The first 200 lines.
"Climax"
Sebaiknya kita rahasiakan saja rekaman itu.
Itulah yang kupikirkan.
Untuk saat ini, kita harus menghentikan proyek ini.
Tarik semua siaran terkait Park Jae Sang dan Oh Gwang Jae.
Serta batalkan publikasi rekaman yang dijadwalkan.
Baik. Mengingat Pimpinan terlibat,
risikonya terlalu besar untuk terus melanjutkannya.
Aku akan telepon Park Jae Sang dan menyuruh dia menunda proyek ini.
Lalu,
buatlah Rencana B untukku.
Baik.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Silakan tinggalkan pesan.
Sial. Kenapa dia tidak mengangkat teleponnya?
Lintah.
Apa-apaan ini?
"Episode 6"
Hei.
Sudah kubilang aku tidak akan melakukannya lagi. Paham?
Sial.
Aku tidak akan membongkar apa pun lagi.
Semuanya sudah berakhir.
Kamu benar-benar tidak punya salinan rekamannya?
Harus berapa kali kukatakan? Itu ada pada Park Jae Sang.
Sepertinya memang tidak ada di sini.
Aku mencari IP dan penyimpanan webnya, tapi tidak ada apa-apa.
Jadi, kurasa tidak ada salinan lagi yang tersisa di internet.
Apa yang kamu lakukan?
Kubilang, apa yang kamu lakukan?
Apa itu bensin? Sial. Hei
Apa yang kamu lakukan?
Sial...
Hei!
Aku akan...
Aku akan membujuk Lee Yang Mi. Mengerti? Sudahi saja ini.
Meski kalian menghentikan siarannya,
Park Jae Sang tidak akan mau.
Yang benar saja...
Di mana kamu sembunyikan Park Jae Sang?
"Buka"
Kami hanya minta waktu sekitar satu jam.
Baik, aku mengerti.
"Tutup, Kami akan buka pada..."
Jae Sang.
Aku sungguh minta maaf.
Apa yang harus kulakukan
agar kamu mau memaafkanku?
Memaafkanmu?
Sejujurnya, aku hanya ingin kamu hancur lebur seperti aku.
Dikhianati dengan cara yang sama
dan merasakan sakit yang sama.
Aku juga menderita selama ini.
Waktu itu aku mengatakannya karena rasanya aku akan mati.
Aku tidak pernah membayangkan hal itu
akan benar-benar terjadi.
Tolong maafkan aku.
Dengar, Jae Sang.
Tentang rekaman itu...
Tidak bisakah kamu lupakan saja?
Jadi, karena rekaman suara itu?
Kehidupanku sudah hancur,
dan kamu begitu takut belangmu terbongkar?
Kalau begitu, rasakan saja.
Karena itulah yang aku inginkan.
Percuma saja bicara denganmu.
Mari kita sudahi saja.
- Apa? - Aku lelah berpura-pura padamu.
Kamu ingin kita bertarung sampai akhir, bukan?
Baiklah, ayo kita lakukan.
- Hei, Chu Sang Ah. - Dan jangan bilang
kamu sungguh berpikir hubungan kita akan berhasil?
Kamu pikir kita akan menikah?
Ternyata kamu bodoh sekali.
Mati saja.
Mati saja!
- Itu Chu Sang Ah? - Benar! Itu dia!
Mati saja.
Apa yang terjadi?
Apa pria itu akan membunuhnya?
Ada apa ini?
Kita harus hubungi polisi, bukan?
- Pria itu sudah gila. - Pria itu mau membunuhnya?
- Astaga. Kita harus hentikan dia. - Pria itu akan membunuhnya.
Tolong hubungi 911! Tolong!
Aku tidak sanggup melihatnya. Ada apa ini? Astaga.
Hei, Park Jae Sang!
Hei, lepaskan dia! Kubilang lepaskan!
Jangan mendekat.
Apa dia mengeluarkan pisau?
- Ada apa? - Hubungi polisi.
Minggir!
- Minggir! - Astaga!
Bukankah kita harus menghentikan orang itu?
Kamu baik-baik saja?
Berhenti merekam!
Hei, berhenti merekam!
Hei, rekam saja.
Apa yang dia lakukan?
Apa pria itu akan membunuhnya?
- Apa pria itu akan membunuhnya? - Astaga.
- Kita harus hubungi polisi, bukan? - Apa yang terjadi?
"Sang Ah"
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Silakan tinggalkan pesan.
Tinggalkan pesan setelah nada bip. Tutup telepon setelah selesai.
Kudengar kamu bertemu Choi Ji Ho?
Apa kamu menemukan hal lain?
Sepertinya Choi Ji Ho tidak memiliki salinan yang tersisa.
Sepertinya dia juga sudah menyerah untuk mengungkap rekaman itu.
Kita hanya perlu menghentikan Park Jae Sang.
