Code Black

Code Black

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Code Black S02E02 720p HDTV NacitaTV ind
A Commentary by NacitaTV
visit: http://nacitatv.link

Tags

HDTV
hdtv
720p
720
HD
Published on: 2017-02-05
Downloads: 46
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

...1,61 km di utara 1-10.

Setidaknya 15 kritis di dalam, berusia 15 hingga 18 tahun.

Unit Medis, 2- 10 kepada Pangkalan Angels.

Masuk, Angels.

Jawablah. Kau Pangkalan Angels.

Baiklah.

Ini Pangkalan Angels. Silakan.

Angels, kami berada di lokasi bus sekolah menabrak truk.

Tim sepak bola sekolah. Bersiap untuk laporan pasien.

Katamu bus sekolah?

Benar. Bus sekolah menabrak truk sedang.

Sudan ada dua korban tewas.

Jadikan tiga. Tiga tewas. Seban yak 15 kritis di dalam.

Itu jumlah yang banyak.

- Pangkalan Angels, ada 12 unit. - Kita kedatangan pasien.

Satu—dua, unit bersiap mengangkut.

Gelombang pertama akan tiba dalam lima menit.

K uulangi, lima menit.

Kau harus siuman, Mike.

Setuju?

Aku membutuhkanmu. Aku ingin kau membuka matamu.

Sekarang.

Kumohon, sadarlah.

Ya, benar begitu. Lakukan lagi. Gerakkan tanganmu lagi.

- Apa yang terjadi? - Dia bergerak.

Tangannya bergerak. Hanya sedikit, tetapi bergerak.

- Bagus sekali. - Bisa jadi bagus.

- Bisa jadi bagus? - Ya.

Hanya saja... Apakah sadar?

- Mario. - Gerakan dan kejang tak sadar...

- ...bukannya tak lazim. - Dia menanggapiku.

Aku memintanya siuman, dan dia menggerakkan tangannya.

- Aku tahu yang aku lihat. - Kalau begitu pertanda bagus.

Benar?

Benar.

"Satu Menit Hingga Korban MVA Pertama Tiba"

Kau siap?

Ya.

Seluruh personel ke Gedung Tengah.

Pria, 17 tahun, trauma benda tumpul dada dan perut.

Tanpa denyut nadi di lapangan. Muncul kembali di perjalanan.

Ya, baru saja hilang kembali.

Pengemudi yang ditahan,...

...memar dan lecet di banyak tempat, setengah sadar.

Kita akan butuh pemindaian kepala saat mendarat. Lekas.

Dia pingsan. Denyut tak stabil. Tekanan positif.

Trauma wajah besar. Tanda vital hilang di lokasi.

Baik. Mari bawa ke dalam.

- Siapa namamu? - Holden.

Baik. Tatap aku. Lihat aku. Kau bisa mendengarku?

Kau di RS. Angels Memorial. Kami akan merawatmu.

- Aku baik-baik saja. - Kau anak tangguh.

Ini si pengemudi bus?

Tidak. Pengemudi bus tewas di lokasi.

ltu si pengemudi truk.

Keluar dari jalurnya. Langsung menuju ke bus.

Kadar oksigen turun ke 80 persen.

Ada masalah, dr. Pineda?

Tidak, tetapi kita harus meminta uji racun.

Bagaimana dia tiba di sini bukan urusan kita saat ini.

Fokus. Kau belum masuk.

Permisi, kami akan lewat.

Taruh di ranjang dua.

James! Bertahanlah!

Aku ingin kau fokus terhadap diriku sekarang, ya?

- Dia akan tewas? - Kita harus membawanya ke ranjang.

- Dia mengalami gagal jantung. - Sebentar.

Papannya tersangkut ke salah satu tali.

- Tolong ambilkan gunting! - Tidak. Jangan hentikan kompresi.

- Jesse, kami butuh bantuan di sini! - James! James!

- Apa yang mereka lakukan padanya? - Bersihkan perbannya.

Siapkan perban.

- Terima kasih. - Baik. Satu, dua, tiga.

- Dapat. - Aku akan mengembalikan kaki itu.

Dokter Piel, morfin sepuluh miligram.

Tidak. Aku pernah mengalami dislokasi.

Aku tak ingin dibius.

- Lakukan saja! - Baik.

Kita mencapai 64 persen.

Dia akan sekaratjika lebih rendah.

Sebesar 64 persen? Apa?

Anjlok secepat itu?

- Aku tak bisa masukkan selangnya. - Baik. Minggir...

Tolong berikan kantong. Aku akan cari jalan lain.

Elliot, ambil alih kompresi.

Apa yang kau lakukan? Mengapa berhenti?

Ada bagian otak keluar dari telinganya.

Apa?

Sial. Akan kunyatakan. Ada keberatan?

Waktu kematian pukul 17.07.

Akan kuberi kau enam detik untuk mencerna ini.

Lalu kau ikut keluar bersamaku.

