প্রথম 200টি লাইন।
Tak ada yang mengerti usaha kita untuk melindungi peternakan ini.
Tak ada yang tahu apa rencana kita untuk mempertahankannya.
SEBELUMNYA DI PETERNAKAN DUTTON
Saudaraku memang bodoh.
Aku kenal banyak orang bodoh, tapi mereka bukan pembunuh.
- Pemburu atau diburu? - Selalu pemburu.
- Kau kenal banyak pembunuh? - Cukup banyak.
Ada orang baik di bedeng itu
- dan ada bajingan. - Aku sering melihat keduanya.
Kurasa aku mencintaimu.
Kurasa kita berdua tak tahu apa itu cinta.
Menurutmu ini bukan cinta?
Aku dapat undanganmu.
Peternakan ini hanya sekali berusia 190 tahun.
- Jadilah teman kencanku. - Aku merasa terhormat.
Bagi pengusaha macam Zane, persiapan itu segalanya.
Kesepakatan seperti ini selalu datang.
Orang-orang yang makan di restoranmu
ingin pengalaman. Kami bisa berikan itu.
- Tunggu! - Dasar bajingan bermuka dua.
FORT WORTH AGUSTUS 1981
Kau tak terbawa angin.
Ini badai terlama yang kualami.
- Jangan menunggu. - Kutunggu di sini pukul 01.00.
>No me gusta. ¿La una y media?
Ayo bersenang-senang!
>-Gracias, Mariano. >-De nada, Beulah.
Permisi.
Yakin kau tak mau minuman yang lebih keras?
Aku sedang bekerja. Bu.
Terima kasih.
Ada yang datang.
- Gagah sekali. - Tangguh.
Tiga malaikat turun dari surga.
Apa kau melihat kami punya sayap?
- Kau mau berdansa? - Tergantung. Kau punya nama?
- Luke. Kau? - Panggil saja aku Angel.
- Kau bekerja di sekitar sini? - Mekanik di Shock Wave.
- Di Six Flags? - Ya.
Apa pun yang terjadi, kupastikan mesin tetap menyala.
Kalau begitu, tanganmu pasti sangat terampil.
Pernah melakukan ini?
Belum. Ini pertama kali.
- Cepat, cepat, lambat. Lambat. - Cepat, cepat, lambat... Lambat.
Pekerjaanmu aneh.
Aku dari 10-Petal, di Rio Paloma. Pegawai andalan.
- Sedang apa kau di sini? - Mengasuh. Putri bosku.
- Putri bosmu merepotkan. - Ya, Beulah hanya masih muda.
- Ternyata itu lebih sulit. - Ya.
- Tunggu, aku akan memutarmu. - Tunggu...
- Kau menggodaku. - Aku hanya gadis peternakan biasa.
Kau sama sekali tak biasa.
Kau siap bersenang-senang?
Angel, aku selalu siap.
Kopinya masih enak.
Boleh minum bir dingin saat bekerja.
Omong-omong, ada yang menunggumu di rumah?
Istri dan putraku, Joaquin.
Dengar, aku akan berterus terang.
Pria tampan itu
membayarku untuk memberimu bir dan merayumu.
Aku tak mau mengganggu pria beristri.
Dia melakukan apa?
Cepat. Mungkin kau masih bisa mengejarnya.
Hei!
- Hati-hati. - Hati-hati.
- Di mana Beulah? - Tadi dia di sini.
Linda!
Demi Tuhan, Mariano. Aku tak tahu.
- Di mana dia? - Entahlah.
Beulah!
Aku tak bisa menemukan sepatu botku yang satunya.
Nanti kita beli sepatu bot baru, B.
Kau melihatku jatuh dari banteng mekanis itu?
Katakan itu kepada ayahku.
PETERNAKAN DUTTON
- Kau tampak sangat cantik, Bu. - Memang itu tujuannya, Miguel.
Baik sekali kalian mau berpenampilan rapi untukku.
Tapi setiap hari jadi,
satu dari kalian minum terlalu banyak dan membuat kekacauan besar.
Aku tahu kalian akan kecewa,
tapi kuputuskan untuk pesan tempat di Split Heart,
Jadi, pakai baju biasa dan buat kekacauan di sana.
- Terima kasih, Bu. - Terima kasih, Bu.
Awasi mereka.
Jika boleh, aku di ranjangku saja malam ini.
Tidak boleh. Tidak malam ini.
Kenapa tatapanmu begitu?
Kau harus lebih spesifik, Sayang.
Alasan yang membuat kita terlambat.
Biarkan mereka menunggu.
Mau melakukan sesuatu untukku?
Ya.
- Kau pasti bercanda. - Ya.
Tidak.
Seksi.
- Kenapa ini belum ditempatkan? - Maaf, Bu.
Jangan memotong jeruk dengan pisau ini.
