The first 200 lines.
Maaf jalannya tidak mulus! Lalu lintas macet sampai 32 km.
Ini satu-satunya jalan untuk mencapai lokasi kecelakaan.
Seharusnya ada beberapa paramedis dan teknisi medis darurat (EMT)...
...tapi mungkin hanya kita dokter yang berada di lokasi.
Tetaplah waspada.
Akan ada banyak orang di sana yang membutuhkan bantuan kalian.
Pengobatan ini bukan berdasarkan siapa yang datang lebih dahulu.
Tugas utama dalam evaluasi awal adalah untuk memprioritaskan pasien.
Masing-masing dari kalian ambil sepaket label.
Ada empat warna. Hijau untuk cedera ringan.
Kuning untuk yang lebih serius, tapi tak mengancam.
Merah untuk pasien kritis yang takkan selamat...
...tanpa pengobatan dan transportasi.
Hitam untuk kematian atau diperkirakan akan meninggal.
Tunggu, diperkirakan akan meninggal?
Maksudmu, kita memberi label hitam pada pasien yang masih hidup?
Kalian ingin kami memutuskan siapa yang hidup dan mati?
Kami ingin kalian memutuskan siapa yang bisa kalian selamatkan.
Serta mencegah agar dokter atau EMT yang datang berikutnya...
...tak menghabiskan waktu mengurusi pasien yang tak bisa diselamatkan.
Pelatihan tak menyiapkan kalian untuk hal ini.
Jika kalian melakukannya dengan benar...
...kalian akan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Kita sudah sampai!
"Pukul 20.12. Jalan Raya Pasadena, Los Angeles"
Matras itu di sana.
Mari bongkar perlengkapan kita.
Halo, selamat datang di zona kecelakaan.
- Maaf, siapa kau? - DIC, dokter yang bertugas.
Akulah yang diutus tangani tabrakan kereta, mobil, apa saja.
Aku baru menerima telepon dari Gina Perello.
Katanya, aku mendapatkan dua dokter konsulen...
...empat dokter residen IGD, satu dokter residen bedah.
- Siapa dokter bedahnya? - Heather Pinkney.
Aku juga dokter bedah. Biasanya ada satu di tenda, dan satu di lapangan.
Kau yang akan berkeliling.
Kau pasti dr. Rorish. Kau di sini menemaniku.
Aku lebih baik di lapangan.
Sekarang kau berada di lGD-ku, dr. Rorish.
Jika kusuruh bertugas di tenda, maka kau bertugas di tenda.
Aku ingin semua darah ini diatur berdasarkan golongan.
Yang lain, ambil tas dan labelnya.
Ayo bekerja.
- Tangki oksigen harus tegak! - Kau baik-baik saja, Leanne?
Ya, pergilah. Tetaplah waspada. Semoga berhasil.
- Baiklah. - Sampai nanti.
Dia menyebalkan.
Di mana brankar yang kuminta untuk dibariskan di sini?
dr. Lorenson, sebelah sini. Aku menangani sopirnya.
- Kalian dokter? - Aku menangani penumpangnya.
Tolong kami! Kumohon.
- Lenganku patah. - Kami akan mengobatimu.
- Kau bisa mendengarku? - Kepalanya...
...membenturjendela dengan keras.
- Napasnya berat, tidak merespons... - Apakah kau dokter?
Aku perawat hospis, Alice Sellers.
- Bagaimana keadaannya? Tolong dia! - Apa dia suamimu, Alice?
Bukan, namanya Fred. Kami sedang makan malam.
Dia teman kencanku.
- Alice? Aku perlu memeriksamu. - Ya?
- Kau mengalami cedera lain? - Kurasa kaki kananku patah.
Retak di banyak tempat, diduga pendarahan intraperitoneal...
...kejutan hemorhagik.
Apakah dia baik-baik saja?
- Aku minta maaf, Alice. - Apa? Tidak...
- Ayo bawa dia ke triase! - Aku tahu apa artinya label hitam.
