প্রথম 200টি লাইন।
"Climax"
"9 Tahun Lalu"
- Ya, Manajer Jo. - Halo, Kepala Kejaksaan Negeri?
Berapa lama lagi kamu tiba?
Tinggal sepuluh menit lagi.
Sepertinya akan tiba dalam sepuluh menit.
- Ini penting, jangan terburu-buru. - Baik.
"Episode 4"
Sepertinya kita sudah sampai.
Terima kasih sudah datang jauh-jauh.
Pimpinan sudah tiba lebih dahulu dan sedang menunggu.
Mari.
Ayo, turun.
Tim syutingnya tidak kelihatan. Benarkah kita syuting di sini?
Benar.
Kalau syuting hari ini selesai dengan baik
Presiden Oh bilang masalahmu di lokasi syuting akan dilupakan.
- Lewat sini. - Baik.
Ayo.
Ayo, kamu masuk duluan.
Ji Soo sudah datang?
- Presiden. - Kamu pasti lelah. Masuklah.
Apa hari ini benar-benar syuting? Stafnya tidak ada yang terlihat.
Presiden.
Ini bukan syuting, bukan?
Ini lebih penting daripada syuting.
Pimpinan, dan Kepala Kejaksaan Negeri.
Maaf membuat kalian menunggu lama. Ini aktris yang baru aku rekrut
Han Ji Soo. Vokal dan gerakannya sangat bagus.
Ji Soo, apa yang kamu lakukan?
Beri salam. Ayo.
Ya, Kepala Jaksa Park.
Baik.
Baik. Akan segera aku antarkan. Baik.
Aduh
Tolong! Tolong!
Astaga
- Hei! Apa yang kamu lakukan! - Sial
Astaga, sungguh Apa yang sebenarnya kalian lakukan?
- Dia bisa terluka. - Maafkan aku.
Ji Soo, kamu tidak apa-apa?
Apa-apaan ini.
Diam saja di situ, dasar menyedihkan.
Maafkan aku, Pimpinan.
Sudahlah, tidak apa-apa.
Apa ada lagi yang kamu perlukan?
Ya, sudah cukup. Pergilah.
Para figuran, silakan keluar. Kumohon.
Mari.
Sepertinya
segalanya menjadi kacau sejak malam itu.
Itu titik awalnya semua tokoh ini mulai terkait.
Namun, setelah kejadian malam itu
Han Ji Soo meninggal.
"Eksklusif, Han Ji Soo tewas di rumahnya."
Apa? Kamu bercanda.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Sejak melihat berita Ji Soo, Sang Ah menjadi sangat kacau.
Syutingnya dihentikan, kami dikepung wartawan.
Astaga, Sang Ah. Aku tutup teleponnya.
Sang Ah, mau ke mana? Sang Ah!
Hei!
Sang Ah! Chu Sang Ah!
Kembali ke sini!
"Ji Soo"
"Baru selesai syuting. Aku lapar."
"- Sudah kusiapkan makan malam. - Aku segera ke sana."
"Dasar kamu ini."
"Cantiknya kita. Harus kusimpan."
"Ji Soo, kenapa teleponmu mati? Kamu baik-baik saja?"
"Aku pergi dengan kenangan indah. Terima kasih dan selamat tinggal."
"Aku pergi dengan kenangan indah. Terima kasih dan selamat tinggal."
Halo.
Aku Park Jae Sang, yang akan menemani Kakak hari ini.
Oh Gwang Jae
dulu mengurus Chu Sang Ah yang tidak memiliki agensi
tetapi setelah kejadian hari itu
dia menugasiku menjadi pengawal pribadi Chu Sang Ah.
Sebutannya saja pengawal.
Karena Chu Sang Ah mulai berulah
sebenarnya itu perintah untuk mengawasinya.
Meskipun begitu, aku senang.
Sejak keluar dari penjara anak-anak, aku tidak punya mimpi
dan Chu Sang Ah adalah cinta pertamaku
jadi bertemu dengannya adalah satu-satunya mimpiku.
Atas izin siapa?
Ibunya Direktur Oh.
Sepertinya Chu Sang Ah sadar tujuanku adalah mengawasinya.
Pergi.
Kakak harus segera pergi sekarang.
Direktur Oh menyuruhku untuk menjemput Kakak.
Apa?
Beliau menyuruhku menjemput Kakak ke pemakaman Han Ji Soo.
Maafkan aku.
Aku sangat malu. Harusnya aku tangani lebih baik.
Kirimkan lagi ke agensi Ji Soo
tagihan biaya syuting ulang dan kontrak saham
lalu sampaikan pada sutradara kita ganti Ji Soo dengan Sun Young.
Baik, aku mengerti.
Apa yang kamu lakukan?
Pembunuh.
Kamu yang membunuh Ji Soo. Kamu yang membunuhnya.
Ya.
