The first 200 lines.
Kode Hitam: Pasien terlalu banyak hingga rumah sakit kekurangan daya.
Rata-rata IGD mengalami Kode Hitam lima kali dalam setahun.
RS Angels di LA mengalami Kode Hitam 300 kali setahun.
Halo, para dokter residen, dr. Rorish akan segera kemari.
Untuk saat ini, ada aku.
Aku Jesse Sallander.
Selama tiga tahun ke depan, aku ibu kalian.
Aku perawat IGD senior dan bisa kujanjikan
semua yang terjadi di rumah ini diketahui oleh ibumu ini.
Coba saja sembunyikan sesuatu, ibumu akan tahu.
Kalian pikir lebih cerdik dari ibumu karena punya gelar dokter?
Tidak begitu.
Ibumu tahu jika kau berbohong, menangis, atau sekarat.
Serta bukan hanya tugasku mengajarkan yang benar dan salah,
tapi, memastikan kalian baru pergi dari sini setelah tiga tahun
dan berpikir kau bisa salah.
-Bisa tolong dibersihkan? -Ya.
Kau dokter residen atau dokter jaga?
Residen tahun pertama, sepertimu. Namaku Christa.
-Mario. Kau magang di mana? -UCLA.
-Uang kuliah termahal, ya? -Entahlah, aku di NYU.
Aku akan membayar pinjaman sampai seusiamu.
Terima kasih.
Ribuan dokter baru seperti kalian
melamar setiap tahun untuk belajar kedokteran darurat
dalam gereja sipil ini, yang akan kalian masuki.
Ini sebabnya kalian di sini.
Rumah sakit paling terkenal di negeri ini,
tempat kedokteran darurat lahir,
tempat Dinas Rahasia memesan ranjang trauma
bagi Presiden AS saat dia ada di LA.
Ini Trauma 1, Angels Memorial.
Bilik-bilik di sekitar pembatas yang kami sebut "samping",
adalah bagi pasien yang menunda mati untuk sejenak.
Lalu ini untuk mereka yang mencoba langsung mati.
Hadirin, inilah panggung pusatnya.
Orang kemari hanya untuk satu alasan.
Untuk mendapat keajaiban terakhir.
Di rumah ibu kalian, ada peraturan utama
dan agar kalian mematuhi peraturan utama ini,
ajukan semua pertanyaan yang menurutmu konyol.
Kenapa? Karena kalian akan takut bertanya kepada ayah.
Lebih baik bertanya kepadaku daripada melanggar peraturan utama
yaitu tidak boleh, dalam situasi apa pun,
membunuh satu tamu pun di rumahku.
Kalau dia ibu, siapa ayahnya?
Ada yang di pintu!
Pengantaran homeboy! Cepat!
Itu ayah.
Ambil sarung tangan, ikut aku.
Apa itu pengantaran homeboy?
Anggota geng meninggalkan yang terluka di trotoar.
Jesse, pasang bel pintu.
Pengantaran homeboy? Kedengarannya rasialis.
Mereka yang menamainya, bukan kami.
Astaga.
-Apa-apaan ini? -Tetap berfokus! Ayo!
Ada pendarahan besar di depan. Lihat ke belakang.
Kosong.
Luka tembak di leher, pembuluh karotis rusak.
Separuh darahnya habis. Jesse, dia harus dikeluarkan.
Tolong siapkan brankar di bawahnya, ayo.
Kau ke sisi sana dan dorong dengan kedua kaki.
Satu, dua, tiga. Ayo!
Awas kepalanya. Sekali lagi. Ayo.
-Satu, dua, tiga! Ayo. -Kau, naik di atasnya.
Aku bisa.
Ayo naik.
Baik, hati-hati.
Taruh jarimu di tempat jariku.
Terasa benda kecil menggeliat seperti cacing yang mau kabur?
Itu arteri karotis.
Sekarang hanya jarimu yang menjaganya tetap hidup.
-Jalan. -Awasi doronganmu.
Nyawa diukur di sini dalam sepersekian detik.
Jika kau ragu, orang mati.
Aku butuh penyedot.
Ella, hubungi TTA.
Jesse, hubungi bank darah.
Katakan aku butuh 6-8 unit dan beri tahu ruang operasi.
Baik.
-Ke lantai satu. -Luka tembak, pria.
Satu lubang. Entahlah apa ada lagi.
NVP sekarang!
RSI. Etomidate 20 mg.
Tolong Sux 140. Tekan sesuai aba-abaku.
-Obat siap. -Tekan sekarang.
-Ya. -Ini saatnya turun.
-Cepat. -Baik.
Kau mau aku minta lab untuk tipe transfusi dan kecocokan?
Tidak, tapi, kau bisa mengambil alih CPR.
Pendarahannya kritis.
Amati denyutnya, Dokter. Jantungnya butuh bantuan.
Berhenti menekan agar bisa melakukan intubasi.
-Kau bisa? -Ya.
Siapa yang tahu kenapa pasien ini tak bisa ditransfusi
dengan darah kecocokan?
-Ada yang tahu? -Darah datang.
Karena itu butuh sejam. Dia tidak punya sejam.
