The Club

The Club (Kulüp)

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

The Club 2021 S02 TURKISH NF WEB h264 EDITH
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

web
Published on: 2023-09-15
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 191 lines.

MÜMTAZ PEKTAŞ (1915-1942) AL-FATIHAH UNTUKNYA

Kenapa menaruh batu di sini?

Agar dia tidak kesepian.

Tebak siapa, matanya secokelat pohon itu.

- Rambutnya? - Seputih awan.

"Tuan Lambo,

setengah kilogram bawang bombai, ya."

Dia membawa tongkat.

Siapa, ya?

Apa dia tinggi?

- Dia kerdil. - Hus!

Terlalu sulit. Sepertinya Ibu akan kalah.

Dia baik, tidak?

Tidak, dia selalu memberi kita permen melempem saat hari raya.

- Nyonya Keti. - Benar!

Senyum Mamika cantik sekali.

Semoga Mamika selalu bahagia.

THE CLUB

Koran hari ini!

- Di atas ada yang lebih bagus, Bu. - Terima kasih.

- Anda menyukainya? - Yang ini…

- Ini 5,200. - Maçka Palas kamar 42.

Kirimkan barang dan tagihannya ke kantor suamiku.

Baik, Bu.

Akan kami siapkan.

Ada ukuran 36?

Ada, Bu.

- Ada warna biru? - Tentu saja.

- Aku mau yang biru. - Baiklah.

Kau suka yang kita beli?

Aku mau pipis.

Padahal sudah disuruh pipis sebelum berangkat.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Aku sangat suka ini. - Ya. Anda tampak menawan.

- Semuanya cocok untuk Anda. - Terima kasih.

Koran hari ini!

Pernah bertemu anak yang tak pernah didongengi sebelum tidur?

Aku pernah.

Ibuku.

Hidup bersamanya ibarat memasuki mulut singa yang mengerikan,

tapi ternyata dalamnya taman ria yang penuh warna.

Begitulah rasanya.

Koran hari ini!

Amarah dan kegembiraannya sama-sama menggelegak.

Ibuku suka menciptakan permainan.

Permainannya ada yang lucu,

ada pula yang menakutkan.

- Minta. Minta uang kecil. - Minggir!

- Minta uang kecil. - Maaf, Nak.

- Minta. - Tak ada uang receh.

Tuhan memberkatimu!

Semoga Tuhan memberkatimu!

SELİM SONGÜR

Lihat siapa yang datang!

Selamat datang.

Hei, Rânâ datang!

- Selamat datang, Rânâ. - Rânâ, selamat datang.

Hei, Rânâ.

Ayo. Sini.

Cepatlah!

Bagiku yang berusia 5 tahun,

kelab itu adalah tempat paling menyenangkan

dan paling indah di dunia.

Jika ke sana, kalian pasti juga akan merasa aman.

- Selamat datang, Rânâ. - Selamat datang.

Hei, Rânâ.

Halo? Ada anak perempuan kabur.

Halo? Ada anak perempuan kabur. Tangkap dia!

Ini dia!

Kali ini kau lolos. Kapan-kapan, awas, ya!

Nenek! Kami datang!

Dahulu, tempat teraman di dunia

adalah di sisi nenekku.

Nenekku mengajari kami menikmati

gempuran awan mendung, luka masa lalu,

dan kepedihan yang menyesakkan dada.

Begitulah nenekku.

- Minggir! Carilah pembeli. - Baik.

Dia masih kecil. Jangan dikasih türlü . Bakso dan nasi goreng saja.

Tak apa. Akan kumakan. Aku harus cepat besar.

Itu ada waktunya. Kenapa terburu-buru?

Kata Nenek, agar bisa mencari Ayah sendiri kalau Ayah tak mau menemuiku.

Kalau habiskan makanan dan cepat besar, aku bisa mencari ayahku sendiri.

Dia pasti antusias.

Nedim, kabar baik!

Rumah sakit menelepon. Bayimu lahir. Perempuan.

Selamat.

Dia jadi ayah.

- Wah, kini punya anak perempuan, ya? - Jangan begitu. Ayo!

Semoga dia sehat selalu.

- Semoga hidupnya bahagia. - Amin.

- Ini dia. - Matilda.

- Ayo kemari. - Hei, Nedim. Anakmu perempuan, ya?

