প্রথম 200টি লাইন।
"Reverse."
Tambah satu botol lagi.
Ada masalah apa?
Tumben sekali? Biasanya kamu tak habis sebotol.
Sepertinya ada kabar baik.
Tunggu sebentar. Lauknya siap, makanlah bersamanya.
Supaya perutmu tidak sakit.
- Ayolah. Berikan saja minumannya. - Baiklah.
Minumlah pelan-pelan.
Aku tahu apa yang kamu pikirkan.
Dalam imajinasimu, aku pasti sudah mati di tanganmu.
- Berkali-kali. - Imajinasi?
Kamu memang akan mati di tanganku.
Hanya masalah waktu.
Begitu?
Kamu sekarang sedang melarikan diri.
Kamu bersembunyi di dalam sana, berharap akan dilupakan.
Seperti orang bodoh.
Sambil terus merasa cemas.
Benar.
Aku mengerti kenapa kamu bisa merasa begitu.
Aku ini bodoh, jadi tidak terpikir sampai ke sana.
Jangan bicara omong kosong.
Selama aku masih hidup, kamu jangan pernah memimpikannya.
Tapi begini.
Cara dunia ini bekerja
tak bisa kamu pastikan begitu saja.
Karena kamu pun bisa saja berubah.
Jadi, jangan gegabah...
Kamu pikir gadis seperti aku tak bisa berbuat apa-apa?
Kamu hanya mengulur waktu sampai aku lelah dan menyerah.
Benar, bukan?
Apa kamu sudah gila?
Sekarang terasa nyata?
Hanya karena ini?
Aku berjanji.
Kamu akan mati di tanganku.
Apa pun yang terjadi, aku bersumpah...
Apa kamu sanggup? Kamu?
- Apa? - Dengan menunjukkan darah padaku,
kamu pikir aku akan takut?
Kamu belajar dari mana? Teman? Atau internet?
Jangan-jangan kamu menirunya setelah menonton film?
- Apa katamu? - Kamu benar.
Aku sangat suka di sini sekarang.
Diberi makan, diberi tempat tidur.
Tidak perlu berurusan dengan orang gila sepertimu.
Bajingan!
Aku sudah merasa tidak nyaman karena kamu masih hidup,
tapi melihat tingkahmu, aku jadi sangat lega.
Sekarang aku bisa tidur dengan nyenyak.
Lepaskan aku! Lepaskan!
Jaga dirimu sendiri saja tidak bisa, tapi mau membunuhku?
Lihatlah keadaanmu!
Aku akan menunggumu.
Kamu dan aku pasti akan bertemu lagi.
Akan kubunuh kamu dengan tanganku sendiri!
Apa pun yang terjadi, pasti!
Bagus juga.
Ternyata ada juga orang yang menungguku.
"Sisi gelap."
Dia jelas menyembunyikan sesuatu.
Kumohon dengarkan aku dan panggil polisi.
Dia seharusnya tidak di rumah ini.
Dia harusnya membusuk di rumah sakit jiwa atau penjara.
Tunggu sebentar.
Apa kamu tidak merasa bersalah telah mengurungku di tempat terpencil ini?
Waktuku bersama Ham Myo Jin...
Tambah 30.000 dolar lagi, sekarang juga.
Kalau tidak, urusanku denganmu juga selesai.
Kamu sedang mempermainkanku?
Sepertinya kamu tidak begitu pandai mengemudi.
Dulu aku sangat mahir.
Sepertinya aku tak percaya diri lagi karena kecelakaan itu.
"Restoran Daging Sapi Korea."
Benarkah? Aku tidak sedang bermimpi, 'kan?
Ini kabar paling membahagiakan yang kudengar seumur hidupku.
Rasanya aku bisa mati sekarang tanpa penyesalan.
Jaga bicaramu.
Nanti bayinya kaget.
Benar juga. Cucuku bisa mendengarnya.
Maafkan kakek, ya, Nak.
Tolong sampaikan padanya kalau kakek tidak sekonyol itu.
Baik, Ayah.
Belakangan ini masalahnya pelik di dalam dan luar perusahaan,
tapi rasanya cucuku ini menyelesaikan semua kekhawatiranku.
- Terima kasih. - Bukan apa-apa, Ayah.
Kamu harus benar-benar memperhatikannya.
Anak-anak zaman sekarang sedikit sensitif, bukan?
Mari kita perlakukan dia seperti kaca.
Agar dia tak menganggap kita mertua yang suka ikut campur.
Beri aku sedikit kepercayaan. Apa menurutmu aku sebodoh itu?
Aku hanya bilang saja.
- Ada apa? - Nomor yang Anda tuju...
Bukan apa-apa. Salah sambung.
Sudah berapa kali kamu menyayat dirimu?
"Dua tahun lalu."
"Bar."
Sudah selesai? Ayo, coba lagi.
Aku sudah melakukan semua yang kamu minta.
Kenapa kamu berulah lagi!
Sialan.
Sudah berapa kali kamu menyayat dirimu?