Dia butuh O negatif, yang sudah ada. Terima kasih, Jesse.
Enam unit? Banyak sekali.
Saat dijahit nanti, dia akan kehilangan lebih banyak.
Tunggu, dia benar.
Ya.
Ahli bedah vaskular akan butuh sejam untuk mengganti pembuluh itu
dan dia tak punya sejam. Dia tak punya sepuluh menit.
Semua darah itu akan berakhir di lantai di bawah mayat.
Ini Jumat malam, Bu. Kita akan membutuhkan darah itu.
-Ya, benar. -Kau takkan mentransfusinya?
Tunggu, kau akan membunuhnya?
Ada apa?
Aku butuh kateter vena pada bahu L miliknya
dan semua salin dingin sebanyak mungkin.
Leanne, bisa bicara?
-Siapa yang tahu aku sedang apa? -Salin dingin datang.
-Aku saja. -Ada?
Aku mengganti seluruh darah pasien dengan salin dingin.
-Kenapa kulakukan? -Seharusnya tidak.
-Organnya sudah tak mampu. -Aku butuh bantuan, dr. Hudson.
Kental tanpa gula.
Itu manusia di meja, Leanne.
Kau, sudah siap bicara?
Teori infusi dingin
menyatakan bisa membuat mati suri sementara
melalui hipotermia, secara teori, memberi pasien
sejam yang dibutuhkan ahli bedah untuk memperbaiki pembuluh.
Tepat, jadi, kau benar.
Kita akan membunuhnya. Dia harus dibunuh agar selamat.
-Baik, lepaskan. -Aku masuk.
-Larutannya ada padamu? -Ya, mulai.
Infusi dingin itu prosedur percobaan.
Belum disetujui IRB.
Kedengarannya seru.
Kau direktur IGD, Mark. Di mana keprihatinanmu?
Kutinggal dalam botol Xanax. Pasiennya selamat, Neal.
Kali ini.
Buruk sekali yang terjadi kepada Leanne.
Kita semua merasakannya.
Tapi tiga tahun sejak itu, lebih banyak yang keluar
daripada direktur residen yang pernah kita miliki.
Dia makin berbahaya dan ceroboh.
Dia diselidiki empat kali
-oleh negara. -Dibebaskan empat kali.
Apa tujuan pembahasan ini?
Dia berbeda. Kau tahu itu.
Yang kutahu, walau kecelakaannya sangat tragis,
amarah itu membuatnya lebih baik.
Memang lebih banyak yang keluar, tapi, yang lolos dari dia,
mendapat pekerjaan lebih baik di rumah sakit yang lebih baik.
Dia menghasilkan dokter hebat, Neal.
Dewan menyukainya, berarti aku sangat menyukainya.
Kau mencariku?
Ya, kau membuat pasien mati suri.
Bagaimana dia? Sudah mencapai hiperruang?
Dia di ruang bedah, karotisnya dijahit.
Semua darahnya aman di dalam dirinya.
Jangan pernah menantangku lagi di depan para residenku.
Kau melakukan prosedur yang tidak disetujui
Neal, nenekmu ini mencoba bangun.
Nona.
Jangan lakukan itu, ya?
Pasien itu sudah sekarat dan aku membawanya kembali.
-Itu kemenangan siapa pun. -Tidak bagimu.
Saat aku residen, kau selalu bilang mereka bukan kartu skor.
Mereka orang sungguhan.
Hati-hati. Aku lebih tahu darimu
anak itu orang sungguhan, dengan keluarga sungguhan
yang berdoa jika anak mereka dibawa kemari dengan ESI-1,
dia akan dirawat dokter yang akan berupaya
semanusiawi mungkin demi menolongnya.
Bukan oleh dokter pemalu yang lebih peduli kepada aturan
daripada nyawa di meja di depannya.
Begitu. Mereka menginginkanmu, bukan aku.
Bukan, kau dokter yang mereka inginkan.
Aku dokter yang mereka butuhkan.
Seru, tapi, aku dikirimi pesan 40 orang baru masuk
selama kita bercinta bertiga.
Jika tak ada yang membuka baju, aku butuh kalian kembali sekarang.
Neal, pasienmu.
Kau agak keras kepadanya?
Tidak. Kita bukan teman, keluarga, atau psikiater mereka.
Kita dokter mereka. Dia bingung.
Dia tidak bingung.
Dia peduli kepadamu dan mereka.
Untuk itu, semuanya salahmu.
PUKUL 20.10 KODE KUNING
Jatuh dari papanmu?
Relnya kasar. Kurasa ini patah.
Bisa kurasakan tulang remuk di sana.
Kau sedang teler?
Kenapa, kau mau?
Lucu. Ayo.
Kalian sama bergunanya seperti waktu tunggu kalian di sini.
Kau mau menyayangi pasienmu, tak masalah, terima kasih,
tapi, sebaiknya juga menyayangi yang ada di sini
karena mereka mungkin lebih membutuhkanmu.
-Angus Leighton. -Malaya Pineda.
Tunggu, kau adik Mike Leighton?
-Dia membicarakanmu. -Kau kenal dia?
Aku masih mahasiswi kedokteran saat dia menjadi residen,
No comments yet. Be the first to leave one.