The first 200 lines.
Kamu sudah sadar?
Kamu ingat ini di mana, 'kan?
Ini tempat yang kamu sukai.
Kamu berteriak pun, tidak ada yang akan datang.
Kenapa kamu begini, Min Seo?
Apa yang kamu lakukan?
Kamu tahu, 'kan?
Hari ini pun, tidak ada yang akan datang.
Min Seo.
Min Seo.
Kumohon.
Kamu tidak seperti ini. Kamu anak baik, 'kan?
Kamu tega pada Ibu?
Min Seo, kumohon.
Kumohon.
Kumohon.
Kumohon, Min Seo.
Tidur yang nyenyak.
Ibu.
"Episode tujuh"
Min Seo, aku sudah datang.
- Min Seo? - Ya, Pengacara.
Bisa keluar sebentar? Ada yang ingin kutanyakan.
- Min Seo. - Aku segera keluar.
Apa? Lee Seon Hwa menghilang?
Aku sudah lama menunggu di lokasi janji temu,
- tapi dia tak bisa dihubungi. - Temukan dia, apa pun caranya.
Sekarang juga!
Aku tahu kamu sudah sadar.
Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Setelah nada "bip"...
Dia juga tidak menjawab teleponku.
Keluarga atau temannya tak ada yang bisa dihubungi?
Tempat yang mungkin dia datangi...
Ada satu tempat yang mungkin dia datangi.
Jadi, ini tempat yang kamu maksud?
- Kami sering ke sini waktu kecil. - Tapi...
Sepertinya dia tidak mungkin datang ke sini.
Dia pasti tidak punya uang, dan menghindari kejaran, bukan?
Ini tempat teraman bagi Lee Seon Hwa.
Kamu tidak mau masuk?
Sepertinya anak-anak kecil masih datang kemari.
Aku masih merasa dia tidak ke sini.
Hati-hati.
Terima kasih.
Sebaiknya kita pergi?
Biar aku coba meneleponnya sekali lagi.
"Lee Seon Hwa"
Kamu baik-baik saja, Min Seo?
Tunggu sebentar. Aku akan melapor terlebih dahulu.
"Garis Polisi"
Bagaimana kamu bisa mengenalnya?
Dia saksi pada kasus kami.
Kami tidak bisa menghubunginya sejak kemarin.
Apa penyebab kematiannya? Apa mungkin overdosis obat?
Jika dilihat sekilas, sepertinya begitu.
- Kamu lihat ini? - Itu bekas ikatan?
Min Seo!
Masih harus diselidiki apakah ini kecelakaan obat atau pembunuhan.
Laptopnya hilang.
- Laptop? - Isinya data-data penting.
Laptop itu hilang dari kantor kami kemarin
setelah Lee Seon Hwa berkunjung, tapi
laptop itu tidak terlihat di sekitar sini.
Data apa itu?
Hal rumit.
Bagaimana kamu tahu dia ada di sini?
Nona Min Seo dan mendiang saling kenal.
Jadi
kamu yang memberitahunya soal tempat ini?
- Permisi, Detektif Kim. - Seung Jin.
Memangnya ini di dalam ruangan?
Detektif Gu!
Tidak ada CCTV di sekitar sini. Tempatnya terlalu terpencil.
Ada satu mobil terparkir di jalan depan sana,
dan rekaman dasbornya sudah kami amankan.
- Coba lihat. - Baik.
Aku boleh ikut melihat?
Permisi.
Aku boleh minta rokok?
Kamu gila?
Memangnya kenapa? Ini bukan kali pertama kita bertemu.
- Kenapa? - Ya? Bukan apa-apa.
Benar, 'kan?
Pelakunya sama dengan kasus Hyeon Jin.
Ini foto dari Detektif Gu. Cari tahu siapa orang ini.
- Tanyai orang-orang sekitar. - Baik.
Ra Young. Tunggu sebentar.
Kamu gila? Kamu cari mati?
Aku sudah sangat kesal karena pekerjaanku kacau balau.
Berikan rokoknya.
Terjatuh.
Apa?
Perbuatan siapa ini? Apa ini ulah Jaksa Park Je Yeol?
Kenapa dia sampai melakukan ini? Lalu apa isi laptop itu?
Hubungi aku nanti jika perlu investigasi tambahan.
Sebenarnya apa alasanmu menyembunyikannya sejauh ini?
Bagaimana jika Hyeon Jin dalam bahaya lagi karena ini?
Ada seorang kaki tangan di internal kepolisian.
Kamu bilang apa?
Maafkan aku. Aku sedang sensitif.
Aku mengerti. Kita bicara lagi nanti.
Kita bertemu lagi di situasi begini.
Aku belum sempat memberimu selamat atas kehamilan istrimu.
