The first 200 lines.
"Climax"
"Episode 9"
Sang Ah.
Direktur memintaku untuk menyampaikannya.
"100 persen asli. Bukan editan, rekayasa, atau AI"
"Di mana bisa menonton video versi penuhnya?"
"Tautannya baru saja dihapus lagi"
"Siapa yang membocorkan ini?"
"Geger video pribadi yang tersebar luas"
"Video mengejutkan bocor, aktris Chu Sang Ah"
"'Karier Politik Bang Tae Seop Berakhir Seperti Ini?'"
"'Partai Changjo Segera Membuat Pernyataan Resmi'"
"Suaminya terjun ke politik? Keterlaluan"
"Urus diri, keluarga, negara, lalu dunia."
"Dia tidak bisa mengurus keluarganya dan mau terjun ke politik?"
"Urus saja istrimu dengan benar"
Pemungutan suara Pemilu Dewan ke-22 baru saja berakhir pukul 18.00.
Ke mana pilihan rakyat berlabuh, sebentar lagi hitung suara dimulai.
Situasi terkini, kita ke reporter di lokasi penghitungan suara.
Reporter Jeon Min Soo, persiapan hitung suara lancar?
Reporter Hwang, angkat juga isu Son Guk Won itu.
Berita ini jangan sampai terkubur oleh gosip murahan.
Sebarkan semua artikelnya sampai membanjiri media.
Pak, ini bukan sekadar gosip murahan.
Pikirkan, Pak. Skandal sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya.
- Siapa yang peduli dengan politik? - Reporter Hwang.
Lagi pula,
entah diblokir oleh Son Guk Won atau dihentikan oleh para petinggi.
Pokoknya, jaringanku hanya sampai di sini.
Kamu punya jalur terima suap, bukan? Sejak kapan kamu mengikuti prosedur?
Ya, Anggota Dewan Choi, aku...
Apa pemilu ini mainan anak-anak? Beraninya kamu meremehkan partai?
Seenaknya menggunakan kartu yang disiapkan untuk pertaruhan besar?
Maksudmu, kamu tidak peduli apa pun yang terjadi pada partai?
Bukan. Aku akan jelaskan dan selesaikan semuanya. Aku...
Cukup. Aku atur konferensi pers. Bereskan ini agar tak berdampak.
Memalukan kalah oleh seorang wanita.
Baik, Direktur Pelaksana. Tolong bantu aku menutupinya.
Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Setelah bunyi, tinggalkan pesan.
Sialan! Mati kalian! Kubunuh kalian semua!
Mati kalian!
"Kami akan mundur"
Kami akan mundur.
Apa kandidat Bang Tae Seop ada di dalam?
- Bagaimana perasaan Anda, Pak Bang? - Keluarlah.
Kapan Anda akan memberikan pernyataan resmi?
Tolong jelaskan apa yang terjadi.
- Minggir. - Tolong beri komentar tentang WR.
Anggota Dewan, bagaimana menurut Anda?
Suasananya tadi sangat bagus.
Sepertinya mereka tidak menyangka akan ada pembalikan sebesar ini/
Pihak Bang Tae Seop terlalu cepat merayakan.
Kini, karier politik Bang Tae Seop bisa dianggap sudah berakhir.
Benar. Sesuai perkataan Anggota Dewan Lee,
tim Bang Tae Seop yang yakin, kini suasananya bak rumah duka.
Itu adalah pukulan yang telak.
Bahkan sebelum pihak kampanye selesai memahami situasinya,
opini publik sudah berbalik sepenuhnya.
Kubilang juga apa?
Tidak ada isu di dunia ini yang bisa mengalahkan skandal selangkangan.
Berkat Anda, aku belajar banyak.
Sekarang, mari kita melenggang dengan nyaman ke Gedung Biru.
- Silakan diminum. - Ya.
- Bersulang. - Bersulang.
Sekarang, kita beralih ke distrik Dongnam A yang dramatis.
Kandidat Park Hong Jin dengan enam puluh tiga koma lima persen
tampaknya menjadi kandidat terkuat.
Apa-apaan kalian ini?
Baik, CEO Jang. Aku akan menyambungkan panggilannya.
Bang Tae Seop.
Memalukan, bukan?
Aku juga malu.
CEO Jang.
Aku akan bereskan semuanya dulu...
Cukup. Mulai hari ini, investasi itu akan menjadi utangmu.
Pastikan kamu mengangkat teleponmu
lalu lunasi semuanya dengan uang tunai.
"Bang Tae Seop"
Ini tiket sekali jalan untuk keberangkatan besok.
Aku sudah mengirimkan bayaranmu ke rumah, seharusnya sudah sampai.
Itu artinya tugasmu sudah selesai, jadi enyahlah dan jangan kembali.
Tanpa kami, kamu akan membusuk di penjara seumur hidup.
Tutup mulutmu dan pergi saja.
Sepertinya kamu salah paham.
Aku bukan tertangkap oleh kalian, tapi dijebak.
Sampaikan pada Lee Yang Mi.
Sebaiknya dia tidak mengusik Chu Sang Ah lagi.
Apa yang membuatnya begitu percaya diri?
Kamu punya sesuatu, bukan?
Sang Ah.
Hwang Jung Won adalah mata-mata.
