প্রথম 200টি লাইন।
"Reverse."
Sekarang kamu mau bagaimana?
Myo Jin tahu soal kita bertiga bukan seperti yang kamu pikirkan.
Ingatannya tidak kembali begitu saja seiring waktu.
Itu tidak masuk akal.
Dia mencarinya ke mana-mana,
bertemu dan menanyai banyak orang hingga akhirnya tahu.
Aku tidak menyangka dia akan tahu secepat ini.
Yang terpenting,
dia tidak akan tinggal diam.
Kalau begitu...
Aku harus bagaimana?
Cegah dia!
Apa
itu mungkin?
Kamu pikir kamu punya waktu untuk memikirkan hal seperti itu?
Apa kamu tahu akibatnya bagi kita jika dia melangkah lebih jauh?
Dia tidak boleh melangkah lebih jauh lagi.
Tidak ada pilihan lain. Melindungi Myo Jin
berarti melindungi kita semua.
Kamu tampak bimbang.
Kenapa?
Kamu tidak percaya diri?
- Kalau begitu, aku menyerah saja? - Diam!
Kamu tidak peduli Pimpinan sudah meninggal
dan kamu mau mengambil keuntungan lalu kabur?
Kamu pikir aku tidak tahu niatmu?
Orang yang berbuat begitu pada Pimpinan...
Jika polisi tidak bisa menemukannya, aku akan mencarinya!
Aku sudah punya satu orang yang kucurigai. Dasar berengsek!
"Tertangkap."
Ya, ya, aku tahu.
Kita perlu memantaunya sedikit lagi.
Ya, nanti aku akan minta tolong. Ya.
Syukurlah. Dia sekarang di ICU, tapi nyawanya tidak terancam.
Kamu tidak apa-apa?
Sudah aku katakan aku polisi, tapi dia tetap memukulku?
Awas saja kalau dia sudah siuman.
Akan kubuat dia masuk rumah sakit lagi.
Ini tetap pekerjaan. Ayo lihat. Penyalinan datanya berhasil, bukan?
- Ini. - Ya. Semua sudah kuperhitungkan.
Waktunya seharusnya lebih dari cukup, bukan?
Silakan kamu periksa dahulu.
Tidak ada yang lain di ponselnya.
Kita hanya perlu melihat pesannya.
Namanya Hee Soo, bukan?
Benar, Choi Hee Soo.
Sekarang kita akan tahu jawabannya setelah melihat isi pesan mereka.
Apa yang sebenarnya mereka tutupi sampai membuat keributan begitu.
Dan bagaimana kamu bisa terlibat dalam hal ini.
Choi Hee Soo.
Choi Hee Soo... Ya!
Ini dia! Choi Hee Soo!
Benar dugaanku, dia sedang diancam.
Namun, isinya hanya perintah untuk menuruti kemauannya.
- Biasanya dia meminta uang. - Ini.
Mulai dari sini, nama Lee Jong Su terus muncul.
Coba kulihat. Ini!
Sudah kuduga. Bedebah ini. 300.000 dolar?
Sekaligus?
Apa? Kelemahannya benar-benar fatal.
- Kalau tidak, mana mungkin. - Coba gulir lagi ke bawah.
Dia masih mengancam setelah dibayar. Apa ini?
Tapi di sini, dia mengirim foto seorang pria.
Apa ini juga bagian dari ancamannya?
Ini...
Apa ini...
Kenapa ada di sini?
Astaga, ini...
Begitu rupanya?
Dia akan sangat memperhatikannya.
Sebab, ayah menekannya dengan bilang ini galeri untuk putri satu-satunya.
Itu ucapan dewan yang akan menjabat lima periode berturut-turut.
Tentu mereka akan mengerjakannya dengan baik.
Tapi menurutku, dari semua pengusaha yang mendekati politikus,
jarang ada orang yang beres.
Pengusaha katamu?
Dia itu jajaran eksekutif di dunia arsitektur domestik.
Aku tidak tahu seberapa dekat Ayah dengannya,
tapi apa boleh minta bantuan seperti ini?
Biaya konstruksinya sepertinya juga tidak sedikit.
Memangnya ayahmu tidak tahu cara mengurusnya?
Tunggu.
Tumben sekali Anda kemari, Anggota Dewan Jo.
Ada hal mendesak yang perlu kudiskusikan,
dan aku dengar Anda di sini.
Begitu? Silakan duduk.
Hal apa yang perlu didiskusikan?
Seperti yang Anda katakan.
Oh Sang Il sepertinya benar-benar bertemu dengan Ryu Jun Ho.
Benar, mereka masuk lewat belakang. Ryu Jun Ho dan temannya itu.
Bagiku, ini bisa diabaikan,
tapi jika sampai hal seperti ini diketahui oleh publik,
citra pihak penyelenggara kompetisi akan ternoda.
Tapi, informasimu agak terlambat, bukan?
