The first 200 lines.
Ini adalah malam biasa di Big Pine Key.
Apa kalian mau makan malam seledri dan keripik tortila?
Karena aku hanya punya itu.
Aku boleh minta roti panggang keju?
Sepertinya kau tak dengar. Ada yang tak mau mengeluh?
Aku mau roti panggang keju juga, aku tahu kau punya itu.
- Kau menyebalkan. - Ayah suka dia.
Aku akan merindukanmu saat kalian putus.
Oke. Ayah tahu?
Nanti, saat Ayah tanya kenapa aku jarang datang, ingat momen ini.
Menunduk!
Astaga!
- Kau tak apa-apa? - Ya.
Ayah, bawa semuanya keluar.
- Apa? - Hei, Bodoh, lewat sana.
Nick dan Eve.
- Kenapa tak ikut? - Aku ada rencana.
Kau tak punya.
Aku akan buat rencana setelah kau keluar.
Apa rencanamu?
Mereka menembak untuk menakuti kita, kalau tidak pasti tak akan berhenti.
- Saat masuk, aku akan menyergap mereka. - Ini rencanamu?
Memangnya kau mau apa, menusuk mereka dengan garpu barbeku?
Diam saja dan tunggu aba-abaku.
Sekarang, Rosa!
"Sekarang" aba-abanya. Kita sudah setujui itu.
Sekarang garpunya.
Yancy? Jatuhkan senjata kalian.
Pestov? Hei. Baiklah.
Nak, aku... Astaga. Aku senang bertemu denganmu.
Apa yang terjadi?
Kurasa Madeline benar,
teman kita, Pestov, pernah bekerja untuk mafia Rusia.
- Tak lama. - Ya.
Dan kurasa dia bekerja sambilan demi uang.
Jika tahu kalian targetnya, aku pasti akan menolak.
Kusuruh anak buahku untuk membereskan.
Terima kasih banyak. Awal yang baik.
Hei, jangan urus itu terus. Itu sudah terlihat seperti baru.
Jika kalian mau urus
pecahan kaca di lantai, itu lebih baik.
- Ayahmu. - Astaga.
Ayahmu menyeruduk wajah pria ini sampai hancur.
Keren sekali.
Sekarang Ayah jadi pusing.
Tapi itu sepadan.
Lihat, dia kesal sekali.
Maafkan aku, Andrew. Bagaimana caraku menebusnya?
Pestov, katakan saja bagaimana cara si wanita pirang atau si pria tangan satu
menghubungimu.
Aku harus temukan mereka.
Tidak, aku dihubungi pria yang bilang punya masalah dengan tetangganya.
Oke. Boleh aku pinjam ini?
Aku menghargainya. Terima kasih.
Aku segera kembali.
Sebaiknya kau turun!
Ada yang mau roti panggang keju?
LEMBAGA PEMASYARAKATAN OKLAHOMA
Dari semua narapidana di Oklahoma,
Bonnie paling antusias untuk berada di sana.
Aku tahu isi pikiran kalian. Kalian iba padaku.
LEMBAGA PEMASYARAKATAN OKLAHOMA
Tak usah. Aku pantas dihukum. Dan kau. Kau sudah menikah, berhentilah.
Kurasa ini saatnya.
Untuk berpisah.
Apa-apaan ini?
Ternyata Negara Bagian Oklahoma
tak sungguh-sungguh ingin menangkap Bonnie.
Tak ada yang peduli.
Jaksa Wilayah tak mau repot.
Dia bilang begitu saat menuntut kejahatan.
Repot.
Bahkan orang tuanya ingin masalah ini lenyap.
Jadi, kenapa mereka memintamu mengejarku jika tak mau menangkapku?
Mereka tak minta.
Itu atas keinginanku sendiri.
Aku seharusnya marah, tapi aku malah semakin menyukaimu.
Bosku bilang aku harus mengantarmu ke mana pun tujuanmu.
Ya.
Ke dasar laut, ke dalam neraka.
Baiklah. Sudah kusetel GPS ke Florida.
Jika kau tanya Bonnie,
dia akan bilang, saat itulah dia hilang kendali.
Kabur dari kenyataan, seperti petualangan menghindari matahari,
setiap langkahmu dipenuhi bayangan penyesalan.
Agen Russell juga setuju.
Pagi itu, Yancy tak berhenti mengeluh soal mebel mafia Rusia barunya,
makanya, Jim keluar untuk menikmati keindahan rumah tetangganya.
Rumah di sebelah sungguh mengganggu pemandangan.
Kok, si Berengsek itu tak dipenjara?
Pestov akan kena masalah jika aku melaporkan ini,
padahal, aku tak sabar ingin datang ke pernikahan pria itu.
Ayah akan pulang hari ini.
Aku senang Ayah datang.
Jika bisa, Ayah pergi saja tanpa harus berpidato.
- Ayah sering memikirkanmu. - Ayah mulai lagi.