Aku tidak berhasil melindungi Ji Soo.
Dia mati karenamu, Oh Gwang Jae.
Jadi, kamulah yang membunuhnya!
Sang Ah, kamu mabuk?
Aku muak kamu mengamuk karena Ji Soo. Cukup.
Apa yang kamu lakukan pada Ji Soo?
Katakan! Cepat katakan!
- Apa perbuatanmu? Katakan, sialan! - Hei.
- Keluar. - Lepaskan, sialan!
- Keluar. - Lepaskan!
- Keluar. - Lepaskan!
Lepaskan!
Mohon jangan begini.
Jangan ikut campur. Apa?
Lihat saja, Oh Gwang Jae.
Akan kuseret kamu sampai ke dasar neraka.
"Oh Gwang Jae, Kwon Se Myeong"
"Bagi Grup WR yang butuh industri masa depan kreatif"
"industri budaya usulan Direktur Oh Gwang Jae"
"sangat sesuai dengan kebutuhan Pimpinan Kwon Se Myeong,"
"lalu mereka bersatu dan menjadi saudara angkat"
Saudara angkat.
Apa ada lagi yang kamu perlukan?
Cukup, kamu boleh pergi.
Para figuran silakan menyingkir. Kumohon.
"Chu Sang Ah, setelah kematian mendiang Han Ji Soo"
"alami perubahan suasana hati, batalkan jadwal berturut-turu"
"Chu Sang Ah, setelah kematian mendiang Han Ji Soo"
"alami perubahan suasana hati, batalkan jadwalnya"
"Kabarnya, dia memutuskan berkabung untuk Han Ji Soo"
Setelah kematian Han Ji Soo,
Sang Ah mulai bertingkah aneh di lokasi syuting
dan bahkan menderita anoreksia hingga kondisinya memburuk.
Oh Gwang Jae
mulai mengurungSang Ah
bisa dibilang begitu.
"Telepon darurat 112"
Halo?
Ini kantor polisi, bukan?
"Telepon darurat 112"
Kudengar kamu bertemu Pengacara Choi dan bertanya soal denda pembatalan?
Oh Gwang Jae.
- Apa barusan kamu lakukan padaku? - Sang Ah, jangan begini.
Kamu juga tahu kamu tidak akan bisa lepas dariku.
"Pesan dari Oh Gwang Jae"
"Oh Gwang Jae, tanpa subjek"
Kamu tahu ada banyak fail seperti ini di hard disk-ku, bukan?
Oh Gwang Jae! Sialan.
Aku juga tak ingin sejauh ini. Sementara, jangan ke mana-mana
tetaplah di rumah dengan tenang.
Hei, coba lihat ke luar jendela. Ada siapa di sana.
Mulai sekarang, jika mau keluar, bicaralah dengannya.
Potong, bagus!
Kakak, tidak apa-apa?
Kami akan menyiapkan adegan berikutnya.
Apakah kamu baik-baik saja?
Yang membuat Kakak menjadi monster seperti itu
pada akhirnya
aku sadar bahwa pelakunya adalah Oh Gwang Jae.
Sebentar, kita jeda dulu.
Park Jae Sang.
Tidakkah kamu merasa ada yang salah sekarang?
Apa maksudmu?
Belum bisakah kamu atur perasaanmu terhadap Chu Sang Ah?
Alurnya terus mengarah seolah Chu Sang Ah adalah korban.
Kalau begini, tidak akan cocok dengan thumbnail kita hari ini
jika tayang lalu dapat simpati untuk Chu Sang Ah,
kamu hanya akan dianggap sebagai penguntit psikopat.
Sudahlah.
Apa isu berikutnya?
Fail Oh Gwang Jae.
Yang tadi aku terima?
Ya.
"Daftar lobi Oh Gwang Jae"
"Chu Sang Ah"
"Kwon Se Myeong, WR Elektronik"
Kamu bilang ini diambil kapan dan di mana?
Oh Gwang Jae suruh ambil sesuatu di kantornya, jadi aku ke sana
dan aku melihat nama Sang Ah, lalu memotretnya.
Kita lewati saja yang ini.
Apa lagi yang lainnya?
Kakak hampir saja mati.
Mengapa kamu melewatinya?
Karena ini, Kakak bilang dia ingin mati.
Cara untuk lepas dari Oh Gwang Jae
adalah salah satu dari mereka harus mati.
Karena itu!
Dia memintaku untuk membunuhnya!
Lepaskan.
Lepaskan.
Park Jae Sang.
"Laporan kronologi kejadian"
Kamu adalah tersangka yang ditangkap di tempat kejadian.
Tetapi kenapa sekarang kamu menyangkal tuduhannya?
Memang benar aku pergi membunuhnya,
tetapi bukan aku yang membunuhnya.
Karena kamu terus menyangkalnya,
No comments yet. Be the first to leave one.