The first 181 lines.
The Fable
Menyulang
Kau dapat informasi soal pembunuhan itu?
Kau selalu muncul saat makan malam.
Itu karena aku baru pulang kerja.
Aku membuat kari hari ini. Mau?
Akan kulihat saat sudah matang.
Sial, kau membuatku kesal.
Aku hafal semua pembunuhan bulan Juni dari empat tahun lalu.
Katakan yang kau cari.
- Tanggal 4 Juni, pencuri masuk ke bar... - Bukan.
- Tanggal 10 Juni, pria berjalan-jalan... - Bukan.
- Tanggal 11 Juni, dua mahasiswa... - Bukan.
- Tanggal 20 Juni, di gedung parkir... - Itu dia.
Kenji Kawahira, 28 tahun, pengangguran, tenggorokannya digorok dengan pisau.
Lalu dia terjun dari lantai tiga gedung parkir.
Kawahira tewas.
Ada seorang gadis yang berkendara dengannya, sekitar usia 15 atau 16 tahun.
Hinako Saba, 16 tahun. Dia melarikan diri.
Hinako Saba terluka parah dalam kecelakaan itu.
Setelah melarikan diri, dia pasti terlibat dengan beberapa bedebah.
Tapi itu salahnya sendiri.
Tapi mengingat usianya, aku kasihan kepadanya.
Tidak seperti itu.
Butuh dua detik untuk memecahkan jendela, menggorok leher, dan melihat ke dalam.
Gadis itu sudah menangis.
Orang tak bisa menangis dalam dua detik.
Aku juga membunuh pria yang berjalan-jalan pada tanggal 10 Juni.
Apa? Itu juga?
Jika ingatanku benar,
aku punya tiga target yang terlibat bisnis prostitusi.
Gadis prostitusi?
Kau tak mencari tahu soal itu?
Intinya aku tetap melakukan pekerjaanku.
Yah...
Kurasa aku juga sama.
Begitu rupanya.
Itu pasti dari kecelakaan itu.
Jadi, kau mau makan kariku?
- Ya. - Kau mau?
Aku tak boleh berubah pikiran.
Aku sudah memutuskan.
Aku sudah muak menjalani hidup
yang membosankan.
Seperti biasa, aku akan memakai kunci cadanganku untuk masuk.
Saat Misaki pulang, aku akan membuatnya pingsan.
Akan kututup mulutnya dengan lakban dan mengikat tungkainya dengan tali.
Mungkin aku akan merekamnya.
Aku akan mengambil kesempatan ini untuk melampiaskan semuanya.
Aku jadi seperti ini karena masyarakat.
Sebenarnya, ini semua salah si Sato bodoh itu.
Tadinya aku puas hanya dengan mengintip.
Apa? Tunggu!
Apa-apaan ini? Apa yang terjadi? Kuncinya tak pas!
Tak mungkin! Apa dia mengganti kuncinya?
Yang benar saja.
Setelah semua persiapanku... Setelah membulatkan tekad...
Sial!
Selamat malam.
Aku penasaran ada apa di atas.
"Misaki Shimizu".
Aku pernah mendengar nama itu.
Dia model bikini yang terlibat dengan Kuro sekitar tiga tahun lalu.
Ayam itu, ya?
Bagus. Aku menyukainya.
Tepat di bahumu
Kini kau merasakannya
Menjadi kaku seperti
Serpihan ketombe di bahumu
Aku tak bisa...
Pistol setrum dan lakban.
Pria itu benar-benar gila.
Kainuma terlalu dilindungi saat kecil.
Ibunya memenuhi semua keinginannya.
Jika diperlakukan seperti itu sampai dewasa,
orang akan jadi sangat bodoh.
Mereka akan merasa dirinya adalah pusat dunia.
Orang seperti itu sempurna untuk bisnis kita.
Aku menghargai orang tuanya karena membesarkan orang bodoh.
Pernah ada iklan TV untuk semprotan pendingin di kompetisi olahraga.
Ibu Kainuma langsung mengeluh ke stasiun TV.
Dia bilang putranya payah dalam olahraga, jadi, iklan itu menyakiti perasaannya.
Apa? Kau serius?
Ibu monster seperti dia benar-benar ada.
Karena keadaan di dunia nyata
tak berjalan sesuai keinginannya, dia tersandung.
Kini Kainuma menjadi penguntit bonafide.
Dia melihat wajahku.
Benar juga. Biar Suzuki yang menangani Kainuma.
Baiklah. Omong-omong, di mana Pak Suzuki?
Aku menghubungimu karena kudengar kau baru pindah kemari.
Tak kusangka kau akan datang.