Di mana bajingan itu?
Aku tahu dia ada di sekitar motel. Kukabari jika sudah tahu lokasinya.
Sang Ah tidak bisa dihubungi sejak kemarin.
Apa kamu tahu sesuatu?
Akan kucari tahu.
Tadi malam...
Sang Ah bersamamu, bukan?
Tugasmu adalah mengamati dan melapor.
Tapi yang kamu lakukan semalam sudah melewati batas.
Kenapa kamu bertindak tidak seperti biasanya?
Kamu yang membuatku begini.
Jangan-jangan kamu menguping pembicaraan kami kemarin?
Aku menyuruhmu mengikuti Park Jae Sang.
Siapa yang menyuruhmu menguntit istriku?
Kenapa kamu segelisah ini?
Memang,
karena ketahuan telah membiarkan istri yang begitu kamu sayangi
terus hidup sebagai pembunuh. Kamu gelisah, bukan?
Sudah kubilang, jangan melewati batas.
Sejak awal kamu hanya memanfaatkan Chu Sang Ah.
Hei.
Jangan asal bicara hanya karena kamu mendengar sedikit obrolan kami.
Kesabaranku dalam menjagamu juga ada batasnya.
Bukankah justru sekarang kamu benar-benar membutuhkanku?
Haruskah kubunuh dia untukmu?
Park Jae Sang.
Cukup sampai di sini.
Jangan pernah lagi muncul di hadapanku dan Sang Ah.
Bajingan bodoh.
Kamu sudah memutuskan, Pimpinan?
Aku sudah memutuskan untuk mengobarkan api dengan beritanya.
Direktur Pelaksana Kwon.
Kamu memang cepat tanggap.
Jaksa Bang,
terima kasih.
Untuk apa?
Pokoknya terima kasih.
Terima kasih.
Kartu apa yang sebenarnya kamu mainkan,
sampai Pak Tua langsung tumbang setelah Jaksa Bang pergi?
Sesuai surat wasiatnya, aku akan mengambil alih WR.
Sayang sekali.
Sepertinya aku tidak membutuhkanmu lagi, Jaksa Bang.
Jadi,
maksudmu wasiat saat ini bisa merugikan aku?
Dari klausa tambahan Pimpinan di wasiatnya,
jika ahli waris cemarkan nama baik grup dengan membocorkan rahasia,
maka semua hak dan saham ahli waris akan dicabut.
Kamu harus menghentikan berita itu segera.
Jadi, aku berencana menyiram bensin ke beritamu.
Bajingan itu, apa yang sedang dia lakukan?
Karena itu adalah
satu-satunya cara untuk melindungi sahamku sekarang.
Direktur Pelaksana.
Jika kamu bersikap seperti ini, aku akan melawannya sampai akhir.
Kamu tidak keberatan jika nama baik Pimpinan Kwon
tercoreng karena ini, bukan?
Sampai aku berumur 20 tahun...
Kalau aku ingat ayahku memukuliku sampai aku berumur 20 tahun,
persetan dengan nama baik grup, bahkan akan kuungkap aib buatan.
Jadi, akan kubuat apinya makin berkobar.
Lihat saja nanti.
Sial.
Kamu pikir kartu jokerku hanya untuk Pimpinan Kwon seorang?
Kartu joker?
Berkas Oh Gwang Jae.
Perusahaan media, politikus, sampai konglomerat terlibat.
Jika kamu biarkan itu terungkap, apa kamu sanggup menanggungnya?
Saat istriku mengumumkan pernyataannya,
aku akan terbukti tidak bersalah.
Alasanku sudah cukup kuat.
Jadi, dapatkan nominasi partai untukku sesuai janjimu.
Namun,
apa ada gunanya jika hanya kamu yang selamat, Jaksa Bang?
Kalau Chu Sang Ah jatuh, kamu juga tamat.
Kalian berdua satu nasib, bukan?
Sepertinya aku harus menyuntik mati seekor Doberman.
Sial.
Sial!
Sial!
Partai Changjo mempertimbangkan pembatalan nominasi Bang Tae Seop.
Ya, kami membahas pembatalan nominasi Bang Tae Seop.
"Partai Changjo Membahas Nominasi Bang"
Mengingat moralitas adalah prioritas utama nominasi kami,
kami akan menyelidiki kebenarannya dan segera...
Kejaksaan akan membuka kembali penyelidikan kasus Oh Gwang Jae.
Keputusan terkait penyelidikan akan ditentukan dalam beberapa hari
dan rekaman Park Jae Sang akan menjadi faktor penentu.
"Sekalian saja selidiki semua yang terlibat!"
Berita terbaru. Hari ini di Deogyang-dong, video Chu Sang Ah
yang dianiaya oleh Park Jae Sang telah tersebar di media sosial.
No comments yet. Be the first to leave one.