The first 200 lines.
ORANG YANG DICARI (POI) adalah
Individu di bawah pengawasan oleh pemerintah asing
Yang berharga karena kuasa, akses dan rahasia mereka.
ORANG YANG TAK DICARI (PONI) adalah
Semua orang lainnya.
MOSCOW, U.S.S.R. 24 DESEMBER 1976
Ini hari paling dingin.
Kota terburuk di dunia.
Kabarnya, istrimu baru datang.
Aku ingin bertemu dia.
Kau akan bertemu dia.
Menurut kami, ada kebocoran.
Kami sudah menyiapkan rencana untuk menarikmu keluar.
Jika kau setuju sekarang juga
Aku dan rekanku akan membawamu dan keluargamu
Menyeberang perbatasan ke Finlandia.
Waktumu satu menit untuk memutuskan.
Ini hari yang dingin untuk berjalan-jalan.
Dan itu tak menghentikanmu.
Aku memang bilang satu menit. Tapi sekarang tak ada waktu lagi.
Masalahnya
Aku membayarmu untuk enam telur.
Seperti terlihat
Hanya ada tiga.
Dan dua darinya
Retak.
Tidak.
Apa maksudmu...
"Tidak?"
Tidak.
Baik.
Bagaimana jika aku memberimu dua rubel lagi
Dan kau berikan telur
Yang seharusnya aku dapatkan lima menit lalu?
Tidak! Astaga. Nona, apa yang kau lakukan?
Apa? Kau bisa berbahasa Inggris?
- Tidak, kau sendiri? - Apa?
Simpan uangmu.
Semua orang di pasar ini penipu jika kau memberinya peluang.
Sungguh menyenangkan bagaimana orang-orang ini
Tak memahami bahasa Inggris hingga kita menghina mereka.
Lalu mendadak mereka jadi fasih.
Baik. Tatap si penjual telur ini dan tirukan ucapanku
Tentu saja dalam bahasa Rusia, karena kau menguasainya.
Baik.
Masa bodoh denganmu, jalang. Berikan telurku.
Aku tak bisa bilang itu.
Kau mau telurmu atau tidak?
Astaga.
Masa bodoh denganmu...
Berikan telurku.
Jalang-nya?
Ya.
Jalang! Berikan telurku!
Jalang!
Jalang!
Baik. Jangan mengulangnya terus.
Aku jarang melihat orang Amerika di pasar ini.
Benarkah?
Ini terletak tak jauh dari Kedutaan.
Ya, tapi...
Entahlah.
Orang-orang jarang meninggalkan pemukimannya.
Jadi, apa yang membuatmu memutuskan keluar hari ini, Bea?
Bagaimana kau tahu namaku?
Tebakan dengan petunjuk.
Beberapa istri Duta lain membicarakan seseorang
Dan kau sangat pas dengan deskripsi mereka.
Bagaimana mereka menggambarkanku?
Seperti ini.
Seperti apa?
Sial! KGB!
Apa mereka boleh menembak kita?
Mari berhenti dan bertanya.
Jangan jahat. Dia ketakutan.
Aku tak mau mati. Aku punya dua anak!
Jangan cemas. Kami sudah sering lakukan ini.
Tidak!
Sudah berapa lama kau di Moscow?
Aku di sini selama dua tahun beberapa tahun lalu.
Tapi untuk yang kali ini, aku baru tiba kemarin.
Aku tinggal di Stockholm sebentar setelah suamiku dipindahkan
Karena begitulah. Moscow.
Jangan menghina kota mereka kencang-kencang.
Tak apa. Mereka tahu persis kota ini payah.
Sudah berapa lama kau di sini?
Enam bulan.
Tapi jelas masih banyak yang harus aku pelajari.
Apa pekerjaan suamimu?
Juru komunikasi untuk
- Mitra Kedutaan AS di USSR. - Mitra Kedutaan AS di USSR.
Hentikan.
Ayolah. Kita berdua tahu apa pekerjaan suami kita sebenarnya.
Aku seharusnya bertemu kontak baru malam ini.
Dia akan memberiku rencana...
- Diam! - Mobil ini mungkin disadap.
Tuliskan lokasi pertemuannya di sini.
Snowshoe?
Kita hampir tiba di lapangan udara.
Snowshoe.
Snowshoe?
Sergei.
Sial.
Kita tamat.
- Tapi... - Tapi apa? Tak ada yang dengar.
Kita para istri.
Tak ada yang peduli dengan ucapan kita.
Jadi, mungkin kau tak perlu keluar dan belajar bahasa Rusia.
