ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kode Hitam: Pasien terlalu banyak hingga rumah sakit kekurangan daya.
Rata-rata IGD mengalami kode hitam lima kali dalam setahun.
RS Angels di LA mengalaminya 300 kali setahun.
-Pak! -Jangan ancam aku!
Jangan ancam aku!
Aku Jesse Sallander, perawat IGD senior
dan selama tiga tahun ke depan, aku ibu kalian.
Jika kalian merasa lebih cerdas dari ibu kalian
karena kalian memiliki ijazah medis,
-itu pikiran yang keliru. -Kau keberatan jika kurekam?
Mungkin nanti.
Seperti kataku tadi, apa pun yang terjadi di sini,
Ibu tahu segalanya.
Astaga, pria itu berlumuran darah.
Fokuskan mata dan telinga kalian kepadaku, semuanya! Ayo!
Aku tak paham. Militer mengirimmu ke sini untuk bekerja di IGD.
Mereka mengirimku untuk mewariskan apa yang sudah kupelajari
dan kukembangkan di medan perang. Aku masih melakukannya.
Tidak di IGD?
Kadang di IGD, tapi mayoritas di medan perang.
Bagaimana jika aku menolak?
Aku tak bekerja untukmu, ingat?
Kau sudah mengingatkanku tentang hal itu beberapa kali, ya.
Kau tetap harus mengirim beberapa residen keluar bersamaku
untuk menjalani latihan dan aku akan mewariskan pengetahuanku.
Itu situasi saling menguntungkan.
Serikat paramedis sudah mengeluh,
-kau tahu itu? -Politik.
Percayalah, sesungguhnya, orang-orang senang aku di sana.
Kau Roxanne Valenzuela?
Ya.
-Hei, dr. Campbell. -Rox, ini dr. Willis.
Penumpang pengamat. Bagus.
Mereka sangat menyukaimu.
Jangan dibuang.
Apa yang kau cari?
Tanda-tanda sesuatu yang menular
-Kau dengar itu? -Tembakan!
Aku terdesak dan diberondong tembakan!
Posisiku di blok 6100 Beeman Avenue!
-Itu hanya dua blok dari sini. -Dokter Leighton! Ikut denganku!
-Ayo! -Tunggu.
-Mungkin ada beberapa korban. -Kirimkan bantuan sekarang!
Kami ditembaki dan aku terluka!
Pergilah.
Ini konyol.
Siswi yang diskors dari sekolah tak bisa bersantai di rumah,
menyaksikan video YouTube sepanjang hari.
Akui saja, kepala sekolahku orang yang menyebalkan.
Aku setuju, tapi kita butuh orang itu di pihak kita.
-Kenapa? -Karena Layanan Sosial
akan bertanya kepadanya bagaimana keadaanmu
dan jawabannya akan berpengaruh terhadap keputusan mereka
tentang bisa atau tidaknya aku mengadopsimu.
Paham? Kita butuh dia.
Jadi, aku harus menjadi sukarelawan?
Ya.
-Lalu kau akan menjadi bosku? -Tidak, bukan aku.
Tapi dia.
Apa perasaanmu tentang muntah?
-Seberapa dekat kau bisa parkir? -Menurut protokol, satu blok.
Kau bisa lebih dekat lagi.
Berhenti di belakang truk merah itu.
Itu dia. Itu polisi di radio.
Di mana tim bantuanku?
Ikuti aku, terus menunduk. Buat dirimu sasaran kecil.
Aku bukan sasaran kecil.
Mundur!
Kubilang, mundur!
-Kau tertembak! -Aku baik-baik saja.
Kau tak baik-baik saja.
Angus, ambil Celox dan tangani luka itu!
Mitraku ada di sana!
Di mana tim bantuanku?
Walsh, bertahan di sana, kawan!
Itu pembelian biasa. Kami mengikuti bandarnya ke sini.
Tiba-tiba peluru mulai beterbangan.
Dimengerti! Tim SWAT berjarak enam menit.
-Enam menit takkan cukup. -Dia harus bertahan.
Menghadap ke arahku dan duduk!
-Kita harus menjemputnya. -Apa kau sinting?
Kita sudah terlalu dekat.
Panduan tentang situasi ini sangat jelas.
Sampai situasi di TKP aman, seharusnya kita berjarak satu blok.
Aku punya gagasan.
Hei!
Baiklah.
Jalan!
Walsh, bicara kepadaku, Kawan!
Dokter Leighton, kau mau menanganinya?
Lubang luka tembaknya sangat besar, takkan tertutup dengan mudah.
Jika begitu, kita harus kreatif.
-Apa ini? -TopClosure 3S.
Pada dasarnya itu ritsleting untuk luka yang menganga.
Beri staples di kedua sisi. Satu di tiap sisi.
Maaf, apa kau perlu memotong penjelasanku?
Selesai.
Jalan!
Ada yang tak beres.
Kenapa sepi sekali?
Itu bukan asap.
-Aku akan masuk. -Ada apa?
Kalian berdua, bawa dia kembali ke Angels.
Kita harus menunggu tim SWAT. Kita tak tahu ada apa di sana.
Kau benar sekali. Kau tetap di sini. Aku akan pergi memeriksa.
