The first 200 lines.
Kuulangi, petugas terluka.
Kami diserang ban yak tembakan senapan otomatis.
Tembakan meletus.
K endaraan tersangka menabrak sisi selatan gedung...
...di antara North Main dan Spring di Sore/Io.
Hei, Semuanya, merundukl Mundur...
Apakah itu tembakan?
Semua unit melaporkan petugas yang terluka.
- Aku tidak ikut untuk situasi ini. - Ada unit yang bisa membantu?
Ada petugas yang pingsan. Aku memerlukan bantuan segera.
- Seberapa jauh lagi? - Satu menit.
Hari yang buruk untuk menumpang.
Ingat saja, para petugas itu punya peluang lebih baik...
...untuk bertahan hidup karena kau ada di sana.
- Bawa UGD kepada mereka, bukan? - Begitulah idenya.
- Petugas terluka. - Satu Lincoln 81.
Bantuan sedang dalam perjalanan. Pertahankan Iokasimu.
Pusat berkata Main dan Alameda. Kenapa kita berhenti di sini?
Mereka bilang tunggu di belakang perimeter polisi...
...sampai kita diizinkan masuk.
Minta bantuan ambulans datang ke pos sekarang.
Situasinya akan buruk saat kita sampai di sana.
Aku hanya ingin kau siap untuk itu.
Semua unit, petugas di Iokasi melaporkan ancaman dinetralkan.
Kami meminta ambulans untuk para petugas yang terluka.
Dua petugas terluka, mungkin tlga.
Baiklah, kita akan masuk.
Merunduklah dan tetaplah berlindung.
Ada petugas terluka! Cepat!
- Noa! - Kami akan memeriksa lagi...
Dr. Kean!
Kean!
Luka tembak di paha kanan.
Darahnya banyak. Perban.
Tolonglah, kau harus memberitahuku, seberapa parah keadaannya?
- Sudah berapa lama dia pingsan? - Beberapa menit.
- Siapa namanya? - Fiona.
Petugas Burnside. Fiona Burnside.
Dr. Kean, aku memerlukanmu untuk berfokus, mengerti?
Abaikan semua yang lain dan rawat pasien di hadapanmu.
- Willis, dia juga terluka. - Baiklah, urus luka itu.
Tekan luka itu, lakukan segalanya untuk menghentikan perdarahannya.
Darahnya terlalu banyak. Aku tidak bisa menghentikannya.
Kau harus terus menekannya.
Masukkan jarimu ke dalam lukanya jika perlu.
Kau harus menghentikan perdarahan itu.
Fiona, kau harus berjuang!
Kau tidak boleh bergerak supaya kami bisa menolongmu.
Hei, Dok. Kemarilah! Laki—laki ini sekarat!
- Dr. Kean, kau bisa melakukannya? - Ya.
Bagus. Pergilah.
Taruh tanganmu di sini.
Fiona.
Bangunlah. Kau harus berjuang.
Hei, beri aku ruang, aku dokter.
Kita harus menghentikan perdarahan ini.
- Astaga. - Kau bisa menyiapkannya?
Akan kubuka selebar mungkin. Masukkan secepat mungkin.
Petugas, bisakah kau tekan luka ini?
Dr. Kean, laporkan situasinya! Bagaimana pasienmu?
Trauma pelvis parah. Perdarahan arteri.
Tanda-tanda vitalnya tidak stabil.
Aku sudah membebatnya, sekarang memasukkan infus ke abdomennya.
Dia mencoba mengatakan sesuatu.
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.
Dia berdoa.
Dia harus dipindahkan sekarang.
Tetaplah bersamaku, ya?
/ni adalah adegan hari ini ketika tiga petugas ditembak...
...oleh pen yerang bersenjata berat di pusat kota.
Sudah tiga jam.
Menurutmu masih berapa lama lagi?
Kami bekerja secepat mungkin.
Dokter Dixon, aku punya pasien yang memerlukan bantuan di sini.
Kau dokter?
Berapa usiamu?
Aku dokter. Ada yang bisa aku bantu?
- Aku menderita lupus dan pingsan... - Hei, dr. Dixon,...
...pergilah ke tempat parkir ambulans.
Ada kode merah-biru.
- Banyak luka tembak. - Aku segera ke sana.
Permisi, aku sedang bicara kepadanya.
Bu, kau harus menunggu. Kami mengalami situasi darurat.
Risa akan membantumu.
Aku punya situasi darurat!
Wanita, 32 tahun, luka tembak kaliber besar di paha kanan.
Perdarahan berat di TKP. Sudah dibebat.
Ada luka masuk, tidak ada luka keluar.
Fiona.
Tampakn ya kita memerlukan ruang operasi.
Opsir Eric Hawkins, 34 tahun...
Satu, 30.
Dok, kau harus berjanji padaku dia akan hidup.
Kami akan berusaha semampu kami untuk merawatnya.
Tidak, berjanjilah kepadaku.
Aku berjanji.
- Seberapa jauh? - Paling lama tiga menit Iagi.
Dokter Kean di bus satunya.
- Aku akan ke sana. - Baiklah.
Memasukkan lima dosis morfin.
Baiklah.
Katakan pada istriku...
Katakan padanya aku mencintainya.
