The first 200 lines.
DOONA!
EPISODE 1 KEJADIAN TIDAK TERDUGA
KEDAI MAKANAN LAUT KOOKSU
DREAM SWEET
CEO KOOK SU-JIN
Aku punya kartu nama.
Aku iri padamu. Kau jadi CEO di usia 21.
Kini kau seorang bos. Berangkatlah lebih pagi.
Ibuku sakit pinggang. Dia kesulitan membawa barang.
Khawatir pada ibumu, tetapi malah pergi ke Seoul?
Aku menghabiskan banyak waktu di jalan.
Kini Won-yeong juga sudah pulih.
Lebih baik aku gunakan waktuku untuk hal lain.
Hei, Kooksu.
Terima kasih.
Tolong jaga ibuku.
Jangan khawatir, Berandal.
Andai kau bertemu Doona di Seoul nanti,
kau harus menghubungiku.
Berhenti omong kosong.
Maaf.
AEIHERUMUH
Halo.
LDN
Oh, terbuka!
Permisi.
Apa kita pernah bertemu?
Mungkin tidak.
Sepertinya aku salah. Kau tampak tidak asing.
Maaf.
Aku penghuni baru di lantai dua.
Mohon bantuannya. Aku belum pernah tinggal sendiri.
HARAP KETUK PINTU
Halo, aku Lee Won-jun. Mulai hari ini...
Ini adalah aturan yang berlaku.
PERATURAN RUMAH BERSAMA
Terutama, Pasal 7. Cuci baju.
Aku sarankan kau mencuci baju di atap.
- Sudah jelas? - Jelas.
Maksudku, ya.
- Anak baru? - Oh...
- Halo, aku... - Psikologi, tahun keempat.
Taek, Taek, Yun-taek.
Aku Seo Yun-taek.
Aku Lee Won-jun, Jurusan Teknik Sipil, tahun kedua.
Semua pasti mudah.
Di sini,
hiduplah sesuka hatimu.
Hidup bebas.
- Oke? - Baik.
Selamat datang.
Ya ampun! Kenapa begini?
Sial.
Apa-apaan ini?
Bagus.
Di sini.
Sempurna.
"Jus labu organik."
MAHASISWA BERPRESTASI UNIVERSITAS NASIONAL MINSONG
JASA BIMBINGAN BELAJAR
TUTOR BAHASA KOREA
Hei, masih tersisa.
Syukurlah.
Hei, lihat bajunya?
Pasti dia penggemar fanatik.
Kenapa memakai baju itu?
- Itu cukup manis. - Setuju.
ADA PENGUNTIT DI LANTAI DUA
KOOK SU-JIN
Bos Kook.
Hei, Kawan.
Siap beri hormat padaku?
Hormat?
Ada tawaran 800,000 per bulan?
Hebat, 'kan?
Dan hanya untuk matematika!
Mantap!
Wah, luar biasa!
Uang 800,000 bisa untuk sewa dan biaya hidupku.
Bos Kook, terima kasih banyak.
Ucapkan terima kasih juga pada ibumu.
Bagaimana rumahnya? Nyaman?
Berteriak begitu keras
Apa katamu?
Aku tidak dengar. Kecilkan musiknya.
Dream Sweet, Lee Doona!
Kucinta kau selamanya!
Sebesar ini cintaku pada Doona!
Apa ini? Bukankah kau sudah tak suka dan membuang semua albumnya?
Berhenti jadi penggemar tidak mudah.
Oh, iya.
Omong-omong, ingat sweter tudung yang kuberikan?
Kembalikan itu.
Itu produk idola edisi terbatas.
Edisi Doona tak akan ada lagi.
Produk idola?
Kau bilang hadiah ulang tahunku!
Astaga!
Kemarin aku pakai ini seharian!
Hei! Kenapa kau pakai?
TERBACA ADA PENGUNTIT DI LANTAI DUA
Aku dapatkan ini, 800, 800
Setiap mata pelajaran, 800, 800
Aku menyusup ke dalam mimpimu
Aku menikam, aku ingin...
Kau mengejekku?
Aku ingat!
Kau Lee Doona, 'kan? Dream Sweet.
Aku baru ingat!
Baru ingat, katamu?
Apa? Aku tidak dengar. Kau bilang apa?
Hentikan akting konyolmu itu!
Kau gila? Aku hampir terluka!
Nyatanya tidak, 'kan?
Apa?
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Aku tidak tahu.
Kau pasang kamera?
Apa yang mau kau lihat?
Menguntit sampai pindah ke sini.
Aku benar-benar bukan penguntit.
Temanku penggemarmu. Aku memandangimu karena tak asing...
Maaf. Aku tak akan memandangimu lagi.
Asal kau tahu,
aku suka grup TWICE.
IBU
TOLAK
Dalam matematika, saya pastikan bahwa saya tutor terbaik.
Saya sering mengajar, jadi sudah ahli.
Saya yakin.
Aku suka kesungguhanmu itu.
Kalau begitu, apa bisa mulai minggu depan?
Ya.
- Pak Lee. - Ya!
Ini.
Kau meninggalkan ini.
Oh, terima kasih.
TUTOR MATEMATIKA
Permisi, apa kau mencari tutor...
Won-jun!
Lama tak berjumpa, Jin-ju.
Kini rambutmu pendek. Aku sampai tak mengenalimu.
Benarkah?
Ini sudah setahun.
Karena itu.
Oh...
Kita lama tak bertemu, ya?
Kau cocok dengan rambut itu.
Kau tinggal di mana? Masih pulang pergi?
Hanya sampai semester lalu.
- Aku tinggal di indekos dekat sini. - Oh, begitu.
Sayang sekali. Kukira kita bisa pergi bersama.
Perjalanan lima jam pasti akan sangat membosankan.
Apa maksudmu?
Aku diterima di kampusmu.
Hei!
Akhirnya aku lolos tes. Tak beri selamat?
Apa? Oh, ya.
Bersulang!
Wah.
Dingin sekali.
Pakailah.
Tidak perlu.
Pakailah, ini dingin. Bahkan bersalju.
Baiklah. Terima kasih.
Sikapmu masih manis.
Itu aku.
Dan itu aku.
Ternyata kau sainganku.
Kita selalu bersaing.
Hanya saja aku tak pernah menang.
Kini kita satu kampus. Ayo lebih sering bertemu.
Tentu.
Busku datang!
Sampai jumpa.
Dingin begini, apa dia baik-baik saja?
- Hei! - Ya?
Jangan bernyanyi.
Suaramu jelek.
Jika kau nyanyikan itu di depanku lagi,
akan kupecahkan kepalamu.
Pecahkan apa?
Hei!
Kau baik-baik saja? Bisa dengar aku?
Halo. Ini di Minsongdae-gil nomor 21.
Seseorang baru saja pingsan.
Ini sungguh mendesak.
Tolong segera datang!
Baik.
GRUP PENCARI PEKERJAAN
Apa hanya boleh mahasiswa tahun keempat?
Hei.
Sudah bangun?
Kau di rumah sakit.
Perawat menanyakan tentang walimu.
Tidak ada.
Entah keluargamu atau...
Kubilang, tidak ada.
Bagaimana dengan manajermu...
Sial, kubilang tak ada.
No comments yet. Be the first to leave one.