ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kode Hitam: Pasien terlalu banyak hingga rumah sakit kekurangan daya
Rata-rata IGD mengalami kode hitam lima kali dalam setahun
RS Angels di LA mengalaminya 300 kali per tahun
Apakah kalian punya rekomendasi untuk restoran?
Setiap orang tuaku berkunjung,
aku selalu membawa mereka ke restoran Sethi's House of Curry.
Roshan Khazana juga bagus jika mereka suka tandoori.
Sayangnya, orang tuaku tidak suka masakan India.
Kau serius?
Ibuku meninggalkan India saat usianya dua tahun
dan sejak itu tak pernah lagi menengok masa lalu.
Kini dia sudah sepenuhnya berbaur, orang yang sangat bangga
pada kerajaan Inggris.
Percaya atau tidak, nada dering ponselnya adalah God Save the Queen.
Ya. Jadi, aku condong ke arah Italia.
Seseorang tolong aku di sini!
-Aku butuh bantuan! -Ayo.
Aku tidak tahu masalahnya, tapi dia tak bisa bernapas.
-Baiklah. Siapa namanya? -Susan.
Baiklah, Susan. Aku akan membantumu.
Kau bisa dengar aku? Jangan coba berbicara.
-Bisa ceritakan apa yang terjadi? -Sore ini dia tidak merasa sehat.
Kami pikir itu hanya flu atau demam.
Saat kami pergi makan malam, dia mulai batuk dan sulit bernapas.
-Sudah berapa lama dia begini? -Sejak 30 menit yang lalu.
Dia tak mengizinkanku memanggil ambulans.
Seharusnya aku tidak mendengarkan dia.
Dokter Leighton? Tolong ikut kami.
Kita menantikan pasien dengan kasus K-Bob.
Pasien berusia 53 tahun, pekerja konstruksi.
Jatuh terlentang dari atap
menimpa sebongkah besi beton yang menusuk bokongnya.
Seperti yang suka kau lakukan.
-Apa itu K-Bob? -Diamlah.
-Maaf. -Tidak, shish.
-K-Bob. -K-Bob.
Pria berusia 53 tahun, jatuh setinggi enam meter,
tertusuk hingga ke paha kanan.
Organ vital stabil, detak nadi bagus, sedikit kebingungan.
Perkiraan darah yang keluar?
Tak ada. Hanya ada logam.
Pemadam kebakaran tak bisa memotong benda itu?
Pemotong besi mereka payah. Mereka harus gunakan gergaji besi
untuk mengeluarkannya dari dasar beton.
Cukup parah.
Seseorang telah membuatnya lebih parah lagi.
Aku dr. Rorish. Kau ingat apa yang terjadi?
Tidak. Aku tersadar saat mereka memasukkanku ke ambulans.
Apa hal terakhir yang kau ingat?
Kejadian pagi ini. Aku bertengkar dengan putriku.
Aku takkan mati, 'kan?
Kami harus lakukan beberapa pengujian sebelum memastikan sesuatu,
tapi aku ragu kau akan mati. Kurasa kau akan baik-baik saja.
Tingkat amnesia ini
tidak biasanya ada pada korban dengan gegar otak kecil.
Lakukan pindai CT pada kepalanya juga.
Dia tak akan muat di mesin CT sampai kita potong besi ulirnya.
Aku sudah panggil bagian pemeliharaan.
Terima kasih.
Dalam hitunganku. Satu, dua, tiga.
Alat pernapasan terpasang, napas terdengar normal.
Denyut nadi dua detak per detik.
Angus, tolong USG.
-Mario, apa yang kau ketahui? -Dua plus di kedua sisi.
Hasil USG menunjukkan negatif untuk darah.
Baiklah, bawa transdusernya ke sini, Angus.
Aku ingin mendapat bayangan tulang pahanya.
Tunggu, tunggu, tunggu.
-Beri delapan miligram morfin. -Baiklah.
Siapkan intubasi kecelakaan. Malaya, obat apa yang kau berikan?
RSI, 30mg etomidate, 120mg of sux.
Bagus. Berikan sekarang.
Malaya, beri tahu pendapatmu.
-Malaya? Masuk atau tidak? -Sudah masuk.
Malaya, kau harus beri tahukan apa yang kau lihat
saat kau melihat pita suara.
Kau asistenku, tapi jika tak ada komunikasi, aku takkan tahu.
-Tak ada denyut jantung. -Kau mengerti?
Malaya, beri alat pernapasan,
berikan satu miligram epi, kalsium, dan natrium bikarbonat.
Parunya sangat buruk.
Apakah dia menderita asma? PPOK? Apakah dia perokok?
Tidak, dia seorang dokter.
Baiklah, aku butuh pemeriksaan tambahan lengkap, Mario.
Siapkan dia untuk pemindaian pan. Terima kasih.
Jika bagian pemeliharaan tak datang dalam 30 detik,
aku akan hubungi toko perkakas.
-Dr. Rorish. -Maaf, Tn. Gable.
Kami harus membalik tubuhmu dan memeriksa punggungmu.
Kucoba melakukannya dengan cepat, ya?
Dalam hitungan ketiga.
Satu, dua, tiga.
Begitu
Kau melewatkan dalam telinganya. Mungkin saja ada pendarahan.
Aku akan memeriksanya. Aku punya urutan sendiri.
Dari kepala ke kaki, atau sebaliknya. Jika tidak, nanti ada yang terlewat.