Rasanya baru kemarin kamu mengamuk di ruang kunjungan.
Apa kamu menungguku bebas?
Sebesar itukah keinginanmu untuk membunuhku?
Tutup mulutmu, Bajingan!
Aku tahu perasaanmu, tapi kamu salah.
Kamu masih belum tahu kebenarannya.
Diam kamu, dasar pembunuh!
Hentikan perbuatan sia-siamu.
Apa yang kamu ketahui bukanlah kebenaran!
Teruskan saja, berengsek!
Sial.
Hanya ini yang bisa kamu lakukan?
Inikah balas dendam yang kamu nantikan selama ini?
Bunuh aku.
Jika kamu tidak bisa membunuhku,
kamu yang akan mati di tanganku hari ini.
Apa yang sudah kamu lakukan selama ini,
sampai jadi seperti ini?
Balas dendam?
Menyerahlah.
Kamu sudah tidak ada harapan.
Sudah selesai menggonggong?
"Kami menentang pembangunan kembali yang menyengsarakan rakyat kecil."
"Bar karaoke star."
Bukan aku yang membunuh orang tuamu.
Aku memberikan pengakuan palsu kepada polisi.
Pengakuanku bahwa itu kecelakaan yang kulakukan saat mabuk,
itu tidak benar.
Tentu saja kamu tidak akan percaya.
- Tapi... - Daripada membual omong kosong,
lebih baik kamu pikirkan kata-kata terakhirmu.
Kesalahan...
Apa kamu sungguh berpikir aku melakukan kesalahan?
Begitu?
Hanya itu yang bisa kamu pikirkan?
Rumahmu tiba-tiba terbakar,
lalu orang tuamu meninggal dalam kejadian mengerikan itu.
Dan dari semua orang, justru aku, yang kamu anggap keluarga,
melakukannya karena tidak sengaja? Apa kamu percaya itu?
Pelaku sebenarnya adalah orang lain.
Aku dibayar
untuk dijadikan kambing hitam.
Kambing hitam?
Entah bagaimana dia tahu tentangku, yang hidup menggelandang.
Tapi seseorang bernama Pimpinan Choi Yeong Ho,
membeliku dengan uang.
Apa yang kamu bicarakan? Siapa pula Choi Yeong Ho itu?
Soal uang, bahkan konglomerat pun tidak sebanding dengannya.
Orang-orang seperti itu, saat berbuat salah,
akan mereka selesaikan dengan cara yang masuk akal.
- Terlebih saat masalahnya besar. - Aku tidak kenal orang seperti itu.
Ayah dan ibuku juga tidak kenal orang sekaya itu.
Kamu tidak mengerti perkataanku?
Aku pun begitu.
Untuk apa orang yang tak dikenal membunuh keluarga kami?
Aku juga tidak tahu seluk-beluknya. Aku tidak pernah bertemu dengannya.
Aku hanya terima uang yang dia kirim dan melakukan keinginannya.
Hentikan omong kosongmu!
Kamu bohong pada polisi demi orang yang membunuh ayah dan ibuku?
Dan menerima uang dari orang yang wajahnya bahkan tidak kamu kenal?
Kalaupun itu benar, kamu akan mati di tanganku.
Melihat pergelangan tanganmu,
tampaknya hidupmu juga tidak mudah.
Jadi, jangan berlebihan.
Dia bukan orang yang bisa dihadapi oleh anak ingusan sepertimu.
Bicaralah yang jelas.
Jika perkataanmu benar, aku juga harus membalasnya.
Aku diperlakukan seperti orang bodoh sejak lama.
Begitu?
Apa menurutmu dunia berjalan sesuai keinginanmu?
Padahal kamu bahkan tidak sanggup mengatasiku.
Kita lihat saja nanti siapa yang benar.
Aku ingin dengar rencana hebatmu.
Akan kuakhiri ini sampai tuntas.
Pimpinan Choi Yeong Ho atau siapa pun, akan kutemukan semua.
Akan kuhabisi dengan tanganku sendiri.
Aku akan begitu kejam.
Kamu bahkan tidak akan bisa membayangkannya.
Tidak seorang pun.
Jika kamu berpikir untuk menghentikanku,
lebih baik bunuh saja aku.
Itu lebih cepat.
"Untuk menerima medali jasa industri ekspor,."
"Pimpinan Grup Mono, Choi Yeong Ho, kembali ke Korea."
Katakan padaku.
Semua yang kamu ketahui tentang monster itu.
Apa alasannya?
Aku menanyakan alasannya.
Untuk kali pertama dalam hidupku,
aku melanggar kebiasaan demi kamu, dan kamu tahu itu.
- Aku merasa sangat malu. - Datang sehari
sebelum pengumuman dan mengatakan kamu mundur
adalah tindakan yang menghina bukan hanya aku,
tapi juga semua orang yang terlibat dalam hal ini.
Terlepas mereka tahu hubungan antara kita atau tidak.
Sebagai seorang profesional di industri ini,
aku harap kamu menunjukkan etika paling dasar.
No comments yet. Be the first to leave one.