The first 162 lines.
Harus berhasil.
Harus berhasil.
Harus berhasil!
Aku tak mau pasrah begitu saja!
Aku tak mau menyerah. Kali ini pasti bisa!
DANAU SUWA
Badanmu sehat? Tak ada pegal atau nyeri?
Ya, kondisiku prima.
Kalau begitu, ayo berangkat.
Iya!
- Aduh. - Pelatihβ¦
Tidak apa.
Bukan karena cederaku, kok.
Ini gara-gara mobilnya sempit.
Soalnya kaki Pelatih panjangnya sampai lima meter, ya?
Apa aku ini monster di mata Inori?
Wah.
Silau sekali matahari paginya.
Kita sampai di Prefektur Niigata!
Sampai!
Skor 21 BARA SEMANGAT
ARENA ES
Hurufnya sudah copot satu.
Jarang-jarang ada gelanggang es setua ini, ya?
Apa gelanggangnya dibangun belakangan di gedung tua ini?
Selamat pagi.
Pelatih Uobuchi!
Terima kasih sudah mau membantu kami!
Pasti lelah setelah perjalanan jauh, ya.
Hari ini, akan kupancing lagi, ya!
Auranya benar-benar menenangkan.
Terima kasih juga sudah datang dari dunia lain.
Disewa seluruhnya? Untukku?
Ya. Di sini jauh lebih murah dibanding di Nagoya.
Wah!
Baru kali ini bisa meluncur sendirian di gelanggang!
Sudah siap?
Baiklah, ayo balik badan.
Baik. Terima kasih.
Inori?
Tadi kau naik mobil bersama pelatihmu, ya? Asyik, tidak?
Ya, sangat asyik!
Begitu. Tidurmu cukup?
Iya! Kursinya bisa direbahkan, jadi seperti kasur.
Tapi badan Pelatih besar, sepertinya tak betah di mobil.
Pelatih Uobuchi tak buru-buru menyuruh lompat.
Inori diajak bicara dulu agar lebih rileks.
Harnes ini rasanya seperti sabuk pengaman.
Mulai dari andalanmu, Salchow .
Langsung saja kalau sudah siap. Aku memperhatikan.
Baik!
Salchow memang keahlianku. Lompatan kesukaanku.
Embuskan napas. Tetap tenang.
Padahal maksudku single Salchow .
Begitu, ya?
Rasanya ingin segera pamer kehebatannya
- di kompetisi! - Aku hebat!
Kini kita perbaiki Lutz -mu yang masih kurang, ya.
Baik!
Lutzβ¦
Kami jauh-jauh ke Niigata
supaya dia bisa mengeksekusi triple Lutz lagi.
Silakan, Pelatih Tsukasa. Giliranmu.
Saat menonton video darimu, aku tahu letak masalahnya.
Tapi jika ingin dia siap bertanding,
latihan dengan harnes wajib diteruskan.
Akan kuajarkan cara pakainya sambil membimbing Inori,
jadi Pelatih Tsukasa yang angkat dia, ya.
Aku mengerti.
Kupersiapkan diri dulu.
Pelatih.
Pelatih Uobuchi.
Tulang Pelatih Tsukasa retak gara-gara memakai harnes.
Mungkin masih sakit.
Aku tahu.
Tapi tak ada pelatihan resmi untuk harnes.
Mau tak mau harus menanggung risiko dan belajar dari pengalaman.
Kecelakaannya memang disayangkan, tapi retak tulang rusuk sering terjadi.
Sering terjadi?
Meski sakit, dia harus mencobanya.
Lagi pula, tanpa kusuruh pun,
dia pasti sudah berniat mencobanya lagi.
Terima kasih sudah menunggu.
Inori, ayo kita mulai!
Pelatih Tsukasa pasti paham risikonya saat menyanggupinya.
Baik.
Lompatan yang jauh sulit dikontrol dengan harnes
karena gaya horizontalnya menyulitkanmu membentuk poros.
Kalau dipaksa, justru bisa jatuh.
Sebaliknya,
lompatan tinggi yang lurus ke atas lebih mudah membentuk poros
dan rotasinya lebih stabil.
Pelatih Tsukasa, begitu terasa tarikan,
langsung sesuaikan dengan gerakan atlet.
Inori, usahakan melompat setinggi mungkin, ya.
- Inori. - Ya?
Mungkin sulit dipercaya,
tapi sebagai mantan atlet dansa es, mengangkat partner itu keahlianku.
Jadi, lompatlah tanpa ragu.
Baik!
Kalau aku jatuh lagi, dia pasti panik.
Kini aku tak boleh jatuh. Pokoknya tak boleh!
Jangan sampai Pelatih Tsukasa jatuh!
Aku akan melompat tinggi. Sesempurna mungkin. Pokoknya tinggi!
- Pelatih, aku lompat, ya! - Silakan!
Double Lutz -mu luar biasa.
Kalian benar-benar selaras.
Setelah kuperhatikan lagi,
tampaknya Inori gagal mendaratkan triple Lutz
karena berhenti mengunci tubuhmu.
Mengunci tubuh?
Kunci melakukan lompatan
adalah mengunci tubuh saat tolakan.
Lalu membukanya untuk menghentikan rotasi jelang mendarat.
Dengan mengunci tubuh, terbentuk poros di udara,
tapi tepat sebelum tolakan, Inori justru mengendur.
Akibatnya, lompatan melenceng dan rotasinya tak selesai.
Apa mungkin kau ragu-ragu karena takut cedera, ya?
Akan kubantu dia lompat sekali lagi, tolong perhatikan.
Baik.
Lompatlah kalau siap.
Baik, aku lompat!
Triple Lutz !
Barusan kau kuangkat cukup tinggi.
Mungkin butuh waktu sampai kau bisa tiga putaran tanpa harnes.
Ingat-ingatlah posisi yang kuarahkan dengan harnes.
Kalau menarget titik itu, kau bisa menilai sendiri
apakah kau mengunci terlalu cepat atau lambat.
Teknik menariknya akan kujelaskan pada Pelatih Tsukasa.
Sepulang ke Nagoya nanti,
terus gunakan harnesnya untuk melatih lompatan dengan postur yang tepat.
Baik.
Terlepas dari penyebabmu tak bisa melompat lagi,
kini yang terpenting adalah teknik.
Kebiasaan buruk bisa diperbaiki lewat pengulangan.
Kalau Pelatih memakai harnes dengan benar
dan Inori paham akar masalahnya,
ini pasti bisa diperbaiki.
Mari kita bereskan sebelum All-Japan.
Terima kasih!
Syukurlah.
Targetku semula hanya membenahi double Lutz ,
tapi kalau bisa triple , ditambah nilai bonusnya,
bisa jadi sumber poin besar.
Syukurlah kami datang ke sini.
Pelatih, boleh kusarankan cara melompat yang agak berbeda?
Berbeda? Boleh saja. Tak masalah.
Terima kasih.
Inori, bisa mencontohku?
Bisa.
Sebelum melompat, kau mengayunkan lengan seperti ini, 'kan?
Ya.
Kita ubah sedikit posisinya.
Alih-alih di sini, ayunkan lebih tinggi lagi.
Bukannya putaranku nanti jadi tak terkontrol?
Lompatan ini justru butuh kekuatan ekstra itu.
Mari coba Salchow karena itu keahlianmu.
Bukan cara yang biasa kuajarkan.
Bagaimana hasilnya nanti, ya?
Saat mengayunkan lengan ke atas, pastikan posturmu tak condong ke depan.
- Baik! - Ayo, coba lompat.
Baik!
No comments yet. Be the first to leave one.