Takdir akan mempertemukanmu dengan wanita baik.
Ayah tahu karena lihat wanita itu senyum saat melihat sifat burukmu.
Aku tak sadar punya sifat buruk.
Apa karena aku terlalu peduli atau menyenangkan untuk menongkrong?
Ayah tahu kau pikir lencana itu membuatmu merasa sempurna lagi, itu salah.
Kau dikelilingi kebaikan, Nak. Tapi terkadang kau mengabaikannya.
Aku akan ingatkan Ayah.
Jika Ayah dapat nasihat ini dari burung, atau ikan, atau rusa,
aku akan mengabaikan Ayah dengan sopan dan pergi.
- Penyu? - Penyu juga buruk.
Dengarkan Ayah, Nak.
Jangan terpaku pada keinginan semu
dan malah mengabaikan hal-hal yang penting.
Aku akan berangkat kerja. Aku sayang Ayah.
Ayah juga.
Ya.
Masih berbau seperti laut.
Air tawar tak akan membunuh Ayah, 'kan?
Saat Gracie menatap tempat altarnya dulu,
dia sadar bahwa bermalam dengan Egg
menghilangkan kesedihannya untuk sesaat.
Tapi kesedihannya kembali saat pagi.
Kau buru-buru sekali berpakaian.
Kau selalu bilang pria tak pernah tahu saatnya untuk pergi. Makanya aku pergi.
Kau tak perlu pergi jika tak ada orang lain.
Jadi, kini kau membutuhkanku?
Mungkin, hari ini.
Apa ada yang salah?
Bukan gayamu, ya?
Tak ada guna peduli terhadap seseorang.
Baiklah.
Kalau begitu, cari saja ranjang lain yang bisa kau tiduri.
Ayolah, Gracie.
Aku boleh memanggilmu begitu, 'kan?
Ya, untuk sekarang.
Aku tak mengerti kenapa kau harus pergi.
Kita punya tujuan yang sama.
Kau tak siap.
Makanya aku mau mencari sarapan.
Tidak, Pak.
Ini saatnya kau belajar menunggu.
Tunggulah dengan tenang.
Egg sadar, jika benar-benar tak memedulikan Gracie,
dia pasti sudah pergi.
Ayo, Nicky, aku tak sabar. Itu apa?
Bagaimana menurutmu? Kita memang harus mengganti Summer's Eve.
Bercintalah denganku.
Aku sungguh-sungguh. Sekarang. Cepatlah.
Kau suka namanya?
Astaga! Sayang!
Eve, "Eve-r". Kini aku paham.
Astaga. Aku suka sekali.
Sayang, ini mewah sekali.
Aku hanya mencintai dua orang dalam hidupku,
dan salah satunya tak mau bicara denganku.
Berjanjilah, kau tak akan mengabaikanku seperti itu.
Kau berjanji akan selalu merawatku?
Pasti.
Kalau begitu kita sepakat.
Hei, sepertinya tamu kita sudah datang.
Maafkan ereksiku.
Hai. Kau keren sekali.
Di mana... Kenapa... Di mana baju monster nagamu?
Kami membayarmu untuk mengurus warga.
Aku penasaran apa bisa jika kau tak terlihat seram.
Ya.
Kurasa aku bisa jadi apa saja kapan pun kumau.
Baiklah. Ya. Itu masih seram, ya...
Astaga, ini panas sekali. Aku mau berenang.
- Tolong bantu aku. - Ya.
Maaf.
Apa pun bentuknya,
uang selalu menarik perhatian Gracie.
Nikmatilah.
Ayo masuk.
Ini semua milikku.
Astaga.
Eggy, bisa ambilkan sampanye untuk kami?
Segelas untukku juga?
Itu terserah dia.
Apa dia tamumu atau dia sedang bertugas?
Hari ini?
Dia bersamaku.
Bagus.
Akan kuambil minumnya.
Kok, kalian bisa berpacaran?
Suaranya bagus, apa lagi kemampuan bercintanya.
Aku suka pertemuan yang menggemaskan.
Hei, Sayang.
Sayang, kau mau berhenti berenang atau tidak?
Kita masih menunggu satu tamu lagi.
Lagi pula, aku tak tahu caranya naik ke kapal.
Sayang, di belakang biasanya ada tangga.
Kuharap dia bisa bernyanyi.
Mereka tak sadar bahwa mereka sedang diawasi.
- Yancy. - Mereka punya kapal sekarang.
Sialan. Kuharap kapal bobrok.
Tidak. Kapalnya bagus.
Sudah kuduga kau akan bilang begitu,
itu karena aku bisa sedikit menerawang dan bukan soal kopi saja,
meskipun itu adalah keahlian khususku.
Aku sudah hubungi FBI setiap hari, tapi jawabannya tetap sama.
Masalah ekstradisi, hambatan dana, kau harus sabar.
- Kau sudah kembali bekerja? - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.