Ini fentanyl bubuk.
Ayo, katakan lagi.
-Bagian mana yang tak kau pahami? -Ayo, sekali saja, untuk kamera.
Selama tiga tahun ke depan, aku adalah ibu kalian.
Jika kalian merasa lebih cerdas dari ibu kalian
karena kalian memiliki ijazah medis...
Percayalah, kau tak begitu.
Itu menakjubkan.
Kau dokter residen tahun pertama di Angels Memorial.
Aku tahu ayahmu menggunakan koneksinya
agar kau bisa melakukan ini, tapi ada satu hal,
ayahmu tak ada di sini.
Maksudmu, Leanne Rorish? Ayah yang terkenal itu?
Santai saja. Dia sudah diberi tahu tentang ini. Semuanya aman.
Dokumentasi ini penting, paham?
Orang harus tahu betapa luar biasanya tempat ini.
Kenapa?
Layanan kesehatan di Amerika, Bung. Masalah terbesar sepanjang masa.
Aku tak mengambil bagian dalam hal ini.
Aku tak mau ada cela atau apa pun.
Kami tak menilai cela seseorang. Kami cukup mengeluarkanmu.
Kau pasti Pepper.
-Aku Noa Kean. Tahun kedua. -Namanya dr. Russo.
Dokter Kean, ini rumah sakit. Kita profesional, paham?
-Ini dr. Savetti. Residen senior. -Ya, ini Jesse.
"Residen senior." Kedengarannya aneh.
-Ya, setuju sekali. -Ya, kami semua sudah di sini.
Ada peraturan HIPAA tentang membawa kamera, kau tahu?
-Kami akan ke sana. -Ya.
Baik, semuanya, dr. Leighton sedang rehat lima menit.
Dua korban luka tembak. Kode merah dan biru.
Akan ada lebih banyak yang datang.
Dokter residen tahun pertama, pergi ke area parkir ambulans.
Pergi!
Hei, Jesse.
-Hei. -Rorish tak keberatan
orang itu membawa kamera ke tempat ini?
Saat ini ada masalah yang lebih besar.
Selamat datang kembali, Petugas. Kau beruntung bisa hidup.
Willis!
-Bersiap! -Tahun pertama, ayo bekerja.
Pasien datang.
Ada dua detektif datang dengan kasus GSW.
Dokter Avila, apa itu GSW?
-Luka tembak. -Baik. dokter,
di mana sarung tanganmu? Kenakan sarung tanganmu.
Baik, dr. Russo, apa tanggung jawab utama kita?
Pertama, jangan membahayakan.
Bukan Sumpah Hippokrates. Tidak di sini.
Di IGD, mantra kita adalah Ayo, ucapkan bersamaku.
-Kita menambal lubang. -Bagus.
Kita tak bertindak kecuali diperlukan.
Kita menambal semua lubang lalu memindahkan mereka.
Terima kasih.
Dokter Savetti, kau dokter residen tahun ketiga
berdiri di tengah dua residen tahun pertama yang ketakutan.
Jadi, katakan sesuatu yang memberi semangat.
Jika ingin muntah, usahakan di tong sampah.
Baik, kita coba yang lain. Dokter Dixon?
Denyut nadi pertama yang diperiksa adalah denyut nadi kita sendiri.
Ingat, terus bernapas.
-Ada kasus apa? -Luka tembak yang menembus.
Pendarahannya dihentikan di tempat kejadian.
Dia kehilangan banyak darah.
Butuh beberapa kali kompresi di perjalanan.
-Itu ritsleting? -Biar kutebak, Willis?
Letakkan kameranya, ambil kantung itu,
remas perlahan setiap tiga detik.
Dokter Avila, aku tak peduli siapa ayahmu.
Jangan pernah membahayakan pasien. Kau paham?
-Ya. -Dokter Rorish, ini Detektif Gomez.
Luka gores di kepala akibat tembakan.
Tak ada peluru menembus, Kondisi lemas menunjukkan
Kondisi lemas menunjukkan apa, dr. Russo?
-Mungkin narkoba. -Dia polisi dengan luka kepala.
-Kemungkinan gegar! -Tutup mulut! Dia bukan pasienmu!
-Selang sudah dimasukkan. -Dua unit O-Neg.
-Jadi, kau mantan militer? -Aku masih di sana.
Tapi kau bekerja di sini?
Unitku mengirimkan dokter ke rumah sakit wilayah
untuk mengajari yang kami pelajari di medan perang.
Seperti ritsleting itu?
Memulai infus Bolus lagi.
Kenapa kau sangat menentang keberadaanku di sini?
Aku terlatih untuk ini. Kau tidak.
Jika aku tak di sini, anak ini sudah mati.
-Kau tak tahu itu. -Aku tahu.
Karena aku dilatih untuk itu.
-Narcan mulai habis. -Segera kuberi lagi.
-Astaga, Mika! -Hei!
-Hei! -Mika, tidak!
Kau harus tetap tenang.
Jangan gerakkan bahumu. Kau tertembak.
-Ini putrimu? -Keponakanku.
Apa dia akan baik-baik saja?
No comments yet. Be the first to leave one.