Death Proof

Death Proof

Download Indonesian Subtitle

Release info

Death Proof 2007 BluRay H264 AAC-RARBG
A Commentary by tedi
Retail NF Resync for BluRay

Tags

BluRay
Published on: 2022-12-01
Downloads: 209
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tunggu. Aku harus ke sana.

Aku sudah kebelet untuk berkemih.

Kita tak boleh terlambat.

Tidak akan!

KOTA AUSTIN, TEXAS

Siapa yang punya?

Jika bukan kau, tak ada.

Kami berharap kau punya.

Ya. Kau tak punya?

Astaga, Shanna.

Aku tak wajib menyediakan ganja saat kita di luar.

Hei, Nona.

Kau jadi mudah marah, bukan?

- Aku hanya bercanda. - Aku tak marah.

Akan lebih baik jika kalian tak selalu mengandalkanku

dan sesekali yang membawa ganja.

Baik, gadis jahat di film SMA. Kau sedang marah?

Tidak.

Kau sedang marah.

Kau belum lama di mobil dan sudah memakiku.

Aku tak memakimu.

Kau bilang, "Astaga, Shanna."

Sebelum selesai,

kau menyebut kata kotor karena sedang kesal.

Jangan bertengkar. Aku yang beli.

Satu, ini bukan tentang uang.

Ini tentang sulitnya dapat ganja.

Kedua, kami tak bertengkar.

Arlene, kau lupa seperti apa jika bersama si Jungle Julia?

Bukan pertengkaran.

Julia hanya sedang kesal

dan aku memaki sekaligus menghiburnya.

Begitu cara kami saling bersabar.

Papan reklame.

Jadi, apa rencananya?

Margarita dan makanan Meksiko di Guero's.

Beri tahu Rafael kita mampir?

- Tentu. - Hebat.

Aku tahu.

Christian Simonson akan hadir?

Tentu saja, bersama Jesse Letterman.

Christian Simonson, si pembuat film, berkunjung.

Dia meminati Julia.

Jika itu benar, dia akan meneleponku

bukan enam bulan menghilang

dan dia akan lebih sering datang

dan menelepon pada hari ulang tahunku.

Oh, papan reklame.

Ya, tapi pikat dia dengan kakimu itu dan dia akan terpikat.

Saat kudekorasi ulang rumahnya di perbukitan

yang juga kutinggali, kukabari hasilnya.

Margarita dan makanan Meksiko di Guero's,

temui Chris dan Jesse,

beri tahu mereka nanti, dan pastikan mereka hadir.

Yang lain menunggu kita di Texas Chili Parlor.

Oh, sial.

Omong-omong, apa yang terjadi denganmu dan Nate semalam?

Tak ada apa-apa. Kami hanya bertemu.

Jika tak sedikit menggoda,

kau tak dihormati.

Baik, kami paham tentang yang tak kau lakukan.

Mau beri tahu yang kau lakukan?

Tak ada yang perlu diceritakan.

Kami bercumbu di sofa selama 20 menit.

- Berpakaian, setengah berpakaian, bugil? - Berpakaian. Kami bercumbu.

Kami tak melakukan hal itu.

Maaf, tapi apa maksudnya "itu"?

Semuanya kecuali itu.

Sebutannya "itu"?

Aku menyebutnya "itu".

Pria menyukai itu?

Lebih baik daripada tidak.

Baik, kembali ke yang kau lakukan.

Kau bercumbu di sofa dengan Nate?

- Ya. - Sofa siapa?

- Dia atau yang di kamar hotelmu? - Memang aku bodoh? Sofaku.

Posisi duduk atau berbaring?

Awalnya duduk, lalu kami berbaring.

Plotnya jadi menarik. Siapa yang di atas?

Aku mengangkanginya.

Apa lagi?

Itu saja.

Kami bercumbu sebentar di sofa,

dan aku berkata,

"Aku hendak tidur, jadi ini waktumu untuk pergi."

Dia mulai merengek, "Oh, sekarang?"

Aku berkata, "Ya, sekarang. Pergi."

Dibalas, "Lantas ini?"

Kujawab, "Tidak."

"Kau tak tahu aku hendak bilang apa."

"Aku sudah tahu

dan jawabannya tidak."

"Bagaimana kau bisa tahu?"

Kau akan minta kita berhubungan seks.

"Tanpa lakukan apa pun.

Hanya berpelukan, tidur bersebelahan, bangun pagi bersama."