Kali terakhir aku mendengarkanmu, aku sial,
jadi, jika memang harus, aku akan bekerja bersamamu,
tapi jangan mendikteku.
Sudahlah, lupakan saja.
Baiklah, semuanya.
Tak boleh gunakan gergaji besi.
Getarannya akan menyebabkan lebih banyak kerusakan jaringan.
Pemotong baut. Aku butuh pemotong baut.
Kenapa tidak kau tarik keluar saja?
Aku ingin ini dicabut!
Akan kami lakukan begitu kami bisa.
Kami harus lakukan pemindaian CT padamu
untuk memastikan kau tak mengalami luka pada arteri atau organ.
Lalu kami akan menyiapkan operasi untukmu.
Mereka akan membiusmu, baru mencabutnya keluar darimu.
Percayalah, kau tak mau dalam keadaan sadar saat itu terjadi.
Sial. Masih belum ada perubahan.
Malaya, ambil alih penekanan.
Berikan epi lagi. Juga satu miligram vasopressin.
Berikan satu miligram natrium bikarbonat lagi
dan berikan lagi amp D-50.
Dok! Tolong jangan membiusku dulu sebelum aku bicara pada putriku.
Kami bertengkar hebat. Aku mengatakan hal yang sangat buruk.
Dia dalam penerbangan ke New York.
Dia baru akan mendarat tengah malam.
Adakah orang lain yang bisa kami hubungi?
Tidak. Hanya dia yang kupunya.
Baiklah.
Masih belum ada perubahan. Lipatkan tiga dosis ACLS-nya.
Tolong USG.
-Gel. -Gel.
Tak ada aktivitas jantung.
Ada bantahan?
Waktu kematian pukul 17.42.
Maaf.
Kami sudah berusaha semampu kami.
Adakah seseorang yang bisa kami hubungi untuk menemanimu?
Tidak.
Kami datang dari luar kota, dan menginap di hotel.
Aku turut berduka.
Baiklah, ayo. Menuju ke triase.
Apa ini? Malam dansa?
Kesulitan bernapas, dua orang.
Keduanya berusia 80 tahunan, tak berada di ruang berpenyejuk udara.
Sama. Pria berusia 50 tahun, sakit parah.
Mereka datang dari hotel yang sama.
Kita harus mengisolasi para pasien ini
sampai tahu wabah apa yang sedang kita hadapi.
Tunggu! Berhenti!
Jangan masuk lebih jauh.
Bawa semua pasien masalah pernapasan ke sisi ini.
Lakukan sekarang juga.
Radius 1,5 meter di sekitar pintu masuk. Untuk pencegahan.
Kalian juga. Tetaplah di sana.
Mari anggap ini seperti MCI. Penanganan pasien banyak dan bertahap.
Aku ingin penanganan cepat untuk pasien sulit bernapas.
Apa pun ini, kita harus bisa mengatasinya.
Astaga.
Lihat.
SIMPOSIUM FORUM BEDAH SARAF CALIFORNIA
-Gawat. -Apa?
Orang tuaku ada di konferensi itu.
Tolong, tenanglah!
Bu?
Baiklah, ada protokol yang harus diikuti.
Ingatlah praktik latihan kita.
Siapa pun yang tadi berjarak dua meter dari pasien-pasien ini,
pergilah ke sisi sana.
Yang tidak mengerti sistem metrik, jaraknya 203 cm.
Juga setinggi Kobe Bryant.
Dr. Hudson? Kau tak memakai alat pelindung?
Masker atau penutup wajah? Bukankah kita harus berjaga-jaga?
Silakan pakai jika kau merasa lebih lega, tapi saat ini, hanya itu tujuannya.
-Kita berdua sudah terpapar. -Baiklah.
Lima perlengkapan RS. Untuk jalur pernapasan.
-Berapa banyak lagi? -Sepuluh dari atas.
Juga alat bantu pernapasan.
Perawat, apakah aku harus memasang 12 Lead EKG sendiri?
Kami sudah menunggu selama sepuluh menit.
Tolong gantung ini.
Siapa orang bodoh yang memerintah para perawat itu?
Itu ayahku.
Apa yang terjadi?
Ada apa dengan semua orang itu?
Apakah aku akan terjangkit penyakit di sini?
Keluarkan dia dari sini.
Bawa dia ke Radiologi, biarkan dia menunggu di sana.
Cari tahu kenapa pemotong bautnya lama sekali datang.
Bagaimana kinerja para perawatku?
Kalian baik-baik saja? Apa yang kalian butuhkan?
-Perlengkapan untuk darah arteri. -Infus.
Alat penyokong pernapasan akan berdatangan.
Nebulizer dan kateter vena sentral.
Baiklah, cukup. Tutup pintunya. Saatnya meritsletingnya.
Tunggu! Tunggu!
Satu hal lagi.
Albuterol, atrovent, lipat tigakan jumlah inhaler.
Sudah Ibu bilang ingin habiskan lebih banyak waktu bersamamu
selagi kami berkunjung ke sini.
Cara ini sangat ekstrem.
Lain kali, kirim saja surel pasif-agresif seperti ibu lain.
Baiklah, baiklah, baiklah.
Akan kuberikan sesuatu agar Ibu lebih mudah bernapas.
-Bagaimana kau bertahan? -Aku baik-baik saja.
No comments yet. Be the first to leave one.