Rooster

Rooster

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

[π—–π—Όπ—³π—³π—²π—²π—£π—Ώπ—Άπ˜€π—Όπ—»] π—₯π—’π—’π—¦π—§π—˜π—₯ π—¦πŸ¬πŸ­π—˜πŸ¬πŸ² 𝗛𝗠𝗔𝗫-π—˜π—§π—›π—˜π—Ÿ-𝗔𝗠𝗭𝗑 π—ͺπ—˜π—•
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : πŸ‘πŸŽ:𝟎𝟐 || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑯𝑴𝑨𝑿 || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-04-13
Downloads: 31
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

oleh O'Reilly.

Lalu Stamp naik ke sana.

Vlad dengan peluang...

Bola jatuh di depan!

Stamp mengejarnya, tak bisa mengendalikan Rodriguez.

Tembakan dihalangi oleh O'Reilly.

Reinhart mengejar bola yang terlepas.

Dioper ke belakang untuk Rodriguez.

Mereka menyerang dari depan! Tembakan Reinhart dihalangi lagi.

Panthers tampak hebat di sini.

Masih bangun?

Ya, dan pemain nomor satu ini berhasil semalam

dan kalah dari Washington.

Stamp... Bersama O'Reilly.

Dia menembak, dia mencetak gol!

Malam yang hebat.

Kau tahu bagian favoritku semalam?

Tos.

Aku sangat bersemangat dengan perkembangannya.

Tadinya aku merasa minder soal berada di atas.

Itu benar-benar menyadarkanku.

Jangan minder tentang apa pun.

Astaga, pekan ini.

Aku sangat kacau setelah bertemu mantanku.

Kau benar-benar membantuku.

Tak ada yang lebih baik dari panggilan bercinta tanpa ikatan

untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Aku senang bisa membantu.

Apa yang lebih baik daripada seks yang menyenangkan dan tidak rumit?

Apa yang kita lakukan?

Tunggulah 30 detik sebelum memulai percakapan.

Aku baru saja bercinta denganmu. Kau serius menyuruhku diam?

Ini sulit karena aku sangat ingin mengatakan ya.

Bukankah ini membuatmu merasa jijik?

Jijik?

Tidak. Jijik. Itu membuatku merasa luar biasa, Katie.

Lalu kau...

Kau sangat cantik.

Aku mencintaimu.

Kita tidak akan melakukan itu.

Mustahil kau bisa bilang kau tak menikmati ini sedikit pun.

Aku menikmatinya. Tentu saja. Itu terlarang dan berbahaya.

Aku ingin melakukannya berulang kali, dan itu membuatku ingin mencekikmu.

Aku yakin itu bisa diatur.

Hei, Nak. Ini aku.

Sial, itu ayahku. Jangan katakan apa pun.

- Itulah yang kukatakan. - Astaga.

- Keluarlah. - Kemarilah, Kawan.

Ya, Sayang.

Apa yang kita katakan tentang mampir?

- Kau harus mengirimiku pesan. - Aku sudah mengirimnya.

"Aku di depan mengetuk." Bukan itu maksudku.

Lihat ini. Keren, bukan?

Astaga, setengah keren dari sepeda motor?

Dua kali lebih aman.

Sepeda sport ini

akan mengubah perjalanan 13 menitku

menjadi sembilan menit.

Benar-benar pengubah permainan.

Ayah, jika ada wanita yang antusias soal ini juga, jangan dilepaskan.

- Tidak akan pernah terjadi. - Baiklah.

- Sampai jumpa. - Hati-hati.

Pelan-pelan.

Apa itu legal untuk jalanan, Russo?

Entahlah. Bukankah seharusnya kau tahu?

- Kau mengejekku? - Tidak.

Biar kuberi tahu sesuatu.

Aku punya kantor, dan di kantor itu ada komputer.

Selama tak ada yang memakainya, aku bisa memeriksa legalitas apa pun.

- Mengerti? - Baiklah.

Aku mengawasimu, Russo. Seperti elang.

Seperti elang polisi.

- Apa? - Elang polisi.

Apa kau mengatakan "jelang kolisi" dengan aksen Boston?

- Bukan, maksudku elang polisi. - Jelang kolisi.

- Bukan. Elang polisi. - Cerdaslah.

- Jelang kolisi dijelangi kolisi. - Maksudku elang polisi.

- Menyebalkan. - Pergilah.

Jelang kolisi!

Cortado dan kopi tanpa kafeina. Selamat menikmati.

Terima kasih. Hei, aku suka rambut hijaumu.

Katakan itu kepada ibuku.

Kami bertengkar besar semalam. Aku membuatnya tidur di sofa.

- Aku akan... - Baiklah. Jaga dirimu.

Aku bisa membantu siapa pun berikutnya.

Astaga, aku selalu menyesal bicara dengan Beverly.

Aku sebenarnya acuh tak acuh. Kau tahu maksudku?

Tentu. Itu perasaanmu tentang semua hal di dunia.

- Kau baik-baik saja? - Ditolak dari magang lain.

Kukira aku berhasil.

Kami akrab karena kami fobia kuman.

Kemudian aku berpura-pura akan bersin padanya.

- Lucu sekali. - Tidak. Itu terdengar sangat lucu.

Dengar, seseorang akan mempekerjakanmu

dan saat itu terjadi

itu akan jadi hal terpintar yang pernah mereka lakukan.

