The first 200 lines.
"Climax."
"Satu Tahun Kemudian."
Peranku berakhir sampai di sini.
Aku sudah tahu.
Aku lahir sebagai peran pendukung yang hidup sesuai naskah
dan tidak akan bisa lepas dari jerat orang-orang berkuasa.
Serta di neraka itu,
impianku yang tidak berarti
tidak akan pernah terwujud.
- Sadarkan dirimu. - Tapi di neraka itu,
Sadarkan dirimu!
Jika kepergianku bisa menjadi percikan api kecil
dari takdir yang hina ini, - Kumohon, sadarkan dirimu!
Itu pun sudah merupakan kehidupan yang cukup baik.
Tidak...
Tidak...
Tidak!
Kumohon...
Sang Ah. Kamu baik-baik saja?
Bekerja bersamanya membuatku berdebar dan itu suatu kehormatan.
Terlebih, dia memberiku dorongan saat berakting.
Aku punya pertanyaan untuk Bu Chu Sang Ah.
Saat syuting, sebuah klip dari film ini
menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah itu
rekaman kamera tersembunyi dari situasi nyata yang bocor.
Bagaimana perasaanmu saat itu?
Tentu saja berat.
"'Empat Musim'."
Namun, aku menghibur diri, "Berarti aktingku sebagus itu."
Berkat kejadian itu, film ini mendapat promosi gratis
hingga rumah produksi ingin menghargai staf pencetus ide itu,
tapi sepertinya dia ketakutan dan tidak mau mengaku.
Baik, terima kasih atas jawabannya.
Bolehkah aku mengajukan satu pertanyaan tambahan lagi?
Baik, ada pertanyaan tambahan. Ya, silakan dilanjutkan.
Terima kasih. Aku akan bertanya satu hal lagi.
Adegan ranjang sesama jenisnya benar-benar luar biasa.
Kamu sudah bekerja keras. Filmnya bagus.
Selamat karena filmnya masuk festival film.
Terima kasih. Ini berkat kamu.
Aku sudah membaca berita bahwa kamu akan memulai proyek berikutnya.
Baguslah.
Kamu juga kelihatannya baik-baik saja.
Aku masuk ke kantor sekretariat kampanye Son Guk Won.
Pemilu Presiden sudah dekat, jadi, aku akan makin sibuk.
Begitu rupanya. Aku akan mendukungmu.
Sang Ah, kita harus berangkat sekarang.
Terima kasih sudah datang hari ini.
Jaga dirimu.
Sang Ah.
Ada sesuatu
yang ingin kubicarakan denganmu.
Inilah ringkasan berita Senin pagi.
Di tengah perdebatan sengit antara Son Guk Won dari Partai Kemajuan
dan Gu Hong Seo dari Partai Changjo,
hasil jajak pendapat menunjukkan.
Kandidat Son di peringkat pertama dalam tingkat elektabilitas.
"Anggota Dewan sudah mengonfirmasi."
"Pesan."
"Debat Kandidat Pemilihan Presiden ke-22."
- Siapkan perlengkapannya. - Gunakan mode senyap ponsel.
Pak, mohon pertimbangkan lagi.
Orang-orang zaman sekarang rasional dan berkepala dingin.
Kamu pikir kita bisa meraih simpati dengan membahas jam tua?
Lagi pula, Partai Changjo tidak akan punya bukti.
Kita anggap saja serangan mereka sebagai fitnah.
Pak, tunggu sebentar.
Dengan itu, kita hanya bisa lolos, tapi tidak bisa membalikkan keadaan.
Untuk menang di Pemilihan Presiden, perlu cerita untuk menggugah publik
dan saat kita bisa mengantisipasi serangan Partai Changjo seperti ini,
jika kita mengungkapnya pada waktu yang tepat,
kejujuran dan patriotismemu akan lebih bersinar.
Benar.
Kamu pasti lebih tahu dari siapa pun apa yang dipakai untuk menyerang.
Karena kamu sendiri pernah melakukannya.
Pak.
Hari ini akan menjadi pemicu yang memulai momentum kenaikan kita.
Aku memang tidak bisa memercayai hatimu,
tapi aku memercayai otakmu.
Terima kasih.
Aku akan memberitahukan waktu yang tepat.
"Debat Kandidat Pemilihan Presiden ke-22."
Baru kali ini aku melihat kandidat tidak bermoral seperti Kandidat Son.
Mulai dari dana gelap Daeyang Fund,
penyuapan perusahaan, korupsi, hingga penyalahgunaan kekuasaan.
Ini baru yang terungkap, apalagi jika digali lebih dalam.
Layakkah orang seperti ini memimpin Republik Korea?
Rekaman audio terkait yang muncul pada pemilu lalu pun
pada akhirnya terbukti sebagai materi rekayasa, bukan?
Kenapa kamu terus menyebar kebohongan yang tidak berdasar?
Apa kamu akan terus berkilah sampai akhir?
Bukti yang kami amankan sudah cukup untuk membuatmu ditahan.
Aku yakin kamu sedang berbohong saat ini, Kandidat Son.
Jika tidak, aku akan mundur dari pencalonan,
dan melepaskan semua yang aku miliki.
Apa yang akan kamu pertaruhkan?
Jam tangan ini
milik kakekku, seorang pejuang kemerdekaan dari tahun '30-an.
Ini dianggap sebagai pusaka di keluarga kami.
