The first 143 lines.
Ini lompatan terakhir.
Triple Lutz dan triple loop.
Berhasil mendarat!
Penampilan gemilang dari Shinichiro Sonidori!
Dia menunjukkan mental juaranya di panggung Olimpiade!
Begitulah aku mengenal dunia seluncur.
Aku Yuna Yagi. Umurku empat tahun!
Empat tahun?
Kau masih seumuran Rioh, ya?
Manisnya!
Akhirnya aku bertemu atlet idolaku.
Bahkan, aku diterima sebagai anak didik pertamanya
untuk diajari seluncur.
Bahagianya tak terlukiskan.
Indah sekali luncuranmu.
Saking senangnya dilatih beliau, rasanya aku ingin jadi yang terbaik.
Demi tujuan itu,
latihan sekeras apa pun tak terasa berat.
Karena Pelatih selalu memperhatikanku.
Dia sudah bisa melompat!
Baru melihat orang, langsung bisa? Bakat yang luar biasa.
Aku berlatih lompatan sulit
dan menghafalkan koreografi rumit.
Sebagai anak didik pertama Shinichiro Sonidori,
aku menjadi atlet nomor dua di Meikoh setelah Riina.
Tak lama setelah itu, Hikaru menguasai lima jenis triple jump.
Skor 16 LOMPATAN SANG RATU
Itu dia. Inori!
Dia lebih cepat dari anak-anak lain.
Jangan-jangan idola mereka sama sepertiku?
Ada apa?
Bukan apa-apa.
Pemanasan selesai.
Para atlet diharap kembali ke tepi ring.
Yotsuha, tadi kau hebat.
Yuna!
Penampilanku payah sekali.
Tidak, kok.
Tadi banyak sekali momen yang indah.
Kau luar biasa.
Yuna.
Kenapa?
Kejuaraan hari ini seakan dipersiapkan takdir
supaya kau bisa meraih medali emas.
Kadang rasanya kau lebih gigih dibanding Hikaru.
Karena ituβ¦
Terima kasih, Yotsuha.
Tapi seluncur itu
tak selalu dimenangkan atlet tergigih.
Itu sudah sering kali terbukti.
Ya.
Ya sudah, aku mau menyiapkan diri dulu.
Semangat.
Hebat, ya. Tidak heran, dia atlet nomor tiga Meikoh Wind
setelah Riina dan Hikaru.
Aku urutan ke-14, berarti kedua dari belakang.
Masih cukup lama.
Aku takjub dengan usaha kerasmu, Yuna.
Ini berkat Pelatih Shinichiro yang selalu menyemangatiku!
"Shinichiro"?
Mohon Rioh dibimbing.
Ayahnya Rioh?
Yuna orangnya agak khawatiran, ya?
Iya! Pikiranku penuh kekhawatiran terus!
Yuna, 'kan, sudah latihan keras.
Selama tidak panik, pasti lancar.
Begitu, ya?
Yuna pasti bisa.
Aku akan berjuang. Aku sayang Pelatih Shinichiro!
Baiklah! Ayo!
Kau tak apa?
Kau menguping?
Aku sayang Pelatih Shinichiro!
ANAK MEIKOH - AYAH RIOH PELATIH SHINICHIRO
Sayang! Sayang! Sayang!
Awas kalau sampai bocor.
Kok, dia tahu aku bohong?
Kau yang di upacara pembukaan itu.
Perutku mulas saking tegangnya.
Bukan karena kebanyakan makan pisang?
Kuambilkan obat, ya?
Terima kasih.
Tapi seorang pelatih harus tenang di saat seperti ini.
- Harus fokus. - Pelatih Akeuraji.
Mohon maaf, tadi saya belum menyapa.
Semoga kompetisi hari ini lancar.
Tidak apa-apa.
DEMPET-DEMPET
Dia tak paham konsep ruang pribadi!
- Selain itu⦠- Ya?
Terima kasih sudah membimbing Rioh dua bulan lalu.
- Saya sungguh⦠- Pak Sonidori
sudah berterima kasih ratusan kali!
- Belum, itu belum cukup! - Sudah cukup!
Yuna, sudah kembali rupanya.
Kau apakan Pelatih Shinichiro?
Jangan dekat-dekat.
Justru aku yang diapa-apakan.
Perkenalkan, ini Yuna Yagi.
Anak didik pertama saya.
Senang berkenalan.
Kau anak didik pertama Pak Sonidori?
Senang bisa berkenalan.
Ini atlet asuhan saya, Inori Yuitsuka.
Mohon kerja samanya.
Cepat lupakan.
Kenapa dia bisa baca pikiranku?
Saya kira Rioh anak didik pertama Anda?
Rencananya memang latihan Rioh mulai umur enam tahun.
Tapi akhirnya dipercepat karena Yuna sudah mulai lebih dini.
Pelatih Akeuraji!
Wah, panjang umur.
Selamat siang.
Bapak-anak sama-sama tak bisa jaga jarak.
Jangan dekat-dekat!
Pelatih Akeuraji, selamat berjuang, ya!
Terima kasih.
Padahal bukan aku yang tampil.
- Yuna juga, selamat berjuang. - Terima kasih.
Kalau kau, terserah.
Aku bakal berjuang keras melebihi bayanganmu!
Aku sudah berjanji pada Riina di upacara pembukaan.
Aku pasti akan meraih medali emas
- di kejuaraan ini! - Inori.
Mari kita tampil sebaik mungkin untuk menang.
Demi medali emas.
Mungkin kau tak tahu.
Sebelum ada Hikaru, dia adalah atlet nomor dua di Meikoh.
Skor Setsuna Ashikaga adalah 67,40.
Kini berada di posisi ketujuh.
Wah, wah. Memang tersisa tiga atlet lagi,
tapi Manaka masih di posisi pertama.
Mungkin dia bakal menang?
Tidak, belum tentu. Setelah ini, anak didik Shinichiro tampil.
Saat atlet sepantarannya pensiun, dia satu-satunya atlet
yang terus habis-habisan mengejar medali Olimpiade.
Tak mungkin kami menang semudah itu.
Sudah kuduga, karena Rinna membuka dengan Lutz yang sempurna,
atlet lain akhirnya memilih koreografi yang lebih menantang.
Ditambah lagi, juara tahun lalu, Setsuna Ashikaga,
gagal tampil dengan baik.
Soal teknik, makin sedikit saingannya.
Yang perlu diperhitungkan hanya asuhan Pelatih Akeuraji, Inori Yuitsuka.
No comments yet. Be the first to leave one.