The first 200 lines.
Sebelumnya dalam Private Practice.
Aku sudah punya semuanya.
Aku punya seorang bayi tampan. Namanya Henry.
Lalu, aku punya pacar yang ganteng, pintar, dan sempurna.
Maukah kau menikah denganku?
Aku mau donorkan organ bayiku agar bisa menyelamatkan bayi lain.
Bagaimana menurutmu jika kita memulai sebuah keluarga?
Aku terkejut mengetahui betapa aku mencintainya.
Bagaimana jika aku memanggilmu ibu?
-Sekarang suamiku dipenjara. -Dia memang membunuh seseorang.
Aku tidak menyesal.
Pete, aku sedang ketakutan.
Aku bekerja sama.
Bagaimana jika aku harus kembali ke penjara?
Aku lari pagi. Apa pun yang terjadi, ketahuilah bahwa aku mencintaimu.
Hari ini akan menyenangkan.
Ayah di mana? Dia pergi lari pagi.
Lalu dia akan menemui pengacaranya dan bertemu Ibu di pengadilan.
Lalu, hakim akan memperlihatkan kemurahan hati.
Pasti.
Karena Ayah orang baik yang lakukan hal itu karena empati dan rasa iba.
Suatu hari nanti kami akan jelaskan semuanya kepadamu.
Tak apa-apa, Sayang.
Hanya gempa kecil, bukan masalah. Gempa sudah berlalu.
Semua baik-baik saja.
Ya, 'kan? Kita baik-baik saja, bukan?
-Aku tak akan beri tahu siapa pun. - Tutup mulutmu.
-Kau di sini? -Kelihatannya begitu.
Hari ini sidang dengar pendahulan Pete.
Violet, apa yang kau lakukan di sini?
Kasus Pete bisa berlangsung
selamat berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Aku tak bisa hanya duduk diam dan terobsesi dengan semua potensinya.
Itu tidak sehat dan tidak produktif.
Tidak juga dengan penyangkalan.
Pete dan aku sepakat, cara terbaik untuk menjalani hal ini
dengan berusaha hidup normal demi kesehatan jiwa kami dan Lucas.
-Apa kata pengacaranya? - Roberta optimis.
Ayah Troy punya beberapa bulan berduka atas kematian putranya.
Dia berpikir, saat dia bersaksi di pengadilan
mungkin dia tak lagi menyalahkan Pete karena mencabut alat bantunya.
Bagaimana pendapatmu?
Menurutku aku punya pasien yang harus diperhatikan.
Hei, semoga berhasil hari ini.
Apa?
Ayolah Sam, semua tahu. Tolong akui saja.
Mengakui apa?
Dia tidak akan datang, janjinya adalah pukul 10.00.
Sekarang pukul 10:01.
-Putriku membenciku. -Kau tak tahu itu.
Kau sudah 23 tahun tidak bertemu Debra.
Lalu kenapa? Dia akan melupakannya?
Percayalah padaku, dia tak akan datang.
Aku tak akan berkata aku mau datang jika aku tidak mau datang.
Aku memegang janjiku.
-Ayah tak tahu kau sudah menikah. -Aku belum menikah.
Debra, terima kasih telah datang. Maukah kau duduk dulu?
-Ed, kau sudah siap? -Ya.
Debra, Ayah tahu kau berpikir...
Banyak yang harus Ayah katakan.
Tapi Ayah sudah bersih sekarang. Sudah enam bulan.
Jadi, tolonglah untuk memahaminya.
Lalu, ini tidak mudah.
Tapi Ayah butuh kita... Ayah butuh...
Kau butuh?
Aku butuh pergi ke pertunjukan tari saat aku kelas tiga
daripada duduk dan makan pretzel di bar.
Aku butuh untuk tidak berjalan dengan rasa cemas setiap saatnya
karena aku dan ibu tidak tahu apa yang akan membuatmu marah.
Saat itu pasti sangat sulit bagimu.
Ya, tahukah kau? Itu bukan bagian tersulitnya.
Mencari pekerjaan untuk menghidupi kami saat aku berusia 17 tahun
karena dia meninggalkan kami, itu yang sulit.
Kau yang menyuruh Ayah pergi. Aku hanya anak berusia 17 tahun.
Aku anakmu. Kau yang menjadi ayahnya.
Ed, apakah kau punya penyesalan mengenai hari-hari itu?
Tentu saja.
Tapi menurutku akan lebih baik bagi dirinya jika aku...
Tak punya orang tua?
-Masih ada ibumu. -Tidak.
Setelah kau pergi, Ibu hanya duduk dan melihat keluar jendela.
Hancur.
Ayah tak pernah berhenti mencintainya dan kau.
Kau menghancurkan hidup kami.
Kau merusak masa kanak-kanakku dan itu bukan cinta.
Sekarang tiba-tiba kau mau berubah karena kau menyesal.
Tapi kau belum pernah mengatakan kedua kata, "aku menyesal".
Tidak berarti aku akan memaafkanmu. Aku tidak memaafkanmu.
Aku tidak akan...
Ada apa? Kenapa?
Sepertinya air ketubanku pecah.
Apa? Boleh Ayah bantu?
Tidak, kau pergi saja dari kehidupanku.
Pergilah. Pergi saja!
Tak apa-apa.
Semuanya terlihat bagus, tapi pembukaanmu baru 5 cm.
Jadi apa yang terjadi sekarang?
Jim, petugas medis kami akan mengantarmu ke RS dengan bergaya.
Aku akan hubungi dokter kandunganmu dan kita bertemu kau di sana.
-Siap? -Baiklah.
Jim, sekarang kita hanya berdua.
