The first 200 lines.
Kisah manusia adalah kisah tentang ekstraksi.
Contohnya tembaga, yang kita tambang dan tempa menjadi bajak dan perkakas,
dan campurkan timah untuk membuat perunggu.
Atau batu bara dan minyak bumi, yang memungkinkan kita menjinakkan api.
Namun, untuk membentuk dunia,
pertama kita harus bertahan
dan untuk melakukan itu, sumber daya paling berharga adalah ini.
Gula,
hal yang paling mendekati energi murni.
Bayangkan leluhur kita. Mereka pemburu dan pengumpul.
Gula adalah salah satu sumber energi tercepat bagi mereka.
Jadi, kita berevolusi menginginkan gula. Saat menemukannya, kita memakannya.
Namun, mereka tak makan gula seperti ini.
Itu hanya ditemukan pada makanan lain.
Buah dan sayuran, dan batang tebu yang keras.
Lebih dari seribu tahun lalu
beberapa manusia yang punya inisiatif
belajar untuk mengekstraksi gula dari tebu,
menguapkannya, mengkristalkannya.
Dan mengubahnya jadi bahan yang bisa ditambahkan ke apa pun.
Dan kita melakukannya.
Kini kita bisa langsung mendapatkan gula kapan pun kita mau.
Masalahnya,
kita masih punya otak dan tubuh Neanderthal
yang kini hidup di dunia teknologi 2.0 dan gula 5.0.
Tubuh dan otak kita tak bisa mengikuti.
Kalori yang dahulu penting untuk bertahan hidup,
kini jadi ancaman kesehatan.
Gula menjadi penyebab tingginya angka obesitas,
diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Itu harus diatur.
Konsumsi minuman manis
adalah pendorong utama wabah obesitas di Amerika Serikat.
Itu adiktif.
Kita meracuni diri kita dengan gula.
Jadi, para ilmuwan berusaha
menciptakan sesuatu yang bisa menggantikan gula.
Sesuatu yang rasanya manis dan nikmat,
tetapi tanpa kalori yang tak lagi kita butuhkan.
Kita terkadang lupa bahwa gula bukan hanya rasa manis.
Gula adalah energi.
Gula adalah kebahagiaan.
Gula adalah sensasi rasa di mulut.
Gula adalah banyak hal dalam makanan
dan menggantinya…
Maksud saya, apa jantung bisa diganti?
Jadi, bisakah kita memuaskan keinginan kita akan gula
tanpa membahayakan diri?
Bisakah kita memiliki kue dan memakannya juga?
SERIAL DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
Ini dilapisi gula emas.
Terlalu enak untuk leprechaun.
Kelinci konyol. Trix untuk anak-anak.
Gula tak punya nilai nutrisi.
Dan saya rasa tak bisa disebut nutrisi.
Beberapa gula diubah menjadi lemak.
Dia tak boleh biarkan permen dan gula-gula
menggantikan makanan lain.
Perutku ingin makanan enak.
GULA
Ini adalah patung gula.
Dekorasi rumit yang seluruhnya terbuat dari gula,
terkadang tingginya lebih dari enam meter,
dipajang di perjamuan kerajaan pada abad pertengahan.
Ini dikenal sebagai ketersiratan
karena ini artinya pamer kekayaan dan kekuasaan secara tersirat.
Namun, itu tak begitu tersirat.
Gula dahulu sangat mahal dan langka.
Semua berubah sekitar 150 hingga 200 tahun lalu
saat kita mulai bisa menyuling gula bit dan gula tebu
menjadi gula olahan yang sangat pekat.
Gula tak lagi jadi simbol kekuasaan.
Gula jadi makanan energi untuk kesehatan dan kekuatan.
Dokter bersemangat melaporkan sifat stimulasi yang tak terduga.
Wanita modis dianjurkan untuk minum minuman rasa buah manis,
satu-satunya minuman sehat yang aman diminum setelah bersepeda.
Dan para tentara kagum karena itu sangat efektif,
menghilangkan kelelahan, dan memuaskan dahaga.
Tak ada yang mencari pengganti gula.
Itu terjadi karena ketidaksengajaan.
Suatu malam pada tahun 1878,
seorang peneliti di bidang kimia sedang makan malam,
menggigit roti gulung, dan merasakan sesuatu yang manis.
Itu bukan rotinya.
Itu jari-jarinya.
Dia menumpahkan larutan di tangannya hari itu.
Itu adalah derivatif tar batu bara, yang kini dikenal sebagai sakarin,
300 kali lebih manis dari gula dan tanpa kalori,
yang akhirnya akan mengisi saset merah muda Sweet'N Low.
Pada saat itu, pelanggan terbesarnya adalah pasien diabetes
dan pemilik pabrik pengalengan yang mencari pengawet murah.
Tapi, kemudian konsumsi gula Amerika mulai meningkat.
Menurun selama perang dunia saat gula dijatah,
tetapi meningkat lagi.
Berat badan orang Amerika juga meningkat, begitu juga jumlah serangan jantung.
Pada tahun 1960-an,
penyakit jantung menjadi penyebab sepertiga kematian orang Amerika.
Dokter mulai curiga bahwa gula mungkin berperan
dan banyak orang Amerika ingin menguranginya.
Untungnya, keamanan laboratorium masih belum begitu baik,
jadi para ilmuwan terus menemukan zat baru yang bisa menggantikannya.
Pada tahun 1930-an, peneliti farmasi yang sedang merokok
kebetulan merasakan jarinya dan menemukan siklamat,
kurang manis dari sakarin, tetapi lebih manis dari gula,
yang memberi kita soda tanpa kalori pertama.
