The first 200 lines.
Jadi si Jacob Shaw ini,
percaya kalau dia sudah menciptakan dunia lain.
Ugh, kau tahu, waktu SMA aku pernah ketemu Bloody Mary.
kubuka mataku
dan, bam, dia di sana.
Kau tak duduk di dekatku saat kita melakukan ini.
- Woo-o-o. - Oke, Oke.
hei, hei, semuanya, dengar ya.
Dia bilang dengan buku ini
kita bisa pergi ke dunia lain.
Sekarang, dekatkan tangan kalian ke lilin
dan ikuti kata-kataku.
- Ayolah. - Maaf. Maaf.
- ya ampun. - baiklah.
Doo-wat ak-em
ka ren el-bee shoit.
Doo-wat ak-em
ka ren
el-bee
shoit.
Doo-wat ak-em
ma-at.
Doo-wat ak-em
ma-at.
Tidak... mungkin.
Adam?
Halo?
- meruduk. - Aah!
Dia bisa melihatmu.
Tolong, tolong sembunyikan aku.
Sembunyikan aku.
Aah!
Apa itu?
Ini untukmu, nak.
Itu saat yang aneh, kan?
Yeah, jika aku jadi kau, aku juga takkan banyak bicara.
Wow, merayakan kemalangan diri sendiri.
Apa ini yang kau lakukan ketika kau sendirian dengan benda-benda ini?
Yeah, apa gunanya punya cermin yang bisa menunjukkanmu masa lalu
kalau kau tak bisa memakainya?
Sekarang, Zed sedang istirahat, lalu Chas sedang jadi ayah yang baik
jadi, kalau kau tak keberatan, serahkan saja padaku.
Kau sudah periksa peta pengintai?
Belum. Aku tak mau mengeceknya.
Kau tahu, Tuhan saja istirahat.
Tuhan beristirahat karena Ia sudah selesai menciptakan dunia.
Tugasmu semakin banyak.
Ada teman lama yang masih bisa kau tolong, John
dan itu ada di halaman belakangmu.
Aku hanya punya satu teman di kota.
Jika kau bisa memanggilnya begitu.
dan hanya kau yang dia punya.
Yeah, itu kurang misterius dari biasanya,
oh wahai malaikat.
Sepertinya kau sudah terbiasa melanggar perintah Bapa?
Kaum Buddha percaya mereka bisa
mencapai pembebasan dari samsara ,
siklus kelahiran dan kematian yang berulang.
Keutamaan ide ini bisa ditemukan
dalam banyak budaya di dunia.
Kemampuan untuk hidup setelah mati
atau meluaskan pengalamanmu melebihi...
Uh, baiklah, untuk, uh, kelas selanjutnya,
silahkan baca bab
um, 25 sampai 28. Terima kasih.
Ahem. Aku punya pertanyaan.
Untuk bisa mencapai pembebasan
dari siklus kehidupan dan kematian
bukankah kau harus memenuhi tujuan hidupmu?
Uh..
Pembebasan itulah yang jadi tujuan.
Itulah rasa damai.
Rasa damai yang benar-benar
aku nikmati sampai saat ini.
Whoa, dia baik-baik saja?
Dia barusan masih berdiri di sana.
Dia pingsan.
Carter? Carter.
Ia tak bernapas.
Carter? Carter, kau dengar aku?
Kita sudah sepakat.
Aku membantumu dan apa yang kau lakukan?
Menjauh dariku. Selamanya.
dan Itu tujuanku, Ritchie.
Tak ada sihir, tak ada iblis,
tak ada John Constantine apalah itu namanya.
Kau sudah bersumpah. Kau sudah berjanji.
Gary sudah mati, Ritchie.
Tunggu.
mati?
Maaf kalau kau harus tahu dengan cara itu, kawan
tapi, uh, sekarang aku tahu
kalau sesuatu yang tak biasa sedang mengepungmu
seperti sekelompok serigala, dan aku takkan duduk menunggu
sampai itu menyerangmu.
Kenapa aku? Aku...
Kau tahu kan Aku mengajar
Berjam-jam di kantor, lalu pulang.
dan aku minum obat penenang di sela-sela kesibukan.
Hanya itu yang kulakukan.
