kalian, tentunya.
Aku suka habiskan waktu dengan kalian.
Tapi aku siap berhenti merindukan semua orang.
Aku siap untuk mengalami hal baru.
- Aku ingin petualanganku sendiri. - Ayah paham.
Tapi sekolah asrama tak seperti pergi berlibur.
Ada agen perjalanan yang atur semua…
Aku tahu. Aku akan ada Dae.
Dia akan menjadi pemandu dan penerjemah dan pacarku.
- Entahlah. - Sayang, tunggu…
Kurasa itu bagus dia ingin lebih mengenal Ibu dan kebudayaannya.
Aku habiskan satu musim panas di India dengan sepupuku saat aku seusia Kitty
dan itu mengubah hidupku.
Kapan kau jadi dewasa? Kau seharusnya usia sembilan tahun selamanya.
Ayah, fokus.
Ini penting.
Tak ada kenangan bersama Ibu yang merupakan milikku sendiri.
Ini bisa jadi kesempatanku untuk mengenalnya dengan caraku.
Jika aku menemukan bagian dirinya ini, aku akan menemukan diriku.
Ibumu akan sangat bangga kepadamu.
Jadi, aku boleh pergi?
Kau boleh pergi.
Aku boleh pergi? Astaga, terima kasih! Aku sayang kalian!
- Dia akan bersenang-senang. - Pastinya.
Aku baru saja izinkan putri bungsuku ke Korea untuk bercinta dengan pacarnya?
Tidak!
Mungkin.
Katherine Song Covey.
Panggilanku "Kitty", aku akan pergi ke Seoul, Korea.
Ya. Saya melihatnya di sistem.
"Lara Jean dan Margot tersayang,
aku tak percaya 'Operasi K.I.S.S.' menjadi kenyataan.
Margot, aku tahu kau masih tak percaya, tapi ini bukan demi seorang pemuda.
Ini untuk diriku. Peluk cium, Kitty."
Hei.
Tunggu, apa kau sekolah di KISS?
Aku juga sekolah di KISS.
Tak bisa bahasa Inggris.
Baik, tak sopan.
"Hai, ini aku lagi.
Baik, mungkin salah satu alasanku ke Korea karena Dae.
Pria baik sulit ditemukan.
Omong-omong, aku akan mengejutkannya. Dia tak tahu aku datang.
Aku akan muncul di pesta penyambutan dan dor, ciuman pertama.
Tak lama lagi, bibir ini tak lagi perawan.
Peluk cium, Kitty."
AKU SEOUL KAU
BANDARA INCHEON
Terima kasih!
Tunggu, itu busku!
INFORMASI TRANSIT UMUM
JALUR KERETA API
Maaf.
Hai, permisi.
Korean Independent School of Seoul.
Hai. Apa kau…
Aku dengar ayahmu membuka hotel baru di Dubai.
Aku suka ini.
Kurasa ayahmu tak akan suka baju itu.
Apa?
Aku tak mau kena masalah dengan Pak Han.
Kau tak mau kena masalah dengan putri tunggalnya.
Tentu saja, Yuri.
Bawa semua ini ke kasir.
HOTEL STYLENANDA PINK
Wah! Yuri Han! Itu Yuri Han!
SAYANG SAMPAI JUMPA!
Kau tak apa?
Kau tak apa? Apa kau perlu bantuan?
Boleh minta tumpangan?
Baiklah.
Taruh tasnya di mobil. Dia ikut dengan kita.
Terima kasih.
Kenapa orang asing selalu salah lihat arah sebelum menyeberang jalan?
- Ke mana? - Korean Independent School of Seoul.
- Tak mungkin. - Kau tahu sekolah itu?
- Itu tujuan kami. - Tak mungkin.
Aku juga sekolah di sana.
Antar kami ke sekolah.
Apakah orang tuamu diplomat?
Bukan.
- Direktur perusahaan? - Aku datang sendirian.
Banyak murid Amerika di KISS, kau pasti akan betah.
- Separuh sekolah orang asing. - Aku separuh Korea.
Sungguh? Kau punya keluarga di sini?
Tidak, hanya pacarku.
Kami bertemu di Seoul beberapa tahun lalu. Aku tak sabar untuk mengejutkannya.
Tunggu, dia tak tahu kau pindah ke sini?
Tidak, ini rencanaku. Aku akan cari dia di pesta penyambutan,
tepuk bahunya dan berkata, "Maaf,
apa kau melihat pacarku?"
Lalu kami akan ciuman untuk pertama kali dan itu akan luar biasa.
Aku tak kenal orang yang akan lakukan hal seperti itu.
Kini kau kenal. Namaku Kitty.
Yuri.
Bagaimana denganmu?
Kau punya pacar?
IBU
No comments yet. Be the first to leave one.