Tracker

Tracker

Download Indonesian undertekster

Sæson 3

Udgivelsesinfo

Tracker S03E05 The Old Ways
En kommentar af rawe
Tracker S03E05 The Old Ways Durasi 43:05

Tags

webdl
Udgivet den: 2025-11-19
Downloads: 134
Hørehæmmede: No
FPS: 23.976

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Sebelumnya di Tracker...

Pria yang kau lihat di tebing

malam Ayah meninggal, namanya Otto. Ibu yang

mengirimnya ke sana. Dia yang melempar Ayah dari tebing.

Kau pikir Ibu berselingkuh dengan Otto?

Kupikir dia percaya meminta bantuannya.

Ada hal lain yang Otto katakan padaku... dia bilang

ada orang pemerintah yang mengganggu keluarga kita.

Aku juga menemukan nomor telepon

disembunyikan di punggung salah satu jurnalnya,

aku minta orangku menyelidikinya. Itu milik seorang ilmuwan.

- Apa hubungannya dengan Ayah? - Aku tidak tahu.

Mungkin aku bisa menggali sesuatu.

Kau bilang biarkan saja.

Yah, kau takkan diam, kan?

SANTA CRUZ, CALIFORNIA

Ya, tak ada sinyal.

Oh, tidak, J. Bagaimana kau bisa bertahan?

Ayo. kita harus segera kembali.

kita harus lakukan sebaliknya.

Apa? Ada apa? Hampir habis?

- Tidak. Aku baik-baik saja. - Biar kulihat.

Ibu dan Ayah bilang aku harus menjaga dirimu.

- J, hentikan. - Biar kulihat.

- Biar kulihat. Ayo. - J, aku bilang aku baik.

Lihat, matahari segera terbenam,

kita harus kembali ke mobil,

- aku lapar. - Yah,

Aku punya peanut butter crunch dan tiga cookie dough,

jadi kita aman.

Aku ambil satu protein bar,

- aku bisa lanjut. - Ya.

Satu jam lagi, ya?

Aku tidak tahu.

Ayo, J. Kau janji satu petualangan terakhir.

Betapa kerennya kalau kita menemukan sesuatu?

Itu akan keren.

Tolong?

Aku bilang kita kembali.

Aku... aku ikut Jaden.

Baiklah, terserah kalian. Charlie, kau ikut?

Charlie.

Ibu dan Ayah akan membunuh kita, Sara.

Randy, kau dapat barang yang kukirim?

Uh, ya.

Ada beberapa dokumen dari saudaramu, Russell.

Sekumpulan catatan.

Sepertinya semacam

dokumen FOIA yang disensor.

Aku takkan tanya dari mana dia dapatnya, tapi,

- kupikir aku di sini untuk membantu. - Lihatlah,

- lihat apakah ada sesuatu di sana. - Baiklah.

Hei, ini soal nama yang kau minta aku cek?

Nomor yang kau temukan di kotak Ayahmu?

Dari David Pearson?

- Ya, benar. - Oke.

Kau tak pikir sebaiknya ceritakan padaku?

Aku tidak tahu. Lebih baik kau datang tanpa persiapan.

Baiklah. Kau benar.

Aku akan selidiki lebih dalam. Mungkin temukan sesuatu.

Atau mungkin kita menemukan misteri lain.

Ya, keluargaku memang penuh misteri.

Ya, aku mulai melihat itu.

Oh, sebelum kau berkata apa pun,

jangan khawatir, semua ini kusimpan sendiri.

- Terima kasih. - Sama-sama, Bro.

Kau sudah dekat?

Ya, beberapa menit lagi dari jalur.

- Ada kabar pencarian? - Tidak ada sinyal di ponsel anak-anak.

Entah dimatikan atau di luar jangkauan.

Masuk akal. Kalau lebih jauh,

aku butuh telepon satelit.

Ya, kabut pesisir menghambat penggunaan drone,

tapi ada tim yang datang membantu.

Nora dan Pierce Canfield... mereka menunggumu.

Itu orang tua Jaden dan Sara.

Oke. Orang tua Charlie dan Brooke?

Mereka dalam perjalanan dari Florida.

- Mereka naik penerbangan pertama. - Oke.

Aku akan kabari kalau ada info. Terima kasih, Randy.

Colter.

Terima kasih sudah cepat datang.

- Kami bersyukur kau di sini. - Seberapa akrab

- anak-anakmu dengan jalur ini? - Jaden pernah mendaki sebelumnya,

teman mereka Brooke dan Charlie juga.

Ini pertama kali bagi Sara.

Dia punya asma, dan kalau terjadi sesuatu,

kalau dia kambuh, maka...

Jaden tahu apa yang harus dilakukan kalau itu terjadi.

- Ada tanda mereka di jalur? - Hanya bungkus protein bar di persimpangan.

Baiklah. Ada kemungkinan mereka

menyelinap, melakukan hal lain?

- Mereka takkan lakukan itu. - Oke.