- Apa? - Setahuku, kemarin panitia membahas
peraturan internal baru terkait kompetisi ini.
Sepertinya itu dilakukan atas permintaan dari Oh Sang Il.
Mencari tahu apa isinya sepertinya lebih mendesak.
Manusia memang kadang membuat masalah.
Uang mereka diperas, begitulah hidup.
Kenapa dia harus terlibat cinta segitiga?
Sudah terlanjur. Lupakan dan jangan ulangi lagi.
Meskipun kamu terkena panah pertama,
tapi pepatah mengatakan jangan sampai terkena panah kedua.
- Lupakan masa lalu, atau dia... - Lee Jong Su...
- Astaga, kamu mengejutkanku. - Kenapa dia mengganggu Hee Soo?
Apa lagi kalau bukan uang?
Kamu lihat sendiri, bukan? Dia memerasnya banyak sekali.
Bukan.
- Bukan karena uang. - Bukan?
Hee Soo adalah korban.
Yang seharusnya diancam pakai foto dan diperas uangnya bukan Hee Soo,
melainkan aku dan Jun Ho. Jika tujuannya uang, pasti begitu.
Benar juga.
Lee Jong Su punya alasan lain.
Dan Hee Soo takut akan hal itu.
Dibandingkan hubunganku dengan Jun Ho,
ada alasan lain yang lebih menyiksa Hee Soo.
Ini.
Hamburger!
Sudah malam, masuklah.
Sisakan untuk kakakmu.
Paman.
Ya?
Paman punya banyak uang?
- Uang? - Ya.
Tentu saja banyak.
Seberapa banyak?
Cukup untuk membelikanmu hamburger itu setiap hari.
Astaga!
Tapi Paman dapat semua uang itu dari mana?
Bagaimana cara punya banyak uang seperti Paman?
Siapa kalian?
Apa?
Hei.
Sudah cukup.
Ini keterlaluan. Apa kalian bekerja sekasar ini?
Kamu harus punya akal sehat.
Kalau sudah begini, pasti dia sudah paham.
Si cerdas dan cepat tanggap.
Itulah CEO Ryu kita.
Benar, bukan?
Direktur Utama Mono Architecture, Ryu Jun Ho.
Kamu merasa tertohok, bukan?
Kalau kamu berbuat licik di belakangku seperti itu,
kamu pikir tidak akan ada yang tahu?
Bau busuknya menyengat di mana-mana.
Mundurlah dari kompetisi kali ini.
Hari ini hanya peringatan.
Kalau aku mendengar namamu lagi,
saat itu,
wajah tampanmu yang kusisakan hari ini pun
tidak akan selamat.
Baiklah, ayo pergi.
Lama tidak bertemu.
Lahap sekali makanmu. Porsi dua orang habis dalam sekejap.
Apa keberadaan Detektif Gang sepenting itu?
Tentu saja tidak. Memangnya dia bisa berbuat apa?
- Lalu kenapa? - Aku hanya berterima kasih.
Sebab ada satu hal yang harus kamu katakan padaku.
- Apa? - Ada masalah dengan Detektif Gang?
Dia bukan sekadar mundur dari kasus vila itu, 'kan?
Entahlah.
Hei.
Detektif Gang mengajarimu dari nol saat kamu baru di sini, bukan?
Aku
bisa dibilang membesarkan Detektif Gang.
Sebelum Detektif Gang berhenti,
kalian minum-minum bersama sebulan yang lalu.
Apa yang kalian bicarakan?
Jika aku salah bicara dan malah menimbulkan masalah...
Hei, lihat mataku.
Aku butuh bantuanmu.
Kita harus kembalikan Detektif Gang, bukan?
Detektif Gang tidak berhenti begitu saja.
Sambil minum, dia terus berkata tidak bisa memercayai siapa pun.
Dia bilang menemukan hal penting, tapi dia tidak bisa maju sekarang.
- Apa itu? - Aku sungguh tidak tahu.
Dia bilang lebih baik dibawa mati daripada diungkapkan gegabah.
Kosong.
Kamu sedang memperhatikanku?
Kamu kelihatan sedang banyak pikiran.
Aku juga ada beberapa hal yang perlu kupikirkan.
Saat aku sekolah dasar, ada acara hari olahraga.
Ada permainan yang namanya lari mencari orang.
Menurutku itu sangat menyenangkan.
Aku percaya diri dalam berlari.
Namun, saat giliranku tiba,
aku mengambil secarik kertas, dan di sana,
tertulis kata "Ibu".
Tapi, orang yang menulisnya mungkin tidak tahu.
Sialnya,
anak yang tidak punya ibu yang akan mengambil kertas itu.
Saat itu,
kurasa aku berpikir seperti ini.
Peraturan itu
bukan dibuat untuk orang yang tidak punya apa-apa,
melainkan menurut standar orang yang punya segalanya.
Saat aku tahu kalau orang tuaku tidak ke Amerika,
No comments yet. Be the first to leave one.