- Jangan beri dia label hitam! - Sudahlah.
- Dia masih bernapas! - Sudahlah.
K epolisian dan damkar kesulitan mencapai Iokasi kecelakaan. ..
...karena asap tebal dan Ialu Iintas yang terhenti...
- Anak buahku sudah tiba? - Baru saja tiba.
Markas Angels, ini 91 1. Aku mendapat telepon dari Iokasi.
K edengarann ya seperti anak kecil. Aku akan mentransfern ya.
Tidak, itu untuk 911. Kami hanya bicara kepada paramedis.
K edengarann ya dia terisolasi. Tak jelas apa ucapann ya.
Katanya, ibun ya terluka parah.
Jika kau bicara langsung dengan pasien...
...kau akan terjebak, percayalah.
Halo? Apakah ada orang di sana?
Halo, di sini dr. Perello di RS Angels Memorial.
- Siapa namamu? - Lily.
lbuku dan saudaraku terluka parah.
Kami tak bisa mengendalikan mobilnya, dan kami...
Lily, aku tak bisa mendengarmu.
Ada dokter di sana. Mereka memakai rompi kuning.
Di sini dingin dan aku tak bisa melihat apa pun.
Di mana kau, Sayang? Lily?
Halo? Kau masih bisa mendengarku?
Lihatlah asap itu. Kau tak bisa melihat sampai tiga meter.
Saat asapnya menghilang dan mereka mulai membawa orang kemari...
...situasi akan sangat kacau di bawah sana. Bersiaplah.
Jesse, para perawat bilang kau sudah boleh pulang.
Hasil laboratoriummu sudah didapat. Semuanya normal.
Walaupun itu benar, itu informasi pribadi.
Para perawat itu tak seharusnya bergosip!
- Di sini panas, ya? - Tidak. Tenanglah.
lni hanya karena kami merindukanmu.
Aku berkeliling satu putaran.
Rasanya seperti baru membangun piramida.
- Hai. - Amy, teman sekamarku, Jack Rhodes.
- Amy dan aku adalah rekan kerja. - Rekan kerja, ya?
Aku berharap pakaianku lebih pantas di kencan pertama kita.
- Pakaianmu sudah cocok. - Aku menyukainya.
- Jesse, kau baik-baik saja? - Dadaku agak sesak.
- Jesse. - Apakah harus memanggil dokter?
Bicaralah kepadaku, Jesse. Kau merasakan sakit?
- Aku mual dan pusing. - Cobalah bernapas pelan-pelan.
- Kurasa napasmu terlalu cepat. - lni tak boleh terjadi lagi.
Memang tidak.
- Bernapaslah bersamaku. Mengerti? - Baiklah.
Tarik napas dalam empat hitungan. Keluarkan dalam empat hitungan.
Bagus. Lihat aku. Kau melihatku? Kau baik-baik saja.
lni bukan serangan jantung. lni serangan panik.
- Baiklah. - Teruslah bernapas.
Aku baik-baik saja.
Sebelah sini! Bawa dia ke sini.
Perut tegang. Pengisian ulang kapiler tertunda.
Tolong, kembalilah!
Tekanan darah 60/40. Aku membutuhkan USG portabel.
- Dia tadi bernapas. - Pupilnya tak bereaksi.
- Alice adalah perawat hospis. - Bibiku adalah perawat hospis.
lbuku sering mengatakan salah satu tangannya ada di surga.
Ada cairan bebas di perut.
Central line dan cairan, maka dia cukup stabil untuk dipindahkan.
Dia masih hidup. Mereka memberinya label hitam.
Mereka membunuhnya! Kau membunuhnya!
dr. Lorenson. Saatnya kau pergi.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
- lni tidak mudah. - Kumohon.
Tarik napas.
Lewat sini. Pergi ke tenda oranye. Kau akan baik-baik saja.
Apa yang terjadi?
Apakah ada orang di sana?
Astaga.
Keluarkan aku dari sini! Tolong aku! Keluarkan aku dari sini!
