The first 200 lines.
"Honour"
"Dari teman lama - Park Ju Hwan"
Lama tidak bertemu.
Aku merindukanmu, Ra Young.
Kenapa ekspresimu seperti itu? Seperti melihat hantu saja.
Aku sudah dengar beritanya. Tentang hari jadi ke-10 kalian.
Jadi, aku mampir untuk mengucapkan selamat meski terlambat.
"Dari teman lama - Park Ju Hwan"
Di mana Shin Jae dan Hyeon Jin? Mereka di dalam?
Mereka sedang tidak ada.
Begitu?
Sayang sekali. Aku ingin bertemu mereka mumpung aku di sini.
Ayo keluar. Kita minum teh.
"Universitas Hankuk - Buletin Fakultas Hukum
Omong-omong,
bagaimana kasus siswa hilang itu?
Apa jasadnya ditemukan?
Maksudmu Ju Hwan?
Ju Hwan tidak tewas.
Dia ditemukan di rumah sakit beberapa hari kemudian.
Seseorang yang lewat menemukannya dan membawanya ke rumah sakit,
tapi sepertinya identitasnya belum terkonfirmasi saat itu.
Kalau begitu, jika dia masih hidup, kenapa pelakunya tidak tertangkap?
Sebab, Ju Hwan kehilangan ingatannya.
Pendarahan otak membuatnya lupa semua kejadian hari kecelakaan.
Kudengar efeknya cukup parah. Dia cuti kuliah untuk pemulihan
dan pergi ke luar negeri. Sejak itu, tak ada kabar darinya.
Park Ju Hwan.
Spyware?
Aplikasi Connect. Mereka meretas ponsel dengan itu.
- Sepertinya kita dipantau langsung. - Sial.
Tunggu, bagaimana mereka bisa tahu itu kita?
Bisa jadi mereka memang mengumpulkan semua data dengan cara ini.
"Pelatih"
Atau mungkin kita terdeteksi oleh filter keamanan mereka.
"Terdeteksi suara yang tidak cocok dengan suara VIP 0911"
Bisa jadi juga keduanya.
Astaga, kenapa yang mereka lakukan selalu di luar dugaan?
Pemantauan instan seperti ini biasanya menggunakan teknologi AI.
Tapi, mereka menggunakan AI dengan "deep learning" canggih ini?
Ini bukan sindikat prostitusi biasa.
Bukan pembuat aplikasi amatir
dan situs web, lalu menjalankannya bak arena judi.
Mereka ini benar-benar profesional.
Pengacara Yoon ke mana?
Dia pergi menemui temannya yang tadi mengirim bunga...
Teman? Siapa?
"Dari teman lama - Park Ju Hwan"
Di mana Pengacara Yoon?
Kapan kamu kembali
- ke Korea? - Itu sudah cerita lama.
Aku sering dipindah tugas di daerah, belum lama ini aku pindah ke Seoul.
Aku mampir sebentar
hanya untuk menyapamu.
"Kantor Polisi Daerah Mujin Seoul, Park Je Yeol"
Kamu mengganti namamu?
Kamu tahu sendiri.
Korban sering ganti nama setelah mengalami kecelakaan.
Karena mereka ingin lepas dari kejadian itu.
Kurasa karena itulah aku menjadi jaksa.
Karena sebelum pelakunya tertangkap, korban takkan bebas dari neraka.
Aku sangat memahaminya.
Korban?
Dengan kepala hancur seperti itu, aku jelas bukan pelakunya, bukan?
Aku turut prihatin atas kejadian itu.
Soal pelakunya yang tak tertangkap, dan juga kamu yang hilang ingatan.
Namun, untuk orang yang prihatin, kamu tega sekali mencampakkanku.
Kamu tak pernah menjengukku lagi di rumah sakit sekalipun.
Di saat seperti itu, kamu malah memutuskanku lewat pesan.
Kamu bayangkan betapa sakit hatiku.
Tapi, aku mengerti.
Komplikasi pendarahan otak...
Aku masih menderita karenanya sampai sekarang.
Kamu terlalu cantik untuk bersama pacar yang sakit-sakitan.
Tentu saja,
sekarang pun kamu masih
tetap memesona.
Lihat siapa yang datang. Ada wajah familier.
Mana mungkin aku mengabaikan teman yang kurindukan?
Tidak sopan namanya.
Panas sekali.
Lama tidak bertemu.
Benar. Sudah sekitar 20 tahun?
Kudengar kamu ke luar negeri, jadi, kukira kita takkan bertemu lagi.
Tapi sepertinya hidup memang penuh kejutan.
Kenapa? Memangnya ada alasan
- kamu tidak mau bertemu lagi? - Sejak dulu dulu membencimu.
Saat Ra Young pacaran denganmu, aku sudah menentangnya sejak awal.
"Park Je Yeol, Seoul Mujin Kantor Kejaksaan Daerah"
Kamu menjadi jaksa, rupanya?
Tapi kamu mengganti namamu.
Apa kamu melakukan kejahatan? Biasanya itu dilakukan mantan napi.