Apa kalian melihat noda darah di sini?
Jika aku
adalah ikon korupsi dan penyelewengan,
politikus kolot yang memundurkan kemajuan Republik Korea,
aku akan mundur dari pencalonan ini sekarang juga.
- Namun... - Namun, aku...
- Tiap hari aku melihat jam ini. - Tiap hari,
- aku melihat jam tangan ini. - Republik Korea kita...
- Republik Korea kita... - Aku tidak akan lupa
negara ini didirikan dengan darah dan keringat leluhur kita.
Aku tidak akan lupa negara ini didirikan
dengan darah dan keringat leluhur kita.
Demi negara, - Demi negara
aku telah bekerja dengan mengabdikan jiwa dan raga.
Namun,
dengan hasutan bohong ini,
jika kamu ingin memfitnahku, silakan saja.
Karena rakyatlah yang akan menilai kebenarannya.
Oleh karena itu,
pencalonan ini,
semua yang kumiliki,
serta
sejarah patriotisme keluargaku selama seratus tahun terakhir
akan kupertaruhkan.
Kandidat Gu, kamu sudah siap untuk mengundurkan diri, bukan?
Baik, sebentar. Sebentar.
Waktu bicara Kandidat Gu selama sembilan menit telah habis.
Sekarang giliran Kandidat Son untuk memulai debatnya.
"'Debat Pemilu Presiden, Son Tertawa, Gu Menangis'."
"Debat TV Memanas Karena Saling Tuding."
Hari ini benar-benar memuaskan.
- Selamat. - Selamat, Pak.
Ayo minum.
Pak, saat membahas jam tangan, ratingnya di atas 40 persen.
Itu juga berhasil menutupi isu moral dan mengalihkan perhatian publik.
Kukira itu strategi kuno, tapi cara klasik selalu berhasil.
Bakat pertunjukanmu sebagai strategis memang bawaan lahir.
Direktur Lee, debatnya bagus. Kenapa kamu begini lagi?
Jika terburu-buru tentang janji revisi undang-undang asuransi,
itu sama saja memberi umpan lagi kepada pihak Gu Hong Seo.
Gosip di bursa efek kemarin bahwa jika aku menjabat,
aku akan memberi saham WR Life kepadamu,
apa kamu tidak tahu bahwa Partai Changjo dalang semuanya?
Dengar, Kandidat Son.
Hei! Kerjakan yang benar!
Kandidat Son.
Aku yang melindungimu dan membawamu sejauh ini.
Sepertinya kamu lupa apa yang aku lakukan untuk itu.
Yang akan mengendalikan sisa perjalananmu pun
semuanya ada di tanganku. Kuharap kamu tidak melupakan itu.
Jika aku memutar kemudinya,
hanya masalah waktu sampai kamu jatuh ke jurang.
Pimpinan Kwon
hidupnya tinggal menghitung hari,
jadi, jangan buang-buang waktu lagi.
Begitu dilantik, kamu harus merevisi UU warisan.
Susun kembali rencananya sendiri.
Dia pikir aku adalah bonekanya?
Mau minum?
Jadi,
yang ingin kamu diskusikan denganku itu
sebenarnya tentang apa?
Aku berencana membuat Kandidat Son
menyingkirkan Lee Yang Mi.
Saat kedok Lee Yang Mi terbuka, hubungan mereka retak.
Kandidat Son akan berpikir bahwa meski dia terpilih,
dia hanya akan menjadi boneka Lee Yang Mi.
Aku akan memicu ketakutannya,
lalu pada saat yang tepat, aku akan menciptakan penopang
untuk menggantikan sumber dana dari Lee Yang Mi.
Kini kamu orang kepercayaan Kandidat Son dan Lee Yang Mi.
Apa yang ingin kamu capai dengan mengambil risiko sebesar itu?
Jika terus begini, aku akan kembali dimangsa oleh Lee Yang Mi.
Aku tidak bisa membiarkan mimpi seumur hidupku hancur begitu saja.
Kamu juga
tidak bisa terus diinjak-injak seperti ini.
Lalu aku
juga ingin mendapatkanmu kembali.
Setelah semua yang terjadi,
kukira aku tidak akan pernah melihatmu lagi.
Setahun tanpa kamu, aku baru sadar betapa miripnya diriku denganmu.
Meski harus berbenturan dan hancur,
karena ada dirimu yang melihat ke arah yang sama,
aku bisa bertahan.
Benar juga.
Sepertinya kita memang sangat mirip.
Saat tidur dan bangun seorang diri di rumah ini,
aku juga memikirkan hal yang sama denganmu.
Aku juga sedang mencarinya.
Cara untuk menghancurkan Lee Yang Mi.
Ada orang yang harus kutemui lebih dahulu.
Aku akan menemui Dewan Choi dari Partai Changjo
dan memberikan tawaran yang tidak bisa ditolak.
Otak Partai Kemajuan yang tidak pernah menjawab panggilanku
akhirnya mau menemuiku. Ini sebuah kehormatan.
Seperti yang pernah aku sampaikan,
ini adalah dokumen asli yang berisi sebagian kesaksian
dari seorang tokoh kunci Daeyang Fund.
Kesaksian yang keberadaannya bahkan tidak diketahui Kandidat Son,
jadi, dia tidak akan punya dasar untuk membantahnya,
dan dampaknya akan sangat besar.
No comments yet. Be the first to leave one.