Ya, aku juga punya pertanyaan untukmu.
Waktu yang tepat.
Kau operasi plastik lagi?
Kudengar kau jadi peliharaan Utsubo.
Dia tak memilikiku. Ini kontrak kemitraan eksklusif.
Tapi kalian berdua peliharaan Sunagawa, bukan?
Kita bukan teman.
Jadi, cukup basa-basinya. Apa maumu?
Aku ingin informasi apa pun tentang Fable.
Aku juga mau, informasi tentang Fable.
Kalau begitu, bagaimana jika kita bertukar informasi?
Kau lebih dahulu.
Dia punya kontrak dengan Maguro selama bertahun-tahun.
Dia harus mengeluarkan peluru secara manual setiap habis menembak.
Aku tak melihat pistolnya dengan jelas,
tapi pelurunya mainan.
Pokoknya, aku ingin informasi, sekecil apa pun itu.
Apa yang kau punya?
Duo pria pekerja serabutan yang juga membunuh
dihajar oleh legenda urban penyendiri.
Cukup lucu, bukan?
Ini pistol yang ingin kau lihat, bukan?
Ini bukan mainan.
Ini Hush Puppy sungguhan.
Aku tahu kau punya semacam kesepakatan.
Dalam situasi ini, lupakan rekanmu dan tembak saja.
Tembak!
Tapi PPK .22 itu tak akan menembus tubuh berotot si bodoh ini.
Jadi, apa yang akan kau lakukan?
Kau tak punya banyak waktu untuk berpikir.
Saat ini banyak adrenalin yang terpompa ke tubuh si bodoh ini.
Dia tak akan merasa sakit sekitar lima menit.
Tapi begitu dia mulai merasakan sakit, maka sudah terlambat.
Paru-parunya akan kolaps dan jantungnya akan hilang perlahan.
Dia hanya menggoresku. Sebelum dia mengisi peluru berikutnya...
Seharusnya kau mencari tahu lebih dahulu.
Ini juga bisa ditembakkan secara otomatis.
Tak seperti pistol mainan dengan slide manual milik Fable.
Pantas saja kau dikalahkan oleh hantu seperti Fable.
Kau harus lebih perhatian setiap hari dan belajar lebih giat.
Kurasa begitu.
Apa yang kau lihat?
Aku hanya lewat.
Kalau begitu, lewat saja.
Aku dalam perjalanan ke kantor, tapi...
Begitu rupanya.
Jika kau di sana, kenapa kau tak menangkapku sebelum aku jatuh?
Kupikir tak baik mengganggu latihanmu.
Ini terapi fisik.
Tapi memang seperti latihan.
Jadi, kau ingin aku membantu?
Tidak, terima kasih.
Jangan sentuh aku.
Apa maumu?
Kakimu tak berfungsi, bukan?
Ya, seperti yang kau lihat dengan jelas.
Apa itu lucu?
Tidak, itu tak lucu.
Menurut perkiraanku,
jika kondisinya begini, meski butuh waktu, kau akan bisa berjalan lagi.
Aku akan datang untuk melihatmu lagi.
Aku tak mau kau datang.
Aku lewat sini untuk menuju ke kantor.
Seperti kataku, lewat saja.
Jasad mereka?
Aku menyingkirkan mereka dengan cepat.
Kau akan mengelola kelab hostes di sini, bukan?
Sudah kubersihkan semuanya dengan sempurna.
Aku berjanji kepada Suzuki akan menghancurkan video ini.
Aku terkejut Suzuki datang sendirian.
Sebagai orang di bidang itu, dia tertarik dengan Fable.
Aku sudah bersusah payah mengumpulkan para penjahat itu,
tapi kita tak mendapat informasi baru.
Tapi ada satu hal baik.
Apa itu?
Dua orang bodoh payah itu mati, gratis.
Kau mengerti bahwa di dunia kita,
kegagalan orang lain lebih penting daripada kesuksesan kita sendiri, bukan?
Aku mengerti. Aku tak akan memburu Fable dan membuat mereka melawanku.
Begitu aku menjadi bos atau kapten, mereka akan mendatangiku, bukan?
Aku akan merasa terhormat jika bekerja dengan organisasi pembunuh legendaris.
Pagi, Suzuki.
Apa Sunagawa masih punya rambut?
Entahlah. Aku tak melihat Sunagawa.
Kurasa itu masuk akal. Sunagawa tak bodoh.
Dapat informasi tentang Fable?
Tidak. Dua orang yang kutemui tak punya banyak informasi.
Apa Fable ini benar-benar ada?
Bagiku, dia tak lebih dari legenda urban.
No comments yet. Be the first to leave one.