200 rreshtat e parë.
*Open__subtitles ▶️▶️▶️ FreePalestina
*Sub__dl ▶️▶️▶️ rawe
Di mana harus kumulai?
Begini,
Intinya, asal-usulku membentuk diriku kini.
Eternia, dunia dengan keindahan abadi.
Semua hal yang hanya ada di legenda dan dongeng pengantar tidur.
Di Eternia, hal itu nyata.
Grifin, naga, harimau yang berbicara,
hutan ajaib, gurun membara, pulau langit, sebutkan saja semuanya.
Aku bersumpah aku tidak sedang teler.
Lalu, ada Kastel Grayskull.
Ayahku pernah berkata bahwa Eternia adalah jantung semesta.
dan Grayskull adalah inti jantung itu.
Jadi, kurasa...
inti dari inti...
intinya adalah kekuatan Grayskull.
Konon itu membuat manusia sekuat dewa.
Wadah kuno mengikat daya itu agar aman.
sebilah pedang bernama Pedang Kekuasaan.
Ya, aku tahu.
Namun, nama itu yang mereka pilih.
Legenda menyebut saat Eternia krisis,
pahlawan akan maju menghunus pedang
dan menggunakannya dengan hebat.
Hingga hari itu, kastel mengurungnya.
Di bawah pengawasan sang Penyihir.
yang bijak, tua, dan agak menyeramkan.
Jujur saja. Namun, dia keren.
Dia... dia keren.
Selama ratusan tahun,
leluhurku selalu melindungi Grayskull.
Aku berasal dari silsilah pahlawan perkasa.
Mulia, kuat, tanpa rasa takut.
Bu, aku tidak ingin bertarung.
Semua orang lebih besar dan kuat.
dan koordinasi mata-tanganku buruk.
Omong kosong.
Siapa yang mengatakannya?
Cringer, itu benar.
Dia paling kecil dan lemah.
Keajaiban dia belum patah tulang atau mati.
Lalu, apa tugas pangeran selain berlatih?
Aku tidak tahu.
Mungkin bermain bersama Cringer.
Pergilah. Beri aku bola benang, aku sudah senang.
Kau sama sekali tidak bisa diharapkan.
Haruskah aku pergi?
Ya, latihan senjata.
Sekarang.
Dengar, calon prajurit terbaik Eternia!
Tidak ada patung penghargaan untuk pecundang.
Tiada nama jalan untuk penakut.
Dan tiada pawai bagi yang sekadar mencoba.
Tanah ini, istana itu,
seluruh hidupmu bertumpu pada warga
yang memenangi laga.
Sebagai panglima raja,
pastikan aku memenangi banyak laga.
Itu alasan kita semua di sini.
Aku menyelamatkan orang tua kalian!
Aku menyelamatkan tetangga kalian!
Orang tua tetangga kalian pun kuselamatkan!
Banyak sekali yang kuselamatkan.
Kau tahu apa intinya?
Aku membela kalian, kini giliran kalian.
Kau harus bertarung demiku.
lewat refleks kilat, bidikan tepat,
serta otot yang perkasa!
Dan ini...
Ada yang tahu ini apa?
Itu tongkat.
Terima kasih atas jawaban jelasmu.
Ada yang lain?
Teela?
Senjatamu.
Itu baru putriku!
Ini senjata kalian.
Benda ini perpanjangan tubuhmu.
Cari pasangan, angkat senjata!
Aku ingin melihat memar!
Aku ingin melihat hidung berdarah!
Aku ingin melihat gigi kalian rontok.
Ayo lekas, Apalagi yang kalian tunggu?
-Halo, kau mau.... -Ini sungguhan, rasakan mati kedua kalinya.
-Adam -Pandangan tegak!
Lihat aku, aku bahkan tidak ada yang berani menghadapiku
Ayo atau pukulan berikutnya akan lebih keras.
Mungkin kita bisa duduk dan membahas hal ini.
Hei, Adam. Adam.