Terima kasih.
- Bukan itu. Waterford. - Baik, Bu.
Kau butuh bantuan, Mama B?
Astaga.
Oreana Lynn, kau tampak cantik.
Aku tahu betapa pentingnya malam ini bagimu.
Aku ingin terlihat seperti itu.
- Lipstik apa itu? - Kau menyukainya?
- Suka sekali. - Tidak berlebihan?
Tidak.
Maaf ayahmu tak bisa datang untuk melihatmu seperti ini.
Dia mendapatkan pertolongan yang dia butuhkan.
Aku merasa sangat konyol.
Kau memang tampak sangat konyol.
Berarti kita berdua seperti itu.
Aku ingin kau datang ke 10-Petal
dan membantu di akhir pekan.
- Ide bagus. - Ya?
Ya.
Bagaimana sekolahmu?
Baik, kurasa.
- Kau belajar sesuatu? - Hanya bertahan.
Omong-omong, terima kasih.
- Untuk apa? - Memberiku tempat tinggal,
merawatku. Semua yang kau dan Beth lakukan.
Sungguh.
Tak perlu berterima kasih, Nak.
Aku ingin kau bersenang-senang malam ini. Mengerti?
Kau tampak cantik, Sayang.
Tidak sekeren kalian berdua.
- Mau aku yang menyetir? - Tidak. Aku ada ide yang lebih baik.
Ini benar-benar gaya koboi.
- Menurutmu ada gerobak makanan? - Tidak.
Hanya banyak orang kaya yang berdiri,
berusaha saling pamer.
Sepertinya tak menyenangkan.
Beri aku waktu dua jam,
lalu kita pulang diam-diam.
Ide bagus, menurutku. Mari?
- Hei. - Di sana kau rupanya.
Topimu bagus.
Bagaimana tanganmu?
Kau tak bisa bilang aku tak bersedia berdarah demi peternakan ini.
Kau tak perlu begitu.
Itu pidato Ibu?
Ibu mengerjakannya semalaman.
Saat ini, Ibu membencinya.
- Ibu mau aku membacanya? - Ibu sudah sering menulis pidato.
Kata-kata baru pas setelah berdiri di depan semua orang.
Ini berbeda. Ini pidato terakhir Ibu.
Aku...
Aku merasa sangat bersyukur bisa mengikuti jejak Ibu.
- Ayahmu pasti bangga. - Pasti.
Selamat datang. Hei.
Kuharap kalian bahagia bersama. Terima kasih. Ini suatu kehormatan.
Terima kasih atas kerja keras kalian. Aku menghargainya.
Gubernur, senang kau bisa hadir.
Itu menarik.
Terima kasih.
Tetap waspada.
Kalian datang dengan cara lama.
Hanya itu caranya. Beulah.
- Ya. - Nona Beulah.
- Jadi, kau pasti Carter. - Senang bertemu, Nn. Jackson.
- Terima kasih sudah mengundangku. - Beulah atau Mama B saja.
- Jadi, boleh aku bertanya? - Aku akan simpan kejutannya.
Ya. Carter, kau bisa pergi ke teras.
- Cucuku menunggumu. - Baik, Bu.
Rip, penampilanmu cukup memukau.
Menurutku kau juga begitu.
- Kau suka setelanku? - Ya.
Kau menggoda?
Hai! Kau datang juga.
- Hamachi Tostada dengan Yuzu? - Taco? Tentu.
Kau takkan lulus tanpa aku. Kelas keuangan itu?
Ya. Kelas itu hampir membunuhku.
Untung saja kau pinjamkan catatanmu.
- Sepertinya kita impas. - Diamlah, Sok Pintar.
- Hei, apa kabar, Bung? - Hei.
- Harrison William. - Ini temanku, Carter.
- Kau juga mahasiswa Aggie? - Rio Paloma Rustler. Atau dulunya.
Pergilah ambil minuman.
Kau tampak cantik.
Ya, memang.
Jadi, kau bilang apa tadi?
- Bangunan baru itu? - Bangunan baru itu.
Proyek hunian keluarga di Fredericksburg.
Ada 280 unit, tiga lantai,
65 juta, ayahku yang kasih modalnya.
- Ayahmu yang memodalinya? - Ya.
Sisa 13 detik, unggul empat angka.
Posisi krusial di depan gawang. Refugio mengandalkan pemain ini...
- Redfish? - Redfish Calderón.
Hanya dia di Distrik yang nyalinya sebesar nyaliku.
Dia juga lebih cepat dariku.
Tidak secepat di ranjang.
- Baiklah. - Delilah setuju.
Kalian bertanya, biar kujawab.
Lanjutkan, >Cabrito.
Quarterback memulai. Menerjang dari kiri.
Tekel ini jauh lebih kuat
dari gabungan kalian semua.
No comments yet. Be the first to leave one.