ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kode Hitam: Pasien terlalu banyak hingga rumah sakit kekurangan daya
Rata-rata IGD mengalami kode hitam lima kali dalam setahun
RS Angels di LA mengalaminya 300 kali per tahun
Perawat, butuh orang untuk bicara padanya.
Semua akan beres. Tarik napas saja.
-Berapa lama kau bekerja di sini? -Sekitar 35 tahun.
Tidak selama ayahmu.
Kalian penuh nostalgia tentang tempat ini.
Dulu ada pelacur Jerman.
Ya?
Dia melakukan sesuatu padaku yang disebutnya Affe Geschlecht.
Hanya itu yang nostalgia bagiku.
Dokter Rorish, sapa dr. Cole Guthrie.
Dokter Rorish, senang bertemu.
Aku juga.
Sudah bertemu ayahmu?
Belum, tapi pasti kami akan bertemu.
Operator bilang ada tiga yang masuk.
Kebakaran rumah, luka bakar, menghirup asap.
-Larutan garam, alat kebakaran, morfin. -Dr. Taylor akan beri tahu
-periksa bagian mana. -Ayo!
Malaya, Angus, Christa, ikut aku!
Wanita, 20 tahun, ESI-1.
Luka bakar di badan dan kaki, nyaris tak bisa bergerak.
Di belakangku, pria 55 tahun.
Kesulitan bernapas, luka bakar tingkat dua dan tiga
-di lengan dan kaki. -Aku ambil yang pria.
Dokter Pineda, ikut dr. Guthrie. Angus di sini.
Kita menangani yang wanita.
-Bayi lima bulan. Menghirup asap. -Baik, ayo.
Dokter Lorenson bersamaku.
-Tak merespons, ESI-1. -Ayo.
Minggir! Beri jalan!
Ke Ruang Tengah. Ayo!
Undakan di belakangmu.
Evaluasi jalan napas dulu, buka dan ganti.
Beri cairan dan jaga tetap hangat.
Lihat rambut hangus ini?
Lihat jelaga hitamnya? Itu memberi tahu apa?
Bung, jangan pingsan.
-Angus. -Jika bulu hidung terbakar
harus berasumsi pita suaranya juga.
Benar, bisa bengkak kapan saja
dan menutup jalan napas. Harus segera intubasi.
Jalan napas tampak bersih. Tingkat pernapasan meningkat.
Takikardia ringan. Kenapa dia tidak sadar?
Terpapar CO2. Beri oksigen dan cairan.
Setiap kali kucoba, perdarahannya tidak berhenti.
Seharusnya tak terjadi dengan luka bakar.
-Ini terjadi! -Tarik napas dan coba lagi.
Di sini siswa kedokteran mengamati?
Ya. Juga anak magang, terkadang paramedis.
Tampaknya tidak steril.
Taksi juga tidak, tapi banyak bayi lahir di situ.
Bagaimana putri dan cucuku?
Kami berusaha maksimal, Tuan.
Tina? Tina!
Tuan, tenanglah.
-Tina! -Infus tak bisa masuk
-lewat jaringan terbakar. -Tina!
Dokter Pineda, pasang selang tengah.
Isabel, tiga lumen dan aku butuh USG.
Tanpa USG. Pakai anatomi.
Dokter Guthrie, ini bukan tahun 1973.
USG prosedur standar dalam memasang selang tengah.
Dokter Pineda, turuti spesialismu dan masukkan selang sekarang.
Dokter Pineda, apa tanda di permukaannya?
Selebar satu jari di tengah arteri paha.
-Bagus. -Baiklah.
Lalu...
Aku masuk.
Aku tak bisa lebih bagus di tahun 1973.
Dokter Leighton, bisa berikan penilaian TBSA dari luka bakarnya?
Sebanyak 60 persen, umumnya ketebalan sebagian sampai total.
Bagus. Sekarang dia butuh apa?
Formula Parkland menunjukkan
dia butuh minimal sepuluh liter cairan.
Bagus, lakukan.
Tak bisa kudapat. Maaf.
Tenang, dr. Lorenson. Pembuluhnya yang mengerut.
Apa rencana cadangannya?
Infusi intraoseus?
Itu pertanyaan atau jawaban?
Kita harus mengebor kaki bayinya agar bisa masuk.
Tepat. Risa, aku butuh bor IO dengan kateter kaki.
Berfokus.
Bagaimana bisa tahu sudah menembus tulang dan mencapai sumsum?
-Ini bayi. -Ini pasien.
Berfokus.
Maaf, aku tidak bisa.
Pasien bayi pertamamu?
-Ya. -Kalau aku, dua tahun lalu.
-Bagaimana mungkin? -Yang pertama sejak kecelakaan.
Pertama sejak aku melihat residen malang
di ruang IGD kelas tiga mencoba dan gagal menolong bayiku.
Kau kehilangan anak, Christa.
Berarti setiap anak yang kemari adalah versi anak itu.