- Namamu masih sama, ya? - Karena di hadapan Tuhan
aku tidak punya alasan untuk merasa malu.
Syukurlah. Aku tak mau temanku jadi tersangka.
Reuni kita cukup sampai di sini.
- Lagi pula kita akan bertemu lagi. - Bertemu lagi?
Aku berencana menyelidiki ulang kasus waktu itu.
Karena kasusnya sudah lama sekali, mungkin aku butuh bantuan kalian.
Sampai bertemu lagi.
Ra Young.
Ra Young.
Ra Young.
Ra Young.
Yoon Ra Young!
Lihat aku.
Tidak apa-apa.
Ayo, bernapas.
Sekali lagi.
Bagus.
Sekali lagi.
Bagus.
Dasar bajingan. Berani-beraninya dia datang kemari?
"Aku menemukan aplikasi Connectin. Hubungi aku sebelum datang."
Apa sakit sekali? Mau suntikan pereda nyeri lagi?
Itu lagu Brahms.
Brahms dan Dvorak
Mahler, Bruckner, Shostakovich.
Untuk lukisan, Barok, Caravaggio Rubens, dan van Dyck.
Aku sudah membaca semua karya Stendhal dan Flaubert.
Aku juga menyukai John Steinbeck, รmile Zola, dan Victor Hugo.
Untuk anggur, Burgundy, dan untuk perayaan, Domaine Leroy.
Untuk wiski, Speyside single malt.
Seleramu bagus juga.
Anda yang mengajariku semua itu.
Semua hal yang kusukai.
Jika aku membuang semua yang kupelajari darimu,
kira-kira apa yang akan tersisa?
Aku menemukan aplikasi Connectin.
Di ponsel-mu.
Anda tidak akan mengelak, bukan?
Entahlah.
Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud.
Aku juga menemukan buktinya. Di ponsel-mu.
Jadi, bukti apa yang kamu maksud?
Coba periksa lagi.
Sepertinya kamu membuat keributan ini karena hal itu,
sayang sekali.
Dan satu hal lagi.
Kalaupun tuduhanmu itu benar,
memangnya kenapa?
Apa?
Bersikaplah dewasa, Shin Jae. Sebelum melangkah tanpa berpikir,
kamu harus memperhitungkannya.
Apa yang akan kamu dapatkan dari langkah ini
dan apa yang akan hilang darimu.
Sulit kupercaya. Apa itu ancaman?
Kamu hanya punya satu pilihan.
Pegang tanganku, atau
seumur hidupmu terombang-ambing oleh pengaruh ibumu.
Pikirkanlah baik-baik. Jika kamu ingin melindungi L dan J.
Percuma saja kita bicara lebih lanjut.
Pergilah.
Bagaimana bisa Anda melakukan hal ini?
Justru kalian yang keterlaluan.
Apa begitu caraku mendidikmu?
Melanggar privasi orang lain seperti ini?
Ada apa? Kenapa aplikasinya menghilang?
Nanti saja kita bicarakan itu. Kita kedatangan bencana besar.
Park Ju Hwan.
Apa maksudmu? Park Ju Hwan?
Dia datang ke kantor. Bajingan itu ternyata seorang jaksa.
Bagaimana dengan Ra Young?
Aku tidak apa-apa. Aku bukan gadis 20-an lagi.
Aku selalu bilang pada klien kalau semua akan baik-baik saja,
jadi, aku juga harus baik-baik saja.
Aku mau makan makanan pedas. Yang benar-benar pedas.
Hari ini kita membutuhkan itu.
Ayo, cepat siapkan. Aku lapar.
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Kapan katanya dia kembali ke Korea?
Sepertinya sudah cukup lama.
Seharusnya kita mengawasinya lebih ketat.
Sebelum dia muncul di hadapan kita seperti ini.
Siapa sangka dia akan mengganti namanya?
Jadi, bagaimana kelihatannya?
Apa dia terlihat sudah ingat semuanya?
Sulit dikatakan.
Aku ragu dia menjajaki kemungkinan karena menyelidiki ulang,
atau karena dia ingat sesuatu.
Aku lebih suka jika ingatannya belum kembali.
Jika dia bersikap tak tahu malu padahal tahu perbuatannya padaku,
itu akan sangat
menyiksaku.
Aku tidak akan bisa memaafkannya.
Pengacara Yoon?
Min Seo.
Sepertinya aku salah makan.
Aku tidak apa-apa.
Jangan khawatirkan aku dan beristirahatlah.
"Kantor Polisi Mujin"
- Hei, Kepala Tim mencarimu. - Ya.
- Seung Jin. - Ya?
Kamu kenal orang ini?
Hei, wajahnya tampak familier. Siapa, ya?
- Ini Jaksa Park Je Yeol, bukan? - Benar, "kan? Jaksa Park Je Yeol?"
Ya, sepertinya begitu.
Sepertinya dia teman sekelas istrimu.
Wajar saja, orang-orang hebat biasanya bergaul dengan sesama.
Kenapa dia ganti nama?
No comments yet. Be the first to leave one.