The first 200 lines.
Aku mulai menyukainya.
Aku juga amat menyukaimu.
Aku mau melanjutkan hidup.
Kuminta dia untuk ikut ini tetapi bukan untuk rujuk.
Kau ingat kenapa kita putus?
Kau sangat menyebalkan. Untuk apa repot-repot?
Kenapa kau marah?
Aku mau rujuk.
Aku suka dirimu yang dahulu.
Lupakan saja. Maaf.
Entah harus berbuat apa.
Aku mau menghadapi X-ku dan melanjutkan hidup tanpa penyesalan.
Terima kasih.
SI "X" DAN AKU BANGUN LAGI HARI INI
UNTUK MENCARI CINTA KAMI BERIKUTNYA
TRANSIT CINTA
Halo, Semuanya.
MAYU MATSUOKA
-Kita mulai. -Senang bertemu kalian.
Senang bertemu.
RINTARO DAIKI KANECHIKA
HAYATO ISOMURA
-Kita tak tahu ceritanya. -Ya.
KAYOKO OKUBO
Sama sekali tak tahu.
"Selagi menginap di hotel
"dan menjalani hidup luar biasa di sana,
"sepuluh orang berusaha mencari cinta."
-Itu bagus. -"Namun, ada satu syarat.
"Untuk bergabung dengan mantan mereka."
-Kita hanya lihat "X". -X bukan berarti yang mereka suka.
Tidak.
-Itu berarti mantan mereka. -Mantan mereka.
X BERARTI MANTAN KEKASIH
Lima mantan pasangan.
Ya.
Aku sudah merasa canggung.
Sungguh kacau.
"Pada hari terakhir, mereka akan memilih cinta berikutnya dan menyatakannya.
"Apakah akan memilih orang baru
"atau mantan mereka?"
Aku mengerti.
"Kita lihat kesulitan dan kisah cinta mereka."
-Ada kemungkinan rujuk. -Ya, itu mungkin.
Mungkin ada peserta yang punya tujuan itu.
-Baik. -Mereka tak bisa...
Karena tak bisa melupakan mantan. Ini mungkin peluang bagus.
Aku mengerti.
"Kita lihat akan seperti apa pertemuan baru
"dan reuni dengan X ini.
"Coba tebak juga X milik siapa?"
AMI
Dia cantik.
-Benar. -Ya.
RUANG MAKAN
Luar biasa.
Indahnya.
SELAMAT DATANG DI TRANSIT CINTA
"Pilihlah satu tempat duduk."
Baiklah.
Tempat duduk...
Yang mana? Di ujung?
Kurasa yang ujung.
Namun, bukankah akan sulit mengobrol?
-Halo. -Senang bertemu.
MAI
Aku duduk di mana?
-Pilih saja. -Sungguh?
Tak bisa bicara tentang kita sampai semua orang tiba.
Kita belum bisa memperkenalkan diri.
-Harus menunggu yang lain. -Baiklah.
Permisi.
-Harumnya. -Ya, apa yang harum?
-Maksudku, kau. -Aku?
Kau baik sekali.
Kau manis dan imut. Itu tak adil.
-Seorang pria. -Ya.
Aku merasa berdebar.
Aku gugup.
-Mencurigakan? -Tunggu.
-Apa dia... -Ada apa ini?
Mungkin dia... mantannya.
-Halo. -Senang bertemu.
-Sama-sama. -Hai.
Apa aku pria pertama?
-Ya. -Kau yang pertama.
-Senang bertemu. -Sama-sama.
Sama-sama.
Boleh duduk di sini?
-Tentu. -Silakan.
KYOHEI
Gelisah?
Ada yang dia pikirkan?
-Halo. -Hai.
Seorang pria lagi.
-Senang bertemu kalian. -Sama-sama.
-Kemarilah. -Astaga.
Jadi...
Pilih saja.
-Di mana saja? -Di mana saja.
MASASHI
Kalau begitu, boleh duduk di sini?
-Tak ada pilihan. -Ya.
-Benar? -Ya.
Tadi aku mau duduk di tengah, tetapi aku memilih kursi ini.
Di tengah?
"Untuk memilih dengan adil,
"agar tak mengungkap X mereka,
"mereka pura-pura tak saling kenal."
Jadi, mereka berakting.
Mereka pura-pura belum pernah bertemu.
Itu mustahil.
Mustahil tak menunjukkannya dari ekspresi mereka.
-Gugup sekali. -Aku tahu.
-Dia menatapnya. -Saling menatap.
-Seperti, "Hei..." -Mereka menatap.
Halo.
-Hai. -Hai.
-Senang bertemu. -Sama-sama.
-Silakan duduk. -Di mana saja.
-Di mana saja. -Sulit.
ERI
-Sulit, bukan? -Ya.
-Senang bertemu. -Sama-sama.
Kami belum tahu nama masing-masing.
Kami berkomunikasi tanpa tahu nama.
Entah harus membahas apa.
-Halo. -Hai.
-Senang bertemu. -Senang bertemu.
Senang bertemu kalian.
-Sama-sama. -Senang bertemu.
Di sini cukup ramai.
Kau duduk di sana.
-Seorang pria lagi. -Ya.
YOSHIHITO
Kita sebaiknya mengobrol tanpa mengungkap informasi apa pun.
Mereka sepertinya cocok.
Sifatnya mirip.
Mau segelas air?
Di sini ada air.
Akan kuambilkan jika kalian mau.
-Seperti pramubar. -Bagus.
-Bagus. -Aku mau.
-Aku juga. -Kalau begitu, aku akan membantunya.
Kau sudah lama di sini?
Sebotol cukup?
Ya, untuk sekarang.
-Mereka tampak sudah akrab. -Benar.
Cepat sekali!
Kau terluka.
Ya.
Sepertinya sakit. Kedua sisi?
Tak parah. Nanti kuceritakan.
-Halo. -Hai.
Halo.
-Ada seorang wanita. -Seorang wanita lagi.
ARISA
-Halo. -Senang bertemu.
Semuanya cantik sekali. Hai.
-Ini. -Terima kasih. Kau sangat perhatian.
-Sangat perhatian... -Benar.
Semuanya dapat.
Kini sudah banyak orang,
-artinya... -Kurasa begitu.
Tak ada gunanya menebak siapa X, benar?
-Menebak? -Tiba-tiba saja.
Tak seperti acara kuis, bukan?
-Kau benar. -Aku yakin ini bukan acara kuis.
Lantas apa gunanya mengumpulkan semua mantan?
-Aku ingin tahu. -Pasti ada sesuatu.
-Kau benar. -Kita melalui banyak hal dan kita di sini.
-Halo. -Hai.
Halo.
Senang bertemu.
-Senang bertemu. -Hai.
DAIKI
Pilihlah kursimu.
-Sulit. -Yang di ujung masih kosong.
-Kami duduk sesuai urutan datang. -Ya, terima kasih.
Tampak canggung.
Apa yang salah?
Ayo bicara.
Sulit mengobrol tanpa tahu latar belakang.
Halo.
-Hai. -Halo.
-Senang bertemu. -Sama-sama.
Akan kulakukan setelah ini.
Dia akan menyajikan air.
KOHEI
-Airnya tinggal sedikit. -Terima kasih.
Wanita yang terakhir.
-Seru sekali. -Ya.
Halo.
-Senang bertemu. -Hai.
Sama-sama.
Senang bertemu.
Kami menunggumu.
-Benar. -Terima kasih sudah menunggu.
LUCA
-Dia cantik. -Semuanya cantik.
No comments yet. Be the first to leave one.