- Aku tak bisa bernapas! - Baiklah. Siapa namamu?
Kenny Wylar. Tolong keluarkan aku dari sini!
Kenny, aku dr. Leighton. Aku akan menolongmu.
Apakah kau sendirian di sini?
Aku dan Olaf. Boneka untuk putriku.
Dia akan sedih jika aku tak membawa boneka ini.
Kenny, dia akan lebih sedih jika kami tak menyelamatkanmu.
- Mari kita mulai dengan itu. - Aku tak bisa bernapas.
- Tetap bersamaku. Mario! Heather! - Baiklah.
Hai, ini Gina.
Seorang gadis kecil menelepon. Namanya Lily.
Kedengarannya keluarganya cedera parah.
Sayangnya, ada banyak yang seperti itu di sini.
Aku bilang akan mengirimkan bantuan.
Dia berada di SUV. Dia bilang mobiln ya melompati.
Melompati? Melompati apa?
Aku tak tahu. Aku tak bisa mendengar bagian itu.
- Jika kau menemukannya... - Baiklah. Aku akan mencarin ya.
Baiklah, kabari aku. Kedengarannya dia ketakutan.
Aku tak heran. Di sini menyeramkan.
- Aku tak bisa bernapas. - Apa ini?
- lni macet. - Aku tak bisa bernapas.
Kita membutuhkan linggis, kapak, atau semacamnya.
- Apa kita bisa mengeluarkannya? - Tentu, jika punya waktu 5 jam.
Aku kedinginan. Aku tak bisa merasakan kakiku.
Tolong! Kami butuh bantuanl
- Tolong aku. - Kenny, kami segera kembali.
Tetaplah bersamaku, Kenny.
Kita tak punya pilihan lain. Kita harus memberinya label hitam.
- Apa? - Benar-benar seorang pahlawan.
lnilah tugasnya. Prioritaskan mereka yang bisa kita selamatkan.
- Kita bisa menyelamatkannya. - Tidak.
Betonnya dingin dan basah, serta meluas saat mengering.
Entah dia mengalami asfiksia, atau membeku sampai mati.
Bagaimanapun, kita takkan bisa mengeluarkannya tepat waktu.
- Kau kejam. - Aku tidak kejam.
Mario, dia bisa bicara dan sadar. Dia tak boleh diberi label hitam.
Terima kasih, Heather.
- Apa yang akan kita lakukan? - Lawan hipotermianya.
Kau kembalilah ke truk damkar. Jaraknya sekitar 800 m, ambil kapak.
- Hai, Kenny. - Bagaimana caramu lawan hipotermia?
Kami akan memikirkannya. Larilah, Forrest! Lari!
Bagaimana menjaganya tetap hangat?
Kita tak bisa pakaikan sun blanket di sekelilingnya.
Bukan di sekelilingnya, tapi di dalamnya.
Buka tas itu, aku mempunyai salin. Kita butuh banyak salin hangat!
Tapi di mana kita akan mendapatkan salin hangat di sini?
Kita membutuhkan mobil yang berfungsi.
- Kau mau berkendara? - Tidak, kita takkan berkendara.
Dapat!
- Kenny? Kami segera kembali, ya. - Tidak!
Heather, ayo pergi.
Halo?
Apakah ada orang di sana? Bisakah kau menolongku?
Tak apa-apa. Aku dokter, aku akan menolongmu.
- lbuku, dia terperangkap. - Baiklah.
- Kenny. - lni.
Kami akan memasukkan infus ini ke venamu...
...agar kau hangat, sampai kami bisa memikirkan solusinya. Mengerti?
- Kalian takkan mengeluarkanku, ya? - Kami akan mengeluarkanmu.
Aku ingin bicara dengan keluargaku. Boleh pinjam ponselmu?
Aku membutuhkan sukarelawan untuk memegang infus ini.
- Kalian mau ke mana? - Kami harus mengobati pasien lain.
Kantong salin itu akan kosong dalam 12 menit.
Kami akan kembali saat itu.
No comments yet. Be the first to leave one.