Baik.

Maaf, aku harus tanya... ada masalah di sekolah,

atau mungkin di rumah?

- Uh... - Yah, bulan depan kami

akan pindah ke luar negeri, ke Hong Kong.

- Nora dapat promosi. - Bagaimana anak-anak menerimanya?

Sara mulai bisa menerima,

tapi Jaden masih berat menerimanya.

Mereka hanya berusaha memanfaatkan waktu

yang tersisa dengan teman-teman mereka.

Seharusnya hanya pendakian sehari.

Kapan terakhir kali kau dengar kabar mereka?

Oh, mereka kirim foto ini

kemarin sore, dua jam setelah mulai mendaki.

- Mm-hmm. - Aku langsung balas,

tapi sejak itu tak ada kabar lagi.

Mereka sudah siap. Air? Selimut darurat?

Aku tidak tahu.

Baiklah.

Tim SAR sudah geolokasi foto itu?

Ya, mereka ada di atas sekarang. Mereka tahu kami menyewamu.

Aku akan kirim fotonya.

- Aku akan mulai bekerja. - Terima kasih. - Terima kasih.

Hei, Bro.

Bagian ini ditutup.

Ya. Colter Shaw.

- Orang tuanya menyewaku untuk membantu. - Ya, benar.

Mereka menyebutmu. Luke Parsons.

Senang bertemu.

- Terima kasih atas bantuanmu. - Tentu.

Area pencarian ini cukup luas.

Kau butuh lebih banyak orang di sini.

Baru 18 jam.

Biasanya pencarian baru dilakukan

setelah 24 jam berlalu,

tapi aku pakai koneksi untuk mulai lebih cepat.

Baik. Ada hal yang perlu kutahu?

Uh, kami baru saja melakukan penyelamatan sulit

yang seharusnya bisa dihindari.

Mereka ambil jalur salah, tak bisa kembali.

Area itu sekarang ditutup.

Kuharap anak-anak ini hanya tersesat di kabut.

Mungkin.

Jalurnya terlihat tak terlalu sulit.

Kemiringan minim, ada penanda di setiap belokan.

Yah, aku pernah lihat orang tersesat sekalipun di jalur yang jelas.

Lihat ini.

Maksudku begini.

Lihat semua perlengkapan ini.

Mereka tak butuh sebanyak itu untuk jalur ini,kan?

Apa maksudmu?

Kupikir mereka berbohong pada orang tua

tentang tujuan mereka.

Persimpangan ini terhubung ke jalur lain?

Tidak langsung.

Tebing membatasi pilihan ke arah itu,

tapi ada banyak sistem jalur di timur laut.

Lumayan menanjak, semoga saja mereka bukan di sana.

Baiklah. Aku akan naik ke sana, memastikan.

- Aku ikut. - Kalau khawatir aku tersesat, jangan.

Ayahku dulu sering menaruh aku dan saudaraku

di tengah hutan. Lalu meninggalkan kami.

Kami harus cari jalan pulang sendiri.

Itu terdengar tidak menyenangkan.

Tidak, memang tidak menyenangkan, tapi itu mengajarkan kami berpikir,

jangan bereaksi karena takut.

Ayahku justru benci hutan.

Dan jarang ada di rumah.

Mungkin itu alasan aku masuk tim SAR,

- untuk membuktikan aku tak seperti dia. - Mm.

Aku paham.

Randy, aku naik jalur sekarang

bersama tim SAR.

Orang tua kasih info tambahan?

Tidak. Kupikir pendakian ini hanya alasan untuk hal lain.

Aku ingat itu.

Aku dulu bilang pada orang tua

aku pergi latihan renang,

padahal sebenarnya aku menemui pacarku.

Kau cek media sosial anak-anak? Ada yang muncul?

Ya, aku urus. Akan kuberi tahu kalau ada.

Pak Wu sudah datang untuk rapat. ETA?

Hei.

Reenie belum datang?

Belum.

Apa...?

Semoga berhasil.

Dia harusnya tiba sebentar lagi.

- Mau kutambah minumanmu? - Aku cukup.

Kalau suka teh hijau, aku punya Dragon Well.

Rasanya luar biasa.

Aku tak datang hanya untuk minum teh.

Terima kasih, tapi... Dia tidak datang, kan?

Dia datang. Pasti datang.

Mungkin dia terjebak macet.

- Dia punya nomorku. - Tidak.

Beri aku 30 detik,

dan aku akan cari tahu apa yang menahannya.

Aku yakin dia punya alasan bagus.

Oh, tentu saja.

Kita melewatkan batas waktu penandatanganan.

Bagus. Karena mereka menyelipkan pasal nonkompetisi

ke paket final pagi ini,

disembunyikan di lampiran kompensasi eksekutif.

Tanpa catatan revisi. Tanpa pemberitahuan.

Tidak ada apa-apa. Lihatlah.

Klausul itu melarangmu bekerja di bidang health tech

More Indonesian subtitles for Tracker

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left