Bagaimana dengan pencarian data?
Kau menemukan ada yang tak beres
dalam kegiatan di kampus sini?
Pencarian data.
Kau tahu?
Sudah cukup lama kau berhadapan dengan bencana...
yang bisa menelanmu bulat-bulat.
Aku berhenti kerja.
- Kau berhenti? - Benar sekali.
Kau tahu apa yang membuatku bingung sekarang? Solusi.
Apa solusinya, Ritchie?
Oh, kau mau dengar beberapa solusi... Ini yang pertama.
Solusi.
Ya, Adam.
Professor Simpson,
Aku ingin bicara denganmu soal jam kerjaku.
Temanku Carter
dia, uh..
dia ambruk di luar asramanya.
Ia meninggal.
Aku..
Aku turut berduka, Adam.
Ada apa?
Dia..
berhenti bernapas.
Baiklah, Kau harus pergi ke pemakamannya.
Jangan khawatir soal jam kerjamu, oke, Adam?
Ada apa?
Aku melihat seseorang.
Tak apa, tak ada siapa-siapa di sini.
Kecuali aku.
Kemarilah.
Tak apa. Shh.
Punya hak apa kau menahanku di sini?
- Aku harus melihat anak itu... - Pergi dari sini.
- Baiklah - Pergi dari sini!
Baiklah, baiklah.
Rasa hormatmu akan hukum
selalu mengejutkan seperti biasa, John.
Oh, kurasa kau berhasil mencuri dari polisi juga.
Ini kampus, kawan, berbeda sekali.
Ayo lihat, uh, si korban pingsan.
Saksi yang menemukannya bilang bibir dan jemarinya membiru
Katanya tiba-tiba darahnya berhenti mengalir.
- Hmm. - Kau tahu orang itu?
Dia temannya Adam, asisten mengajarku.
Baiklah, kita harus bicara dengan Adam.
Oke, artinya
itu akan jadi pembicaraan biasa, ya kan?
- Tak mengganggu... - Oh, ya. kau tahulah.
Aku sangat mahir dalam berpura-pura jadi lembut.
Aku tahu itu, tapi itu masih diragukan.
Aku tahu apa yang kulihat.
Dia di dalam cermin.
Apa Adam melihatnya?
Tidak, tapi dia seperti pria yang kau deskripsikan
di rumah itu semalam.
Tak ada orang di sana, Lily.
dan rumah itu tak ada, itu tak nyata.
Tunggu, tunggu, semalam kau melihat sesuatu, kita semua melihatnya.
Kita yang ingin melihat sesuatu.
Itu namanya kelompok hysteria.
Itu sudah diajarkan professor.
Ketika kau mencoba membuat sesuatu jadi masuk akal
padahal tidak sama sekali.
Aku ke sini bukan untuk membuatmu percaya.
Aku ke sini karena Carter.
Aku mau cari udara segar.
Lily, hai.
Bisa bicara sebentar?
Oh, Professor Simpson.
Hei, kau lihat Adam?
Aku sudah meneleponnya sepanjang hari.
Um, Dia di kamarku.
Mungkin HPnya mati.
Jadi si Carter
dia itu temanmu juga?
Oh, Tak apa, Lily.
Ini...
temanku, namanya John Constantine.
Aku hanya mau cari tahu
soal apa yang terjadi pada temanmu semalam.
Tak apa. Kau boleh menjawab pertanyaannya.
Aku yakin temanku ini takkan membuatmu dalam masalah.
Kami sempat ke pekuburan.
Dengar, Kami hanya mau bersenang-senang.
Apa kau bersama orang lain?
Temanku Miranda.
dan Adam. Aku harus menemuinya.
Ia menyesal sekali harus meninggalkan jam kerjanya.
Dia sudah bekerja denganmu terlalu serius...
Tak apa. Katakan saja padanya kalau kita akan kembali kerja
saat dia sudah siap, paham?
Jaga diri dan semoga malammu menyenangkan.
terima kasih.
jadi. pekuburan ya?
- Sudah dapat yang kau butuh, John? - Tidak, belum.
Dia sedang menyembunyikan sesuatu
dan kau juga.
Setidaknya aku tahu darimana aku harus mulai.
No comments yet. Be the first to leave one.