The first 125 lines.
Namaku adalah...
Ah, Tomokui Kanata.
Tidak. Namaku sudah tidak penting lagi.
Yang jelas, di hari itu dan di momen itu...
...aku benar-benar sudah mati.
Oh, kau sudah membuka mata, ya?
Kenapa? Kenapa aku masih hidup?
Siapa monster hijau jelek ini?
Baiklah.
Anak bertubuh besar ini adalah Gobkichi.
Dan kau adalah... Gobrou. Gobrou sudah bagus untukmu.
Sembarangan banget!
Ah, tidak bisa. Aku sangat mengantuk.
Saat aku bangun keesokan harinya, aku dikelilingi bayi-bayi hijau yang jelek.
Dan aku adalah salah satunya.
Akhirnya aku yakin.
Aku sudah mati satu kali dan aku menjadi bayi hijau...
Benar. Aku terlahir kembali menjadi bayi goblin tak berdaya.
Aku benar-benar menangis karena hal ini.
Pertumbuhan goblin lebih cepat dari dugaanku.
Saat aku bangun tidur, tubuhku tiba-tiba menjadi besar.
Oke.
Aku tak peduli dengan tempat ini atau sosok jelek ini.
Aku sudah cukup beruntung untuk mendapat kehidupan kedua.
Kali ini, aku akan hidup semaksimal mungkin.
Ini adalah makanan terakhir yang akan kuberikan.
Setelah ini, kalian harus cari makan sendiri.
Enak!
Meski mataharinya satu dan langitnya berwarna biru,
tapi aku melihat burung aneh,
dan tumbuhan asing.
Ini bukan dunia yang kukenal.
Baru kali ini aku melihat dunia luar.
Aku juga begitu, Gobkichi.
Gobkichi?
Bukankah itu namamu? Namaku adalah Gobrou.
Gobrou?
Benar. Namaku Gobrou.
Baru tiga hari, sih.
Di antara bocah-bocah goblin itu,
aku sengaja memilih Gobkichi si bocah terbesar karena satu alasan.
Untuk diajak berburu.
Itu bagus, Gobkichi!
Kau mengejar, aku menghabisi.
Berburu itu memang harus berdua-
Hei!
Kenapa kau mau memakannya sendiri?!
Kita harus berbagi, 'kan?!
Setelah mengajari Gobkichi tentang "hierarki" secara lembut,
aku memeriksa tanduk horn rabbit untuk menjadikannya sebagai senjata.
Apa itu tadi?
Ah, iya, iya.
Terima kasih, Gobrou!
Jangan makan dan menangis bersamaan!
Tanduk adalah legenda terkuat!
Ada lagi.
Apa?
Bukan apa-apa. Ayo kita makan dulu.
Escape.
Begitu rupanya.
Absorption.
Ini adalah kemampuan ESP langka yang aku miliki di dunia sebelumnya.
Singkatnya, aku bisa makan apa saja, termasuk besi, emas, atau bahkan racun,
dan mendapat kemampuan dari makananku
dengan probabilitas tertentu.
Sayangnya, kemampuan lain yang kudapatkan di duniaku
sudah hilang sepenuhnya.
Gobrou, kau sangat hebat.
Aku sudah beruntung karena memiliki kemampuan ini.
- Gobkichi, kau juga hebat. - Karena di dunia baruku ini,
ada banyak monster yang memiliki kemampuan gila.
Apa?!
Kalian makan horn rabbit?!
Hebat!
Memangnya sehebat itu?
Aku Gobmi!
Habisnya, kemarin ada anak yang mati ketusuk tanduk horn rabbit!
Oh?
Namamu Gobrou, 'kan? Kamu benar-benar luar biasa!
Kamu cerdik, keren, dan kuat!
Be-Benarkah?
Kalau aku?
Biasa.
Baguslah.
Hei, Gobmi, apa kau mau ikut berburu bersama kami besok?
Mau!
Sayangnya, hari berikutnya hujan.
Aku menunda perburuan bersama Gobmi menjadi besok,
dan aku memutuskan untuk membuat senjata baru
dengan beberapa material yang ada di lumbung harta hari ini.
Saat aku menemukan material di lumbung harta,
aku melihat wanita manusia yang dikurung di sana.
Aku bisa menebak alasannya, tapi aku tak mau memikirkannya.
Kau sangat serius, ya.
Pria ini adalah Gobji.
Dia menggendongku saat aku baru lahir di sini,
dan dia memberiku nama "Gobrou" secara asal.
Dia adalah sepuh di sini.
Mungkin kau bisa naik level dengan cepat.
Level?
Jika melakukan ini, bukankah ada angka di kepalamu?
Level delapan puluh enam.
Kau bisa berevolusi saat levelmu mencapai seratus.
Yah, biasanya hanya ada satu dari puluhan goblin, sih.
Pertumbuhan goblin sangatlah cepat
dan pria tua ini sebenarnya berusia sekitar dua puluh tahunan.
Anak-anak muda desa ini akan kembali sebentar lagi.
Lalu, kau akan bertemu goblin yang berevolusi menjadi hobgoblin.
Seperti apa mangsa yang mereka bawa, ya?
Bagus sekali, Gobmi!
Gobmi di belakang.
Aku di tengah-tengah.
Kemudian,
Gobkichi di depan!
Formasi tiga anggota ini sangat efektif.
I-Ini enak! Enak banget!
Selama ini, aku hanya bisa makan buah.
Aku bahagia.
Thermography. Venom.
Resistansi Venom. Persepsi. Evil Eye.
Ular ini lebih kuat dariku yang sekarang.
Apa yang kau bicarakan?
Boleh kumakan kepala ular itu?
Jangan dimakan! Kepalanya beracun.
Itu bisa membunuh kalian.
No comments yet. Be the first to leave one.