Tidak. Katakan kepadanya sendiri.
Kau takkan mati.
Terus. Bagus.
- Apa arti kode merah-biru? - Petugas polisi terluka.
- Siapa pasienmu? - Pria, 40 tahun.
Ada bagian besar sel yang robek dari paha kanan dan pelvis.
Tekanan darahnya turun menjadi 60 sistole.
- Berapa banyak darah yang hilang? - Setidaknya tiga liter.
Sudah berapa lama bebat ini dipasang?
- Dokter Kean? - Dokter Kean.
Maaf. Sembilan menit.
Baiklah. Leighton, hentikan perdarahan itu.
- Ayo masukkan dia ke sini. Ayo. - Ayo ke sebelah sini.
- Ayo masukkan dia ke sini. Ayo. - Kean, kau bersamaku.
Apakah itu korban luka tembak yang wanita?
Apakah pelurunya masih berada di dalam tubuhnya?
Ya, kita harus melakukan sinar X untuk memastikan belum bergeser.
Petugas Eric Hawkins, 33 tahun, luka tembak di tengah dada,...
...luka goresan di leher, tekanan darah 83 dan 40,...
...denyutjantung 130.
- Hei, kau baik-baik saja? - Ya.
Kean, kembalilah ke sana. Kau akan menumpang.
Dokter Rorish, jika tidak keberatan, aku lebih suka menyelesaikan ini.
- Aku akan menggantikannya. - Baiklah.
Dia mengalami syok karena kekurangan darah.
Fiona! Fiona.
Mama, berikan 100 ml fentanyl.
- Fiona! - Hei.
Mereka sedang merawatnya. Perhatikan dirimu sendiri.
Dokter Pineda, periksa luka di leher itu.
Tampaknya tak esensial. Memerlukan beberapa jahitan.
Baiklah, ada luka masuk dua sentimeter di sebelah kiri,...
...dan dua kali lebih besar ketika keluar.
Pelurunya langsung menembusnya.
Gantung dua unit darah. Kau harus membantuku menghentikan perdarahan.
Masukkan darah O negatif, aktifkan protokol transfusi besar.
Bagaimana kemajuanmu, Dixon?
Ada peluru berukuran 18 di leher kanannya.
Aku memerlukan sinar X femur di sini sekarang.
Kita harus memasukkan darah ke tubuhnya sekarang.
Risa, gantung dua unit pada level satu.
Dia berdarah di banyak tempat.
Terus lakukan yang kau lakukan. Bekerjalah lebih cepat.
Menyumbatnya tidak memperlambat perdarahannya.
Katakan...
Katakan pada istriku bahwa aku mencintainya.
Baiklah.
Memulai CPR.
- Sial, Tony! Ayolah. - Tony.
Tatap aku.
Semakin banyak kau bergerak, semakin banyak darah yang hilang.
Baiklah, periksa denyut nadinya.
Tahan kompresi.
Dr. Kean, tolong periksa denyut nadinya sekarang.
Masih tidak ada denyut nadi.
Jantungnya kosong. Dia sudah kehilangan semua darahnya.
Bisakah kita menjepit silang aortanya?
Dia tidak bisa bertahan hidup. Separuh darahnya ada di lantai.
Hentikan CPR.
Waktu kematian, pukul 12.07.
Tidak! Tony, tidak.
Dr. Rorish, kau harus melihat ini.
ltu peluru yang besar.
Lihat, tertanam di sana dalam jaringan yang lembut.
Dia memerlukan ruang operasi.
Risa, bisakah kau menelepon ke atas dan mengatakan kita akan datang?
Kami mau lewat!
Tunggu. Kau mau membawanya ke mana?
Dia akan dibawa ke ruang operasi. Tidak apa-apa.
Kau berjanji padaku. Dia akan bertahan hidup, 'kan?
Ya.
Bagaimana kami harus melawan apa yang menyerang kami hari ini?
Peluru meledak menghujani kami.
Dia sudah memakai delapan unit darah.
Pelurunya besar, kalibernya tidak diketahui,...
...tampaknya tersangkut di antara femur dan otot.
- Kami sedang ke atas sekarang. - Tunggu. Berhenti!
Berhenti!
Semuanya, mundur. Tolong mundur saja.
- Ada apa? - Jangan ada yang memindahkannya.
Dia memiliki artileri 20 mm yang belum meledak di kakinya.
Apa?
Radius ledakannya empat meter.
Kau melihat apa yang diakibatkan terhadap temannya.
Gerakan apa pun bisa membuatnya meledak.
"Code Black"
"Code Black"
Teruslah berjalan, Semuanya. Kita akan ke koridor itu.
- Ayolah, Bu. - Cepatlah.
Jadi, pada dasarnya dia memiliki bom di dalam tubuhnya sekarang.
Kita harus mencari tahu cara mengeluarkannya.
Tidak sesederhana itu.
Ya, kita punya dokter spesialis untuk kejadian seperti ini.
- Seberapa jauh? - Mungkin satu jam lagi.
Aku harus memeriksa keadaan orang-orangku.
Bahkan dengan bebatnya, ada lebam yang membesar di kakinya.
Darahnya akan habis sebelum dokternya sampai di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.