"Tidak, kau akan pergi, tapi kita bertemu besok."

Persetan dengan Nate.

Dia memang manis,

tapi bukan Jesse Letterman.

- Jesse Letterman... - Ingat,

jangan bercinta malam ini.

Silakan mengobrol dan bercumbu dengannya,

tapi jangan bercinta,

karena kita berkendara ke Danau LBJ malam ini

dan ayahku cukup jelas akan satu hal.

Katanya, "Ayah mengizinkanmu

dan teman-temanmu menginap di rumah danau,

bukan kau dan teman lelaki yang ingin meniduri putri Ayah."

Itu kata ayahmu?

Tentu saja!

Dia toh akan tahu,

karena saat aku berbikini di rumah danau dengan teman-temanku,

Ayah kemungkinan muncul dan pastikan kita tak butuh apa pun.

Dia tak berbahaya dan sikapnya baik.

Namun, saat melihat wanita setengah bugil

berkeliaran di rumah danaunya,

dia akan datang dan pastikan kebutuhan kita terpenuhi.

Jika kau menggodanya tanpa malu-malu,

seperti bayi jerapah di kursi belakang ini,

kau harus merawat anak anjing.

Aku berhubungan dengan Ben

dan kau iri karena tak terlibat.

Kau panggil dia Ben?

Aku bukan anak kecil. Itu namanya.

Kapan para lelaki tiba?

Kita akan bertemu di Chili Parlor.

Mereka bisa bawa ganja.

Tidak boleh!

Aku tak mau, satu, bergantung pada mereka,

atau dua, bergantung mereka.

Jika tak bawa ganja,

kita akan terjebak dengan mereka semalaman.

Coba Lanna Frank.

Ide terbaikmu.

Papan reklame terakhirmu sebelum Guero's.

Sudahlah. Membosankan.

Masa bodoh! Kita selalu mengatakannya.

Baik.

Jules, bisa pegang? Terima kasih.

BUKA

Astaga!

Hei, ini... Ini Arlene.

- Hai. - Hai.

- Mau ikut? - Sebentar, aku bersama teman.

Jadi, kau pasti si...

Kau pasti si Kupu-Kupu yang terkenal itu.

Diam!

Dia tak tahu apa-apa soal itu.

- Tahu apa? - Kapan kalian bilang?

- Segera. - Bilang apa?

Berkat kau, kami harus beri tahu lebih cepat.

- Sudahlah. Ada apa? - Kusinggung sedikit tentangmu di radio.

Apa yang kau katakan tentangku di radio?

Aku hanya berkata punya teman seksi bernama Kupu-Kupu

yang sedang berkunjung,

dan kita akan pergi ke Austin malam ini.

Mereka mungkin nanti bertemu kita.

Aku menggambarkanmu,

dan kubilang jika mereka melihatmu saat kami tak ada,

dia akan membalas budi kepadamu.

Julia, aku serius.

Kau bilang aku akan berbuat apa?

Aku bisa menjelaskan yang kukatakan, itu akan membosankan,

atau ada Marcy,

yang adalah aktris hebat, bisa memeragakannya

yang menurutku akan membuatmu lebih paham

yang menantimu malam ini.

Baik, beri tahu pakai caramu.

- Marcy akan memperagakan? - Ya.

Baik, berikan Marcy minumanmu.

Terima kasih.

Kau berada di sebuah kelab atau bar.

Si Marcy tampak manis, menggoda, atau seksi,

atau sangat jenaka, tapi bukan tertawaan,

yang mau kau tiduri.

- Mengerti. - Baik, Marcy, ambil.

Halo.

Hai.

Permisi, apakah kau si Kupu-Kupu?

Ya. Tampaknya kita bertemu dalam kondisi kurang baik.

Barry.

Salam kenal, Barry.

Kalian membuatku panas.

Diam!

Jadi, begini,

Kupu-Kupu nama aslimu?

Ya.

Bagaimana kau tahu namaku?

Kudengarkan acara Jungle Julia pagi ini.

Sungguh?

Ya. Kudengarkan acaranya setiap pagi.

Sungguh?

Ya. Dia wanita terkeren di sini.

Menurutmu dia punya bokong besar?

Tidak.

Aku suka bokongnya seperti itu.

Mirip wanita kulit hitam.

Dia selalu bilang itu, tapi sebenarnya

bokongnya tak begitu.

More Indonesian subtitles for Death Proof

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left