Tidak akan berubah, kau harus belajar menghadapinya.
Bagaimana caramu?
Kucoba tidak melihat anak sakit di meja.
Kucoba membayangkan si anak utuh..
keluar dari rumah sakit ini sehat.
-Sudah berhasil bagimu? -Belum.
Picasso, jahitanmu indah.
Untuk karya indahmu, akan kumasakkan garganelli
dengan ragout buntut sapi!
-Punyaku yang pedas, Chef. -Tentu, Ibu!
Jeda waktu emasmu akan menutup.
Jeda waktu emas?
Jika Chef dalam kondisi sakau, dia harus tetap di IGD
berjam-jam selama dia detoks.
Karena sakau bisa fatal bagi pecandu alkohol.
Tepat, begitu dimulai, dia harus tetap di sini.
Namun, jika kusuruh pergi sekarang, dia akan mengobati diri sendiri.
Aku tak mau pergi. Aku harus bersih.
Aku mau membantumu, tapi kami tak punya ranjangnya.
Tidak, harus hari ini.
-Bisa kuberi rujukan. -Sekarang!
-Leanne. -Tidak perlu begitu.
Leanne, jangan biarkan aku diusir!
-Aku harus tinggal. -Hai, Chef. Ada apa ribut-ribut?
Kubilang kita tak punya ranjang.
Leanne, besok anakku menikah.
Aku tak bisa pergi kalau mabuk.
Aku tidak bisa.
Chef, sakau alkohol menyakitkan.
Aku tak boleh membuatnya malu.
Aku tak bisa melewatkan pernikahan anakku. Ayolah.
Dia hanya akan kembali besok sambil mabuk.
Terima kasih atas pendapatmu, dr. Savetti, tapi tak ada pilihan begitu sakau dimulai.
Belum.
Dokter Lorenson, kemari sebentar.
Chef, julurkan lidahmu.
Kau melihat apa?
Fasikulasi lidah. Sangat mungkin dari sakau alkohol.
Terima kasih banyak. Fasikulasi lidah? Serius?
Dia bertanya padaku. Tidak semua orang menyerangmu.
Tidak semuanya, hanya residen yang tidak akan lolos.
Anak-anak, kalian semua cantik. Sekarang diamlah.
Aku tak paham. Rorish selalu tegas
soal mengobati dan memulangkan. Kenapa Chef berbeda?
Pelajaran hidup.
Saat ayahmu menyuruh sesuatu, lakukan.
Kau memendam sesuatu.
Jika ya, pasti berarti bukan urusanmu.
Ini dia.
Ini ruang penyimpanan.
Kau harus melihat di mana Chef biasanya tidur.
Ini peningkatan bintang lima.
Hai, aku dr. Leighton dan ini Isabel.
-Ini belum pernah terjadi padaku. -Kapan mulainya?
Aku di bus bersama 32 siswa kelas tiga.
Kami kembali dari perjalanan
ke Sacramento.
Aku seorang guru.
Bisa kulihat itu tidak nyaman.
Ini didahului dengan kegiatan seksual?
Ya, pesta seks di bus.
Dengan siswa kelas tiga. Tidak!
Baru mulai
terjadi!
Baiklah. Kau memakai obat?
Dengan siswa kelas tiga? Maaf, aku berhenti.
Tulis saja "tidak". Ada sejarah kejiwaan?
Isabel, mungkin ada sesuatu yang mau kau tambahkan?
Tidak.
-Kau bisa, Dokter. -Baiklah.
Kau menaruh sesuatu di liang vaginamu?
Sesuatu? Semuanya.
Aku menaruh semuanya di liang vaginaku.
Aku lari pulang dan mencoba semua yang mungkin berhasil.
Aku harus
mengakhirinya!
Sebaiknya kuperiksa.
Tolong...
Tolong berbaring.
Baiklah.
Lalu...
Baiklah...
Aku akan keluar sebentar saja dan minta pendapat lain.
Ini bukan bidangmu.
Kau tak tahu bidangku, tapi silakan coba, Romeo.
Ingat, satu salah langkah dan izinmu dicabut.
-Jangan cemas. -Tidak cemas. Berharap.
-Hai, aku dr. Pineda. -Aku Shanni.
Ini putriku, Keesha. Dia muntah sepagian.
Sayangku.
-Maaf. -Sering terjadi di sini.
Bisa katakan kapan mulainya?
Beberapa hari ini aku sakit kepala.
-Aku mual-mual... -Sudah tiga hari.
Kalau memar di kakimu?
Hanya kikuk. Biasa saja.
Dia tidak hamil. Itu pertanyaan perawat tadi.
-Kau yakin? -Tidak mungkin.
Sesuatu yang dimakannya.
Ada stres tak biasa di sekolah?
Tes SAT, pendaftaran kuliah.
Apa stresnya soal itu?
Dia akan menjadi yang pertama kuliah dalam keluarga kami.
No comments yet. Be the first to leave one.