Meski ada kemungkinan kau juga akan meninggalkanku
seperti semua pria di dalam kehidupanku.
Debra, aku sungguh merasa bahwa ayahmu mau dirinya ada untukmu.
Aku sudah cukup kesakitan, aku tak perlu dia menambahnya.
Tapi terima kasih.
Kau baik-baik saja?
Aku hanya mau berada di sini. Di sini aku merasa aman.
Jika kembali ke kantorku, aku akan habiskan berjam-jam
untuk mempelajari peraturan kunjungan suami istri di penjara.
Penjara.
Suamiku akan dipenjara.
Betapa gilanya?
Kau mau aku minta izin sore ini? Kita bisa...
-Kita bisa apa? -Entahlah, mabuk?
Itu bukan ide buruk, hanya saja aku harus ke pengadilan nantinya.
Ganggu perhatianku dengan hal lain.
Aku bisa menampilkan dansa Tap untukmu.
Katakan saja, aku akan ketukkan kedua hak sepatuku sekarang juga.
Tiga tahun aku belajar di Akademi Dansa Mrs. Sobel.
Aku bisa lakukan seretan kaki Tap dengan bagus sekali.
Tidak bagus? Aku tahu!
Alat-alat medis, pertunjukan boneka?
-Aku lapar. -Bagaimana dengan kisah cintamu?
Ganggu perhatianku dengan itu. Suamiku mungkin akan dipenjara.
Baiklah. Aku tidak tahu.
Maksudku, dia hanya... Aku tidak tahu.
Kau tidak tahu apa?
Aku tidak tahu!
Hai, Ed. Kenapa kau masih di sini?
Aku tak tahu harus ke mana.
Bagaimana jika ke RS? Dia tidak mau aku ada di sana.
Penyesalan terbesarmu adalah dia menyuruhmu pergi kali sebelumnya
dan kau menurutinya
Tak peduli berapa umurnya, meski Debra sudah jadi ibu,
kau tetaplah ayahnya.
Aku tak tahu. Maksudku apa tujuannya?
Sudah berapa kali kau mencoba untuk tidak mabuk?
Benar-benar mencobanya.
Baru sekarang.
Saat salah satu kakiku sudah berada di kuburan, memang gila.
Inspiratif.
Kupikir kebanyakan yang seumurmu akan minum hingga akhir hidupnya.
Aku tak mau menemui Penciptaku dengan napas bau minuman keras
dan merusak riwayat kehidupanku.
Kedengarannya kau sudah tahu apa yang harus dilakukan.
-Maaf mengganggu. -Tidak apa-apa.
-Aku harus pergi. -Terima kasih.
Aku serius, aku bagai Michael Phelps.
Roberta?
Di mana suamimu, Violet? Pete tidak ada di sini?
Dia pergi menemuimu di kantormu.
Dia tidak pernah muncul. Aku sudah menelepon ke rumah.
Aku juga sudah berulang kali menelepon ponselnya.
Tolong berdiri.
Yang Mulia Hakim Hansen hadir di ruangan.
Apakah kita kehilangan seseorang?
Yang Mulia, saya mau mengajukan istirahat pendek, klien saya...
Mangkir, kenapa?
Kami belum tahu, tapi saya yakin pasti ada penjelasan logis...
Yang Mulia, saya tahu dia akan datang.
Maaf, tapi terdakwa gagal hadir, maka jaminannya dibatalkan.
Saya akan keluarkan surat perintah untuk menangkap Pete Wilder.
Pasti telah terjadi sesuatu. Mungkin ban mobilnya bocor.
-Tapi dia seharusnya menelepon. -Di ngarai tidak ada signal.
Bagaimana boleh tidak muncul dalam pengadilan?
Kau tak boleh lewatkan hari pertama dalam sidang pemeriksaanmu.
Dia menghilang.
Bukankah kau seharusnya menelepon polisi?
Menurutmu aku harus telepon polisi? Ini waktunya menelepon polisi?
Dia tak boleh menelepon polisi.
Maksudku di mata mereka, dia hanya buronan yang kabur dari jaminan.
Ya, Tuhan.
-Violet. -Astaga.
Aku idiot! Dia lari dari jaminan dan kabur. Dia kabur!
-Tidak, Violet. -Bukan itu maksudku.
-Charlotte, tolong bantu aku. -Mungkin saja dia memang kabur.
-Charlotte! -Aku berusaha jujur padanya.
-Dia kabur. -Sial!
Beberapa minggu lalu, kami jalan-jalan
dan Lucas melihat pesawat, dia menunjuknya.
Pete bilang, "Ayo, kita bertiga bisa terbang ke Amerika Tengah,
kita bisa tetap bersama dan menolong orang."
Aku kira itu hanya fantasinya.
-Mungkin saja. -Bukan!
Karena sekarang Pete sedang menikmati tontonan di pesawat
dalam perjalanannya ke El Salvador.
Dia menyerah.
Aku tak percaya dia akan melakukan itu.
Pagi ini dia mengirimiku sebuah pesan singkat.
"Apa pun yang terjadi, ketahuilah bahwa aku mencintaimu."
Pete tumbuh besar dengan kondisi ibunya berada di penjara.
Dia tahu betapa sulitnya menjadi anak yang ada di sisi lain jeruji.
Jadi, kau mengira Pete melindungi Lucas?
Apakah kau bercanda? Pete mementingkan diri sendiri.
Suamiku lemah.
Egois dan pengecut.
Aku tak akan pernah memaafkannya karena ini.
Di mana kau sebenarnya?
Bagaimana kau bisa terlihat begitu luar biasa di pagi hari?
No comments yet. Be the first to leave one.