Sepertinya kamu belum mendengarnya.
Apa?
Kalau begitu, silakan masuk.
Bajingan itu...
Akan kuhabisi dengan tanganku sendiri.
Seung Jin!
Astaga, kamu ke mana saja?
Seung Jin! Kamu sedang apa?
Puntung rokok ini.
Kamu bilang aku harus membereskannya, 'kan?
Pengacaranya sudah pergi?
Ya.
Ayo pergi.
Pasti berat rasanya, ya?
Jika tetap tidak bisa memaafkan,
apa aku yang aneh?
Memaafkan tidak selalu menjadi jawaban yang benar.
Kalau begitu,
apa yang harus kulakukan dalam situasi seperti ini?
Jalani saja
hari demi hari.
Ada hari untuk membenci, ada hari untuk menderita.
Lalu suatu hari nanti, saat kamu melihat ke belakang,
kamu akan sadar jauhnya langkahmu sambil membawa kenangan itu.
Dengan begitu,
keadaan akan sedikit membaik.
Meskipun lukanya tidak sembuh total,
bahkan dalam keadaan terluka,
kita tetap bisa terus melangkah maju.
Kamu akan menyadarinya.
Tak apa jika tak bisa memaafkan dan melupakan.
Cobalah melalui satu hari, setiap hari.
Seperti yang kulakukan.
Jahat dan egois. Aku kacau balau akhir-akhir ini.
Meskipun begitu, dia tak seharusnya menderita begini.
Mereka pasti akan menanggung akibatnya.
Semua orang yang terlibat dengan Connect.
Laptopnya pasti diambil oleh mereka, bukan?
Kamu boleh menceritakannya.
- Apa? - Soal kejadian dengan Park Je Yeol.
Jika selama ini kamu tidak bisa memberitahu Seon Kyu karena aku,
kamu boleh memberitahunya.
Aku tidak setuju.
Setidaknya sampai kasus ini benar-benar selesai.
Biar Hyeon Jin yang memutuskannya.
Jika Connect ada di kepolisian, kita mungkin butuh bantuan Seon Kyu.
Mungkin aku
akan bercerai dengan suamiku.
Apa?
Anak ini mungkin bukan anaknya.
Apa maksudmu? Lalu anak siapa...
Jangan-jangan kamu...
Itu anak Reporter Lee?
- Katanya ada kemungkinan begitu. - Hwang Hyeon Jin!
Aku juga sangat menyesal sampai rasanya mau gila.
Aku merasa sangat bersalah pada suamiku sampai ingin mati.
Seandainya bisa memutar waktu, aku sungguh ingin melakukannya.
Tapi apa boleh buat? Semuanya sudah terjadi,
dan akulah yang melakukannya.
Berdirilah. Ayo kita pergi makan.
Pakai ini. Beli yang mahal dan enak.
Kamu tidak ikut?
Aku ada janji.
Kamu boleh membuat kesalahan, melukai orang, dan berbuat salah,
tapi selesaikan dengan benar.
Jika kamu menjadi pengecut di usia sekarang,
nantinya kamu tidak akan punya tempat untuk lari.
Kamu mau ke mana? Janji apa?
Aku akan menikah dengan CEO Baek.
Kamu serius?
Kenapa caramu mengumumkan pernikahan seperti itu?
Memangnya kamu sedang pesan makanan?
Aku akan terlambat.
Haeil takkan menyudutkan siapa pun lagi. Bertahanlah.
Kamu terus mengoceh soal keadilan, padahal akhirnya akan melakukan ini.
- Di mana CEO Baek? - Dia menunggu di dalam.
Kali ini, kenapa kamu tidak bertanya?
Kenapa aku memilih CEO Baek?
Di pernikahan pertama dan kedua,
kamu selalu menentangku dalam hal kecil.
Ibu pasti menilai dia mudah dikendalikan.
Dia tidak berasal dari keluarga berpengaruh, bukan?
Calon seperti itu ada banyak sekali.
Kalau begitu, kenapa?
Sifatnya mirip denganmu.
Mungkin tidak akan ada cinta, tapi dia akan bisa memahamimu.
Sepertinya memang begitu.
Jung Hyeon.
Kalau kamu benar-benar tidak nyaman melihatnya,
kupindahkan posisi Jung Hyeon.
Setelah upacara pernikahan selesai.
Tidak perlu.
Ibu tidak perlu lagi melakukan itu.
Karena beritanya sudah keluar,
kami tidak berencana mengadakan upacara pertunangan terpisah.
Pasti ini idenya. Dia tidak suka hal-hal merepotkan seperti itu.
Mempercepat upacara utamanya juga bukan ide buruk.
No comments yet. Be the first to leave one.