Ya, ada pesta di setiap botol No-Cal,
minuman ringan bebas gula pertama dan terbaik.
Lalu, pada tahun 1960-an,
peneliti farmasi lain menjilat jarinya dan merasakan sesuatu yang manis.
Apa itu sering terjadi?
Apa para ilmuwan lupa mencuci tangan dan menjilatnya?
Tidak lagi.
Namun, berkat pria itu,
kita punya aspartam, kira-kira kalorinya sama dengan gula,
tetapi 200 kali lebih manis, jadi butuh lebih sedikit.
Lalu pada tahun 1970-an
seorang ilmuwan mengerjakan campuran gula dan klorin
dan dilaporkan diminta untuk mengujinya.
Dia salah dengar dan malah mencicipinya.
Peneliti itu selamat dan kita mendapat sukralosa.
Tanpa kalori, sangat manis, dan dipasarkan sebagai pengganti utama.
Pemanis merek Splenda.
Kau bisa bilang gula atau kau bisa bilang Splenda.
Pemanis buatan tampak seperti trik sulap. Itu berkat keajaiban kimia.
Kau bisa menikmati semua sensasi manis ini tanpa kalori.
Kenikmatan tanpa penyesalan.
Sulit dipercaya saking bagusnya.
Bagi banyak orang, itu memang sulit dipercaya saking bagusnya.
Dalam beberapa penelitian pada tahun '60-an dan '70-an,
itu menyebabkan tumor kandung kemih pada tikus,
yang menyebabkan kepanikan bahwa pemanis ini menyebabkan kanker.
Amerika Serikat melarang siklamat,
berhenti menyetujui aspartam,
dan meminta sakarin menambah label peringatan
berisi "mungkin membahayakan kesehatan".
Bagi banyak orang, gula tampak lebih aman.
Dan industri gula telah melakukan banyak pengendalian kerusakan,
mengklaim gula sebenarnya makanan diet,
cara cerdas untuk tetap langsing dan ramping.
Kapan pun tergoda makan berlebihan,
gula bisa menahan nafsu makan
karena itu hanya 18 kalori per sendok teh
dan semuanya energi.
Iklan Domino ini bahkan mengklaim bahwa tiga sendok gula
tidak lebih menggemukkan daripada apel.
Namun, meski mungkin lebih sedikit kalori, tak semua kalori diciptakan sama.
Saat makan apel, tingkat gula darah naik perlahan.
Kita dapat gula, tapi juga dapat serat, air, dan banyak makronutrisi.
Yang butuh waktu lama untuk dicerna.
Namun, gula murni adalah energi instan, diikuti dengan penurunan drastis,
jadi kita bisa merasa lebih lapar dari sebelumnya.
Dan jika kita makan lebih banyak,
energi instan itu bisa membuat tubuh terbebani.
Insulin kita merespons dengan menaikkan kadarnya.
Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula dalam tubuh,
membuka sel kita agar bisa menggunakannya sebagai energi.
Jika sudah cukup, kita menyimpan energi untuk nanti sebagai lemak.
Tapi jika insulin terus dipompa ke seluruh tubuh,
sel mulai jadi tahan terhadapnya dan akhirnya…
Pankreas memompa banyak sekali insulin,
tetapi insulinnya tak berfungsi.
Saat itulah kita terkena diabetes tipe 2.
Sel tak bisa mendapatkan bahan yang dibutuhkan.
Sayangnya, tingkat insulin yang tinggi ini
masih melakukan pekerjaan lain seperti seharusnya.
Salah satunya adalah membuat lemak.
Jadi, lebih mudah menambah berat badan dan lebih sulit menurunkannya
dan gula darah juga menumpuk,
yang bisa merusak bagian tubuh, seperti jantung.
Pada tahun '60-an dan '70-an, itu tidak diketahui.
Kita mendapat banyak informasi campur aduk tentang gula,
tetapi kita mendapat satu informasi yang jelas.
Penyebab di balik penyakit jantung kita adalah lemak jenuh.
Industri makanan merespons
dengan memberi label "bebas lemak" atau "jantung sehat" pada semua produknya.
Tapi, jika tak memakai lemak, rasa jadi hilang.
Jadi, dalam banyak kasus,
perusahaan menambahkan gula sebagai gantinya.
Tapi, pemanis buatan juga memulihkan reputasinya.
Penelitian demi penelitian
tak menemukan bukti itu menyebabkan kanker pada manusia.
Tikus dalam penelitian sebelumnya?
Tikus-tikus itu diberi ratusan kaleng soda diet dalam sehari.
Dan juga…
Tikus bukanlah manusia.
Saat Coca-Cola merilis soda berbasis aspartam pada tahun 1983,
itu adalah peristiwa penting.
Pengenalan perdana Diet Coke.
Anda akan meminumnya Hanya karena rasanya
Dalam satu dekade, aspartam telah menggantikan lebih dari 450 juta kg gula
dalam makanan dan minuman di Amerika Serikat.
Namun, pemanis buatan tak menggantikan gula dalam diet kita.
Itu malah jadi alasan untuk makan lebih banyak gula
dan kita menemukan cara lebih murah untuk membuatnya,
seperti dari jagung.
Gula kini ditambahkan ke tiga perempat makanan kemasan di Amerika Serikat,
menggunakan lebih dari 60 nama berbeda.
Dekstrosa, fruktosa, sukrosa, sirop jagung fruktosa tinggi.
Semua yang berakhiran "osa" adalah gula.
Atau salah satu sebutan halus favorit saya untuk gula,
sari tebu yang diuapkan.
No comments yet. Be the first to leave one.