Dia juga membawa kemakmuran.

Dia membawa kemakmuran.

Cukup, biarkan dia pergi.

Biarkan dia ke rumah sakit. Ayo.

Gaduh sekali di belakang panggung.

Lefter mencetak gol?

- Istri Nedim melahirkan. - Begitu?

Semoga anaknya sehat selalu.

Semoga hidupnya penuh tawa.

Lalu? Kenapa wajahmu murung?

Ibuku bilang jika İsmet tak mau muncul, Rânâ bisa mencarinya sendiri.

Tega sekali ke anak kecil.

Tenang saja, Raşel.

Ibumu benar.

Mungkin İsmet takkan lari dari putrinya.

Kemarilah.

Lupakan pria itu.

Sudah kubersihkan.

Sepatumu takkan licin lagi.

Masuk.

- Nona Keriman, kiriman bunga. - Tutup.

FİKRET KAYALI

Selipkan ke rambutmu.

Sekalian saja aku tidur dengan dia. Benar, Tasula?

Menjijikkan.

Dia terus menggangguku.

Rasanya ingin kulaporkan ke Çelebi.

PEMBERITAHUAN - KELAB ISTANBUL 200,000 LIRA - 10 HARI

Apa ini?

Besar sekali denda pajaknya.

Memang apa kesalahan kami?

- Tertulis di suratnya. - Sudah kubaca.

Ini perkara invois 50 lira yang hitungannya salah.

Ini tak masuk akal!

Jangan bentak aku.

Aku hanya mengabarkan.

Tugasku adalah menyerahkan suratnya langsung.

Anda bisa ajukan peninjauan kembali setelah membayar denda.

Prosedurnya begitu.

Jatuh tempo 10 hari lagi.

Jika tak dibayar, aset Anda disita dan properti harus dikosongkan.

Terima kasih.

Akan kupecat Tasula begitu aku jadi bintang utama.

Melihatnya saja menyebalkan.

Jangan mimpi, Sayang.

Selim harus mati dulu agar kau bisa menjadi bintang utama.

Lihat? Itu mamika -mu.

Hei, Matilda.

Bagaimana penampilanku? Suka?

Akhirnya kau menjadi badut.

Cepat. Orkesnya hampir siap. Naiklah.

Kalian pulanglah.

Cantiknya kalian.

Selalu saja aku diusir sebelum bisa senang-senang.

Semangat.

PERUSAHAAN EKSPOR IMPOR CİDER FARUK CİDER

Tn. Faruk.

- Anda mau? - Aku tak merokok.

- Apa? - Aku tak merokok.

Ini sebenarnya membahayakan kesehatan.

Aku telanjur kecanduan.

Apa yang ingin Anda bahas?

Jumlah yang Anda minta terlalu tinggi.

Maaf, dananya tak bisa cair tanpa izin ayah Anda.

Anda yakin tak takut celaka?

Karena asap rokok.

Tenang saja. Aku akan bilang kalau keberatan.

Tak perlu tegang, Pak Faruk.

Ini demi keselamatan Anda.

Tapi Anda mengesalkan.

Sayang sekali Anda tak memercayai janjiku.

Begini, Tn. Fikret.

Kita tak pernah bekerja sama dalam skala itu.

Akan sulit meyakinkan ayah Anda.

Harus kurundingkan dengannya dulu.

- Jika ayah Anda tahu… - Abbas.

Sudah lama tak bertemu. Anda tampak menawan.

- Selamat datang. - Bisnis kami lancar.

Ya.

- Selamat datang. - Terima kasih.

- Kenapa dia kemari? - Kau dulu.

Dia ada urusan apa?

Selamat datang.

Ada yang bisa saya bantu?

- Untuk Çelebi. - Baik.

Bukankah dia yang membeli rumah Tn. Dikran dengan harga miring?

Fikret Kayalı, kontraktor bangunan andalan semua orang.

Kabarnya, dia suka distrik Pera.

Cinta ataukah nafsu

Yang mengalir dari tanganmu?

Seperti air yang mengalir

Ciumanmu membuatku gila

Mari terbakar asmara

Berbasah-basah

Nyalakan lagi korek apinya

Panas

Aku tak berkutik di hadapanmu

Bisakah kita jalani dari awal?

More Indonesian subtitles for The Club

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left