- Aku suka kata-kata penyemangatmu. - Ya?

Kau tahu?

Kau tak perlu menonton film ini lagi.

Sebelum aku mulai menulis

aku suka melakukan sesuatu yang terdengar sedikit mendasar.

Aku suka membuat daftar sifat karakterku.

Mari sebutkan beberapa sifat. Ada yang bisa?

- Saksama. - Saksama.

Aku suka karakter yang saksama.

Bagaimana kalau yang lebih mudah dieja?

- Bengkeng. - Tidak.

- Bongsor. - Baiklah, kita sudah selesai.

Bagaimana jika bertukar pikiran tentang beberapa sifat ini

untuk dibahas besok pagi?

Halo. Tukang tidur.

Kelas hari ini akan menjadi

satu-satunya yang ada di ujian akhir. Maaf.

- Apa? - Aku bercanda.

- Sial. - Apa yang terjadi?

Maaf, Rooster.

Aku sedikit terlambat membayar sewa, dan teman sekamarku mengusirku.

Aku tidur di lantai rumah Spooner dan punggungku sakit.

Tommy, kau gelandangan?

Tunawisma.

Terima kasih, Ronnie. Kau tunawisma?

Tidak. Jangan cemaskan aku.

Baiklah. Aku punya kamar ekstra.

Bagaimana jika menginap di tempatku selama beberapa hari?

- Benarkah? - Ya.

- Itu sangat keren. Terima kasih. - Sama-sama.

Kau punya pasta gigi? Kau tahu? Lupakan saja.

- Aku akan bawa sendiri. - Baiklah.

Mampirlah setelah aku kembali dari latihan hoki.

Baiklah. Hei, bagaimana kabar Pelatih Jake?

Dia lebih baik.

Kurasa dia hanya butuh seseorang untuk memercayainya.

Berengsek!

Ayo, DJ. Kau mau buang air kecil?

Teman-Teman. Tidak. Tunggu.

Hei, Pelatih. Kau baik-baik saja, DJ?

Kau memihaknya? Dia bersikap gila padaku.

Aku hanya minta izin ke toilet.

Tidak. Pelatih.

Mungkin kau perlu mandi. Sedikit istirahat, ya?

- Kukira kau memercayaiku. - Tak sebesar sebelumnya.

Payah.

Pecundang sialan.

- Hei. - Pelatih.

- Ayolah. - Baiklah. Aku pergi. Aku keluar.

Tidak.

"Hadirin, aku baru saja tertembak."

Itu kata-kata Teddy Roosevelt sesaat setelah percobaan pembunuhan.

Tantangan apa yang Roosevelt hadapi saat masih kecil

yang memberinya keberanian besar saat dewasa?

Eli, aku menghargai antusiasmemu

tapi aku ingin bertanya dan menjawabnya sendiri.

Begitulah caraku menguasai ruangan. Kembali ke posisi.

Jawabannya adalah asma masa kecil.

- Hei. Aku mencarimu. - Ibu dan istrinya meninggal.

Kau selalu datang ke kuliah Walt?

Dia suka aku memulai tepuk tangan saat dia selesai.

Aba-aba untukku adalah "maju".

- Aku akan mengawasi itu. - Pertanyaan.

Pidato Roosevelt mana yang paling bisa dipahami sekarang?

Eli, aku merasa kita baru saja membahas ini. Turunkan tanganmu.

Yang itu sangat rumit, Pak.

Katakan saja saat ada pertanyaan sungguhan.

Tidak akan ada.

Pidato terpenting Roosevelt, tentu saja, adalah "Pria di Arena".

Jadi, apa rencanamu nanti?

Sekitar pukul 23.00?

Atau, entahlah, pukul 21.45? Pukul 23.00 terlalu malam.

Baiklah, Greg, aku wanita dewasa, orang tua tunggal.

Aku punya rumah yang akan kumiliki dalam 28 tahun.

Jika ingin ini atau ini, atau berada di dalam ini

aku harus diperlakukan dengan bermartabat.

Ajak aku berkencan. Aku bukan wanita murahan.

Aku tak pernah merasa seperti itu. Tidak sekali pun.

Bahkan saat kau memfotokopi ini.

Aku menghargainya.

- Karena aku jarang melakukan itu. - Baiklah.

Maukah kau makan malam denganku malam ini?

- Aku harus memikirkannya. - Baiklah.

- Ya. - Baiklah.

Maju.

Maju.

Astaga. Kenapa kalian tak bertepuk tangan?

Terima kasih.

Halo, Cantik.

Aku punya waktu luang sore ini. Mau bercinta?

Romantis sekali. Aku tidak bisa.

Aku akan bertemu ayahku

dan aku berpikir untuk mengeklaim harga diri.

Jangan mengkhawatirkan itu.

Aku hendak rapat dengan editorku

yang akan memberiku catatan tentang lima bab pertama bukuku

tapi, bocoran, dia tak punya.

Maksudku, nol catatan.

Maaf, apa aku Lionel Messi dari bahasa Slavia dan studi Rusia?

Aku ingin merayakan bersamamu. Dengan tubuhmu.

Ya.

Aku ingin bertanya, kau masih meniduri Sunny?

Itu...

Itu pertanyaan yang sangat pribadi.

More Indonesian subtitles for Rooster

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left