Lakukan saja semampumu, ya?
Ya.
Teela.
Teman macam apa kau ini?
Teman yang akan mengalahkanmu.
Duncan,
bagaimana para pemula kita?
Mereka kelompok yang rajin dan hebat, Yang Mulia.
Semuanya?
Jangan menari, Adam!
-Mm hmm. -Ayolah.
Dia mempermalukan diri sendiri.
Aku berjanji membuatnya jadi pria sejati,
dan aku akan membuktikannya.
Namun, tapi pria macam apa?
Ayo serang aku!
Dia berhasil melucutinya.
Bukan begitu caranya, kawan lama.
Nak,
hadapi ayah dengan ini.
Sekarang pungut!
Sekarang,
Bela dirimu!
Ayah?
Dunia ini bukan tempat bagi yang lemah.
Ya, Ayah.
Sekarang katakan!
Dunia ini bukan tempat bagi yang lemah.
Adam Ayo bangun.
Saat kau jatuh,
Ini kesempatanmu untuk bangkit.
Baik, kau tampak kuat.
Saat dia berbalik,
beliau akan melihatmu, tunjukkan bahwa kau tahan banting.
Saat dia berbalik,
beliau tidak melihat bocah penakut.
Dia akan melihat seorang pria.
Apa yang akan beliau lihat?
-Seorang pria. -Bagus
Dengar, begitu beliau berbalik...
Sudah sana pergi!
Tontonan selesai.
Kembali berlatih. Ayo.
-Adam? -Sedang apa kau di sini?
Mengikutimu.
Ya, aku ke sini untuk menyendiri, Jadi....
Jangan menyebalkan.
Aku tidak menganggapmu lemah, tahu.
-Latihan hari ini -Ayahku menganggapnya begitu.
Apakah itu sang Penyihir?
Apa yang dia lihat?
Raja Randalf. Kita diserang.
Aku sudah... menanganinya, Yang Mulia.
Pengawal kerajaan terlatih untuk ini.
Aku berjanji,
tiada bahaya bagimu atau keluargamu.
Aku akan membawamu aman ke Grayskull.
Pengawal!
Hei, tidak apa-apa.
Tetaplah dekat Ayah.
Teela, ayolah.
Ayah, aku takut.
Siapa yang mengajarimu kata itu?
Hah? Bukan ajaran ayah.
Semua akan baik-baik saja, nak.
Apa pun yang terjadi, selama ayah di sini,
kau tidak perlu takut.
Benar?
Ayo. Cepat.
Cepat, pergi!
Cepat, lari!
Jumlah mereka banyak.
Pasukan besar hanya berarti 1 hal.
Lebih banyak target.
Ayo!
Ikuti aku.
Kita lewat sini.
Hei, tetap di sana!
Bocah istana yang lemah.
Yang Mulia, pergi dan jangan berhenti.
Pergilah!
Biar aku yang bereskan ini.
Ada yang mau baku hantam.
Cukup sampai di sini.
Lancang sekali kau masuk ke kotaku!
Kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?
Bagaimana kalau kau beri tahu aku?
Aku Stalker,
panglima dunia.
Panglima perang raja!
Dan hari ini...
Dan hari ini...
Kau gagal.
Ayah.
Baik, ayolah, berdiri, bangunlah.
Tolonglah.
Sayang, Ayah gagal.
Ayo
Bertahanlah.
Masa pemerintahan Randolf berakhir malam ini.
Kau merasa dirimu kuat,
hingga berhenti takut pada bayangan.
Itu aku.
Aku mengintai di sudut terdalam dan gelap
pada alam semesta yang kucintai.
Namun kini, aku melangkah ke tempat terang.
Jadi, saksikan kehancuranmu!
Pergilah! Jangan menoleh ke belakang!
Adam, jangan cemas, Nak. Ayah melindungimu.
-Kuatlah, Nak. Aku memelukmu. -Ayah!
No comments yet. Be the first to leave one.