Tidak, aku lulusan Sastra Rusia di Wellesley.
Begitu?
Ya, sungguh seperti War and Peace di gerai telur tadi.
Mengesankan.
- Terima kasih? - Baik. Sampai jumpa.
Apa kau akan ke pesta Natal Kedutaan malam ini?
Aku akan berusaha untuk bebas dari itu.
Aku rasa kita semua harus hadir.
Aku yakin begitu.
Baiklah.
Ini bencana.
Aku hampir tak menemukan bahan yang cocok.
Ini gula bit.
Apa kau tahu bit bisa dijadikan gula? Aku tak tahu.
Aku juga tak paham kenapa kita harus merebus susu di sini.
Itu membuatku heran, memangnya apa yang harus direbus?
Cicip ini dan katakan ini tak mirip mayones.
- Aku menyukainya. - Tidak, kau tak perlu bohong.
Tapi aku senang kau sudah berusaha.
Aku janji itu akan jadi salah satu kue yang lebih lezat dari yang lain.
Aku hanya tak mau dihakimi oleh para istri yang lain.
- Siapa yang menghakimimu? - Semua orang.
Aku bertemu seorang istri di pasar hari ini
Dan dia sudah mendengar soal aku.
Itu membuatku penasaran apa yang...
Jika istri yang lain bergosip, mereka hanya iri.
Iri apa? Karena suamiku anggota CIA?
Mereka tak tahu itu. Maksudku, mereka iri padamu.
Ya, tentu saja.
Ayolah, Beebee. Kau berpendidikan, ambisius.
Kebanyakan wanita di Kedutaan tak punya hal lain selain bergosip.
Ya, mungkin aku berpendidikan, tapi tak melakukan apa pun dengannya.
Kau yang pergi menyelamatkan dunia sepanjang hari.
Aku hanya di sini.
Seorang sekretaris biasa di Kedutaan.
Sekretaris paling cerdas di Kedutaan.
Kau sudah bertemu istri yang lain. Itu bukan pujian.
Ayolah, Bea, tinggal beberapa tahun lagi.
Lalu aku yang akan menjaga markas di rumah
Sementara kau berangkat melakukan hal hebat.
Kau tak perlu berkata begitu.
Itu bukan sekadar ucapan.
Itu kesepakatan kita, 'kan?
Dan kau akan terpesona pada kue
Yang akan aku buat untukmu dan anak-anak.
Benarkah? Anak-anak?
Chris sayang, kau berdarah.
Itu bukan darahku.
Lepaskan bajumu. Aku akan mencucinya.
Lalu lepas celanamu.
Apa juga ada darah di celanaku?
Tidak.
Aku sudah menduganya! Kebenaran akhirnya keluar.
- Kau benar. - Kau pembohong payah.
- Rasanya buruk. - Mengerikan.
Seperti roti lapis salami. Menjijikkan.
Tunggu.
Apa mereka mendengarkan?
Pihak Rusia.
Astaga, aku harap begitu.
Kenapa kau mau aku di sana? Kenapa kau peduli?
Karena walau kita tak bisa membentuk keluarga
Aku tetap saja...
Aku tetap butuh seorang istri.
Kau akan pergi?
Aku harus mengurus sesuatu.
Aku kira kau harus menghadiri pesta ini.
Memang.
Aku hanya harus pergi dan mengurus sesuatu dahulu.
Itu sebabnya aku memintamu untuk datang tepat waktu demi kita.
Bisakah kau lakukan itu untukku, Sayang? Tolonglah.
- Ya, Sayang. - Terima kasih.
Tersenyumlah di Kedutaan.
- Berfoto dengan Sinterklas. - Baiklah.
- Aku akan datang nanti. - Aku paham.
Aku harus ke pesta Kedutaan bodoh ini sendirian
Sementara kau mengerjakan misi asyik CIA-mu.
Twila!
JANGAN PERNAH MENYEBUT CIA DI SINI.
KAU TAHU ITU. MEREKA MENDENGARKAN.
MASA BODOH DENGANMU, TOM.
Sungguh bodoh.
Hebat.
Bersenang-senanglah.
Sampai nanti
Sayang.
Sayang, kau harus menggandakan itu. Di sini seperti membeku.
- Hai. - Hai.
Apa kau sudah bertemu Beatrice? Dia bekerja denganku.
Sekretaris terbaikku.
Kau pasti mengatakan itu untuk semua sekretarismu, Tn. Salek.
- Panggil aku Alan. - Alan.
No comments yet. Be the first to leave one.