Jadi, semuanya adalah persekongkolan Choi Ji Ho dan Lee Yang Mi.
- Hwang Jung Won dijebak. - Hentikan.
Kututup teleponnya.
Bicaralah.
Apa saja.
Dalam keadaan seperti ini,
perkataanku akan terdengar seperti alasan,
tapi malam itu aku tidak sadarkan diri.
Sepertinya Hwang Jung Won mencampur obat ke minumanku
dan aku tidak ingat apa-apa setelahnya.
Kamu tidak mau minta maaf?
Maafkan aku.
Pada akhirnya
kamu menganggap ini salahku, 'kan?
Kamu juga minta maaf padaku.
Penggelapan pajak yang direkayasa Lee Yang Mi waktu itu
katanya kamu juga tahu?
Seandainya kamu bilang lebih awal, aku pasti bisa mengatasinya!
Apa kamu benar-benar melakukannya agar berhasil seorang diri?
Semua hal yang terjadi padaku selama ini
kuanggap sebagai hukumanku.
Karena aku ingin bertahan hidup,
karena tidak mau diinjak-injak oleh orang-orang itu,
harga karena tidak meminta maaf pada orang yang kulukai,
kupikir aku sedang menebus semua itu.
Karena itu rasanya sakit sekali.
Tapi ternyata aku hanya dipermainkan.
Saat aku terluka dan jatuh terpuruk,
tidak bisakah kamu bilang sekali, bahwa itu bukan salahku?
Bahwa aku sudah menebus semuanya?
Aku minta maaf.
Puas?
Pergi dan memohonlah pada Lee Yang Mi.
Kita tidak bisa melawan Lee Yang Mi. Tidak bisa! Tidak bisa, sial.
Pergi dan bersujud memohon padanya atau apa pun! Kumohon!
Kita terpuruk sampai sejauh ini karena harga dirimu yang konyol itu!
Sial!
Hei!
Kamu tahu apa yang kulindungi dengan melakukan hal rendahan ini?
Sambil bertahan hidup seperti ini?
Harga diri konyol apanya! Harga diri konyol!
Apa menurutmu aku mengorbankanmu demi hidup enak sendirian
dan rela diinjak-injak sampai sejauh ini?
Hei, hei!
Apa kamu pernah ada dalam jangkauanku?
Saat kupanggil, apa kamu pernah pura-pura menoleh?
Begitukah?
Aku...
Di sampingmu yang seperti itu,
kamu tahu dengan perasaan seperti apa aku bertahan?
Betapa kesepiannya aku setiap kali melihatmu yang seperti itu.
Pernahkah kamu memikirkannya walau sekali saja?
Pernahkah?
Kamu bilang ini salahku?
Tetap saja aku...
Demi kita, aku terus bertahan.
Aku terus bertahan. Kamu tega pada orang sepertiku.
Teganya kamu padaku!
Tega sekali kamu!
Benar.
Kamu hanya ingin memilikiku, bukan?
Bukan begitu?
Lepaskan.
Lepaskan.
Lepaskan!
Lepaskan, Bedebah!
Baiklah.
Kalau begitu...
Kita mati saja.
Kita mati saja.
Itu akan lebih baik.
Hidup saya
tidak bisa dibayangkan tanpa seorang wanita bernama Chu Sang Ah.
Tidak mudah untuk bisa bersama dengan Chu Sang Ah.
Itu pilihan dan tantangan terbaik dalam hidup saya.
"Aktris Chu Sang Ah, Pembunuhan dan Penggelapan Pajak"
"Masa Lalu Mengejutkannya Terbongkar"
Kami sudah berjanji.
Untuk menjadi pasangan terbaik bagi satu sama lain.
Tapi itu adalah pilihan dan tantangan terburuk.
Pernikahan mereka yang dibalut melodrama idaman semua orang
sebenarnya adalah sandiwara yang sembunyikan niat terbusuk.
"Pernikahan Mengejutkan Chu Sang Ah, dari Pertemuan hingga Pernikahan"
"Tim Pelacak Isu"
"Partai Changjo"
"Nilai Partai Changjo, Bersama Partai Changjo"
Aku minta maaf.
Ini mungkin terdengar seperti dalih,
tapi video itu telah dimanipulasi.
Agar tidak merugikan partai,
aku akan melakukan yang terbaik untuk menanganinya.
Jika kalian
- memberiku kesempatan terakhir... - Sudah.
Kami sudah mencari semua cara untuk menyelesaikannya internal,
tapi inilah jalan terbaik.
"Kandidat Bang Tae Seop"
"Pengumuman Sikap tentang Keluar dari Partai Changjo"
Sial!
Pertama, karena masalah pribadi, untuk Partai Changjo dan kadernya
"Berita terkini: Kandidat Bang Tae Seop"
dan kepada semua orang yang mendukung pemilu ini,
"Pengumuman Keluar dari Partai Changjo"
atas kekecewaan dan kebingungan yang saya timbulkan
saya menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya.
Semua tanggung jawab ini
sepenuhnya berasal dari masalah pribadi saya.
"Siaran langsung: Konferensi pers pengunduran diri Bang Tae Seop"
"Skandal Chu Sang Ah dan Hwang Jung Won"
"Pintu Depan Rumah Kami"
No comments yet. Be the first to leave one.