James! James, bertahanlah!

Ini pelatih mereka. Aku butuh tempat.

Taruh dia di sana. Kau berdiri di ruanganmu.

Tolong, siapa pun, bantu aku menemukan putraku!

Pak, aku ingin kau tetap di sini, ya?

Dia kapten tim.

Kau siap? Bertahan.

Satu, dua.

Yakin tak ingin sesuatu untuk meredakan rasa sakitnya?

Tidak.

Berikan setengah dosis.

Baik. Kau menghadapinya dengan berani.

- Tarik napas dalam. Ayo. - Baik.

- Laporkan kadar oksigen. - Lima puluh persen.

Baik. Dokter Pineda, aku ingin kau mendorong trikoid-nya.

Dorong. Tepat di trakea-nya. Ya.

Baik. Dapat. Sudah masuk.

Jangan hentikan kompresinya. Tidak sekejap pun.

Seseorang tolong dia!

James? James, bertahanlah!

Apa dia akan baik-baik saja? James!

Dokter Piel, keluarkan dia.

Tolong periksa aliran darah di kaki itu.

- Bisa kau lakukan? - Akan kukerjakan.

- Berapa unit yang tiba? - Empat.

Kau baik-baik saja?

Kau mengalirkan darah ke ranjang, bukan ke dirinya.

Ada selusin anak di luar sana. Nyatakan saja.

Dia bukan pasienmu, Dokter.

Tolong katakan apa yang terjadi!

James! Ada apa dengannya?

- Apa yang terjadi? - Keluarkan dia.

James! Apa yang terjadi kepadanya?

Apa dia tewas? James!

James!

Baik. Tahan kompresi. Periksa denyut.

Masih belum ada denyut.

- Total waktu berhenti? - Tiga puluh menit.

Tiba satu lagi.

- Ada keberatan? - Tidak.

Empat ambulans dalam perjalanan.

"Code Black"

"Code Black"

Maaf, Nak.

Aku berusaha membantunya.

Aku memakai jaketku sebagai perban.

Dia mengalami gagal jantung!

Aku berusaha membantunya.

- Aku kapten tim. - Maaf, Nak.

Kami tak bisa mengidentifikasi satu pun.

Mereka semua mengenakan seragam.

KTP mereka berada di tas olahraga mereka di bawah bus.

Kau tahu di mana ayahku?

Tampaknya tak ada yang tahu dia di mana.

Kurasa dia baik-baik saja. Aku melihatnya berjalan menjauh.

Ternyata kau.

Jessamine, 'kan?

Maksudku, Charlotte Piel.

Aku pernah baca kau menjadi dokter.

ltu masih sangat sakit.

Mama, kan?

ltu bisa juga.

Bisakah kau kemari membantuku?

Untuk itu aku di sini. Baik.

Dia mengeluhkan banyak rasa sakit.

Kau mengembalikan lututnya, 'kan?

Apa? Ada apa?

Dokter Willis?

Kau harus melibatkan dia?

Ada apa?

Film pasca-reduksinya normal.

Rasanya seperti terbakar.

Tak ada denyut.

Aku memberinya lima miligram morfin.

- Aku tak paham. - Kubilang periksa denyutnya.

Sudah. Kuperiksa dua kali. Tempurungnya terisi cepat.

- Denyutnya tadi kuat. - Sekarang tidak lagi.

Bisakah seseorang memberi tahu apa yang terjadi?

- Kita bawa dia ke ruang operasi. - Ruang operasi? Mengapa?

Arteri di belakang lututmu terluka saat terjadi dislokasi.

Kami akan membawamu ke ruang operasi...

...dan segera merawatnya.

- Baik. - Akan kukabari ruang operasinya.

Baik. Terima kasih.

Perawat, bisa tolong siapkan untuk dipindahkan?

Kau, ikut denganku.

- Anak itu akan kehilangan kakinya? - Mengapa kau di sini?

- Apa? - Jika ini perhentian sementara...

...menuju peranmu selanjutnya di film...

Bukan! Aku di sini untuk berpraktik sebagai dokter!

Bisa jawab pertanyaanku? Anak itu akan kehilangan kakinya?

- Dokter Willis, ada masalah? - Sedang kuatasi.

Dia memintaku mengevaluasi aliran darah di kaki pasien.

Aku melakukannya.

Bagaimana persisnya?

Aku memeriksa denyutnya.

Dorsalis pedis dan posterior tibialis.

Ujian diktat.

- Diktat apa itu? - Elford dan Patreedus.

Apa?

Emergency Procedure, karya Elford dan Patreedus.

Aku tahu buku itu.

Di mana tertera untuk memeriksa cedera arteri...

...hanya dengan mengukur denyut?

Bab 26, paragraf kedua.

Sebanyak 90 persen pasien trauma arteri...

...akan terlihat pada pemeriksaan denyut.

- Kau ingat itu? - Tapi dia bukan diktat.

More Indonesian subtitles for Code Black

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left